ISTRI RAHASIA CEO MAFiA

ISTRI RAHASIA CEO MAFiA
episode 40.


__ADS_3

" Aduh Mira,,,, ! kau hampir menabrak ku ."


Ucap ayris yang tak sengaja tersenggol mira .


" Ada apa , Nona ?"


Tanya Mira seakan tak bersalah bahkan ia hampir saja menabrak ayris saat melamun memikirkan kejadian kemarin yang memang tidak boleh diberitahukan pada ayris


" Nona cantik sekali dan tuan juga tampan . Pasangan serasi ."


Ucapan mira membuat pipi nya bersemu merah hingga merona merasa sedikit malu atas pujian mira namun juga sedikit bahagia melihat photo tersebut .


Entah mengapa ayris merasa nyaman dan bahagia melihat photo tersebut . Namun kenyamanan itu sirna saat teringat fai yang terlintas di benak nya.


" Sudah lah mira , aku ingin beristirahat . Entah mengapa tubuh ku lemas sekali."


Ucap Ayris pada mira sedangkan mira membantu nya menarik selimut .


"Seperti nya nona sudah malam pertama kelihatan lelah sekali ,,,,,hiiiihiiiii."


Gumam mira dalam hati.


" kenapa Mira senyum senyum begitu ? Apa ada yang aneh ?"


Gumam Ayris memandang diri nya sendiri mencari sesuatu yang mungkin berbeda.


Mira hanya tersenyum memperhatikan Ayris dan berlalu pergi meninggalkan nyonya muda nya sendirian di kamar


Ayris diam terpaku di atas ranjang memandang photo yang terpajang di depan mata nya. Ia masih memikirkan hal tersebut dan berusaha mengingat apa yang sebenarnya terjadi namun sayang nya tidak mengingat apapun .


" Aaaaaaaaa,,,,,."


Ayris berteriak keras mengusap wajah nya sendiri .


" Kenapa aku tidak mengingat apa pun ?"

__ADS_1


" Apa yang sebenarnya terjadi ? Apa aku amnesia ? "


" Tidak ,,, . Bagaimana aku amnesia kalau aku masih mengingat hubby?"


Ayris berbicara sendiri dan seperti nya mulai frustasi dengan apa yang terjadi hinga berdiam diri tanpa sadar terlelap dalam tidur nya .


Zain tersenyum memperhatikan ayris dari layar handphone nya tanpa menyadari dua pasang mata sedang memperhatikan nya , max dan rian yang saling pandang pun mengangkat bahu mereka .


"Sayang, apa kau suka kejutan nya ? Lihat lah wajahmu merah merona."


Gumam Zain dalam hati.


"*Apa tuan sudah menjadi gila ,


? kenapa senyum senyum sendiri ?"


Gumam rian dalam hati.


" Kakak , Apa dia sudah membuatmu jatuh cinta ?"


Zain yang baru sampai di kantor nya tanpa sadar tersenyum sendiri mengingat saat melihat reaksi ayris yang sedikit tersipu malu dengan photo mereka.


Ia berjalan melewati beberapa karyawan yang hanya menundukkan kepala setiap presdir mereka datang ke kantor.


Semua karyawan memandang presdir dengan saling berpandangan, heran melihat sikap presdir yang tidak menunjukkan aura dingin bahkan sisi kejam yang di miliki nya.


"Sepertinya tuan sudah jatuh cinta ."


Gumam Rian.


"Seorang mafia sudah dikalahkan api cinta ,hahaha,,,,, ."


Gumam max menyunggingkan senyum di kedua sudut bibir nya.


" Selamat pagi ,tuan."

__ADS_1


Kata sapaan dari diana yang seperti biasa tak mendapat tanggapan namun diana sedikit heran dengan perubahan sikap presdir yang lebih menghangat .


Diana bergegas mengikuti presdir ke ruangan nya untuk melaporkan jadwal maupun semua yang berhubungan dengan kantor .


" Diana ,apa ada yang penting ?"


Ucap zain saat duduk di kursi kebesaran nya .


" Ada ,tuan. Meeting dengan perusahaan X Group sore ini ,tuan ."


Jawaban diana membuat zain sedikit kesal mendengar perkataan diana yang menyerahkan beberapa berkas lain untuk di tanda tangani.


"Cih ,,,, gadis itu berusaha mencari celah ." Ucap zain dengan tatapan tajam nya seperti serigala yang siap menerkam mangsa nya.


Max dan diana mengerti apa yang sedang di bicarakan presdir tak lain bersangkutan dengan nona lisha. Yah,,,,perusahaan itu milik ayah lisha yang selama ini tak pernah meminta kerja sama dengan perusahaan nya .


"Max ,apa kau ada waktu sore ini ?"


Ucap zain yang tengah mengeluarkan ponsrl miliknya seperti tengah memeriksa sesuatu.


" Ada beberapa pertemuan dengan beberapa client, tuan ."


Jawab max menghela nafas kasar nya yang sudah pasti ingin membuatnya membatalkan salah satu meeting tersebut.


"Bagaimana dengan proyek villa A ?"


Ucap zain yang memang sengaja membuat villa tersebut untuk hadiah sang istri .


"Sudah lima puluh persen, tuan ."


Jawab max .


Zain hanya mengangguk pelan dengan mata tajam menatap layar handphone melihat ayris yang tengah mengacaukan pikiran dan konsentrasi nya. Sedangkan diana dan max yang saling pandang dan hanya mengangkat bahu mereka ketika melihat presdir mereka tersenyum.


Hal sepele namun langka terlihat di depan mereka , apalagi presdir yang selama ini jarang sekali mengumbar senyum dan irit berbicara.

__ADS_1


BersambungπŸ˜ŠπŸ˜ŠπŸ˜ŠπŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2