
Mentari pagi menyinari alam semesta , burung burung yang berkicauan dengan merdu di angkasa seakan mereka sedang bersenandung mesra melihat kebahagiaan penghuni alam semesta lain.
Ayris yang terbangun dari tidur nya, mengerjapkan mata nya . Ia kemudian memandang ke arah samping , terlihat Zain yang berbaring memejam kan mata nya . Di usap nya dengan sangat pelan wajah Zain yang sangat tampan mempesona kaum hawa.
Ia mengingat kejadian sore itu dimana ia telah melakukan kewajiban nya kali pertama pada suami nya . Ayris tersenyum menutup wajah nya karena malu , ia menyerahkan mahkota nya pada Zain orang yang telah mengisi hati nya dengan cinta.
Ayris ingin beranjak dari tempat tidur nya , ia mengangkat pelan tangan Zain yang memeluk diri nya , kemudian ia bangun duduk dari tempat tidur ketika ia ingin menggerakkan kaki nya terasa sakit di bawah sana.
" Auuuuuuwwwwwww,,,,,,." Suara pekikan Ayris membuat Zain membuka mata nya . Kemudian ia melihat Ayris yang mencoba bangun dari tempat tidur .
"Sayang ,kau sudah bangun ? kenapa ?" Ucap Zain membuka lebar mata nya .
" He'emmmmm ,,,, . Aku ingin ke kamar mandi ." Ucap Ayris menjawab pertanyaan Zain .
Zain baru teringat jika mereka baru melakukan malam pertama nya pasti ia akan merasakan sakit di area gua nya.
Kemudian Zain bangun dari tidur nya lalu menghampiri Ayris ,Ayris yang melihat tubuh serigala itu tanpa sehelai benang pun apalagi ular naga nya membuat Ayris menutup mata nya dengan kedua tangan nya.
" Haaaaa haaaaa,,,,, apa yang kau tutupi ? kau sudah melihat bagian tubuh ini sejak kemarin." Ucap Zain ,kemudian ia menggendong Ayris ke kamar mandi , namun Ayris enggan membuka matanya ,ia bersembunyi di bidang dada Zain. Lalu mendudukkan Ayris di kloset, kemudian Zain mengisi bathup dengan Air hangat ditetesi nya dengan beberapa tetes aroma terapi berendam.
Setelah bath up penuh dengan air , zain mengangkat tubuh Ayris ke dalam bathup.Tetapi Zain tak lantas ikut pergi ,ia ikut masuk ke dalam bath up membuat Ayris terkejut.
__ADS_1
" Sayang ,,,, kau mau apa ?" Ucap Ayris dengan polos nya ,ia masih awam dengan hal berbau romantis berdua.
" Tentu saja berendam ." Ucap Zain tersenyum devil , Ayris yang mendengar jawaban Zain tak begitu mempedulikan nya.
Ia hanya ingin berendam menghilangkan rasa perih yang ada di bawah gua .
Acara berendam pun tak lantas berendam Zain mengangkat tubuh polos Ayris tepat duduk di depan nya .
Kesempatan dalam kesempitan itu tak lantas di sia sia kan oleh Zain . Tangan nya menerabas ke dalam hutan belantara Ayris , membabat nya dengan pelan hingga berhenti di perbukitan gunung kembar . Ia bermain main di sekitar gunung kembar tersebut , tanpa sengaja Ayris mendesah pelan membuat Zain semakin tergoda oleh nya.
Semakin lama pedang itu semakin nakal menebas hutan belantara yang telah gundul tersebut . Ayris merasa sentuhan pedang tersebut semakin menggeliat semakin keras mendesah ,matanya yang terpejam seketika terbuka seperti ada yang ganjal .
" Sayang ,,,, sudah ! Aku ingin berendam , kenapa kau mengangguku ?" Ucap Ayris mengerucutkan bibir nya ,ia tengah kesal dengan Zain karena kejahilan tangan nya.
" Menyelam ,,,? " Belum sempat Ayris mengatakan apa yang Zain katakan , zain sudah berbisik di telinga nya.
" Sambil minum susu,,,,." Zain berbisik tepat di telinga Ayris dengan tangan nya tepat bermain di gunung kembar .
Sedang kan Ayris yang mendengar nya pun merona malu di buat nya. Dengan sangat hati hati ular naga Zain pun menerobos masuk ke sarang gua nya .
Ayris hanya bisa menggeliat menikmati terobosan ular naga tersebut meski bibir berkata lain tetapi tubuh tak menolak sekali pun.
__ADS_1
Pertempuran Ular naga itu kembali terjadi ,ia membuat sang pemilik gua menikmati keindahan surga dunia .Ular naga yang mengaduk aduk sarang gua nya mencari temoat ternyaman untuk menyemburkan bisa nya .
Zain tak melepaskan Ayris sampai di situ ia terus mengejar sarang gua Ayris bahkan membawanya ke tempat tidur .Meskipun Ayris menikmati nya tetapi ia kesal karena Zain mengulangnya berkali kali hingga ia tak punya tenaga lagi .
Ayris terkapar seperti sedang melakukan pekerjaan yang berat hingga ia terlelap dalam tidur nya.
" Sayang , maafkan aku membuatmu kelelahan ." Zain mencium kening Ayris lalu menyentuh lembut perut rata Ayris.
" Cepatlah tumbuh di sini serigala kecil." Ucap Zain tersenyum mencium perut itu.
Zain mengguyur tubuh nya di bawah air shower , sambil membayangkan apa yang telah ia lakukan bersama istri nya .
ia tersenyum menang karena memenangkan pertempuran ular naga nya.
Zain memakai bathrobe nya ia duduk mengambil benda pipih milik nya .
Kring ,,,,kringgg,,,,,
π : Halo,,,,."
Klik ,,,, Zain memutus sambungan telepon .
__ADS_1
Bersambungπππ