
Zain yang sedang berpaku dengan layar laptop nya masih melihat beberapa berkas yang diberikan diana.
Juga melihat beberapa berkas yang di berikan Rian pada nya .
" Cihhhkkkk wanita itu sungguh luar biasa , tidak takut meskipun taruhan nya nyawa." Ucap Zain ketika melihat data data yang di berikan Rian pada nya .Namun ia enggan bertindak , akan ia selidiki secara mendetil seluk beluk semua itu terjadi.
" Papa ,maafkan Zain yang selalu menghindar dari papa . Zain mengerti sekarang kenapa papa bersikap dingin waktu itu." Ucap Zain menitikkan airmata nya , ia benar tak menyangka dengan pengorbanan nya terhadap Zain .
Mempertahankan Zain dan meninggalkan orang yang dicintai nya. Rasa kesal terhadap mama nya sekarang tumbuh dalam hati nya .
Namun ia ingat seketika pesan papa nya jika ia tak boleh membenci mamanya.
" Aku akan melindungi mu dari semua yang terjadi Chle , pilihan papa sudah tepat . Menjodohkan mu dengan Max ." Ucap Zain , ia turut campur dalam keselamatan adik nya untuk itu ia mengirim Leni pada nya .
Zain bermonolog sendiri ketika ia menatap pada berkas berkas yang diberikan Rian pada nya . Zain tidak menyangka musuh yang selama ini selalu mengincar adalah masa laku orangtua mereka , pantas saja Zain selalu kehilangan jejak sewaktu menyelidiki setiap kejadian yang terjadi.
__ADS_1
Papa nya selalu bisa mengecoh nya karena melindungi wanita itu . Tetapi ia salah karena selalu begitu ia membahayakan putri nya sendiri , ternyata sekian tahun ia telah berubah menjadi monster karena kesalahan mama nya.
" Eeeuggghhhh,,,,." Ayris menggeliat dalam tidur nya , Zain yang mendengar suara itu segera menghentikan aktivitas nya . Ia menutup layar laptop nya kemudian menghampiri istrinya .
Ayris mencari kenyamanan di atas bantal tersebut , mencari cari keberadaan Zain tetapi tidak menemukan nya . Bahkan ia mencari kucing besar nya tetapi ia lupa Zain telah menyimpan nya karena cemburu pada nya.
Ayris membuka kedua mata nya kemudian mencari cari keberadaan Zain dan ternyata Zain memang berjalan menghampiri nya.
" Sayang ,,,,.Sini ." Ucap Ayris sambil menepuk nepuk sebelah ranjang king size nya yang kosong . Zain tersenyum dengan sikap manja Ayris , ia kemudian berbaring di samping ayris ditempat tangan nya menepuk nepuk ranjang tersebut.
Zain hanya tersenyum melihat tingkah Ayris.
" Tidurlah ,,,! " Ucap Zain mengusap pucuk kepalanya hingga ke bagian rambut panjang nya.
" Aku sangat lelah untuk tidur , biarkan seperti ini . ini tempat ternyaman ku ." Ucap Ayris yang memejamkan mata nya tepat di lengan Zain , Zain hanya tersenyum .
__ADS_1
" *Jadilah seperti ini terus sayang , sikap manjamu membuatku semakin mencintai mu ."
" Aku akan terus melindungi mu ." Gumam Zain dalam hati nya* .
Kebahagiaan seakan menyinari kehidupan Zain , dengan hadirnya Ayris ia merasa bagian yang hilang semenjak kepergian vivia hadir kembali menyinari jantung hati nya.
Ayris dan Vivia memang berbeda , seratus delapan puluh derajat berbanding terbalik antara mereka . Jika Vivia bersikap lembut manja tetapi sangat menyukai kesexyan lekuk tubuh nya tetapi tidak dengan Ayris yang bersikap dingin seperti diri nya ,ia juga akan bersikap garang seperti macan menerkam mangsanya tetapi ia juga bisa bermanja manja dengan nya.
Tapi ternyata Zain lebih menyukai Ayris daripada Vivia , sikap sederhana yang yang ia miliki membuat semua orang penghuni Mansion tetapi tidak dengan Vivia yang selalu bersikap seperti ratu.
Zain tidak mengerti kenapa begitu mencintai istri nya , ia berharap kebahagiaan itu akan selalu ada bersama nya.
*bersambung 🙃🙃🙃🙏🙏
Terimakasih atas suport dan dukungan nya ya ,ini karya perdana author* .
__ADS_1