ISTRI RAHASIA CEO MAFiA

ISTRI RAHASIA CEO MAFiA
episode 201.


__ADS_3

" Auwwww,,,, sakit ." Diana yang berteriak karena luka ditangan nya ter tindih orang yang menabrak nya kini meringis kesakitan karena luka itu kembali mengeluarkan darah segar .


" Diana , kau tidak apa apa ? Aduhh,,,,, luka mu terbuka lagi ." Ucap ayris yang kemudian membantu diana bangun .


Sementara leo yang jatuh juga memegang kepala nya yang sempat terbentur pegangan tangga .


Ketika mereka sama sama berdiri kemudian menoleh satu sama lain saling berpandangan diana semakin kesal ternyata orang tersebut ada di depan nya .


" Kau,,,."


"Kau,,,."


Kedua orang tersebut saling menunjuk satu sama lain dengan telunjuk jari nya terlihat sangat benci satu sama lain .


Ayris yang melihat mereka berdua tertegun hingga ia tak sadar jika luka diana mengeluarkan darah segar .


" Dasar tak punya mata ." Leo kesal mengumpat pada orang yang ia tabrak .


" Heh ,,,,kau yang tak punya mata ? Dasar tak punya muka ." Diana berbalas mengumpat pada leo .


'' Kauu,,,,, ."Ketika leo tersulut amarah nya , ia yang akan mengangkat tangan nya akan menampar leo mendapat tatapan tajam dari ayris .


" Eh' em,,,,, Apa seorang dokter itu ringan tangan ?" Ucapan ayris membuat leo mengalihkan pandangannya dari diana kebarah sumber suara yang menegur nya .


" Leo,,,,,cepat tangan diana mengeluarkan darah ! " Leo yang tertegun memandang kakak ipar nya menolehkan pandangan nya ke arah tangan diana .


Benar saja ,leo melihat sekilas tangan diana yang mengeluarkan darah segar .


" Tunggu apa lagi ! ." Ayris kemudian menarik diana duduk di ruang tengah kemudian menatap leo yang masih diam mematung tanpa reaksi apapun .


" Leooooo,,,,,." Suara lengkingan ayris membuat lamunan leo buyar .


Diana yang tidak pernah melihat maupun mendengar ayris berteriak kencang tertegun memandang ke arah sang nyonya presdir yang ternyata sangat garang .


Leo bergegas lari mengambil kotak obat yang tak jauh berada di sana .


Dengan sigap leo menarik tangan diana untuk di bersihkan tetapi karena diana tengah kesal menarik nya kembali .


Leo pun menarik kembali tangan diana hingga terjadi tarik menarik beberapa saat .


Ayris yang melihat mereka tarik menarik menggelengkan kepala nya.


" Berhentiii,,,,,,!! Apa kalian akan terus menerus tarik menarik sementara darah segar terus menetes dan ada sepasang mata yang mengawasi pasti akan segera menyantap nya ." Mendengar perkataan ayris ,leo sedikit menyunggingkan senyum nya melirik pada diana .


Diana menghela nafas kasar nya akhir nya memberikan tangan nya secara perlahan .


Benar saja , belum selesai leo membersihkan luka diana yang terbuka leon sudah datang menghampiri ayris dengan sang daddy zain .

__ADS_1


" Aunggg,,,,,,." Leon meraung kecil kemudian berjalan mendekati ayris yang tengah duduk di sofa .


Ia melompat duduk disamping ayris sedangkan zain duduk di sebelah samping nya menciun kening ayris.


" Ada apa ?" Zain menatap istri nya yang sedang menyilangkan kedua tangan nya pada bilah dada nya .


" Sayang , bagaimana kalau aku menjodohkan mereka ? Kelihatan nya cocok ." Bisik ayris di telinga zain .


Zain yang mendengar perkataan ayris kemudian menatap mereka berdua yang saling menatap dengan tatapan sinis .


" Jika bukan karena nyonya aku tidak sudi di obati oleh mu , huhhh,,,,,." Gumam diana dalam hati .


" Kalau bukan kakak ipar yang menyuruhku aku tidak sudi mengobati mu ."Gumam leo dalam hati nya .


Kedua nya saling pandang dengan tatapan sinis membuat ayris memandang nya dengan senyuman .


Sedangkan zain masih dengan tatapan dingin nya memandang kedua nya .


" Sayang , aku ingin pergi ke kolam dengan leon . " Ucap ayris pada suami nya.


" Tidak,,, aku tidak mengijinkan mu kecuali kau akan memberikan apa yang aku mau ?" Ucapan zain membuat ayris mengeryitkan dahinya sekaligus mengerucutkan bibir nya .


" Tidak jadi, lebih baik aku di sini. " Ucap ayris. .


Zain menyunggingkan senyum nya merasa ia menang dari istri nya .


Sementara diana dan leo yang sudah selesai membersihkan dan mengobati luka diana menghela nafas kasar mereka karena terlihat kebencian satu sama lain .


Zain menatap satu sama lain di antara mereka kemudian mengambil ponsel nya melihat dengan seksama tentang semua sisi kameta yang terlihat .


Zain kemudian melirik pada istri nya yang tengah asyik memperhatikan diana dan leo kini tersenyum sendiri .


" Sayang , kau tersenyum dengan siapa ? Apa kau menyukai adik ipar mu sendiri ?" Bisik zain membuat mata ayris terbelalak kaget .


" Hehhh,,,, aku menyukai mereka berdua bersatu . Apa kau puas suami ku ?" Ucap ayris dengan nada sinis dan dengan tersenyum seperti di paksakan oleh ayris .


" Benarkah ? Kalau begitu aku akan menyuruh mereka menikah . Apa kau senang?" Zain memang bisa mengendalikan semua orang termasuk mereka berdua .


" Benarkah ? Aku akan memberikan apa pun keinginan mu jika kau berhasil membuat mereka menikah tapi bagaimana dengan vani ?." Ucap ayris mengedipkan mata nya , namun ayris kembali menundukkan kepala nya mengingat vani .Zain yang mendengar perkataan tersebut merasa tertantang dan mengiyakan permintaan ayris .


" Kau sendiri yang menawari ku ." Bisik zain di telinga ayris lalu tersenyum mengedipkan mata nya .


Sementara Ayris menghela nafas kasar nya merasa ada sedikit penyesalan dengan ucapan nya.


" Eh ' hemmm,,,,, ." Zain yang berdehem membuat leo dan diana terkerjut.


" Leo ,,,menikah saja dengan diana . Ia cantik baik lagipula aku sudah mengenal nya beberapa tahun ." Ucapan Zain membuat ayris sedikit menatap tajam pada zain .

__ADS_1


" hukkk hukk,,,,,.."


" hukkk Hukk,,,,."


Kedua orang tersebut saling pandang dan saling mengangkat bahu mereka.


" Apa maksud kakak ?" leo yang seakan memprotes perkataan kakak nya .


" Permintaan baby junior menginginkan paman nya menikah ." Ucap zain dengan santai nya .


"Tapi ,,,presdir ,,,, ." Diana pun juga sama seakan menolak permintaan presdir .


" Memang nya kenapa ?" Ucapan ayris membuat kedua orang tersebut membelakakkan kedua mata nya .


"Maaf nyonya ,kami belum saling mengenal . Lagi pula saya belum berencana menikah sekarang ."Ucap diana .


" Siapa juga yang ingin menikah dengan mu ? Heh jangan sok percaya diri ." Leo yang merasa kesal dengan ucapan diana tersulut api emosi .


" Aku pun tidak sudi menikah dengan mu . Dasar lelaki tak bertanggung jawab sehabis menyrempet orang meminta ganti rugi ." Diana terpancing emosi dengan ucapan leo .


Ayris dan zain saling memandang dan mengangkat bahu mereka kemudian menatap kembali dua orang berdebat .


" Kau yang menghalangi mobil ku , dasar perempuan gila !." Ucap leo memalingkan wajah nya .


" Kau yang gila." Diana yang tak mau kalah kini tersulut emosi .


" Diammmmm,,,,,, !." Ayris yang merasa pusing melihat dua orang tersebut .


Baik leo maupun diana terpaku mendengar suara teriakan ayris .


"Aku tidak mau ada bantahan lagi. " Ucap zain kemudian melirik ke arah istri nya mengedipkan salah satu mata nya sedangkan ayris menghela nafas kasar nya .


Leo mau pun diana diam membisu tanpa bisa menolak maupun membantah apa yang sudah di putuskan oleh kakak nya zain .


Ayris yang semula kesal dengan mereka berdua kini mengembangkan senyum nya .


Zain yang melirik istri nya tersenyum menyunggingkan senyum nya.


perdebatan yang di lakukan diana maupun leo berakhir dengan ketidak adilan menurut mereka namun sebenar nya membawa sedikit keberuntungan karena pasangan mereka orang yang tepat menurut zain dan ayris .


Bersambung 😊😊🙏🙏🙏


Maaf ya author kemarin tidak up date karena sedang tidak enak badan


tungguin terus ya kejutan apa yang terjadi .


Jangan lupa klik tombol vote dan tombol favorite

__ADS_1


__ADS_2