ISTRI RAHASIA CEO MAFiA

ISTRI RAHASIA CEO MAFiA
episode 50


__ADS_3

Lisha memang seperti ular , ia mempunyai banyak cara bagaimana membuat pria bertekuk lutut pada nya.


" Aku harus berhasil membujuk nya , jika tidak seumur hidupku akan menjadi budak nafsu nya,. Oh Zain ketampananmu membuatku gila." Gumam Lisha .


Keraguan atas siapa orang itu melintas di pikiran nya, ia bimbang dengan permintaan gadis itu . Kenapa harus susah susah mengambil alih perusahaan orang lain, Sedangkan ia bisa membangunkannya perusahaan baru.


Lisha yang memandang kebimbangan Bram , ia harus memutar otak nya agar rencana nya berhasil.


Lisha memandang intens Bram di cium nya bibir Bram disesap nya kembali bibir itu , Bram yang terkejut dengan serangan Lisha pun membalas nya .


Gadis itu memang pandai mengalihkan ke bimbangan nya , meskipun ia dalam keadaan semarah apapun Lisha memang perlu di acungi jempol dalam memancing nafsu laki laki tersebut.


Bram yang tidak menyia nyiakan kesempatan tersebut ,siap siaga melanjutkan pertempuran yang kedua . Meskipun Lisha telah berganti baju tidak menjadikan alasan menyudahi nya.

__ADS_1


Lisha memang menang mencari kesempatan , Bram yang mengenal nya beberapa tahun ini enggan melepas nya karena hal yang satu itu .


Beberapa simpanan nya hanya bertahan satu atau dua bulan saja , sedangkan Lisha sudah hampir lama bersama nya.


Bram yang sudah terkapar di buat Lisha pun hanya tersenyum puas , Ia memang sengaja memancing kelincahan Lisha dalam hal itu. Gadis itu bisa mengimbangi libido gairah Bram, berbeda dengan gadis lain nya.


Sedang kan Lisha yang dari tadi memimpin permainan kedua nya terhempas disamping Bram tanpa sehelai benang pun ia tertidur pulas . Bram hanya tersenyum dengan kelincahan Lisha memanjakan diri nya, ia menutupi lisha dengan selimut nya dan ikut berbaring disamping nya.


Saat malam tiba pun Lisha terbangun dari tidur nya melihat ke arah samping , ia melihat Bram yang tidur memeluk tubuh polos nya . Ia pun tersenyum melihat nya .


"Tidak ,,,,tidak ,,, Zain lebih kaya dari nya , Aku harus bisa membuatnya takluk di hadapanku ."


Lisha tersenyum sendiri.

__ADS_1


" Sayang , apa kau menginginkannya lagi ?" Goda Bram yang melihat ke arah Lisha yang sedang tersenyum.


"Tidak , Aku hanya merasa senang disampingmu tetapi Aku harus pergi , malam nanti ada pemotretan ." Ucap Lisha pada Bram , hampir saja ia ketahuan sedang memikirkan pria lain.


Lisha segera beranjak dari tempat tidur ,ia membersihkan diri nya . Beberapa menit setelah nya ,ia sudah siap dengan dress mewah yang di sediakan Bram untuk nya.


" Baik lah , aku akan membantumu , Tapi ingat jika kau berani menghianatiku , aku pun tidak segan menyingkirkanmu ." Ucap Bram menyalakan api rokok nya.


" Apa aku pernah melakukan nya ?". Ucap Lisha mengalungkan kedua tangan nya ke leher Bram . Ada rasa ngeri yang ia rasakan ketika Bram berkata demikian , Namun Lisha tidak mengindahkan nya .


"Aku tidak peduli yang kau katakan . Haaaaahaaaa ,,,,, Asal tujuanku tercapai tidak jadi masalah ." Gumam Lisha dalam hati.


Lisha melenggang pergi meninggalkan apartemen yang Bram khusus beli untuk nya. Apartemen mewah yang khusus ia tempati jika sedang bersama nya .

__ADS_1


Sedangkan Bram masih menghisap putung rokok nya menatap kepergian Lisha . Ia menyunggingkan senyum pada perempuan itu , gadis yang tak bisa lepas dari kemewahan yang ia berikan.


__ADS_2