ISTRI RAHASIA CEO MAFiA

ISTRI RAHASIA CEO MAFiA
episode 211.


__ADS_3

Diana yang berjalan menuju lift merasa malu dengan banyak nya orang yang melihat diri nya terpaksa harus memakai lift presdir untuk sampai ke ruangan nya .


" Dasar leo sialan , bikin malu saja .Bagaimana jika presdir mengetahui nya ? Huhhhh,,,." Kesal dengan leo ia pun mengumpat di seoanjang jalan .


" Tak tahu malu ."


" Bagaimana ia bisa berada di apartemen ku pagi pagi buta ?"


" Apa yang ia katakan dengan ibu ? Pasti ibu telah di provokasi oleh nya . Bagaimana mungkin ibu bisa akrab dengan nya ? "


" Tidak seperti biasa nya , seperti badan intelegent saja . "


Diana yang sudah sampai di lantai ruang kerja nya sampai ke ruang kerja nya .


Ia pun segera membereskan segala keperluan untuk meeting dengan S group seperti yang presdir inginkan jika Rian dsn diri nya yang akan menghadiri nya .


" Ehh,,,, Bagaimana jika ibu menyuruh ku segera menikah ? "


" Dasar leo sialan ."


" Aku telah kehilangan harta berharga ku ciuman pertama ku telah di ambil nya ."


" Huhhh,,,, ."


" Tapi ia tampan juga . Dekat dengan nya membuat jantung ku serasa ingin melompat saja. "


" Apa aku ini sedang jatuh cinta ?"


" Tidak ,,,, tidak ,,,,, . Sadar diana , kau harus sadar .Semua itu tak mungkin terjadi ."


Diana yang masih bermonolog dalam hati nya serasa seperti prajurit yang berperang antara satu dengan yang lain .


Ia bahkan tak mengindahkan panggilan Rian yang berada di depan nya bahkan tak menyapa presdir dan nyonya nya .


" Diana,,,,,."


" Diana ,,,,,,. "


Dok ,,,,,dok,,,,, dok


Diana tersadar dari lamunan nya ketika mendengar suara ketukan yang membuyarkan lamunan nya dan membuat nya terkejut .


" Kau sudah datang ,,,.Ini berkas yang harus kau pelajari ." Ucap diana yang tersadar dari lamunan nya .


" Kau sedang melamun diana ? Sampai kau berikan daftar belanja presdir . Apaaaaa,,,, kau suruh aku beli Underware nyonya ! " Rian terkejut melihat map yang di berikan oleh diana yang berisi daftar belanjaan diana untuk kebutuhan presdir dan nyonya .


" Apaaaaa,,,,,,. Benarkah ? Semua gara gara si brengsek itu ." Diana yang menarik kembali map yang ia berikan pada rian merasa kesal karena ulah leo .


" Si brengsek ,,,,? Maksud mu si brengsek yang membuat mu melamun itu ?" Rian sengaja menyindir diana yang sedari tadi melamun .

__ADS_1


" Yang berteriak ,,,,Sayang, aku akan menjemput mu ,,,, ." Rian mengedipkan mata nya memandang wajah pucat diana .


" Bagaimana kau tahu ? Apa presdir juga melihat nya ?" diana terkejut ketika rian mengulang kalimat yang sama di depan nya .


" Tentu saja , bahkan kau tidak menyapa nya ." Ucap rian mengedipkan sebelah mata nya lagi .


" Mati aku,,,,." Diana menyandarkan kepala nya di meja kerja nya dengan kedua belah tangan nya yang memegang kepala nya .


" Hahahaha,,,, . Seperti nya giliran mu yang akan menikah . " Rian sengaja meledek nya membuat diana semakin terkejut.


" Menikah ,,,, . Tidak ,,, tidak ,,,, . Enak saja ."Diana yang terus mengelak dengan sindiran rian semakin kesal ketika rian menyebut kata pernikahan .


" Cepat berikan berkas nya ! Kau membuat ku menunggu saja . " Rian meminta berkas untuk pertemuan nya dengan pemilik S group sesuai mandat yang di berikan oleh presdir pada nya .


Presdir tidak akan membuat keputusan yang salah dengan menyuruh rian menggantikan nya pasti ada sesuatu yang perlu di selidiki .


" Aduh ,,,mati aku ." Diana menepuk sendiri jidat nya yang tak ada sesuatu pun .


" Ada apa lagi ? " Rian yang melihat gelagat aneh wajah diana merasa ada sesuatu yang janggal .


" Berkas nya ketinggalan di mobil nya ." Diana menundukkan kepala nya membuat rian menghela nafas kasar nya .


Rian mengambil handphone diana dan menelepon orang yang diana maksud .


" Eh,,, kenapa mengambil ponsel ku ?" Diana yang hendak merebut kembali ponsel nya mendapat tatapan tajam rian .


" Tentu saja menelepon nya . Memang nya untuk apa ?" Ucapan rian ada benar nya juga tetapi diana masih bertanya dalam hati nya kenapa memakai ponsel nya .


πŸ“žIncoming call " Calon istri ku ."


πŸ“ž :" Hai sayang calon istri ku ,Dari mana kau tahu nomor telepon ku ? Kau merindukan ku ya ? Aku juga merindukan mu . "


πŸ“ž :" Sayang ,,,, sayang . Sayang peyang lho ."


πŸ“ž :" Ehhhh,,, kenapa ponsel diana ada pada mu ? Cepat berikan pada nya !"


πŸ“ž :" Dia tidak punya nomer ponsel calon suami nya jadi aku meminjam nya sebentar.


Lagi pula aku mode loudspeaker sudah pasti ia mendengar nya , Cepat bawa berkas berkas yang tertinggal naik ke atas !"


πŸ“ž :" Klik,,,."


" Ehh ,,,siapa kau se enak nya saja memerintah ku ? Menyebalkan ." Leo menggerutu kesal ketika ia mengetahui jika rian yang menelepon diri nya bukan diana .


Akhir nya leo yang sudah sampai di lobby harus naik ke lantai atas untuk menyerahkan berkas berkas yang tertinggal di mobil nya .


" Nasib ,,,, sial benar hari ini ." leo naik ke atas dengan menggerutu di sepanjang jalan .


Sementara diana yang menutup wajah nya dengan jari jemari nya merasa malu dengan apa yang baru saja ia dengar .

__ADS_1


Ia benar benar malu dengan sikap leo yang sudah menganggap nya sebagai calon istri nya .


" Bagaimana ? Calon suami mu sudah tidak sabar ingin bertemu dengan mu . Ia merindukan mu ." Rian sengaja mengejek diana yang menutupi wajah nya dengan kedua tangan nya .


" Calon suami ,,,,? Diana ,,,kau sudah punya calon suami . Lalu bagaimana dengan adik ipar ku ?" Ayris yang secara tiba tiba muncul di antara mereka semakin membuat diana malu .


" Ahh tidak,,, nyonya presdir . Rian hanya bercanda saja nyonya ." Ucap diana bangun dari duduk nya ketika mendengar suara ayris .


" Aduhhhh,,,, bagaimana jika ia sudah datang ? Mati aku ." Gumam diana dalam hati .


Senentara rian tersenyum melihat diana yang salah tingkah di depan nyonya presdir.


Ting,,,,,


" Sayang calon istri ku ,,,,. Ini berkas berkas yang tertinggal di mobil ku " Leo yang tiba tiba datang seperti petir yang menyambar diana serasa tanpa tenaga duduk terkulai lemas .


Diana menepuk jidat nya dengan tangan nya sendiri kemudian duduk menutup nya dengan kedua tangan nya.


Ayris menoleh ke arag panggilan suara yang memanggil diana ternyata adik ipar nya leo .


Ia terkejut mendengar sapaan leo pada diana tetapi senyum mengembang terpancar di wajah nya mendengar leo semakin akrab dengan calon pilihan nya .


" Oooohhh,,,, calon suami itu ternyata dia ." Ayris menunjuk dengan telunjuk nya mengarah pada leo .


" Kenapa kakak ipar ada di sini ?" Leo yang seakan lupa dengan ayris adalah istri kakak nya bertanya seperti anak kecil .


" Memang tidak boleh aku berada di kantor suami ku ? " Leo menggaruk kepala nya meskipun tak gatal dan juga tersenyum menampakkan gigi nya.


" Bagus . Jadi aku akan segera mendapat teman untuk menemani ku belanja dan jalan jalan . Hahahaha ,,,, ." Ucap ayris tertawa meninggalkan mereka .


Ayris yang lupa akan tujuan nya keluar dari ruangan suami nya terhenti sejenak lalu kembali menghampiri mereka .


" Diana , bisa minta tolong pesankan rujak kesukaan ku ? " Ayris yang kembali menghampiri diana untuk memesan kan rujak untuk nya .


" I,,,i,,,iya nyonya . Saya akan segera memesan untuk nyonya ." Ucap diana yang gagap mendengar permintaan nyonya presdir nya .


" Diana ohhh bukan ,,, adik ipar diana terima kasih ." Perkataan ayris membuat diana tersipu malu tanpa bisa menjawab apa pun ia hanya menganggukkan kepala nya pelan .


" Dan kau,,,, Cepat kembali ke rumah sakit ! Atau aku akan membatalkan perjodohan mu ." Ucapan ayris membuat leo mengehela nafas kasar nya .


" Kau ini kejam sekali kakak ipar . Huhhhhh,,,,, . Sayang ku , aku akan menjemput mu nanti ."Ucap leo mengedipkan sebelah mata nya .


" Brengsek ,,, . Pergi pengacau !." Diana kesal kemudian mengumpati leo namun leo hanya tersenyum senang dengan kemarahan diana .


Sedangkan rian tertawa meninggalkan mereka setelah mendapat kan berkas berkas nya berjalan menuju ruang presdir sebelum ayris kembali lagi ke ruang tersebut.


Ceklekk,,,,,,


" Sayang ,,,,."

__ADS_1


Bersambung πŸ˜ŠπŸ˜ŠπŸ™πŸ™πŸ™


Happy reading .


__ADS_2