ISTRI RAHASIA CEO MAFiA

ISTRI RAHASIA CEO MAFiA
episode 151.


__ADS_3

Setelah beberapa saat kemudian zain berganti baju dengan pijama nya duduk disamping ayris meraih nya dalam pelukan nya .


Ayris tersenyum tersipu malu karena pada dasar nya ia tak kan bisa jauh dari sang suami yang begitu ia cintai .


" Sayang ,,,, kau tidak ingin memakan sesuatu ?" Ucap zain mengusap pelan kepala ayris .


"Aku sudah makan , mira membawa makanan kesukaan ku ." jawaban ayris membuat zain tersenyum manis pada ayris.


" Sayang,,,, bagaimana bisa mama menyayangi ku ? Mama belum melihat ku sama sekali ? Dan bagaimana dengan wanita itu ? Apa kau tidak ingin menjelaskan nya pada ku ?" Beberapa pertanyaan ayris keluar begitu saja membuat zain tersenyum .


Akhir nya sang istri kembali seperti dulu sangat cerewet dan nakal terhadap nya .


" Haaaaaaa,,,, haaaaaaa,,,,,,, . Melihat potongan video mu ." Ucap zain dengan santai nya .


" Video ooo,,,,? maksud mu di dalam rumah ini ? " Ucap Ayris yang terkejut mendengar penjelasan sang suami .


" Jangan bilang mansion ini terpasang cctv ,,,? jangan jangan ,,,, kamar ini ?" Belum sempat ayris melanjutkan perkataan nya , Zain sudah menganggukkan kepala nya tersenyum meraih tubuh mungil ayris ke dalam pelukan nya .


" Sudah lah sayang , ayo kita tidur ! Tubuh mu pasti lelah dengan beberapa olahraga hari ini ." Ucap Zain kemudian menyelimuti tubuh sang istri .


" Tidak ,,,, tidak ,,,, kau belum menjelaskan nya pada ku !." Ayris tetap bersikeras meminta penjelasan pada Zain .


" Sayang , hari sudah malam . Besok aku akan menjelaskan setiap detil dari apa yang ingin kau ketahui." Zain tetap memaksa sang istri untuk tidur namun tatapan tajam ayris membuat zain menghela nafas kasar nya .


Emosi yang tidak stabil bisa mempengaruhi ibu hamil muda , itu yang membuat zain berpikir lagi untuk menolak permintaan sang istri .


" Baiklah ." Ucap Zain pasrah .


" Waktu itu , aku baru saja turun dari mobil dengan rian namun wanita itu tiba-tiba muncul dan menggandeng tangan ku ."


" Aku sudah menghempaskan nya tetapi ia memang sengaja melakukan nya untuk mendapat potongan video itu ."


" Lisha akrab dengan mama dan papa karena kedua orang tua nya sahabat papa dan juga partner dalam bisnis mereka maupun dengan ku ."


" Dulu kami bertetangga , sebelum akhir nya ia pindah ke luar negeri mengikuti kedua orang tua nya.


" Apa kau sudah jelas sayang ?" Pernyataan Zain membuat ayris mengerutkan dahi nya.


" Bagaimana dengan berita itu ? kau ingin mendua kan ku ? jangan bilang jika kalian di paksa menikah karena bisnis ." Ucapan dan pertanyaan zain membuat nya sedikit kecewa , karena yang ia tahu zain mencintai nya .


" Sayang ,,,, berita itu hanya karangan nya untuk menjebakku setelah aku mengadakan pertemuan bisnis dengan ayah nya ."


" Perempuan itu terobsesi dengan ku karena perhatian yang se masa kecil aku berikan di salah artikan oleh nya sendiri ." zain belum selesai bicara ayris sudah memotong nya terlebih dahulu.


" Bagaimana dengan berita tentang pertemuan keluarga itu ? " Ayris benar- benar sulit di kalah kan , ketelitian nya memang sebanding dengan nya .

__ADS_1


" Haaaaaaaaa,,,, haaaaa,,,,,.Apa kau sedang cemburu ? Jangan khawatir sayang , Aku sudah memberikan bukti jika pelaku nya bukan aku ." Ucap Zain yang tetap memeluk istri nya .


" Mama dan papa,,,, ?" Ayris mendongakkan kepala nya memandang wajah suami nya . Zain yang merasa ada tatapan tajam dari istri nya menatap wajah imut sang istri kemudian mencium bibir nya .


" Haaaaaa haaaaa Pak mus kaki tangan papa ,bagaimana mungkin papa dan mama tidak mengetahui jika mereka mempunyai menantu ?" Ucap zain.


" Apaaaaaa,,,,, ? Jadi ,,,,? Tapi Bagaimana jika mereka menolakku ?" Ayris mulai merasa khawatir dengan ketidaksamaan derajat antara mereka .


" Menurut mu ? Bagaimana mereka tidak menyukaimu jika mereka menginginkan cucu dari rahim mu ?" Ucap Zain menyentil hidung ayris .


Ayris kemudian tersenyum merah merona di sudut pipi nya menahan malu .Karena kecerobohan nya hampir saja ia mengorban kan seorang gadis yang tidak bersalah .Dan hampir saja kehilangan janin nya karena berlari sangat kencang hingga membuat nya dehidrasi .


" Kenapa kau malu ? Di sini sudah ada impian dan harapan mereka ." Ucap Zain mengusap lembut perut rata ayris .


" Aku akan membawa mu bertemu mereka ." Ucapan zain tidak mendapat tanggapan dari ayris . Zain memandang wajah sang istri yang ternyata sudah terlelap .


" Huuuhhhh sifat keras kepala mu membuat ku harus berhati hati ." Ucap Zain kemudian mencium kening nya , zain pun ikut terlelap dengan memeluk tubuh sang istri .


Ditempat lain Max yang pulang larut malam karena banyak nya pekerjaan nya membuat nya terlalu sibuk .


Ia juga mendengar kejadian di mansion begitu juga tentang kakak ipar nya yang mencoba untuk kabur .


Se sampai di rumah ia melihat chleo yang tidur di sofa karena menunggu nya pulang . Dilihat nya meja makan yang masih penuh dengan makanan , bibi inah datang menghampiri nya.


" Baiklah bi , bereskan saja makanan nya . Chle sudah tertidur pulas , terima kasih bi ." Ucap Max kemudian berjalan ke ruang tengah melihat sang istri yang tertidur .


" Kau itu keras kepala sekali , bukankah aku sudah bilang jika pulang larut ." Max mengusap pelan wajah chleo yang tertidur pulas.


Max kemudian menggendong chleo ke lantai atas masuk ke dalam kamar mewah nya. Ia membaringkan chleo di ranjang tempat tidur nya kemudian menyelimuti nya .


Max kemudian berjalan ke kamar mandi membersihkan diri nya yang sudah lengket dengan keringat . Kesibukan menggantikkan kakak nya membuat max harus bekerja extra untuk hari ini .


Setelah selesai ,max berganti pakaian dan ikut berbaring di samping chleo . Suasana malam yang sepi dan senyap membuat mereka terbang cepat ke alam mimpi .


Mentari pagi yang bersinar menyapu sang bumi menembus sela sela korden membuat chleo terusik . Dengan mata yang masih terpejam ia meraba raba ke samping dengan sangat terkejut ia menyentuh lembut pipi max membuat nya berteriak kencang .


" Aaaaaaaaaaaaaa,,,,,,,,,,." Teriak chleo dengan sangat kencang nya .


" Ada apa sayang ?" Max yang masih memejamkan mata nya mengeryipkan matanya memandang ke arah chleo .


" Sa,,,yang , kapan kau pulang ?" Ucap chleo dengan terbata bata .


" Larut malam , ketika kau tidur di sofa . Ayo tidur lagi aku masih mengantuk !!" Max menarik chleo ke dalam pelukan nya .


" Sayang ,,,, ini sudah pagi . Apa kau tidak ke kantor ? kenapa kau pulang larut malam ? " Perkataan chleo membuat max membelalakkan mata nya . Ia ingat jika hari ini ada meeting dengan klien.

__ADS_1


" Ohh,,,, astaga !! aku lupa ada meeting penting ." Dengan terburu buru max bergegas ke kamar mandi tanpa menjalankan rutinitas pagi nya ketika bangun tidur .


Sementara Chleo yang melihat tingkah suami nya mengerucutkan bibir nya .


Chleo menyusul nya ke kamar mandi membersihkan diri nya ,kemudian turun ke bawah membantu bi inah membuat sarapan untuk suami nya .


Meskipun bi inah melarang nya tetapi chleo berusaha mandiri menjalankan kewajiban nya sebagai seorang istri .


" Sayang ,kau sedang apa ?" Ucap Max yang terkejut melihat chleo berada di dapur .


" Membuat sarapan untuk mu ." Chleo tersenyum melihat sang suami memakan sarapan nya .


Glekk ,,glekkk ,,,,


" Aduh ,,,, apa ini ?" Max yang berhenti mengunyah sarapan nya membuat chleo menatap khawatir dengan nya .


" Bagaimana enak tidak ?" Pertanyaan chleo membuat hati max bimbang menjawab nya .


" E,, enak . Aku sudah terlambat ke kantor , baik baik di rumah ya ? jika kau ingin keluar minta roni menemanimu , okay !." Max minum segelas susu nya kemudian berlalu begitu saja .


" Eh ,,,,eh ,,, kenapa tidak di habiskan dulu ? " Ucap Chleo mengerucutkan bibir nya .


Tidak berapa lama Max kembali lagi menciun kening chleo dan sekilas bibir mungil chleo .


" Hati - hati ya sayang ." Ucap Chleo kemudian melambaikan tangan nya.


Max hanya tersenyum sebelum akhir nya menghilang di balik pintu .


Chleo yang masih berada di meja makan kemudian makan nasi goreng yang telah ia siap kan untuk max .


Glek ,,,glek,,,,


Setelah tahu rasa nya , chleo berlari ke kamar mandi memuntahkan nasi goreng tersebut .


" Pantas saja tidak dihabiskan, rasanya tidak enak . Kenapa bilang enak ? huuhhhhhh." Chleo berdecak kesal melihat nasi goreng nya .


Kemudian membuang nya ke tempat sampah ,bi inah yang melihat nya heran dengan sikap sang majikan .


" Lohhh ,,,, kenapa nyonya membuang nya ?" Bi inah menghampiri chleo yang terlihat kesal.


" Rasa nya tidak enak bi . Bibi aja yang masak ya !!."Ucap chleo kemudian berjalan meninggalkan dapur menaiki anak tangga ke atas menuju kamar nya .


Ia tengah kesal dengan diri nya sendiri yang belum bisa menjadi istri terbaik untuk max.


Bersambung 😊😊🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2