
Terlahir sebagai anak bungsu dari empat bersaudara yang didominasi oleh saudara laki-laki. Membuat “Baiq Rini Azzahra” (19) tumbuh sebagai Gadis tomboy. Kini Rini telah menyelesaikan pendidikan SMA nya. Hanya tinggal menunggu pembagian ijazah saja. Jika anak-anak lain sibuk mencari pekerjaan atau bahkan mencari kampus baru setelah mereka lulus. Rini justru sibuk memacu motor kesayangan nya itu dalam ajang balap liar setiap malam hari. Rini sudah terbiasa ikut balapan liar malah ia adalah ratu dalam setiap ajang balapan liar. Ia selalu menang melawan pembalap yang didominasi oleh kaum Pria.
fyi:
Awalnya balapan tersebut berjalan lancar. Namun tiba-tiba saja kerumunan orang dilokasi balap liar itu mendadak berubah menjadi kacau balau karena kedatangan para Polisi. Baik penonton bahkan para pelaku balap liar itu pun ikut dibawa oleh polisi, termasuk Rini. Kabar Rini yang terjaring razia balap liar pun telah sampai ditelinga Lalu Rizky Pratama ayahnya Rini. Mendengar putri satu-satunya itu dia tangkap polisi. Ia pun langsung bergegas datang ke kantor polisi.
"Rini" sapa Rizky sesampainya dikantor polisi
"Ayah" ucap Rini sambil berlari memeluk ayahnya itu
"Apa yang terjadi, sayang?" tanya Rizky
"Apa anda orang tua dari saudari Rini?" tanya polisi
"Benar pak. Saya ayahnya Rini" jawab Rizky
"Sebenarnya ada apa ya pak? Kenapa putri saya bisa terjaring razia balap motor? tanya Rizky
"Jadi begini pak. Putri bapak adalah salah satu peserta dari balapan liar tersebut. Maka dari itu dia kami bawa kesini" ujar polisi tersebut
"APA?? Jadi dia ikut balapan liar?" pekik Rizky
"Benar pak. Oleh karena itu kami mengintrogasi nya" jelas polisi
"Baiklah kalau gitu anda bisa melanjutkan interogasi nya. Namun saya akan membayar berapa pun uang jaminan agar putri saya tidak ditahan" ucap Rizky
"Baiklah. Bapak bisa menunggu sebentar" ucap polisi Setelah hampir satu jam di interogasi. Rini pun keluar. Setelah itu Rizky pun langsung membawa putrinya itu pulang ke rumah. Tidak lama kemudian mereka pun sampai dirumah. Sekarang kamu masuk ke kamar"
"Ayah gak mau hukum Rini?"
"Kenapa? Kamu mau ayah hukum?"
"Gak juga sih. Heran aja, biasanya ayah selalu menghukum Rini kalau Rini melakukan kesalahan"
"Masuk kamar sekarang!"
Rini pun langsung masuk ke dalam kamar nya. Setelah itu Rizky pun langsung turun kelantai bawah dan memanggil pembantu rumah nya.
"Bik!! Bibik!"
Iya, tuan. Ada apa tuan?
"Barang-barangnya Rini yang saya minta, apa sudah dikemas?"
"Sudah, tuan. Semuanya yang tuan minta. Sudah bibik siapkan dalam satu koper"
"Baiklah. Kalau gitu kamu bisa kembali istirahat"
"Baik, tuan. Kalau gitu saya permisi tuan"
Keesokan paginya Rini pun turun ke lantai bawah dengan wajah yang cerah seolah tidak memiliki masalah apapun. Padahal ia semalam habis terjaring razia balap liar.
"Selamat pagi, ayah
"Hhmm. Pagi juga"
"Ayah baik-baik aja kan?"
"Makan dulu sarapan mu"
__ADS_1
"Baik, ayah"
Setelah menyelesaikan sarapan nya. Rini pun langsung bergegas meninggalkan meja makan. Namun tiba-tiba Rizky menghentikan langkahnya.
"Kamu mau kemana?"
"Biasalah ayah. Keluar, nyari angin"
"Tidak bisa. Hari ini juga kamu harus ikut ayah ke pesantren"
"Hah! PESANTREN?? Mau ngapain, yah?"
"Iya. Ayah ingin menitipkan kamu di pesantren milik sahabat ayah. Supaya kamu bisa berubah menjadi anak yang baik"
"Enggak!! Rini gak mau" Harus mau. Kalau tidak mau ayah akan menarik semua fasilitas kamu. Bahkan ayah tidak segan membakar motor kesayangan kamu itu"
Huufft! Ayah rese, nyebelin"
Lihat saja, nanti aku akan mencari cara agar bisa dikeluarkan dari pesantren itu secepatnya' ucap Rini dalam hati
"Bik! Bibik!"
"Ya, tuan. Ada apa tuan?"
"Baju sama koper nya Rini bawa kesini, bik"
"Baik, tuan
"Ini, tuan baju sama koper nya"
"Terimakasih, bik"
"Sekarang kamu pakai baju ini. Setelah itu kita langsung berangkat ke pesantren"
"Harus. Cepat sana, ganti baju" Setelah mengganti bajunya dengan baju gamis lengkap dengan kerudung nya. Rini dan ayahnya pun langsung berangkat menuju pesantren. Setelah siang, mereka pun sampai di pesantren tersebut.
"Assalamualaikum'"
"Wa'alaikumsalam. Rizky. Bagaimana kabarmu?"
"Alhamdulillah kabar saya baik. Kamu sendiri bagaimana kabar nya?"
"Alhamdulillah kabar saya juga baik. Oh iya. Siapa gadis ayu ini?"
"Nama saya Rini, pak bukan ayu"
"Ayu itu artinya cantik Nak"
Rini pun hanya ber-oh ia
"Dia ini putri bungsu ku. Namanya Rini. Dan tujuan ku kesini, ingin menitipkan Rini. Aku harap pesantren milik mu ini mampu mendidik dia supaya menjadi anak yang baik dan sholehah"
"Kamu tenang saja. Insyaallah aku dan para ustazah yang ada disini bisa mendidik putri mu agar menjadi anak yang baik dan sholehah sesuai keinginan mu"
"Syukurlah kalau begitu aku lega mendengar nya. Kalau gitu aku, langsung pamit pulang ya"
"Buru-buru banget?" Iya. Karena besok pagi aku harus pergi keluar kota untuk urusan bisnis. Jadi aku harus pergi sekarang. Aku titip putriku"
"Kamu tidak perlu mengkhawatirkan dia. Dia aman selama di pesantren ini"
'Justru kehadiran nya itu yang membuat ku khawatir dengan pesantren ini' batin Rizky
__ADS_1
"Sayang, ayah pulang dulu. Kamu baik-baik disini. Jangan bikin onar!"
"Iya, ayah hati-hati dijalan" Setelah kepergian Rizky. Rini pun langsung diantar oleh santri putri menuju asrama yang akan menjadi tempat tinggal nya mulai saat ini. Tidak lama kemudian mereka pun sampai di sebuah kamar yang berisi 6 ranjang tidur dan satu kipas angin ditengah nya.
"Ini kasur kamu. Dan ini lemari kamu. Kamu bisa langsung merapihkan baju mu kedalam lemari ini"
"Lu gak salah nyuruh gue tinggal dikamar sempit gini? Mana kasur nya kurang empuk lagi"
"Semua santri disini, diperlakukan sama mbak. Gak ada yang diistimewakan. Mbak nikmati saja fasilitas yang ada disini"
nikmati dengkul mu. Bisa gila gue kalau kelamaan tinggal disini. Pokoknya malam ini juga gue harus mencari supaya bisa kabur dari penjara membosankan ini' batin rini Setelah itu Rini pun langsung diajak bergabung dalam kelas pertama nya di pesantren tersebut. Selama pelajaran berlangsung pun Rini hanya tertidur didalam kelas. Ia pusing mendengar penjelasan pelajaran nya itu yang disampaikan oleh ustazah dalam bahasa Arab.
Alhasil karena tertidur didalam kelas, Rini pun mendapatkan hukuman dari Ustazah tersebut. Semenjak itu Rini pun selalu mendapatkan hukuman dari para Ustazah diarea santri putri. Dari hukuman ringan hingga berat pun sudah ia terima. Namun semua itu tidak kunjung membuat nya dikeluarkan dari pesantren hari itu. Lalu saat malam hari, Rini pun memiliki ide untuk kabur dari pesantren tersebut dengan memanjat dinding pesantren. la pun menunggu saat semua orang berkumpul di masjid untuk menunaikan sholat isya. Saat memiliki kesempatan, Rini pun langsung berlari ke halaman samping pesantren, lalu ia pun langsung memanjat dinding pesantren.
"Hei. Kamu ngapain disana? Kamu mau kabur ya?" ucap salah satu santri putri yang memergoki Rini yang berusaha kabur
"Akh.. sialan. Gue harus cepet ini"
"Tidak bisa dibiarkan. Aku harus melaporkan ini pada pak Kiyai dan Ustadzah"
santri putri itu pun langsung pergi melapor pada pak kiyai dan ustadzah
"Ini baju bikin gue ribet aja"
Karena merasa gerakan nya terbatas akibat gamis yang di pakai nya. Rini pun langsung membuka gamis dan Jilbab saat itu juga. Hingga saat ini ia hanya mengenakan celana pendek dan juga baju kaos lengan pendek.
"Gini kan enak. Bebas, adem Setelah merasa pergerakan nya sudah bebas. Ia pun langsung memanjat kembali dinding pesantren tersebut. Saat sudah hampir sampai diatas. Gerakan Rini pun terhenti oleh teriakkan pak Kiyai dan juga para Ustadzah yang mulai berdatangan.
"Hei. Turun kamu dari sana"
"Astaghfirullah, Rini. Ayo turun sekarang nak"
"Pada gak sabaran banget sih. Ini juga gue mau turun kok"
Rini pun mengikuti keinginan mereka untuk segera turun. Namun ia turun ke arah luar dinding pesantren bukan kearah dalam.
Bruukk!!
"Astaghfirullah, Rini"
"Sebaiknya kita langsung cek saja keadaan nya, pak Kiyai"
Pak Kiyai dan para Ustadzah pun berlari keluar dari pesantren untuk mencari keberadaan Rini. Sesampainya disana, mereka dikejutkan oleh adegan yang seharusnya tidak dilakukan.
"Astaghfirullah. FARHAN!! Apa yang sudah kamu lakukan?!"
Kiyai Saleh pun langsung marah, saat melihat putra sulungnya yang sudah ia tunggu kehadiran nya sejak tadi pagi. Ternyata kini ia terlihat sedang mengukung tubuh Rini diatas rumput dengan posisi Farhan berada diatasnya Rini.
"Astaghfirullah. Abah? Ini tidak seperti yang abah fikirkan"
ucap Farhan saat tersadar dari lamunannya dan melihat seorang wanita cantik dengan pakaian seksi ada dibawah kungkungan nya.
"Kamu harus tanggung jawab, Far. Kamu sudah menyentuh apa yang seharusnya belum berhak kamu sentuh"
"Baik. Abah. Farhan akan tanggung jawab. Besok sore Farhan akan menikahinya"
"APA?? Menikah??"
Rini yang mendengar hal tersebut pun langsung shock hingga membuat nya kehilangan kesadaran nya saat itu juga.
"Astaghfirullah, Rini pingsan pak Kiyai"
__ADS_1
"Astaghfirullah. Ya sudah. Kalau gitu kalian angkat dia dan bawa dia ke klinik dan pakai kan baju nya"
Baik pak Kiyai.