ISTRI RAHASIA CEO MAFiA

ISTRI RAHASIA CEO MAFiA
episode 146.


__ADS_3

Suasana Mansion yang mencekam dengan kemarahan Zain membuat semua orang bergidik ngeri .


Apalagi Mira yang sudah berada di hadapan Zain , mira sudah sangat hafal dengan sikap tuan nya . Meskipun ini bukan tanggung jawab nya tetapi mira juga akan terkena imbas nya .


" Miraaa,,,,, Katakan hukuman apa yang pantas untuk mu ." Zain dengan nada dingin nya berbicara membuat semua yang ada bergidik ngeri .


Beberapa pelayan sengaja tidak ada karena tidak ingin melihat kekejaman sang tuan dan penderitaan sang teman .


" Tuan ,,, ampuni saya tuan ." Mira yang mendengar perkataan sang tuan secara spontan jatuh terduduk meminta ampunan tuan mya


" Tuan ,,,, tolong ampuni saya . Hikss ,,,,hikss,,, hiksss " Dengan derai air mata mira berkata pada sang tuan .


" Nyonya menginginkan mie ramen , saya ke dapur membuatkan nya . Ketika saya kembali nyonya sudah tidak ada di kamar nya tuan ." Ucap mira menjelaskan yang terjadi .


" Tuan ,,,, tolong ampuni mira tuan . Saya mohon !!." Pak Mus ikut duduk di lantai meminta keringanan untuk mira .


Beberapa saat kemudian Rian yang tiba di mansion terkejut dengan beberapa orang yang telah berkumpul . Ia jatuh terduduk di lantai karena melihat mira yang sudah duduk di lantai bersama pak mus .


Rian yang sempat menitikkan air mata tersadar , ia kemudian bangun dan masuk ke dalam mansion . Setidak nya ia harus berusaha menyelamatkan Mira meskipun dengan nyawa nya .


" Tuan,,,, ." Rian yang baru datang duduk bersujud dihadapan sang tuan , ia tidak sampai hati berbicara terlalu banyak .


Zain yang melihat rian datang dan bersujud di hadapan nya merasa heran , selama ini rian tak pernah serapuh ini hanya demi seorang wanita .


" Rian ,,, apa kau sudah hilang akal ?" Zain dengan suara tinggi nya berbicara kepada nya .


" Maaf kan saya tuan . Kedua orang tua nya sudah meninggal , saya rela menggantikan nya menerima hukuman apapun ." Ucap Rian menitikkan air mata .


Selama ini Zain tak pernah melihat sosok rian yang tegas menjadi lemah , ia merasa heran dengan nya . Ada hubungan apa sebenar nya antara ia dan mira .


" Riaaaannn ,,,,, Aku mendidik mu tidak untuk terlihat lemah hanya karena wanita ." Dengan setengah berteriak Zain berkata pada Rian .


" Tuan ,saya ,,,." Belum sempat melanjutkan perkataan nya Zain sudah terlebih dulu memotong nya .


" Katakan ,,,, hukuman apa yang kau inginkan ?" Ucap Zain .


" Tuan ,,, Apapun saya akan terima ." Rian hanya bisa menundukkan kepala nya .


" Haaaaaa haaaaa ,,,,.Baiklah ." Zain yang diselimuti oleh amarah semakin menjadi ketika orang kepercayaan nya terlihat lemah di hadapan nya .


" Tuan ,,,, tolong tuan . Jangan !! Mereka telah ikut dengan tuan sejak masih kecil ." Pak Mus tidak bisa diam saja menyaksikan ke kejaman tuan nya .


" Pak Mus,,,, kau juga membela nya ." Zain semakin naik darah ketika mendengar perkataan pak mus .


" Tuan ,,, tolong tuan demi saya ." Pak Mus masih berusaha membantu mira dan rian .


Sementara rian dan mira sudah menunduk lemas seperti tak bertenaga pasrah menerima keadaan.


" Tidakkkkk,,,,." Suara Zain yang menggelegar membuat seisi Mansion bergidik ngeri.

__ADS_1


Sementara Ayris dan Anton yang telah sampai di ruang bawah tanah melalu pintu rahasia yang khusus digunakan saat saat genting segera berlari naik ke atas .


Ayris berharap semua belum terlambat untuk menyelamatkan kehidupan gadis itu dan juga masa depan nya .


Zain yang begitu emosi seakan memuncak menghadapi beberapa drama di depan nya mengambil sesuatu di balik jas nya yang tak lain adalah sebuah senapan kecil yang sangat berbahaya .


Zain yang tengah mengarahkan senapan nya ke arah Rian maupun mira secara bergantian .


ketika pelatuk itu hampir di tarik oleh Zain, ayris secara tiba tiba berteriak dari arah belakang Zain .


" Sayanggg ,,,,,,!! Jangannnn,,,,, !!!." Ayris yang berteriak dari belakang kemudian berlari ke hadapan Zain .


Sementara Zain menoleh ke belakang mendengar suara familiar yang sangat ia kenal . Ayris yang berlari memeluk sang suami tepat pada waktu nya sebelum peluru itu di lepaskan dari sarang nya.


" Sayang ,,,, Aku mohon jangan lakukan itu !! Mereka tidak bersalah ." Ucap Ayris yang menitikkan airmata .


" Tidak ,,, aku tidak ,,,,." Belum sempat Zain melanjutkan perkataan nya , Ayris sudah tidak sadarkan diri .


" Sayang ,,,,, sayang ,,,, kau kenapa ?" Zain yang dengan sigap meraih tubuh kecil Ayris yang akan terjatuh karena ia tak sadarkan diri .


" Pak Mus ,,, cepat panggil leo kemari !!." Zain berteriak keras pada pak Mus kemudian ia menggendong Ayris ke kamar nya .


" Baik tuan ." Jawab pak mus kemudian berlari meraih gagang telepon .


Zain dengan hati hati membaringkan tubuh sang istri ke ranjang tempat tidur nya .Ia begitu khawatir pada Ayris yang terlihat pucat ,ia kemudian menggenggam erat tangan ayris .


Sely dan anton yang baru tiba disana melihat rian dan mira merasa lega karena ternyata sang nyonya sendiri yang memyelamatkan mereka .


Mereka sangat lelah karena baku kejar dengan sang nyonya yang ternyata bukan orang sembarangan .


" Haaaahhh ,,, Baru kali ini aku merasa kelelahan ." Ucap Sely .


" Tapi meskipun begitu setidak nya Rian dan mira selamat ." Sely melanjutkan perkataan nya .


" Nyonya mempunyai beladiri yang kuat , kemampuan nya setara dengan tuan ." Ucapan Anton membuat sely terkejut mendengar nya .


" Apaaaaa,,,,, . Pantas saja , Nyonya berlari sangat cepat ." Ucap Sely .


" Haaaaa haaaaa ,,,. Kau tak akan bisa menandingi nyonya tapi bisa menandingi ku disini ,,,,, muaccchhhh ." Anton mencuri kesempatan mencium kilas bibir Sely .


" Kauuuu ,,,,." Sely yang setengah berteriak karena anton terdiam ketika anton menarik nya berjalan ke ruang bawah tanah .


" Ayooo kita pergi !!".


" Tapi,,, bagaimana dengan Rian dan mira ?" Sely masih khawatir dengan kedua sahabat nya itu .


" Mereka akan baik baik saja . Serigala jantan itu sudah jinak dengan serigala betina nya ." Anton tersenyum pada Sely kemudian merangkul nya dari arah samping berjalan ke ruang bawah tanah .


Sely yang mengerti perkataan Anton hanya menuruti perkataan nya dan mengikuti nya ke ruang bawah tanah .

__ADS_1


Sementara Pak Mus yang menunggu kedatangan Leo tampak khawatir karena ia belum datang . Tetapi tidak berapa lama kemudian leo yang sudah datang dengan tergopoh gopoh berlari masuk ke mansion .


" Aduhh ,,, kau lama sekali . Tuan akan memotong gaji mu ." Ucap Pak Mus dengan nada setengah mengancam .


" Kau ini ,,, hanya bisa mengancam saja . Kau tahu ,aku meninggalkan ruang operasi karena mu ." Dengan nada kesal ia menerobos masuk dan berjalan ke atas menuju kamar Zain .


Pak Mus hanya mengikuti nya dari belakang tanpa menjawab pernyataan nya .


Tidak berapa lama mereka sudah sampai ke kamar sang tuan , Zain yang menggenggam tangan Ayris diam termenung memandang istri nya .


" Zain ,,,,, Aku akan memeriksa nya ." Ucap Leo yang seorang dokter ,sepupu dan juga sahabat nya .


" Bagaimana Leo ? Aku sangat khawatir ." Ucap nya .


Leo hanya diam fokus memeriksa ayris tak mengindahkan Zain sama sekali .


Leo yang menghembuskan nafas nya kasar nya tanpa memberi tahu apa yang terjadi pada ayris .


Plakkkkkkk,,,,


" Kauuu,,, berani sekali menamparku ." Zain tersulut amarah ketika leo menampar nya .


" Bagaimana aku tidak menampar mu kau membiarkan kakak ipar dehidrasi ? " Ucapan Leo semakin membuat nya bingung .


"Kakak ipar sedang hamil ." Ucap Leo yang kemudian memasang selang infus di tangan Ayris .


" Apaaaaaaaaa ,,,,."


" Kau ini tuli ya ? Kakak ipar sedang hamil,,,, HAMIL Zain . Aku akan punya ke ponakan ."


" Apaaaaaaa ,,,, Istriku Hamil . Haaaa haaaaa istri ku hamil pak mus ,,,, aku akan menjadi seorang ayah ." Zain yang tengah bergembira memeluk pak mus .


" Selamat tuan , anda akan menjadi seorang ayah ." Ucap Pak mus .


" Terimakasih pak mus ." Ucap Zain .


" Leo,,, aku akan menjadi seorang ayah . haaaaaahaaaaa,,,,,,.".


" Zain , kau harus menjaga keponakan ku dengan baik . jangan biarkan kakak ipar kelelahan lagi." Ucap leo yang sudah selesai memasang selang infus.


" Lebih jelas nya kau harus membawa kakak ipar ke dokter kandungan ! Aku akan kembali ke rumah sakit ." Ucap Leo .


Pak Mus mengantar leo ke lantai bawah sementara Zain menggenggam tangan ayris dengan satu tangan menyentuh perut datar Ayris .


" Sayang ,,,, baik baik di perut mommy . Aku menyayangi mu ." Kemudian zain mencium perut ayris .


Zain kemudian meletakan tangan ayris secara perlahan di tempat tidur kemudian ia meninggalkan kamar nya menyelesaikan sesuatu yang tertunda .


Bersambung 🙏🙏😊😊😊

__ADS_1


__ADS_2