
Rian yang semula ingin menemui kekasih nya menghentikan langkah nya lalu memutar balik ke arah ruang bawah tanah, teringat memory yang di berikan oleh leo .
" Nih,,,,."
Rian memberikan sebuah memory card pada anton yang tengah sibuk dengan laptop di depan nya .
" Aku sudah mengetahui nya ."
Ucap anton memutar kursi putar nya ke arah rian .
" Huh,,,. Jika aku tahu kau sudah mengetahui nya , aku tak kan datang ke sini ."
Rian terlihat kesal karena memilih datang ke tempat ini.
" Lebih baik aku bertemu dengan mira."
Ucap rian meninggalkan anton sendiri
" Dasar bucin akut ."
Anton menggelengkan kepala nya melihat rekan kerja , sahabat sekaligus telah menjadi saudara nya sejak kecil .
Samar samar perkataan anton terdengar oleh rian , ia hanya melambaikan tangan nya dan tertawa kecil .
Para pelayan yang di sibukkan dengan penyambutan baby triple mulai menjalankan aktivitas nya masing masing .
"Mira ,,,."
Mira menoleh pada orang yang memanggil nya ketika ia menghampiri nya dan akan memeluk tipis kekasih nya namun mira mengurungkan niat nya .
Ia kemudian mendorong troly yang berisi makanan untuk di bawa naik ke atas .
" Tunggu ya ! nyonya lapar , aku harus segera kesana ."
Ucap mira yang melambaikan tangan nya .
" Sebentar saja !"
" Tapi para baby butuh asupan gizi , jika nyonya tidak makan air susu nya tidak akan keluar."
Ucap mira menjelaskan nya pada rian .
" Haahhh,,,,,."
Rian hanya menghela nafas kasar nya setelah ia bergegas meninggalkan anton di ruang bawah tanah untuk menemui nya , mira pergi ke atas melakukan kewajiban nya.
" Sayang sekali ."
Bisik pak mus dari belakang rian disertai tawa kecil oleh pak mus .
" Kau selalu mengejek ku, pak mus ."
Rian kemudian pergi meninggalkan pak mus setelah merasa kesal dengan kepergian mira dan juga ejekan pak mus .
Tak lama kemudian mira sampai di depan pintu kamar sang nyonya dimana ayris sudah merasa kelaparan menunggu mira yang membawakan makanan untuk nya.
Tok,,, tok,,,
Suara bunyi ketukan pintu terdengar dari balik pintu , ayris bersemangat ingin segera membuka nya namun zain menatap tajam pada nya.
" Aku yang akan membuka pintu ."
Ayris kembali duduk namun tak lagi di tempat tidur , ia sengaja berjalan untuk duduk di sofa .
" Tuan, makanan sudah siap ."
Ucap mira dengan troly dorong di depan nya .
" Baiklah , terima kasih mira ."
Ucap zain yang kemudian menarik troly tersebut ke dalam kamar nya .
Zain yang melihat ayris sudah duduk di sofa terkejut melihat nya menggendong baby girl azkia yang sedikit rewel.
" Ayrisss,,,,,."
Pintu kamar yang belum sepenuh nya tertutup membuat mira mendengar teriakan tuan nya pada sang nyonya hingga sampai di luar ruangan membuat mira bergegas meninggalkan tempat tersebut.
Derrrrr,,,,
Ayris terkejut mendengar teriakan suami nya dan juga pintu yang tertutup sangat keras .
" Oek,,, oek,,,."
" Sayang, kau mengagetkan baby azkia ."
Ucap ayris memandang suami nya .
" Kenapa kau ada disana ? Bukan kah aku menyuruh mu kembali ke tempat tidur !"
Zain menatap tajam pada ayris yang tengah menggendong baby azkia .
Ayris tersenyum menunjukkan gigi nya untuk meredakan kemarahan sang suami , ayris memperlihatkan baby azkia yang mirip dengan nya.
" Sayang , lihat lah baby azkia mirip sekali dengan ku ."
Ucap ayris .
" Haaah,,,,hmm ,,,. Kau menyukai baby azkia saja ?"
Ucap zain mengambilkan makanan untuk istri nya .
" Tidak , aku menyukai ketiga nya ."
Ayris seperti menaruh sinyal kecurigaan pada zain yang bertanya seperti itu .
" Lalu kenapa hanya menggendong baby azkia ?"
Sebuah pertanyaan konyol yang di berikan oleh suami nya serasa ingin berteriak dan juga serasa ingin menggigit bibir zain yang berkata seperti itu namun ia hanya menepuk jidat nya sendiri .
" Berikan pada ku ! Makan lah ! "
Ucap zain meraih baby mungil azkia dari gendongan ayris.
" Hem,,, baiklah."
Setelah memberikan baby azkia pada zain , ayris duduk meraih piring yang telah terisi makanan untuk nya.
Suami nya memang selalu memanjakan nya yang membuat ayris jatuh cinta pada pria pemaksa seperti nya .
" Sayang , Baby aksa menangis . Cepat gendong dia !"
Ayris sengaja melontarkan pertanyaan yang inti nya sama dengan apa yang zain tanyakan pada nya ketika mendengar suara rengekan aksa.
" Bagaimana aku menggendong nya ? Aku sedang menggendong baby azkia ."
" Lalu kenapa kau menanyakan hal itu pada ku ?"
Zain sama sekali tak memberi respon pada pertanyaan ayris namun fokus menatap baby azkia yang kemudian menggoyang goyangkan baby aksa .
" Tidak , aku tak pernah bertanya seperti itu ."
Jawaban zain yang semakin membuat ayris kesal dengan nya .
" Seperti nya umur mu sudah semakin tua hingga sudah pikun dengan apa yang kau ucapkan sendiri ."
Ucap ayris .
" Atau kau tidak mau mengaku kalah ?"
Ucap ayris yang kemudian meraih baby aksa untuk di susui.
" Pikun ? Umur ku masih muda , mana mungkin aku pikun ."
Zain yang tidak mau mengalah lagi lagi membuat ayris kesal .
" Sudah lah, dasar pria akut ."
Ayris memilih mengalah karena ia harus segera menghabiskan makanan nya dan juga menyusui para baby.
Setelah selesai makan dan juga menyusui ketiga bayi nya , ayris merentangkan kedua tangan nya pada zain meminta nya menggendong nya ke tempat tidur.
__ADS_1
Zain yang kemudian menyelimuti ayris yang seperti nya sudah sangat mengantuk lalu mencium kening nya .
Setelah itu , ia pun mengambil sedikit makanan untuk mengisi perut nya . Dan juga membereskan nya ketika ia sudah selesai dengan acara makan nya lalu menarik nya keluar dari kamar .
Melihat istri dan ketiga anak nya tertidur pulas , zain berniat ke ruang bawah tanah menemui sang asisten .
" Sayang , jangan rewel ya ! Daddy ada urusan sebentar !"
Ucap zain berpamitan pada ketiga bayi nya .
Zain terkejut melihat lift yang ternyata ada di bawah ,lalu ia pun menanti nya dengan membuka layar ponsel nya untuk mengetahui keadaan di kamar .
Ia takut jika baby terbangun dan ayris tak mendengar suara tangisan nya karena lelah dengan kondisi fisik nya.
" Siapa yang sengaja menaiki lift tengah malam seperti ini ?"
Zain terkejut ketika lift tersebut berhenti di kamar nya namun ia tak lantas curiga apa pun sudah pasti binatang kesayangan nya yang memakai nya .
Ting,,,
Benar saja , setelah pintu terbuka kedua binatang kesayangan nya muncul dari balik pintu .
" Aung,,,,."
" Aung,,,,"
" Kalian , kebetulan sekali kalian datang . Jaga mommy dan ketiga baby dengan baik !!"
" Aung,,,,"
" Aung,,,."
Zain turun ke lantai bawah tanah sedangkan leon dan leona berada di bawah box bayi .
Kedua harimau itu menaikkan kaki depan nya secara bergantian dari box satu ke yang lain nya lalu meraung kecil .
Seperti nya mereka sedang menjenguk para baby yang tengah tertidur pulas .
Samar samar ayris yang mendegar suara raungan leon dan leona ingin membuka kedua mata nya namun terasa lengket karena rasa capek dan lelah yang ia rasakan membuat nya seperti orang mati .
" Leon ,,, leona ,, jaga baby baik baik ! Cari daddy mu ketika mereka terbangun ! mommy lelah sekali ."
" Aung,,,,."
" Aung,,,,."
Di bawah tanah .
Anton yang masih terjaga dengan laptop nya merasa kesal ketika mendengar bunyi suara lift terbuka .
" Kalian lagi , apalagi ?"
" Siapa ,,,?"
Anton terkejut mendengar suara sang bos yang keluar dari balik pintu .
" Bos, maaf bos . Saya tidak tahu jika bos yang berada di lift .''
Ucap anton menghampiri sang bos lalu membungkukkan badan nya .
" Apa kedua kesayangan nyonya mu membuat ulah ?"
Zain lalu mendekati layar besar pemantau segala cctv .
" Tidak bos , hanya mereka berkali kali menaiki lift naik turun tapi tidak keluar dari lift ."
" Anak nakal itu sengaja menggoda mu ."
Zain lalu duduk di kursi didepan anton membuka laptop nya .
" Apa kau sudah menemukan dalang nya ?"
Zain melihat layar ponsel nya sesekali tersenyum pada ponsel tersebut .
" Sudah bos , apa anda mengenal gadis ini ? "
Anton menunjukkan sebuah photo di layar laptop nya pada zain.
" Dia sedang tergoda dengan kecantikan gadis tersebut .Seperti biasa nya mereka mengunakan trik kotor untuk mengelabuhi lawan ."
Anton menjelaskan dengan detail .
" Target yang sebenar nya adalah bos , bukan nyonya muda namun gadis itu sengaja merubah rencana hingga menargetkan nyonya muda berada di dalam genggaman nya ."
" Anton , apa kau sudah menemukan cara untuk gadis tersebut ? Aku tak ingin ada yang tersisa ."
Zain lalu membalikkan laptop nya kembali pada anton .
" Apa geng tersebut perlu di singkirkan bos ?"
Anton yang mengerti apa yang di ingin kan bos nya bertanya sekali lagi .
" Tentu saja jika mereka tidak ingin mundur ."
Ucap zain yang setelah nya berdiri meninggalkan ruang bawah tanah .
" Bos ,,,,."
" Hem,,, ada apa anton ? Kau terlihat cemas ."
" Apa terjadi sesuatu dengan kekasih mu ?"
" Bukan bos . Tapi besuk akan ada kekacauan sedikit , gadis itu telah menyebar undangan pernikahan nya dengan bos . Jika nyonya muda tahu ,,, ."
Anton tak melanjutkan perkataan nya .
" Aku mengerti ."
Zain lalu meninggalkan ruang bawah tanah dan berpikir tentang kegilaan gadis yang notabene adalah putri dari rekan bisnis nya .
Zain tak lantas ke kamar nya namun ke ruang kerja nya menyiapkan berkas dari orang yang telah membuat onar .
Setelah selesai , zain pergi ke kamar nya melihat anak anak nya yang terlelap dalam tidur nya begitu juga ayris .
Sedangkan leon dan leona ada di bawah box bayi sesekali menggoyang goyangkan ranjang nya ketika bayi sedikit bergerak gerak lalu mereka terlelap kembali .
Ketika zain akan berbaring di samping istri nya baby azka yang menangis membuat nya beranjak lalu menghampiri nya dan juga menggendong nya .
Ternyata baby azka lapar harus menyusu pada mommy nya zain membawa nya pada ayris .
" Sayang, baby ingin menyusu ."
Zain membangunkan ayris secara perlahan namun mata ayris tak kunjung terbuka akhir nya leona menyentuh pelan lengan ayris hingga ia terbangun.
" Leona , ada apa ? Apa baby menangis ?"
Ayris berusaha membuka mata nya yang masih lengket .
" Aung,,,, ."
" Oh ,, baiklah . Aku akan menyusui nya ."
Ayris kemudian bangun dari tidur nya lalu mencoba untuk duduk secara perlahan .
Zain memberikan baby azka pada nya lalu duduk di sebelah nya karena kedua bayi masih terlelap .
Setelah ketiga nya menyusu , ayris zain kembali ke tempat tidur meregangkan otot otot nya.
Leon dan leona bertugas membangunkan mereka jika para baby terjaga .
Malam pertama setelah kehadiran para baby berbeda dari sebelum nya . Baby yang harus menyusu setiap dua jam sekali membuat mereka terjaga sepanjang malam .
Hingga tak menyadari jika hari sudah pagi , para baby masih terlelap meskipun matahari telah menampakkan diri nya .
Benar saja , apa yang di katakan anton semalam tentang apa yang terjad pagi ini .
Seluruh media sosial telah menyebarkan berita undangan tentang pernikahan zia dan zain pengusaha perusahaan Z .
Zain yang telah bangun terlebih dahulu mendapat telepon dari kakek wijaya maupun kakek nya sendiri arijaya .
Zain menjelaskan secara rinci tentang apa yang terjadi dan kakek wijaya yang terdengar senang karena berita kelahiran cicit nya .
__ADS_1
Sedang kan kakek arijaya bergegas terbang ke mansion zain setelah menginap di mansion adinata.
Tok ,,,tok,,tok,,,
Ceklek ,,,
" Tuan , anda memanggil saya ?"
Rian yang kini berada di ruang kerja zain berjalan mendekati tuan nya .
" Apa max belum sampai ?"
" Belum tuan . Mungkin akan tiba beberapa jam kemudian. "
Ucap rian.
"Baiklah , Ini tugas untuk mu ! Kau pasti tahu apa yang harus kau lakukan ."
Ucap zain memberikan sebuah map pada rian .
" Baik tuan. Saya mengerti ."
Rian mekangkah kan kaki nya pergi meninggalkan ruangan zain terkejut ketika tiba tiba nyonya muda muncul di balik pintu rahasia ruangan tersebut .
" Sayangggg,,,, Kau tahu televisi menayangkan hari pernikahan mu dengan seorang anak partner bisnis mu ?"
Glek,,, glek,,,,
Rian menelan saliva nya ketika mendengar istri dari tuan nya berbicara seperti itu .
" Aku berjuang melahirkan anak mu tapi kau menyebarkan undangan ."
" Sayang ,itu hanya berita . Aku akan membereskan semua itu dalam beberapa jam saja .Tenang lah !"
" Bagaimana aku bisa tenang ? Luka yang ku rasakan belum kering bahkan masih terasa sakit ."
" Tuan ,,,nyonya , saya permisi dulu !"
" Tunggu ! kau diam disana !"
Rian kini terjebak dilema antara keluar dan tetap di tempat yang akhir nya membuat nya menghela nafas dalam nya.
" Sayang , rian akan membereskan pembuat onar tersebut . Biarkan dia pergi !"
" Kau tak akan dapat jatah selama sebulan dan wanita itu ,,,,. Awas ! Jika aku bertemu dengan nya akan ku cincang habis untuk leon ."
Glek,,, glek ,,,
Lagi lagi rian menelan saliva nya , tubuh nya merasa bergetar mendengar perkataan nyonya muda nya.
" Baiklah . Jika berita itu tidak hilang dalam beberapa jam , kau ,,,, kek,,,,."
Ayris menunjuk pada rian dengan tatapan serigala .
" Baik ,nyonya."
Rian keluar bernafas lega setelah melihat kemarahan nyonya muda nya.
Ia pun turun ke bawah lalu mencari keberadaan anton untuk meretas komputer pemilik perusahaan tersebut .
Setelah itu , rian berangkat ke kantor untuk segera menyelesaikan tugas nya .
Sementara di dalam ruangan .
" Aung,,,."
" Aung,,,,."
Leon meraung menghampiri ayris dan zain yang tengah berdebat di ruang kerja .
" Diam !"
Ayris yang merasa kesal membentak leon yang terus meraung .
" Aung,,."
" Aung,,,,."
Tapi leon tak mau diam melainkan menarik tangan ayris dengan sedikit menggigit nya .
" Sayang , apa kau meninggalkan para baby ? Mira ada di sana ?"
" Baby ,,, ? Sayang ,,, mommy datang nak ."
Ayris kemudian bergegas berjalan lebih cepat meskipun menahan sakit pada bawah nya karena lupa memanggil mira dan meninggalkan baby sendiri di sana ketika leon tak sengaja memencet remot televisi dan memperlihatkan berita tentang suami nya.
Sedang kan zain yang akan menyusul tetapi sebuah panggilan masuk ke layar handphone nya .
π Incoming call " nomor tidak di kenal ."
π :" Ya,,,."
π :" Hai ,sayang .Kau sudah bangun ?"
π :" Apa yang kau inginkan ?
π :" Hahahaha,,,,perfect .Datanglah ke ballroom hotel laluna , karena hari ini adalah hari pernikahan kita ."
π :" Hahahaha,,,, .Seperti nya kau bermimpi terlalu tinggi ?"
π :" Bukankah itu bagus. Aku hanya berusaha memiliki apa yang ingin ku miliki ."
π :" Tampak nya kau terlalu terobsesi pada ku ."
π :" Mungkin karena aku terlalu menyukai mu ."
π :" Aku hanya mengingatkan mu untuk mundur tapi jika kau tidak mau ,,,, .Kau sendiri yang akan rugi ."
π :" Hahahaha,,, benarkah ? Tapi sayang nya aku tidak mau ."
π :" Apa kau tahu akibat nya menghianati peter ?"
deg ,,,
" Bagaimana zain bisa tahu aku bekerja sama dengan peter ?"
" Tidak , ini hanya gertakan nya saja . Aku harus tenang ."
π :" Aku tidak peduli dengan nya ."
π :" Baiklah , terserah kamu ! Nikmatilah hasil penghianatan mu ! Istri dan anak ku sudah menunggu ku ."
π :" Hahahaha,,, apa kau sedang bermimpi ?Istri mu ada pada ku. Jika sampai kau tidak datang , aku akan membuat mu menyesal ."
π :" ,,,,."
" Sayang ,berhentilah ! Aku akan menggendong mu ."
" Tidak , aku hanya akan menyusui baby ."
" Terimakasih telah menjadi istri ku dan ibu dari anak anak ku ."
π :" klik."
Zain memang sengaja memperdengarkan suara ayris dan ketiga bayi nya.
π :" Halo ,,,halo,,,."
" Brengsek,,,!! "
" Siapa perempuan itu ? Apa dia benar istri nya ? Lalu siapa yang di bawa ke gudang itu ?"
" Tidak ,,, tidak ,,, .Ini hanya sebuah jebakan."
" Aku tidak akan mundur zain."
" Lihat saja ! Kau akan berlutut di kaki ku ."
Zia bermonolog sendiri ketika sambungan telepon terputus sepihak oleh zain .
Bersambungππ
__ADS_1