
Ayris keluar dengan dress midi pilihan Zain ia terlihat sangat cantik natural, ia mengeringkan rambutnya di depan meja rias dan juga memoles tipis wajah nya dengan make up natural .
Ia mencari cari di mana suami nya berada , dilihatnya disetiap sudut ruangan tapi tidak ia temukan .
" Uhhhhhhh ,,,,, menyebalkan." gumam Ayris lirih .
Ayris berjalan ke arah pintu, ia meninggalkan kamar nya turun ke lantai satu . Ia berpapasan dengan para pelayan mansion yang sedang bekerja, senyum ramah nya membuat semua pekerja menyukai sifat nyonya mereka . Disamping itu ia juga perhatian pada para pekerja.
Ayris yang berlari kecil melewati beberapa pekerja membuat para pelayan khawatir pada nya takut jika ia terjatuh.
" Nona ,hati hati jangan berlari ." Ucap salah satu pekerja yang tak lain bernama mery .
" Tidak apa apa mery , aku baik baik saja ." Ucap Ayris tersenyum pada nya . Kemudian Ayris berbalik lagi pada Mery mengucapkan satu kata yang sangat di sukai pekerja.
" Mery ,,,,." Panggil Ayris tersenyum pada nya ,seketika Mery berbalik menghadap pada Ayris.
" Iya nona." jawab Mery singkat tersenyum pada Ayris.
" Terima kasih ." Ucap Ayris pada mery ,mery pun mengangguk pelan dan tersenyum tetapi tanpa sadar Ayris melupakan jika ia sudah berada di ujung tangga .
" Nona ,,,, Awasssss." Teriak Mery .
Kaki nya melangkah tanpa melihat ke depan jika didepan nya tangga turun .
Beberapa pekerja yang melihat nya serentak berteriak .
" Nona ,,,, Awasssssss,,,,,,." Ucap beberapa pekerja yang kebetulan melihat nya , mereka berlari mengejar Ayris .
" Aaaaaaaaaa,,,,,," teriak Ayris karena tak melihat kedepan kaki nya terpeleset di ujung tangga .
__ADS_1
Zain yang sedang menuruni tangga mendengar teriakan Ayris dan beberapa pekerja terkejut dengan seketika berbalik menangkis tubuh Ayris tepat ke dalam pelukan nya.
" Huhhh untung saja ,ada tuan jika tidak bisa mati kita semua." ucap salah satu pelayan yang berteriak dan berlari mengejar Ayris
" Iya benar ,,,, huhhh." Ucap Mery menyambung ucapan teman nya.
Zain segera menggendong ke ruang tengah dan memeriksa keadaan Ayris , ia begitu khawatir dengan Ayris. Wajah serigala nya terpancar jelas di depan beberapa orang pekerja di sana .
" Pak ,,,,Mus ,,,,,.Pak Mus,,,." Zain berteriak kencang memanggil Pak Mus .
Pak Mus yang berada di ruang makan terkejut dengan suara teriakan Tuan nya, ia bergegas menghampiri Zain.
" Iya tuan .Ada masalah apa ?" Ucap Pak Mus dengan tergopoh gopoh berlari dari ruang tamu.
" Cari tahu siapa yang ceroboh membuat nyonya tergelincir ." Ucap Zain dengan wajah serigala nya.
" Baik tuan ." Jawab Pak Mus singkat .
Ayris yang mendengar ucapan Zain tersedak ketika ia meminum segelas air yang di berikan Mira pada nya.
Max yang baru saja turun terkejut melihat keramaian di ruang tengah , ia pun menghampiri mereka yang berkerumun.
Ia bertanya pada salah satu pelayan tentang apa yang sebenarnya terjadi .
" Mery ,,,,." panggil Max .
" Iya tuan ." Jawab Mery membungkukkan badan nya.
" Ada apa ?" Tanya Max heran .
__ADS_1
" Nona hampir terpeleset jatuh dari tangga ketika ia menoleh pada saya ." Ucap Mery menghela nafas nya.
Max hanya menghela nafas kasar nya mendengar apa yang terjadi . Kakaknya itu pasti akan sangat marah ketika ia melihat kesayangan nya dalam bahaya.
" Huuuuuuhhhhh,,,, ." Max menghela nafas kasar nya karena ia tahu serigala itu pasti akan menerkam mangsanya tidak peduli apapun itu.
Ayris menarik lengan jas Zain dan menggenggam tangan Zain . Zain seketika menoleh ke arah nya .
" Sayang ,,,, aku tidak apa apa ." Ucap Ayris menatap sendu pada Zain.
" Kau yakin tidak apa apa ? aku akan segera menyuruh Max memanggil dokter !" Ucap Zain.
" Tidak sayang , aku baik baik saja . Kau jangan menghukum siapapun, aku yang kurang hati hati ." Ucap Ayris dengan mata yang sayu memohon pada Zain.
" Tidak ,,,, Aku akan tetap menghukum mereka . Mereka ceroboh membiarkan nyonya nya hampir tergelincir." Ucap Zain dengan tatapan mata serigala nya .
Max yang masih berdiri memperhatikan kedua kakak nya tersebut menghela nafas nya .
" *Huuuuhhhh ,,,, jiwa serigala nya bangkit kembali , mudah mudahan kakak ipar bisa memenangkan emosi nya." Gumam Max dalam hati.
" Uuuuuhhhhh ,,,, Serigala ini jika sudah Marah susah sekali di rayu .Aku harus bagaimana ?" Gumam Ayris dalam hati*.
Seketika ia ingat drama korea yang ia tonton.
" Yachhhh ,aku harus pakai cara itu ." Gumam Ayris lagi.
Ayris memegang wajah suami nya , Zain terkejut melihat tingkah Ayris . Sang istri kini telah berani menyentuh wajah nya , kemudian ,,,,
" Muaaaachhhhh,,,,"
__ADS_1
Bersambungπππππππ