
Zain mrnggenggam erat tangan ayris saat menuruni anak tangga ke ruang makan . Meskipun sedikit malu tapi ayris tak dapat berbuat apa pun , singa ini skan meraung keras saat permintaan nya di acuhkan .
Sesekali ayris melihat wajah zain yang berubah lembut tapi juga bisa secepat kilat berubah seoerti eekor serigala yang siao menerkam mangsa nya .
" Kenapa dia berubah seperti ini ? Bagaimana aku bisa keluar dari tempar ini kalau sikap mya lembut seperti ini ? "
Gumam ayris dalam hati.
" Jangan jangan aku jatuh cinta pada nya ? Tidak ,,tidak,,,tidak,,, . Ayris kau tak boleh lengah dan lemah , tunjukkan kalau kau kuat ."
Gumsm ayris .
Zain melihat ayris yang terus memandangi nya tanpa berkedip sekalipun .
" Ada apa ? Kau memikirkan sesuatu ? "
Ucap zain.
" Tidak, apa aku tak boleh memandang mu ?"
Zain mengerutkan dahinya mendengar jawaban asal asalan dari ayris yang gugup ketahuan mencuri pandang .
Meskipun sebenar nya ayris memikirkan hal lain namun ia tak mungkin mengatakan nya.
"Kenapa terus menatapku ? Membuat ku gugup ."
Gumam Ayris dalam hati.
Ayris tak mengerti apa yang tengah dirasakan nya , masih ada keraguan dalam hati nya meskipun semua lembaran kertas itu terlihat asli . Ia bersikeras mencari tahu kebenaran nya meskipun zain telah mengatakan yang sebenar nya.
Disisi hati nya ada rasa nyaman yang tak dirasakan bersama fai namun juga tak bisa di pungkiri kalau masih ada kegalauan dalam hatinya.
Zain melirik ayris yang mengaduk aduk makanan nya tanpa makan sedikitpun mengerutkan dahi nya.
" Sayang ,makanan nya tidak enak ? "
Zain menatap ayris yang tak berselera makan .
Ayris menggeleng pelan namun menatap sendu zain menginginkan sesuatu dari nya. Zain menatap nya secara intens dan entah apa yang di inginkan gadis itu .
" Apa kau bosan dengan menu makanan nya ?"
__ADS_1
Seketika Ayris mengangguk pelan memutupi kegugupan nya .
" Pak mus ,,, pak mus ,,, Pecat chef dapur sekarang juga ! Ganti dengan yang baru !"
Ucapan zain membuat ayris ternganga dan juga terkejut , tak menyangka reaksi zain akan seperti itu.
Samar samar terdengar jelas permohonan dari seseorang di dapur yang meminta pengampunan .
Ayris merasa iba tak tega melihat orang itu garus kehilangan pekerjaan nya lalu menyentuh tangan zain menggoyang goyangkan tangan tersebut.
" Bukan kah kau tidak menyukai nya ?"
" Jangan pecat ! Kasihan ."
Ucap ayris .
" Untuk apa aku mempertahankan nya jika kau tak menyukai makanan nya ?"
Ucap zain
" Kemari lah ! "
Ayris mengikuti keinginan zain yang menyuruhnya duduk di pangkuan nya .
" kenapa kau memilihku ? bukankah banyak perempuan cantik di luar sana pantas menjadi istri mu? kenapa harus aku yang sudah menjadi istri orang ?"
Gumam Ayris dalam hati .
Ayris tersentak kaget ketika tangan zain menyentuh lembut sudut bibir nya yang terdapat sisa makanan . Hampir saja ketahuan jika ia sedang melamun dan juga mencuri pandang pada nya.
" Kenapa ? Apa kau sedang mengagumi ketampanan suamimu ini ? "
Suara zain mengagetkan nya membuat nya menunduk malu . Pipi nya memerah ternyata zain mengetahui nya jika sedang mencuri pandang .
" Hahahaha ,,,,,."
Zain tertawa Ayris yang melihat nya pun berdecak kesal .
"Ih,,,, narsis sekali,,,,."
Ayris merasa kesal menjadi bahan tertawaan nya dan hendak bangun dari duduk nya zain menahan nya.
__ADS_1
Ia menatap lekat lekat istri nya , menatap manik mata yang membuat nya terpesona. Gadis ini mudah marah juga mudah sekali tersipu malu .
Ia menempel kan bibir nya ke bibir cerry ayris yang membuat nya tercengang . Seketika ayris menunduk malu ketika menyadari apa yang dilakukan zain tapi karena mencium di depan para pelayan.
"*so sweet , tuan sangat romantis ."
Gumam Mira.
" Hah,,, aku tak percaya tuan melakukan ini.
Semoga ini awal yang baik setelah hilang nya nona vivia."
Gumam pak mus.
Melihat istri nya yang tampak malu menyembunyikan wajah nya di dada nya ,zain mnggendong ayris meninggalkan meja makan . Lagi lagi ayris kembali tercengang dengan apa yang dilakukan zain , namun ia pun tak sapat berbuat apa apa .
"uhhhh mau di taruh di mana wajahku ? Kenapa singa dingin ini menggendongku ?"
Gumam ayris dalam hati .
" Turunkan aku ! Malu di lihat semua orang ."
Bisik ayris.
" Mereka tidak melihat mu ."
" Tapi ,,,,."
" Ssttss ,,,, diamlah ! Atau aku akan mencium mu kembali ."
Ayris hanya mampu menghela nafas nya tak mampu menolak sedikit pun .
Zain menggendong ayris yang semula ingin ke kamar nya namun ternyata salah . Ke sebuah ruangan yang mungkin di sukai ayris .
Ceklek,,
" Ruangan apa ini ? "
" Hah ,,, ruang hidroponik ."
Ayris tersenyum melompat dari gendongan zain berhambur ke seluruh ruangan tersebut .
__ADS_1
Bersambungππππππ