
Rian melajukan mobil nya ke rumah sakit membawa sang tuan dan nyonya untuk memeriksakan kandungan nyonya nya .
Ayris yang tampak bahagia bergelayut manja di lengan Zain , zain yang melihat ayris tersenyum sendiri membuat nya penasaran dan juga sedikit cemburu .
" Sayang ,,,, kau sedang tersenyum pada siapa ? Tak ada orang di sini , jangan bilang kau tersenyum pada rian." Ucap zain yang menatap tajam pada kaca spion melihat rian .
Sementara rian yang sedang mengemudi melirik pada kaca spion menghela nafas kasar nya .
" Dasar bucin ." Gumam nya dalam hati .
" Sayang ,aku tersenyum pada anak kita ." Ayris yang kemudian menarik tangan zain meletakkan pada perut nya .
" Sayang ,jangan nakal di perut mommy ! atau kau akan berhadapan dengan daddy ." Ucapan zain mendapat senyuman dari ayris bahkan ayris tertawa mendengar ucapan suami nya .
" Hahaha,,,,,,,, . Kau ini sedang cemburu ya , dia masih terlalu kecil di sini sayang ." Ucap Ayris tersenyum pada zain .
" Tuan , apa kau sudah hilang akal sekarang ?" Gumam rian dalam hati .
Beberapa saat kemudian mereka yang telah sampai ke rumah sakit berhenti di lobby rumah sakit . Ayris dan zain turun dari mobil sedangkan rian memarkir mobil nya . Ayris terkejut karena rumah sakit sangat sepi , hampir seperti rumah kosong .
Ayris yang menggandeng lengan zain menoleh ke arah sana sini dan melihat ke sekeliling lorong rumah sakit yang mereka lewati .
" Sayang , kenapa tidak ada orang ? apa ini benar rumah sakit ? Seperti rumah hantu .Hiii,,,,, ." Ucap Ayris kemudian memegang erat lengan zain .
"Ini ,,,,rumah sakit kakek arijaya sayang ." Ucap zain.
" Tapi mengapa sepi seperti ini ? Jangan - jangan ,,,,,." Belum sempat ayris melanjutkan perkataan nya zain sudah menjawab pernyataan ayris .
" Aku menyuruh leo mengosongkan semua nya selama aku berada di sini !!." Ucap Zain dengan enteng nya lalu menepuk tangan ayris pelan .
" Memang nya kenapa ?" Ayris yang tidak mengerti maksud zain menatap heran .
"Karena aku tidak ingin orang lain mengetahui istri ku ." Ucapan zain membuat ayris menghentikan langkah nya .
" Agar kau bisa mendapatkan wanita lain di luaran sana ." Ucap ayris dengan nada tinggi.
Ia merasa ada yang tidak beres dengan suami nya , wajah tampan nya yang banyak di kagumi kaum wanita membuat ayris merasa cemas .
Bayangan bayangan wanita cantik yang menggelayuti nya terlintas di benak ayris .
" Hahahaha,,,,,,, kau terlalu berlebihan sayang . Aku tidak ingin mengenalkan mu pada dunia , karena terlalu berbahaya untuk mu dan anak kita ." Ayris masih belum mengerti perkataan zain .
Semenjak ia mengetahui kehamilan nya , emosi nya selalu berubah - ubah . Ayris mudah sejaki terpancing emosi bahkan mudah sekali cemburu .
__ADS_1
" Kenapa ? Apa kau ingin bersenang senang di luaran sana ?" Rasa cemburu yang menyelimuti hati ayris tengah di rasakan oleh zain .
Zain dengan hati hati menyentuh wajah istri nya memandang nya lekat lekat .
" Sayang , apa kau ingat jika kau telah menjadi menantu keluarga adinata dan arijaya ?" Ayris menelaah ucapan zain , di alam pikiran nya baru ia menyadari jika ucapan zain memang benar .
Kedua keluarga raksasa itu tidak patut di sepelekan dan juga tidak bisa dianggap enteng . Bahkan musuh musuh dari dunia bisnis mereka akan menggunakan segala cara menjatuhkan mereka .
" Kau terlalu berharga untuk di lihat dunia luar ! Aku tidak ingin merampas kebebasan mu dan kenyamanan mu , meskipun keamanan mu terjamin tapi musuh musuh akan menggunakan seribu cara untuk menyerang mu." Ucap Zain panjang lebar menjelaskan sedetil nya pada ayris agar tidak terjadi kesalah pahaman .
" Apa kau mengerti ?" Zain menyentil hidung ayris yang tengah memandang nya .
Ayris yang tengah memandang zain mengangguk pelan .
" Tapi ,,,, bagaimana aku bisa percaya jika semua itu bukan sebuah strategi membodohi ku dan lambat laun akan membuang ku ?" Ayris masih menggali keyakinan nya terhadap zain . Ia masih terlalu polos dengan dunia zain yang penuh dengan bahaya .
" Hahahaha,,,,, Apa kau yakin dengan ucapan mu sayang ? Untuk apa aku menikahi mu jika hanya untuk bermain main ?"
" Kau tahu sayang , aku tidak akan melepaskan bahkan membiarkan yang aku inginkan menjadi milik orang lain !!." Perkataan zain membuat ayris bergidik ngeri merasakan seperti sakit tapi tak berdarah .
" Kenapa ia bicara seperti itu ? seperti mafia saja ." Gumam ayris dalam hati .
" Sayang kita akan kemana ?" Pertanyaan ayris hampir saja membuat zain melupakan tujuan nya .
" Tentu saja memeriksakan kandungan mu . Kita akan bertemu leo ." Ucap Zain kemudian menggenggam tangan ayris berjalan menyusuri koridor rumah sakit hingga muncul seseorang di ujung ruangan .
" Kakak ipar , bagaimana keadaan mu ? apa keponakan ku sehat sehat saja ?" Tanya leo pada ayris namun ayris merasa bingung , ia diam memaku seperti patung tanpa menjawab pertanyaan leo .
Leo yang hendak mengulurkan tangan nya berjabat tangan di tepis oleh zain . Ayris yang akan menjabat tangan nya pun melihat heran pada zain .
" Ada apa dangan mu ? Aku kan adik ipar nya , lagi pula aku juga akan menjadi paman untuk anak mu ." Ucap Leo .
" Kenalkan kakak ipar , nama ku leo dokter di rumah sakit ini dan juga dokter pribadi zain . Aku adik sepupu zain ." Ucap leo menjabat tangan ayris .
Ayris tersenyum mengulurkan tangan nya berkenalan dengan sepupu zain .
" Ayris ." Ucap ayris singkat .
Sementara zain menatap tajam kepada kedua orang tersebut , rasa cemburu nya secara tiba tiba muncul di hati nya .
" Mari kakak ipar ! dokter vani sudah menunggu !." Ucap dokter leo .
Ayris hanya mengangguk pelan setelah melihat sang suami menatap tajam pada leo dan juga diri nya.
__ADS_1
Beberapa saat setelah itu mereka masuk ke dalam ruangan dokter vani , zain yang mengikuti dari belakang merasa khawatir terhadap ayris .
Dokter vani adalah teman masa kecil zain , ia sudah hafal dengan sifat zain yang keras kepala dan dingin .
" Dokter vani ." Suara panggilan dokter leo mendapat senyuman dari dokter vani .
" Kenalkan ini kakak ipar ku , ayris !." Ucap doktet leo .
Dokter vani maupun ayris secara bersanaan berjabat tangan dan berkenalan . Tetapi dokter vani terkejut dengan muncul nya zain di belakang .
" Zain ,,,, kau . Kenapa ada di sini ? jangan bilang nona ini adalah ,,,,." Ucapan dokter vani mendapat anggukan dari zain . Dokter vani memeluk sahabat nya zain menitikkan air mata.
" Eh hem ,,,, ." Suara deheman dokter leo meyadarkan dokter vani tentang tujuan mereja datang ke sana . Sementara ayris yang melihat pemandangan haru itu membuat hati nya terasa panas . Namun ia mencoba untuk memahami apa yang sebenar nya terjadi .
" Oh ,,, maaf . Mari silahkan nona !." Ucap dojter vani mengajak ayris masuk je dalam ruang pemeriksaan .
Beberapa saat pemeriksaan berlangsung dokter vani menjelaskan tentang kondisi kehamilan ayris yang memang usia nya baru 7 minggu . Dan juga perihal morning sicknes yang terjadi pada ayris pagi tadi .
Setelah semua selesai dokter vani menuliskan resep beberapa vitamin dan obat pereda mual untuk di tebus di apotik .
Zain menyuruh leo mengambilkan nya di apotik sementara ia berpamitan dengan vani sahabat kecil nya yang menjadi calon istri leo .
" Dokter , terima kasih ." Ucap ayris tersenyum .
" Sama sama kakak ipar . Dan selamat zain kau akan menjadi seorang ayah ." Ucap Dokter vani.
Sementara ayris masih bingung dengan jawaban dokter vani .
" Jaga baik - baik kakak ipar atau aku akan menyuruh kakek menghukum mu ! hahahaha,,, ." Suara tawa vani membuat ayris memandang pada suami nya .
" Cihhhhkkkk,,,, kau dengan calon suami mu itu sama saja berlindung di lengan kakek ." Ucap Zain setengah kesal kemudian meraih tangan ayris menggenggam nya berlalu begitu saja .
Sementara leo yang berlari tergopoh gopoh memberikan resep pada zain .
Ia terburu buru karena ada jadwal pemeriksaan pasien lain .
Sementara Zain menggandeng ayris ke lobby rumah sakit ,sedangkan rian yang sudah siap di lobby membukakan pintu untuk tuan nya ketika melihat zain muncul dari balik pintu .
" Rian , ke kantor sekarang !." Ucap Zain .
'' Baik tuan ."
Rian melajukan mobil yang ia kemudikan ke kantor sang tuan yang beberapa hari ia tinggalkan karena mendampingi zain ke mana pun ia pergi.
__ADS_1
Ayris yang menatap tajam pada zain membutuhkan sedikit penjelasan namun rasa kantuk yang menyerang nya membuat ayris mengurungkan niat nya .
Bersambung 😊🙏🙏🙏