
Meskipun Ayris sudah memasak nasi goreng kesukaan nya , namun ia tak menghabiskan nya. Selera makan nya hilang ketika ia sudah berada di kamar .
Ia berjalan mondar mandir tanpa arah , hati nya merasa gelisah mengharapkan kepulangan Zain.Sampai ia tertidur di sofa bulat kesayangan nya.
Zain yang telah sampai di Mansion terkejut ketika ia mampir ke dapur mengambil air dingin , kerongkongannya terasa kering .Ia terkejut melihat ketiga orang itu mengerumuni seping nasi goreng.
" Ada apa,,,,?" Tanya Zain.
Ketiga orang tersebut tersentak kaget melihat ke arah suara ,ternyata tuan muda mereka yang di belakang nya ada Max dan Rian.
" Ti ,,,tidak tuan ." Jawab mereka serempak.
" Jika tuan muda tahu bisa menjadi malapetaka." Gumam Pak Mus dalam hati.
Zain yang mendengar jawaban mereka mengeryitkan dahi nya dan berlalu berjalan ke kamar nya .
Ia ingin segera menemui kekasih hati nya itu , beberapa hari ia tinggalkan .Ia rindu dengan tingkah konyol istri kecil nya .
Max dan Rian memandang ke arah Mereka bertiga yang merasa ada sedikit ketakutan . Tuan akan marah jika mereka membiarkan istrinya melakukan pekerjaan sendiri.
__ADS_1
" Ada apa,,,?" Tanya Max .
" Tuan muda , nyonya memasak sendiri ." Ucap Pak Mus menunjukkan sepiring nasi goreng itu.
" Apa,,,,,,?." Max berteriak keras, mereka bertiga menundukkan kepala mereka .
" heeeeehhhhhmmmm,,,, . Jangan sampai terjadi lagi." Ucap Max , ia kemudian menyendok nasi goreng tersebut.
" Hemmmmm ,,,, enak . Ternyata kakak ipar pandai memasak. Mama pasti menyukai nya." Gumam Max dalam hati.
Max berjalan menuju kamar nya yang berada di lantai dua , ia ingin segera merebahkan diri nya setelah beberapa lama dalam perjalanan .Sedang kan Rian biasa tidur di ruang bawah tanah , sambil sesekali mengecek anggota nya.
"Jadi ini yang mereka kerumuni. Kau pandai memasak .Ternyata aku tidak salah pilih."
gumam Zain dalam hati.
Zain mengangkat istri nya dari sofa kesayangan nya ke tempat tidur , menyelimuti gadis itu .Ia memilih membersihkan diri nya terlebih dahulu. Beberapa saat kemudian setelah selesai , Zain ikut berbaring di tempat tidur . Di angkat nya kepala Ayris dimasukkan nya tangan nya sebagai bantalan Ayris.
Ayris hanya menggeliat saja , ia serasa mencari kenyamanan dalam pelukan Zain. Zain yang melihat nya mengembangkan senyum nya lalu mencium kening Ayris.
__ADS_1
Ayris tertidur pulas dalam pelukan Zain , hingga mereka berdua terlelap ke alam mimpi.Dua muda mudi yang sama sama saling menyukai tetapi Ayris enggan mengatakan nya ,ego nya yang tinggi membuat nya gengsi.
Di tengah malam yang dingin ,Ayris yang merasa nyaman dengan tidur nya enggan membuka mata nya .Meskipun rasanya ia ingin ke toilet, namun ia merasa jika ia sedang memeluk Zain. Semakin erat di peluk nya tubuh itu , tubuh yang ia rindukan .
Zain yang merasakan sesak dengan pelukan Ayris membuka mata nya , ia melihat ke arah samping istri nya yang sedang memeluk erat tubuh nya . Zain menyunggingkan senyum nya lalu di sambar nya bibir Ayris , di sesap nya perlahan dan dilumat nya pelan pelan .
Ayris membalas ciuman tersebut , ia merasa mimpinya sangat indah . Mencium orang yang mulai ia sayangi , yang memperhatikan nya ,memanjakan nya seperti seorang ratu.
Zain menyudahi ciuman tersebut dan menyunggingkan senyum nya , ternyata istri nya mulai manja pada nya.
Sedangkan Ayris merasa itu hanya mimpi semakin memeluk erat tubuh Zain.
" Sayang ,,,, aku merindukan mu ." Gumam Ayris lirih .
Zain yang mendengar nya menyunggingkan senyum nya , ternyata gadis kecil nya merindukan nya.
" Sayang ,,,,,."
Bersambungπππππππ
__ADS_1