
"Diana , hadiri meeting sore ini ! "
Ucap zain.
" Aku tak ingin bertemu mereka. Kau bisa katakan aku sedang keluar kota ."
Ucap zain.
" Baik, tuan."
Jawab singkat diana.
Mereka meninggalkan zain di ruangan nya yang tengah sibuk dengan layar handphone nya mengamati gerak gerik istri nya.
Entah mengapa zain merasa geli melihat tingkah konyol ayris yang akhir akhir ini membuatnya tersenyum.
Ayris yang sedang diam terpaku menatap ke sekelilingnya berjalan memegang satu per satu benda benda yang ada di dalam kamar tersebut.
Ayris sedikit kagum dengan selera tinggi zain yang mendesign kamar dengan sangat perfect bahkan setiap detil pernak pernik nya.
Hingga saat masuk ke ruang wardrobe tanpa sadar mulut nya ternganga melihat pakaian mewah dan juga gaun gaun mewah lengkap beserta pernak pernik nya .
Bahkan underware yang ada di laci laci tersebut sesuai dengan size yang di pakai nya selama ini.
Ayris menutup mulutnya seperti sudah terencana sangat rapi tetapi tidak mungkin karena ia memang bertemu dengan nya secara tidak sengaja dan itu hanya sebanyak tiga kali saja.
Ia masih tidak mengerti apa yang terjadi dengan nya , kenapa bisa secara tiba tiba mwnjadi nyonya rumah ? Semua yang terjadi membuat nya gila bahkan membuat otak nya tak bisa berpikir jernih.
Beberapa lembar kertas berada di atas brangkas tersusun rapi , rasa penasaran ayris ingin mengetahui kertas apa yang berada di atas tersebut.
Namun ada sedikit keraguan di dalam hatinya saat tangan nya sudah meraih kertas tersebut .
Tapi bukankah ia nyonya rumah jadi wajar jika melihat nya.
" Aaaaa,,,,."
Ayris berteriak keras hampir tak percaya dengan yang dilihat nya .
" Bagaimana mungkin ini terjadi ? Aku telah bercerai dari mas fai ?"
Gumam ayris .
"Bagaimana mungkin mas fai setuju bercerai ? Bukankah dia yang menginginkan pernikahan ini ?"
" Bagaimana bisa terjadi tanpa tanda tanganku ? Siapa yang melakukan gugatan ? "
__ADS_1
" Mas fai ? "
" Hah ,,, untuk apa kau menikahi ku kalau hanya menceraikanku ?"
" Hah,,,, apa ini ?"
Ayris meraih lembar berikut nya .
" Aaaaaa,,,,,."
" Tidak ,,, tidak mungkin terjadi . Bagaimana aku bisa menikah dengan zain arijaya ?"
"Tunggu ,,,tunggu ,,, zain ? Berarti laki laki itu ?
" Aaaaaa,,,,."
Ayris merasa kepala nya sangat pusing memikirkan apa yang terjadi hingga terkulai lemas.
Zain yang semula memeriksa dokumen dokumen yang di berikan diana terkejut ketika melihat layar ponsel dimana ayris terkulai lemas.
Zain menghubungi rian menyiapkan mobil untuk kembali ke mansion secepatnya .
Zain setengah berlari mekewati dians tanpa pesan apa pun hingga membuat diana tercengang .
"Tu,,,,,,an ."
Diana senlat terdiam berpikir telah terjadi sesuatu saat memandang kepergian zain yang tergesa gesa.
Max yang tanpa sengaja melihat diana seperti sedang melamun berniat menghampiri nya .
" Diana ,,,,, .Ada apa ?"
Max heran dengan sikap diana yang tidak seperti biasa nya.
" i ,,,i, iya , ada apa ?"
Ucap diana.
" Justru aku yang harus bertanya , ada apa ? Kenapa kau diam membisu ? Melamun ?"
Max mengerutkan dahinya mendengar jawaban diana.
" Presdir berlari dengan tergesa gesa tak mengatakan apa pun ."
Ucap Diana .
__ADS_1
" Oh ,,,,."
Ucap Max singkat berlalu meninggalkan diana sedangkan diana memilih kembali ke ruang kerja nya.
"Apa terjadi sesuatu dengan nona ?"
Gumam Max dalam hati nya.
Ia mengeluarkan benda pipih miliknya menghubungi mira menanyakan keadaan mansion namun max mengurungkan niatnya karena pekerjaan nya masih banyak .
Zain yang telah sampai lobby kantor mencari keberadaan rian yang ternyata sudah menunggu nya tepat di pintu utama.
" Rian ,pulang ke Mansion !"
Ucap zain pada rian .
"Baik tuan ."
Jawab Rian singkat .
Tampak kekhawatiran terpancar jelas di raut wajah zain yang entah apa yang terjadi.
Sesekali rian melirik melalui kaca spion , namun hanya diam tak bergeming tak bertanya apa yang sebenar nya terjadi .
Mobil terparkir tepat di depan pintu utama dimana zain membuka pintu mobil sendiri , berlari kencang ke lantai atas menuju kamar nya .
" Tuan ,,,anda sudah ,,,."
Pak mus sedikit heran melihat tuan muda nya yang berlari tanpa bertanya apa pun pada nya.
" Apa yang terjadi dengan tuan ?"
Ucap pak mus yang melihat rian masuk ke dalam mansion .
" Entahlah .'
Rian mengangkat bahu nya saat pak mus bertanya pada nya.
" Jangan jangan ,,,nona bunuh diri ."
" Hust ,,, tidak mungkin ."
Zain mencari keberadaan ayris yang ternyata berada di ruang wardrobe terkulai lemas .
" Sayang ,,,,,,,,"
__ADS_1
Bersambung 😊😊😊🙏🙏🙏🙏