ISTRI RAHASIA CEO MAFiA

ISTRI RAHASIA CEO MAFiA
episode 232.


__ADS_3

Di mansion Zain .


Ayris sedang bermanja dengan suami nya tidak mengijinkan zain pergi kemana pun meskipun hanya ke kantor .


" Sayang , aku akan ke kantor sebentar ? Kau mau ikut dengan ku ? "


Zain masih melihat istri nya bergulung di atas tempat tidur dengan dua harimau di bawah nya .


" Tidak,,,,, kau tidak boleh pergi ! "


Ayris menatap tajam pada suami nya yang sudah memakai stelan jas kerja.


Zain mengernyitkan dahi nya mendengar penolakan istri nya bahkan tidak menyangka nya sama sekali karena ayris yang selama ini sangat pengertian kini berubah posesif.


" Ada rapat penting dengan client hari ini . Atau kau ingin pergi ke mansion kakek wijaya ?"


Pernyataan zain yang semula ia inginkan ternyata juga di tolak oleh ayris.


" Tidak,,,, baby tidak ingin ke sana tapi ingin bersama daddy nya ."


Zain terkejut dengan penolakan ayris .


" Tapi ,,,, ."


Belum sempat zain melanjutkan perkataan nya ayris sudah bangun dari tempat tidur nya dan juga pergi meninggalkan zain yang tengah berdiri di hadapan nya.


Zain yang menyadari mood ibu hamil sering berubah ubah mengerti apa yang di rasakan oleh ayris yang sedang ingin di temani oleh nya . Apalagi ia masih belum pulih dari luka tembakan nya sangat berbahaya jika ayris melakukan hal yang aneh aneh .


Setelah beberapa saat ayris selesai dengan rutinitas mandi nya , ia pun memilih pakaian di ruang ganti dan sesekali tersenyum melihat bentuk perut nya yang sudah membesar .


" Hai ,,,Baby ,,.Apa kau baik baik di sana ? Mommy sangat menyayangi mu dan menanti kehadiran mu ."


Ucap ayris tersenyum mengusap lembut perut buncit nya .


Ia pun mengeringkan rambut nya dengan handuk kecil di tangan nya sambil memilah milih baju yang akan ia kenakan .


" Apa baju baju ini masih muat ? Seperti nya aku perlu beli yang baru ."


Ucap nya .


" Aku harus pakai baju apa ? Semua tampak kekecilan dan mommy tak mau membuat mu sesak baby untuk itu mommy harus pakai yang longgar ."


Baby di dalam perut memberi respon sebuah gerakan membuat ayris tersenyum .


" Haha,,,, kau setuju dengan mommy ? Bagus , anak pintar ."


Lalu ayris kembali berjalan di ruang ganti memilih pakaian .


" Sayang , berapa lama kau akan berjalan kesana kesini tanpa memakai baju ?"


Ucap zain tang berdiri di pintu ruang ganti memandang istri nya yang tengah berjalan dengan memakai bathrobe .


" Tidak,,,, mana tidak memakai baju ? "


Ayris yang heran dengan pernyataan suami nya pun memandang ke arah diri nya sendiri .


Ia pun berjalan menghampiri suami nya dan zain menarik nya ke dalam pelukan nya .


"Sayang , kau memperlihatkan bagian sexy dari tubuh mu ? Apa kau tidak sadar bisa menggoda suami mu ini ?"

__ADS_1


Bisik zain pada istri nya .


" Mana yang sexy ? Perut ku semakin membesar aku sudah tidak sexy seperti dulu . Bahkan nanti tubuh ku akan besar seperti tong ."


Ucap ayris yang terlihat menghela nafas panjang nya dan juga bersedih .


" Perut yang membesar ini membuat mu semakin sexy."


Bisik zain lalu mengusap perut ayris dengan pelan.


" Pasti kau akan meninggalkan ku saat aku sudah tak seperti dulu ."


Ayris yang tanpa sadar berucap seperti itu membuat zain tersulut api amarah.


" Aku akan mematahkan kaki leon jika kau bicara seperti itu lagi !"


Ayris yang mendengar ucapan zain mendongakkan kepala nya menatap wakah suami nya yang terlihat seperti serigala .


" Aung,,,,,."


Leon yang mendengar nya bergegas lari dari kamar dan pergi ke lantai bawah di ikuti leona .


" Tidak ,,,,tidak,,,, tidak sayang . Jangan ! Aku salah bicara , jangan seperti itu ! Kau membuat baby takut. "


Ayris segera memeluk tubuh suami nya untuk meredakan rasa amarah yang ada dalam diri nya .


" Tapi banyak wanita yang tertarik bahkan menggoda mu di luar sana."


Ucap ayris mengerucutkan bibir nya .


" Apa aku harus mengulangi nya ratusan kali aku tidak tertarik dengan wanita di luar sana ?"


Zain menyadari jika ayris sedang ketakutan , ia pun memeluk erat istri nya yang kini tengah mengandung buah hati nya tersebut.


" Jangan ulangi perkataan itu lagi ! Baby ,,,, baik baik di perut mommy dan jangan nakal !"


Ucap zain yang kemudian mengusap dan mencium tubuh istri nya .


" Kau mau ikut dengan ku ke kantor ? jika tidak aku akan meninggalkan mu bersama nenek dan kakek ."


Ayris yang ingat dengan perkataan zain tentang mansion wijaya tersenyum lalu bertanya dengan pelan pada suami nya .


" Sayang , apa aku boleh ke mansion kakek wijaya ?"


Mendengar pernyataan ayris membuat nya mengerutkan dahi nya.


" Tidak ,,,, . Tidak ada penawaran yang lain selain ikut ke kantor ! Ya atau tidak ?"


Zain yang kemudian beranjak hendak meninggalkan ruang ganti membuat ayris merasa kesal namun ia merasa bosan ketika harus berada di mansion .


" Ikut ke kantor ."


ucap ayris mengerucutkan bibir nya menarik tangan zain yang hendak pergi meninggalkan diri nya .


" Bagus, pilihan yang tepat ."


Zain kembali memeluk istri nya kemudian mengusap pelan kepala nya .


Ayris segera berganti baju dengan memilih yang agak longgar dan nyaman untuk pergerakan nya dengan baby twins di dalam perut nya.

__ADS_1


Setelah beberapa saat dengan pakaian agak santai karena beberapa baju kasual tidak nyaman di pakai ayris memilih baju yang terlihat agak santai dan make up natural ia pun menghampiri suami nya di ruang kerja nya yang tengah mempersiapkan beberapa berkas penting di ruang kerja nya .


Ceklek ,,,,.


" Sayang , baby dan mommy sudah siap ."


Ayris tersenyum di balik pintu memanggil suami nya.


" Baiklah . Ayo !"


Zain mengulurkan tangan nya pada ayris mengenggam nya sangat erat . Lalu mereka pun turun ke lantai satu untuk sarapan sejenak .


Kakek dan nenek arijaya terkejut melihat kedua nya terlihat sangat rapi .


" Sayang , kau mau kemana ? Jangan bilang zain akan mengajak mu ke kantor ?"


Nenek jaya menghampiri ayris memberikan sarapan yang bergizi pada nya demi janin yang tengah ayris kandung.


" Zain akan mengajak ayris ke kantor nek ."


Zain menjawab pertanyaan yang di tujukan pada istri nya .


" Zain ,,,, "


Kakek arijaya menatap tajam pada zain .


" Zain tidak mau membuat kakek dan nenek kewalahan dengan ulah manja ayris. "


Bisik zain pada sang kakek .


Kakek ari mengerti apa yang di katakan zain jika mood ayris yang berubah ubah akan membuat mereka kewalahan .


Sementara nenek dan ayris saling pandang seakan bertanya apa yang mereka berdua bicarakan . Lalu kedua nya mengangkat bahu masing masing tanda tak mengetahui nya .


" Baiklah ,tapi kau harus ingat untuk menjaga nya dengan baik . Kakek tidak mau terjadi sesuatu dengan menantu dan buyut kakek ."


Perkataan kakek ari memang perlu di perhatikan mengingat beberapa waktu lalu ayris tertembak menyelamatkan zain .


" Aung,,, Aung,,,,."


" Aung,,,, Aung,,,."


Leon dan leona yang tengah meraung sedang bergelayut di kaki ayris .


"Leon ,,,,,leona kalian tidak boleh nakal jika mommy sedang pergi ! Apa kalian paham ."


Ayris menunjuk mereka saat bergelayut di kaki nya .


" Aung,,,, aung,,,,."


" Aung,,,, Aung,,,,,."


Leon dan leona meraung pelan kemudian pergi dari ruang makan beriringan.


Kakek dan nenek sudah tidak heran melihat interaksi antara ayris dan harimau kesayangan zain tersebut.


Beberapa saat setelah sarapan mereka berangkat ke kantor , zain memberitahu anton dan rian untuk melakukan pengawalan secara ketat.


Dan juga menyuruh mira dan selly ikut dengan mereka karena seperti biasa ayris akan merengek meminta jalan di mall sebelah gedung perkantoran nya.

__ADS_1


BersambungπŸ˜ŠπŸ˜ŠπŸ™πŸ˜‚


__ADS_2