ISTRI RAHASIA CEO MAFiA

ISTRI RAHASIA CEO MAFiA
episode 210.


__ADS_3

Story diana & leo.


" Kau,,,,,." Diana terkejut ketika melihat leo tengah duduk meminum kopi buatan ibu nya .


"Selamat pagi sayang ." Ucap leo tersenyum kemudian mengedipkan salah satu mata nya .


" Ciyeeee,,,,,, mesra nya . Ibu jadi ingin mengulang masa muda ." Ibu diana yang sangat senang mendengar panggilan sayang dari leo untuk putri nya begitu bahagia .


Sedangkan diana mendengus kesal karena pria itu telah akrab dengan ibu nya .


" Sejak kapan kau ada di sini ? Bagaimana kau bisa tahu nomor apartemen ku ? Jangan jangan kau membuntuti ku ." Diana dengan nada introgasi mendekati leo menunjuk jari nya ke arah nya .


" Hahahaha,,,, .Apa begitu sulit menemukan alamat calon istri ku ? Aku bisa menggunakan nama kakak untuk menemukan mu ." Ucapan leo seakan mengejek nya dan juga kedipan mata leo .


" Lagi pula apa salah nya aku datang kemari ? Ke rumah calon istri ku dan juga ibu mertua ku , ya kan bu ?" Diana semakin kesal dengan ucapan leo , ia yang hendak berjalan menghampiri nya terhenti ketika ibu nya menjawab pernyataan leo .


" Benar sayang , tak ada salah nya nak leo datang kemari lagi pula ia calon menantu ibu. " Ibu diana yang menghampiri leo juga membuat diana kesal .


" Bu, dia bukan calon suami diana . Dia hanya mengaku ngaku saja , kenapa ibu percaya pada nya ?"


" Diana masih ingin membahagiakab ibu . Masih ingin menemani ibu , ibu tahu kan jika kita hanya berdua saja ."


Ucapan diana sama sekali tak mendapat respon dari ibu nya .


" Tapi kebahagiaan ibu hanya ingin kau sefera menikah dan memberikan ibu cucu agar ibu tak kesepian. " Ibu diana berkata dengan wajah sendu nya yang membuat diana merasa bersalah .


"Tenang saja ibu, leo akan segera memberikan cucu untuk ibu .Lagi pula leo kan seorang dokter jadi mudah bagi leo membuat putri ibu hamil." Leo mengedipkan sebelah mata nya pada diana .


" Kau,,,,,,,. Siapa yang sudi menikah dengan mu ? Huhhhh ,,,,, dasar play boy ." Diana kesal menghela nafas kasar nya kemudian berbalik memalingkan wajah nya .


" Tentu saja kau akan menjadi istri ku , sayang ." Perdebatan sengit antara diana dan leo membuat diana lupa jika ia harus ke kantor segera .


" Ehhhh,,,, sudah ,,, sudah,,,,, . Kenapa jadi bertengkar ? Diana kau tidak boleh seperti itu pada menantu ibu ! Ayo duduk kita sarapan ." Sang ibu yang berteriak melerai mereka berdua membuat leo menyunggingkan senyum kemenangan .


" Ibu,,,, kenapa membela nya ? Diana kan putri ibu bukan dia." Diana dengan sengit menatap dan menunjuk pada leo .


" Tapi sebentar lagi dia jadi menantu ibu . Ibu harus membela nya karena sebentar lagi akan memberikan cucu untuk ibu ." Ibu diana yang sengaja membuat diana kesal akhir nya memenangkan perdebatan nya dengan putri nya .


" Terserah ibu ." Dengan kesal nya diana mengambil tas dan barang bawaan nya pergi meninggalkan mereka berdua .


" Hei,,,,, sayang . Kau tidak sarapan dulu ? " Ibu diana yang sudah terbiasa melihat putri nya seperti itu memang sudah menyiapkan bekal untuk nya .


" Tidak bu, diana sudah terlambat ." Ucap diana meninggalkan ruangan tersebut .


"Sayang,,,, kau tak menunggu ku ." Leo ikut berteriak pada diana .

__ADS_1


Diana tetap berjalan tanpa mengindahkan panggilan leo maupun ibu nya .


" Bu , leo pamit dulu . Lain kali leo akan mengajak ibu jalan jalan ." Ucap leo yang kemudian mencium pipi ibu diana .


" Baiklah , ibu tunggu ya . Titip ini untuk diana ."Ucap sang ibu yang memberikan kotak bekal makanan pada nya .


"Iya ibu .Sampai jumpa bu ." Leo melambaikan tangan nya pada ibu diana berlari mengejar diana .


" Iya nak . Hati hati di jalan ." Ucap ibu diana yang belum mendapat jawaban pintu sudah tertutup .


Leo yang mengejar diana ternyata tidak ketinggalan karena diana masih berada di depan lift menunggu lift datang .


Ting,,,,


Bunyi lift datang pun membuat diana segera masuk ketika pintu hampir tertutup , leo memencet tombol buka untuk ikut masuk ke dalam nya .


" Kau ,,,,, .Huhhhh,,,,,." Diana kesal menunjuk leo dengan jari telunjuk nya membuat leo memegang jari tersebut dan akan mencium nya tetapi ditarik kembali oleh diana .


" Sayang , kau meninggalkan ku . Meninggalkan calon suami mu ?" Ucap Leo mengedipkan mata nya .


" Jangan sebut aku calon istri mu . Awas kau ! Atau aku akan mematahkan kaki mu ." Ucap diana yang berjalan menunjuk pada leo hingga leo berjalan mundur terpojok pada sudut lift .


Ketika diana hendak berjalan ke tempat semula tangan leo meraih pinggang ramping diana menarik nya ke dalam pelukan nya hingga tak ada jarak antara kedua nya .


Kemarahan diana yang memuncak bibir nya yang akan mengumpati nya telah di sambar oleh leo yang mencium bibir nya dalam dalam menyesap nya hingga kehabisan nafas nya .


Ting,,,,


Setelah itu leo melepas nya dan membiarkan diana bernafas lega setelah beberapa saat hampir kehilangan nafas nya .


Diana kemudian menyentuh pelan bibir nya yang dengan sengaja di cium oleh leo sampsi ia lupa jika lift itu telah terbuka dan leo pun telah keluar .


Ting ,,,,.


Bunyi suara lift seakan membuat diana sadar dari lamunan nya , ia terkejut ketika lift skan menutup kembali dan ternyata terbuka kembali karena leo berada di depan pintu lift dan memencet tombol buka .


" Sayang ,kau masih ingin melamun di situ ? Atau menginginkan lagi ?" Sadar jika ia sedang melamun , pipi diana bersemu merah .


Diana melangkah kan kaki nya keluar meninggalkan leo tetapi salah satu tangan nya di tarik leo dan membuat nya terhenti.


" Lepaskan !." Diana menatap tajam pada leo .


"Aku akan mengantar mu ke kantor ." Ucap leo yang kemudian menggenggam erat tangan diana .


Diana tak mampu berbuat apa apa selain menerima apa yang leo ingin kan .

__ADS_1


Leo yang menarik tangan nya menuju parkiran dimana mobil nya terparkir di halaman parkir apartemen membukakan pintu untuk diana .


Diana tercengang dengan sikap leo yang seorang dokter play boy .


" Makan lah !" Leo memberikan kotak sarapan yang di buat oleh ibu dina ibu nta diana .


Diana meraih kotak tersebut dan membuka nya secara perlahan . Ia pun memakan bekal makanan tersebut dengan memandang wajah leo yang sedang mengemudikan mobil nya .


" Sayang , kau sedang mengagumi ketampanan ku hingga memandang seperti itu ?" Ucapan leo membuat diana tersedak .


" Huk ,,,,huk,,,,."


" Pelan pelan makan nya . Aku tidak meminta nya , ibu sudah membuatkan sarapan tadi ." Ucap leo memberikan air minum pada diana.


Diana yang meraih botol minum tersebut sefera meminum nya .


" Apaaaa,,, . Jadi dia sudah sarapan dengan ibu .Huhhhh,,,,,." Gumam diana dalam hati nya .


" Bagaimana jika ibu meminta ku menikah dengan nya ? Lagi pula presdir ada ada saja . Aku bukan satu kalangan dengan mereka , mana ada seorang miskin seperti ku mendaoa suami kaya seperti nya ."


" Lagi pula dia kan sudah bertunangan , ini pasti hanya sandiwara saja ."


" Aku tak perlu berharap banyak dari nya . Sadar diana ,,,, sadar ,,,,. Kamu tidak se level dengan nya ."


Diana yang masih bermonolog dalam hati nya hingga mengabaikan panggilan dari leo .


" Sayang ,,,, sayang ,,,,." Tak mendapat respin dari diana , leo mencium kilas pipi diana .


Dengan seketika diana tersadar dari lamunan nya dan menoleh ke arah leo dengan memegang pipi nya .


" Sayang , kau sedang melamun . Melamunkan kita segera menikah ." Ucap leo mengedipkan salah satu mata nya .


Diana yang tengah kesal memukul lengan leo hingga meringis kesakitan .


" Auwwwww,,,,, Sakit sayang. " Diana tak mengindahkan rintihan kesakitan leo , ia turun meninggalkan nya sendiri karena sudah sampai di lobby kantor .


Leo yang ikut turun berusaha mengejar nya pun kalah tertinggal dengan diana yang berjalan dengan cepat .


" Sayang,,,, aku akan menjemput mu ." Leo berteriak keras hingga membuat karyawan yang lalu lalang melihat nya dengan mengangkat bahu masing masing .


Diana terus berjalan tanpa menoleh ke belakang sedikit pun karena malu sekaligus senang mendengar teriakan leo .


Bersambung 😊😊🙏🙏🙏


Ini part diana dan leo masih bersambung ya .

__ADS_1


Happy reading


__ADS_2