
Ayris kemudian berguling ke arah dada Zain mencari kenyamanan di antara lengan Zain. Kemudian ia terlelap karena lelah , sedangkan Zain tersenyum mengusap kepala Ayris sebelum akhir nya ia ikut terlelap.
Ditempat Max yang sedang berkendara pulang ke penthouse setelah mendapat certificate of marriage tersenyum penuh kemenangan telah memiliki gadis kecil nya yang selalu membuat pusing tujuh keliling .
Sementara Chleo menangis tersedu sedu karena kebodohan nya terlelap dalam tidur nya setelah ia menangis seharian bahkan tanpa mengisi perut nya .
Max yang telah sampai di penthouse merasa bersalah karena membiarkan chleo sendirian di penthouse .Ia mengusap lembut mata tembem chleo yang menangis seharian karena nya . Namun Max enggan memberitahu nya ,ia hanya ingin memberi kejutan kepada nya dan juga memberi pelajaran kepada nya karena sering kabur sesuka hati .
Max hendak menghubungi Zain tetapi di urungkan niat nya ,ia yakin kakak nya itu sedang menikmati hari nya bersama dengan istri nya . Max merasa bahagia karena kakak nya telah menemukan pengganti Vivia yang lebih baik dari nya .
Max berjalan ke kamar mandi membersihkan diri nya sendiri berendam dalam waktu yang lama . Ia sedang memikirkan cara untuk mengatakan pada chleo , ia tak ingin Chleo salah paham pada nya .
Setelah beberapa saat Max menyudahi acara berendam nya kemudian berganti baju , menyusul Chleo yang tertidur pulas . Ia berbaring disamping nya memeluk tubuh kecil gadis itu .
Ditengah malam yang sunyi ia masih belum bisa memejamkan mata nya , ia memikirkan bahaya yang mengancam Chleo . Max tidak mungkin terus menerus mengandalkan kakaknya sedangkan ia sekarang telah menjadi suami nya .
Max tidak mengerti dendam masa lalu kedua orang angkat nya yang hampir saja mempertaruhkan nyawa chleo.
Max yang berpikir keras tanpa terasa tertidur pulas memeluk Chleo . Ditengah malam yang sunyi chleo merasa perutnya keroncongan , ia lupa jika ia belum mengisi perut nya sedari siang . Betapa terkejut nya ia melihat Max yang sudah berada di samping nya memeluk pinggang ramping nya.
" *Kapan ia pulang ? tapi,,,,, sudahlah aku lapar . ' " Gumam Chleo dalam hati.
Chleo memindahkan pelan pelan tangan max dan berlahan turun dari ranjang tempat tidur nya. Tetapi ia termenung sejak seakan memikirkan sesuatu.
" Tunggu ,,,,, . Kenapa ia tidur disini ? Bukankah hari ini ia ke catatan sipil dengan istri nya .Kenapa ia tidur dengan ku ? "
Berbagai pertanyaan muncul di benak nya .
__ADS_1
" Bagaimana ia bisa senyaman ini tidur disini ? Apa dia sudah gila ? "
Chleo masih bermonolog dalam hati nya tetapi ia tidak menemukan jawaban nya , karena perut nya yang terus berbunyi membuyarkan lamunan nya tentang pria di samping nya tersebut.
Ketika hendak melangkahkan kaki nya , sebuah tangan menarik tangan nya hingga ia twrjatuh lagi di tempat tidur .
" Aaaaaaa,,,." Chleo secara reflek berteriak meskipun tidak keras , ia terkejut dengan tarikan tersebut sementara kaki nya masih belum kokoh bertumpu di lantai .Keseimbangan tubuh nya yang membuat ya terjatuh kembali.
" Mau kemana Chle,,,." Ucap Max menatap nya lekat lekat .
" Chle lapar kak . Chle akan ke dapur ." Ucap Chle yang bangun kembali dari tempat tidur ,ia berjalan menuju dapur pent house max . Meskipun Max telah mengambil beberapa pelayan namun saat ini jam kerja mereka sudah selesai.
Max pun mengikuti Chle dari belakang ,ia tak kan membiarkan chle berkutik sendiri di dapur.
Sesampai di dapur Chle melihat ada beberapa sayuran serta beberapa aneka bakso baik yang berbahan daging maupun seafood .
Sedangkan Max hanya duduk memperhatikan apa yang tengah chle lakukan , gadis kecil itu meskipun manja tetapi ia sangat mandiri .
Saat memasak nya max hanya tersenyum sesekali menggodanya nendekati nya memeluk nya dari belakang .
" Kak,,,, Aku lapar ! Kapan chle selesai masak jika kakak seperti ini." Ucap Chleo berdecak kesal , sedangkan max hanya tersenyum tak melepaskan pelukan nya.
" Huhhhhh,,,,." Chleo semakin kesal karena max hanya mengekor di belakang tak melepas pelukan nya.
Setelah beberapa saat Chle sudah selesai menuang dua mangkuk mie kuah tomyam . Kemudian duduk di mini bar kesukaan nya menikmati makanan nya di ikuti dengan Max yang ikut duduk di samping nya.
" Sayang ,kau sudah pantas jadi seorang istri." Ucap Max menggodanya.
__ADS_1
" Cihhhkkkk , aku tidak mau menikah kak ." Jantung max seketika berhenti berdetak mendengar ucapan chleo .Ia pun berhenti menyendok mie yang ada didepan nya menatap chleo.
" Kenapa ? " Tanya max dengan penasaran alasan chleo.
" Karena aku mencintai kakak ." Chleo yang tersadar dengan ucapan nya menutup mulut nya dengan kedua tangan nya.
Sedangkan max menyunggingkan senyum nya . Ia merasa menang dengan pertanyaan nya .
" Haaaaa haaaa . Kau ingin menjadi istri ku ? " Ucap Max menyunggingkan senyumnya.
Dengan spontan chleo menganggukkan kepalanya .
Chleo merasa malu kemudian menundukkan kepalanya melanjutkan makan nya tanpa memandang ke arah max . Setelah beberapa saat ia mengambil mangkok max dan mangkok bekas nya untuk di cuci namun di ambil alih oleh max . Setelah itu max menggendong nya kembali ke kamar .
" Kakak , kenapa menggendongku ? chle bisa jalan sendiri." Ucap chle memandang ke arah max namun max hanya tersenyum tanpa menjawab pertanyaan chleo.
Max membaringkan chleo di samping ranjang tempat tidur nya . ia kemudian ikut berbaring dengan chleo di tempat tidur tersebut, Chleo heran melihat max yang ikut tidur dengan nya .
" Kenapa kakak tidur disini ?" Ucap Chleo memandang ke arah max .
" Kenapa ?" Tanya max memandang ke arah chleo , Namun chleo hanya menggelengkan kepalanyatanpa menjawab apapun .
" Sudah lah ,besuk kau akan tahu siapa istri kakak ?" Ucap Max kemudian menarik chleo ke dalam pelukannya .
Selang beberapa saat chleo maupun max sidah terlelap dalam tidur nya .
Bersambung 😂🙏🙏🙏🙃🙃🙃
__ADS_1
Maaf ya jika author lambat update ,ada sedikit kesibukan . Selingan dulu ya biar nggak bosen ngikutin cerita Zain dan Ayris