
" Derrrr,,,,."
Sebuah tembakan membuat kerumunan orang menundukkan kepala masing masing dan duduk di bawah kursi.
Siaran langsung jelas menampakkan pemandangan dimana ajinata menembak tepat pada nata yang tengah memegang pena tersebut hingga hancur menembus bagian tubuh nata.
Bersamaan dengan jatuhnya tubuh nata ke lantai bersimpuh darah segar keluar dari bagian tubuhnya yang tertembak.
" Deerrrrr,,,,,,."
" Derrrr,,,,."
Salah seorang security menembak tangan ajinata yang tengah memegang senapan lalu menembak salah satu kakinya melumpuhkan pergerakannya menghindari pelaku kabur.
" Aoww,,,,shits,,,,, sialan ."
Dengan tertatih tatih ajinata berusaha melarikan diri dari tempat itu namun sayang sekali pihak yang berwajib terlebih dahulu datang menghampiri nya bahkan mengepungnya .
" Anda di tahan tuan ajinata ."
Tangan yang masih memegang sebuah pistol kecil berniat melawan beberapa orang pihak yang berwajib dan juga security gedung tersebut namun terlebih dahulu di lumpuhkan security yang melihatnya akan menarik pelatuk.
"Derrrr,,,,."
" Aow,,,,,."
Ajinata meringis kesakitan ketika tangannya tertembak senjata dari pihak security .
Mereka pun berhasil mengamankan ajinata dengan membawa sebuah bukti senapan dan juga rekaman penembakan yang dilakukan ajinata.
Pihak medis terlebih dahulu membawa nyonya adinata yang terkapar terluka terkena tembakan senjata api ajinata.
Berita media tersebar dikalangan pebisnis maupun kalayak ramai tentang penembakan yang dilakukan oleh ajinata .
Di kediaman rusdi .
Tuan rusdi panik ketika melihat nyonya afinata terkapar tak berdaya yang kini telah dibawa pihak medis .
" Nataaa,,,,,."
Sebuah teriakan histeris terdengar ketika istri tuan rusdi melihat istri sahabatnya tertembak .
" Ma,,, tenanglah !"
" Eh,,,eh,,,,."
" Ma,,,."
Semua orang terkejut melihat nyonya rusdi pingsan melihat penembakan yang dilakukan oleh ajinata pada sahabat nya.
Jack dengan sigap menggendong mama mertua nya berbaring di sofa ruang tengah sebelum selesai melanjutkan acara makan mereka.
" Liana , cepat panggil dokter !"
Ucap tuan rusdi .
" Kenapa kau diam saja zain ? Pergi lah ! Nenekmu lebih membutuhkanmu , acara ini bisa di lanjutkan lain waktu ."
Baik dave mau pun zain saling berpandangan bahkan jack yang melihat kegugupan ayah mertua nya bernafas panjang.
" Kenapa kalian semua memandangku seperti itu ?"
Tuan rusdi yang panik dengan situasi seperti ini merasa heran dengan zain yang terlihat santai seperti tak terjadi sesuatu dengan mereka.
" Tenanglah , yah ! Semua tak seperti yang ayah lihat . Nyonya nata berada di mansion zain aman sentosa, sedangkan yang berada di gedung itu adalah lucy."
Jack mengerti arti dari kepanikan ayah mertuanya, berusaha menjelaskan padanya .
" Lucy adalah orang yang membantu ajinata melarikan diri dari tahanan . Aku berhasil menangkap lucy ketika akan kabur."
Tuan rusdi tercengang dengan apa yang di dengar nya bahkan tak percaya sama sekali.
" Maksud kalian ? Semua ini hanya permainan kalian ?"
" Benar ,yah. Jack berhutang budi pada zain , atas bantuannya membesarkan lily dan melindungi lila group dari ketamakan kak sastro. Maka dari itu jack membantu nya menjebaknya ."
Ungkap jack alasan membantu zain dalam penangkapan ajinata.
" Sebenarnya zain bisa dengan mudah melenyapkan orang tua itu, tapi ayah pasti tahu alasannya ."
Tuan rusdi tercengang mendengar penjelasan jack apalagi selama ini zain yang membesarkan lily.
" Baiklah kek , kami permisi dulu ! Nenek pasti khawatir dengan berita ini .."
Ucap zain pada rusdi .
" Paman , lily juga akan pulang . Dan ini untuk bibi ."
__ADS_1
Ucap lily memberikan sebuah kotak pada liana.
'' Terima kasih, sayang . Lain kali kita akan pergi bersama menghabiskan waktu berdua , bagaimana ? "
Ucap liana memeluk lily .
" Tidak , lily sedang malas keluar . Lagipula bibi harus membuat paman bekerja keras untuk jadi sepertiku."
Bisik lily pada liana lalu mengedipkan salah satu matanya pada istri pamannya itu.
Mata liana terbelalak mendengar bisikan ponakan dari suaminya itu bahkan pipinya sedikit merah merona tersipu malu.
Mereka berpamitan pada keluarga rusdi baik dave maupun lily dan juga zain beserta istrinya meninggalkan kediaman tuan rusdi di antar oleh jack hingga sampai ke pintu utama.
Zain dan ayris melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi di ikuti dave di belakang mereka dan beberapa mobil bodyguard yang mengawal mereka.
Sementara di mansion zain .
Kakek arijaya maupun kakek wijaya menyayangkan perbuatan ajinata namun setidaknya mereka bernafas lega karena dalang pembuat onar yang selama ini bersembunyi di balik kata keluarga mereka terungkap.
" Syukurlah , mereka akhirnya menangkapnya ."
Ucap arijaya .
" Jika nata di sini , siapa perempuan yang mirip dengannya itu ? "
Wijaya sedikit penasaran dengan apa yang dilihatnya di televisi yang sengaja dinyalakan arijaya .
" Entahlah , tapi aku tidak punya saudara kembar ."
Ucap nata yang tiba tiba muncul di belakang mereka .
" Lalu ,,, siapa dia ?"
Maya ikut berkomentar pada sahabatnya .
" Zain pasti tahu siapa dia ?"
Ucap jaya.
Mereka hanya bisa menunggu zain pulang untuk mengetahui siapa sebenarnya perempuan yang menyamar seperti nata.
Tak berapa lama iring iringan mobil zain dan juga dave telah kembali , semua orang bergegas menghampiri cucu pertama mereka yang telah kembali.
" Zain , kalian tidak apa apa ?"
" Tidak ,ma. Apa ada masalah ?"
Seakan tidak terjadi sesuatu zain bersikap sangat santai tak menimbulkan kecurigaan pada mereka.
" Kau bersikap sangat santai seperti tak terjadi sesuatu , apa pemberitaan di media bukan bagian dari rencanamu zain ?"
Bahkan kakek arijaya pun yang mengenal zain semenjak dari kecil selalu bersamanya tertipu dengan sikap dingin zain yang berbeda dari biasanya.
" Siapa orang itu ? Kenapa mirip sekali dengan nenek ?"
Nenek nata pun ikut membuka suaranya.
" Tidak adakah pertanyaan lain nya ? Aku lelah , kita akan membahasnya jam makan malam ."
Ucap zain menggandeng istrinya.
Semua orang tertegun mendengar perkataan dingin zain memandang satu sama lain .
Apalagi nenek jaya yang begitu mengenal zain seakan melihat zain berbeda hari ini.
Zain berlalu meninggalkan mereka di ikuti dave dan lily yang juga memilih pergi ke kamar mereka tanpa membuka suara .
Mama mona yang menahan lengan dave seakan ingin bertanya apa yang telah terjadi hanya mendapat jawaban simpel dari dave namun dave hanya mengangkat bahunya.
"Sudahlah , biarkan mereka istirahat . Kita hanya bisa menunggu."
Ucap kakek arijaya pada semua orang .
" Sebaiknya kita beristirahat juga ."
Ucap nenek jaya .
Semua orang mengiyakan perkataan kakek dan nenek arijaya beristirahat di kamar mereka masing masing. Meskipun sebenarnya rasa penasaran apa yang terjadi membuat mereka ingin segera mengetahui nya namun sumber informasi sedang enggan berbicara.
"Sayang , kenapa kau tidak mengatakan sebenarnya ?"
Ayris mencoba mencairkan kebisuan zain yang tak bersuara saat dalam perjalanan pulang ataupun sesudah mereka sampai di mansion.
" Tidak , belum saatnya sebelum papa mengetahui apa yang sebenarnya terjadi ."
" Lalu ,,,?"
__ADS_1
" Kau harus membayarku mahal hari ini ."
Ayris mengerutkan keningnya ketika zain mengucapkan kalimat yang tidak semestinya .
" Kenapa harus aku ? Apa salah ku ?"
Zain menatap tajam pada ayris ketika sang istri melontarkan protesnya namun tak menanggapinya.
Zain memilih masuk ke ruang kerja nya sedangkan ayris ke kamar mereka .
" Sayang , mommy dah pulang . Apa kalian merindukan mommy ?"
Hal pertama yang dilakukan ayris adalah bertemu dengan ketiga anaknya yang membuatnya sangat merindukan mereka.
" Mira , apa mereka nakal hari ini ?"
" Tidak ,nyonya. Ketiga baby tidur dengan nyenyak , bangun ketika minta susu,"
" Aaa ,,, anak mommy pandai tak nakal ya , sayangnya mommy kalian ingin menyusu dengan mommy ?"
Terdengar suara gerakan gerakan kecil dari baby baby tersebut .
Ayris mengambil salah satu nya menyusui nya meskipun belum beganti baju. Satu persatu baby menyusu pada mommynya bahkan membuka mata mereka saat berdekatan dengan mommynya.
" Mira, leon tak datang kemari ? "
" Datang ,nyonya . Bahkan berulangkali , tapi pergi lagi ketika mengetahui nyonya belum pulang ."
" Anak nakal itu pasti merindukanku ."
" Terima kasih ,mira. Kau boleh turun !"
Ucap ayris .
" Baik , nyonya."
Seperti biasanya jika ayris sudah nenyuruhnya untuk turun pasti tak ingin ganggu oleh siapapun.
" Mira ,,,,."
" Ya, nyonya . Apa anda membutuhkan sesuatu ?"
" Tidak ,hanya,,,,, cepat ini ya !"
Ayris memberi kode isyarat lewat tangannya menyentuh perutnya sendiri .
Melihat mira tertegun diam tak bergerak ayris tersenyum lalu pergi ke kamar mandi .
Sedangkan mira yang sadar dari lamunannya meninggalkan kamar nyonya muda nya .
" Nyonya ada ada saja ."
Mira turun ke bawah membawa baju baju kotor baby dan juga benda benda baby yang akan ri cuci maupun disteril.
Sementara di ruang kerja zain
Hendra sengaja masuk ke ruang kerja zain , sesuai keinginan zain ingin memberitahu sesuatu pada nya .
" Ada apa zain ?"
" Apa papa sudah siap mendengar sesuatu ?"
"Apa maksudnya ?"
Zain memencet salah satu pena yang ada di kotak tersebut setelah mengeluarkan benda benda dalam sebuah kotak kecil ditunjukkannya pada papa nya.
Hendra mengenggam tangannya mengepal keras mendengar percakapan antara ayahnya dengan adiknya.
" Papa mengenalnya ?"
" Kakek menitipkan semua ini pada tuan rusdi. Termasuk stempel kepemilikan keluarga adinata ."
" Ini,,,, lihatlah !"
Hendra melihat satu persatu benda benda yang dikeluarkan zain .
" Bagaimana mungkin ?"
Hendra tercengang melihat dokumen penting tersebut.
" Kakek mengetahui rencana jahat ajinata, dan saat itu kakek tak memiliki cara lain menyerahkan kotak ini untuk mengamankannya ."
" Dia menyukai nenek jaya."
Ceklek,,,,,
"Apaaaa,,,,,."
__ADS_1
Bersambung 😊🙏