
Setelah selesai dari kamar mandi dengan rutinitas mandi nya, ayris berjalan menuju sebuah sofa lalu membaringkan tubuh nya ke sofa bulat tersebut .
" Hah,,,, cepat sekali kau tidur . Aku tidur dimana ? di sofa ? iya di sofa . Tidak mungkin aku tidur dengan nya, orang yang bukan suami ku . Apa kata orang nanti ?"
Ayris bermonolog sendiri ketika melihat zain yang menurut nya sudah terlelap .
Secara tak sengaja terlintas dalam benak ayris tentang faizal saat berdua dengan lelaki lain dalam satu ruangan .
Rasa cemas dan gelisah menyelimuti hati nya bahkan ayris pun merasa jika faizal tak mencari keberadaan nya.
Beberapa minggu mansion zain , menikmati kemewahan yang tidak ia dapat kan sejak kecil namun membuat nya dalam kebingungan yang membuat dadanya terasa sesak.
"Hubby ,kau ada di mana ? kenapa tak mencari ku ? Apa kau baik baik saja ? "
Gumam Ayris dalam hati .
" Tuan ini kenapa memanggilku sayang ? Apa dia tidak tahu jika aku sudah menikah ?"
" Dan kenapa semua orang memperlakukanku seperti seorang putri ?"
Ayris bermonolog dalam hati nya sendiri yang entah mengapa berbagai pertanyaan mengisi pikiran nya. Ia tak mengerti kenapa semua ini terjadi pada nya, sampai mata nya terlelap dalam tidur nya.
Zain yang mengetahui jika ayris tertidur di sofa bangun dari tidur nya lalu berjalan ke arah sofa dan mengangkat ayris ke tempat tidur.
Di pandang nya lekat lekat wajah ayris tanpa sadar tersenyum memandang nya.
"*Dasar keras kepala , kau terlihat sangat cantik jika bersikap dingin seperti itu."
" Apa kau tahu ,kau membuat ku gila ."
Gumam zain dalam hati*.
__ADS_1
Zain menyelimuti ayris lalu menyentuh pelan pipi cantik nya dan juga mencium kening nya . Ia pun lalu ikut berbaring di samping ayris memeluk tubuh kecil ramping tersebut.
Pagi pagi sekali zain yang terbangun karena panggilan telepon dari dave ,yang membuat nya menggerutu karena kesal . Adik laki laki nya itu pasti akan menelepon jika membutuhkan sesuatu.
Derttttt Derttttt ,,,,,
Zain meletakkan kepala ayris pada bantal setelah sepanjang malam tangan nya menjadi bantal empuk untuk ayris .
Zain segera mengangkat handphone panggilan Dave.
📞:" Hem,,,,,,."
📞 :" Tidak adakah kata sapaan lain selain itu ?"
📞 :" Tidak, katakan !"
📞 :" Dave tengah berlibur dengan chle setelah itu , aku akan mengantar nya ke asrama.
📞 :" Huh,,, pasti mama sudah mengadu pada kakak."
📞:" Tidak, menurut mu apa mama berani ?"
📞:" Entahlah. Tapi ia ingin berkunjung ke mansion kakak."
📞:" Okay."
Zain memutus sambungan telepon tersebut tanpa memperdulikan dave yang masih berada di ujung telepon.
📞:" Ih,,,, Dasar ."
Dave merasa kesal dengan kakak nya karena memutus sambungan telepon secara tiba tiba dan tanpa kalimat perpisahan .
__ADS_1
Zain lalu melangkahkan kaki nya berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan setelah nya memakai jas kerja nya . Ia berjalan ke tempat tidur menghampiri Ayris yang masih terlelap .
Muach...
Di cium nya kening ayris dengan sangat pelan karena takut ayris terbangun lalu berjalan ke samping ruang kerja nya . Sementara Max telah menunggu di sana dengan beberapa berkas yang harus di tanda tangani .
" Max , Dave akan mengantar chle kesini." Ucapan Zain membuat nya tertegun tapi max hanya menghela nafas kasar nya.
Zain menyerahkan kembali berkas tersebut dan berjalan ke lantai bawah untuk sarapan, Sedangkan Max memilih mengikuti nya dari belakang.
Dikamar Ayris.
Ayris terkejut ketika melihat diri nya sudah di tempat tidur seketika bangun dan meraba pakaian nya masih seperti semula .Ia menghela nafas nya lega karena tidak terjadi sesuatu pada nya.
" kenapa aku di tempat tidur ? bukan nya semalam tidur di sofa ?"
Gumam ayris dalam hati.
"Apa tuan itu memindahkan ditempat tidur ?"
Ayris masih bermonolog dengan hati nya .
Ia terkejut ketika terdengar suara ketukan pintu dari luar lalu ia bangun dengan segera dan berlari ke arah pintu.
" Mira ,,,,,Kau kah itu ?"
Suara teriakan ayris dari dalam pintu ketika melihat suara gagang pintu dan betapa terkejut nya ia melihat orang yang ada dibalik pintu .
" Selamat pagi nona muda ."
Bersambung
__ADS_1