
Mentari terbit di ufuk timur ,burung burung bersenandung berdendang di angkasa . Menyambut sang surya menampakkan dirinya ,tersenyum menyinari alam semesta. Cahaya sinar yang menerobos disela sela korden jendela menembus sedikit disekitar ruangan kamar mereka.
Ayris yang menggeliat dalam tidur nya membuat Zain membuka mata nya memandang ke arah istri nya , ia membelai puncuk kepala Ayris untuk membuat nya terlelap kembali . Namun bukan nya ayris tertidur kembali , ia semakin membuka lebar kedua bola mata nya.
Kemudian ia bangun berlenggang di depan Zain berjalan ke arah kamar mandi meskipun hutan belantara nya sedang gundul . Ayris rerap berjalan tanpa peduli pada Zain , zain yang melihat nya menyunggingkan senyum nya ternyata wanita nya tidak malu meski ada di depan nya.
Zain yang melihat nya sampai di pintu kamar mandi sampai punggung polos tanpa sehelai apapun itu hilang di balik pintu.
Ayris merendamkan tubuh nya pada bathup yang ia isi penuh air hangat . Badan nya terasa remuk karena zain membuat nya tak bertenaga .
Selang beberapa menit Zain menyusul mengikuti nya ke kamar mandi , ketika ia sampai di kamar mandi terlihat Ayris yang sedang berendam memejamkan mata . Zain mengusap pelan kepala nya dan mencium kening nya, Ayris membuka mata nya tersenyum pada Zain .
Ayris berpikir ia pasti akan olah raga mandi lagi , tapi ternyata Zain menuju ruang shower dan mengguyur badan nya di bawah shower . Ayris yang melihat nya tersenyum meskipun agak terkejut ,tidak seperti biasa nya suami nya seperti itu . Ia tidak akan berhenti bermanja dengan nya bahkan melepaskan diri nya .
__ADS_1
Zain yang tengah membersihkan diri nya kini beralih terkejut karena Ayris menyusul nya dari belakang memeluk tubuh kekar nya . jika dulu ia malu karena melihat tubuh polos zain tetapi sekarang ia bahkan sengaja menggoda seuami nya tersebut.
" Sayang , jangan menggoda ku ! Bukan kah kau ingin jalan jalan ? " Ucap Zain membalikkan badan nya menatap bola mata Ayris .
" Apa kau masih punya tenaga untuk berjalan nanti jika kau menggodaku ." Ucap Zain mengedipkan mata nya .
" Benarkah ? Kau mengijinkan ku ? " Ucap Ayris mendongakkan kepala nya memandang Zain .
Zain mengangguk pelan dengan sedikit memejamkan matanya tanda ia menyetujui nya .
Zain yang tak tahan menahan godaan istri nya , bergerilya di hutan belantara Ayris , hingga terdengar bunyi desahan demi desahan yang membuat Zain semakin bersemangat .
Hingga akhir nya ia merasa ular naga nya ingin bersarang kembali ke dalam gua terlarang nya .
__ADS_1
Zain menyudahi ciuman tersebut menatap lekat bola mata Ayris ,ia ingin bertanya sejenak namun Ayris yang biasa nya diam ia bersikap nakal . Ia mengangkat sendiri sebelah kaki nya memasukkan ular naga nya bersarang ke gua terlarang .
Zain terkejut dengan tingkah Ayris yang semakin nakal dengan nya , ia yang semula kasihan tidak ingin istri nya kelelahan terpaksa berpacu dengan kuda nya yang siap bertanding bertempur di arena .
Setelah beberapa saat Mereka menyudahi arena tersebut , ayris dan zain berciuman kemudian ayris memeluk bidang dada Zain . Ia kelelahan dengan tingkah nya sendiri .
" Sayang ,aku lelah gendong aku ke ruang ganti ." Ucap Ayris merentangkan kedua tangan nya ,ia bersikap manja pada nya sedangkan Zain hanya tersenyum mengambil bathrobe kemudian menggendong Ayris ke ruang ganti baju .
" Haaaaa haaaaa. Kau nakal sekali hari ini ." Ucap Zain mengambil baju ganti kemudian memakaikan pada ayris .
" Sayang ,aku akan turun mengambil makanan ." Ucap Zain ,ayris hanya tersenyum mengangguk pelan .
Zain meninggalkan diri nya berganti baju dan merias diri . Ia sangat bahagia dengan kehidupan nya sekarang . Suami yang begitu mencintai nya dan juga menyayangi nya.
__ADS_1
Bersambung 🙏🙏😊🙃🙃