Istri Tomboy milik Pak Ustadz

Istri Tomboy milik Pak Ustadz
Pengen


__ADS_3

"Kenapa sayang? Kamu butuh apa?" Gak jadi!"


"Loh, kenapa gak jadi?"


"Abisnya mas, nyebelin sih. Mau diajak ngobrol malah mainin hp mulu dari tadi"


"Iya, maaf ya. Tadi kan mas, lagi ngirim materi pelajaran untuk para santri. Kan kamu tau sendiri, semenjak kamu sakit, mas gak ngajar. Jadi mas minta tolong ustadz Malik untuk gantiin mas ngajar untuk sementara dan materi nya tetep mas yang buat"


"Oh.. jadi semua ini aku yang salah?"


'Haduhh.. kayak nya sindrom PMS nya belum ilang deh. Harus ekstra sabar ini' batin Farhan


"Bukan sayang"


Karena merasa kesal dengan ucapan suaminya. Rini pun langsung memiringkan tubuhnya membelakangi suaminya itu.


Mengetahui istrinya kini sedang merajuk. Farhan pun berusaha untuk membujuk istrinya.


"Kok mas, dikasih punggung gitu sih?Gak baik loh munggungin suaminya begitu. Nanti kamu dosa loh kalau.."


Mendengar kata dosa, Rini pun langsung mengubah posisi tidur nya yang kini menghadap ke arah suaminya.


"Bisa gak sih kalau lagi berantem gak usah bawa-bawa dosa"


"Kalau gak begitu kan. Kamu gak mungkin balik badan seperti ini'"


"Dasar nyebelin"


Melihat istrinya yang masih ngambek dengan bibir nya yang manyun. Farhan pun langsung memberikan kecupan manis dibibir istrinya itu.


Cup


"Iiihhhh. mas, ngapain sih main nyosor aja. Udah tau aku masih ngambek. Mana belum sempat sikat gigi lagi"


"Bibir kamu seksi sih, apalagi kalau lagi manyun gitu bikin mas tergoda untuk menciumnya"


"Dasar mesum. Gak bisa liat bibir nganggur, main nyosor aja"


"Udah ah, gak usah ngambek mulu. Sekarang bilang, tadi kamu mau ngomong apa sama mas?"


"Oh iya, hampir aja lupa. Kira-kira kapan aku boleh pulang nya mas? Aku bosen tau dirawat lama-lama"


"Iya juga ya. Ya udah, nanti coba mas tanyain sama dokter nya deh"


"Kok nanti sih mas"


"Terus kapan dong?"


"Ya sekarang lah, mas"

__ADS_1


"Sekarang?"


"Iya sekaranglah. Udah buruan sana mas, tanya sama dokter nya. Pokoknya hari ini aku mau pulang. Kalau aku gak pulang hari ini, puasa Nya mas diperpanjang sampe seminggu kedepan!"


"Loh loh kok jadi mas yang kena imbasnya sih?"


"Bodo amat. Udah sana, keluar"


Karena desakan dari istrinya itu. Farhan pun langsung bergegas menuju ke ruangan dokter yang merawat istrinya. la pun menanyakan apakah istrinya itu bisa pulang hari ini juga. Namun dokter tersebut mengatakan bahwa Rini harus dirawat satu hari lagi. Mendengar penjelasan itu pun Farhan langsung membujuk dokter tersebut agar bisa mengizinkan istrinya pulang hari ini.


Setelah negosiasi cukup lama, akhirnya dokter itu pun mengizinkan Rini untuk pulang hari ini meskipun dengan syarat bahwa Rini harus Istirahat total dan tidak boleh makan makanan pedas dalam beberapa hari kedepannya. Setelah mendengar penjelasan dokter tersebut, Farhan pun kembali ke kamar rawat istrinya.


"Gimana mas? Aku bisa pulang hari ini juga kan?"


Rini yang tidak sabar ingin segera pulang pun langsung menanyakan hal tersebut saat melihat suaminya masuk kedalam kamar rawat nya.


"Iya, kata dokter kamu hari ini udah boleh pulang. Tapi kamu harus istirahat total dirumah dan gak boleh makan makanan yang pedes dulu dalam beberapa hari kedepan"


"Yess! Akhirnya aku bisa pulang juga


"Ucapin Alhamdulillah, sayang. Bukan yes"


"Iya iya. Alhamdulillah hari ini aku bisa pulang"


"Nah gitu kan enak didengar nya" tidak lama kemudian dokter dan suster pun kembali masuk kedalam kamar nya Rini untuk melakukan pemeriksaan terakhir. Setelah itu suster pun melepaskan selang infus yang ada ditangannya Rini.


"Assalamualaikum"


"Wa'alaikumsalam"


"Bagaimana kondisi kamu nak?" tanya ummi Maryam sambil memeluk menantu nya itu


"Alhamdulillah, udah lebih baik ummi"


"Alhamdulillah. Ya sudah, kalau gitu kalian masuk dulu. Kasian Rini kalau berdiri diluar terlalu lama, dia masih harus istirahat" ucap kiyai Saleh


Rini pun langsung diajak masuk kedalam kamar oleh Farhan.


"Kenapa ke kamar sih mas?"


"Kamu lupa ya. Dokter kan nyuruh kamu untuk istirahat total. Jadi sekarang kamu lebih baik tidur. Gak boleh keluyuran kemana-mana"


"Sama aja bohong dong, kalau ujung-ujungnya nyampe rumah disuruh tidur lagi"


"Itu semua kan demi kesehatan kamu, sayang"


"Tapi aku bosen mas" rengek Rini


"Biar gak bosen, gimana kalau tidur nya mas kelonin"

__ADS_1


"Yeee.. itu sih maunya mas"


"Hehehe.. emang nya kmu gak mau?"


"Gak!"


"Kok gitu??"


"Mas lupa ya? Aku masih lampu merah loh. Jadi stop mikirin hal yang aneh-aneh"


"Berapa hari lagi sih lampu merah nya berubah jadi lampu hijau?" tanya Farhan dengan wajah memelas


"Hhmm.. paling sekitar dua hari lagi"


"Yahh... masih lama dong"


"Cuma dua hari mas, bukan dua bulan"


"Tetep aja lama. Gimana kalau mas minta DP nya dulu. Boleh ya?"


Mendengar hal tersebut, Rini langsung mengerutkan keningnya.


"DP?? Mas, kira emang nya mau nyicil motor, pake ada DP nya segala"


"Anggep aja begitu. Boleh ya. DP nya gampang kok. Mas, minta cium bibir kamu aja, boleh kan"


"Udah sering nyosor duluan juga. Emang nya belunm puas apa?


"Nyium kamu gak ada puas nya. Abisnya bibir kamu bikin mas kecanduan sih"


'Dikira bibir gue ini, narkoba kali ah. Bikin kecanduan segala. Kalau dia tiap hari nyosor gue mulu. Lama-lama gue bisa cinta beneran sama dia. Gak! Pokoknya gue gak boleh jatuh cinta sama dia titik' batin Rini


Saat Rini sedang bermonolog dalam hati. Diam-diam Farhan pun mendekatkan wajahnya ke wajah istrinya. Saat bibir mereka akan


bertemu. Rini langsung mendorong dada suaminya agar menjauh dari nya.


"Mas! Kamu gak inget apa? Kata dokter kan aku harus istirahat TOTAL! Kalau mas gangguin terus, kapan aku bisa istirahat nya. Emang nya kamu mau aku sakit-sakitan terus gak sembuh-sembuh"


"Hhhmm.. kamu ada bener nya juga. Ya udah, kalau gitu kamu istirahat. Mas, mau ngajar aja dulu. Mas, tinggal gak apa-apa kan?


"lya gak apa-apa mas. Mas ngajar aja"


"Ya udah, mas pergi ngajar dulu ya. Assalamualaikum"


"Wa'alaikumsalam"


Farhan pun langsung bergegas pergi ke area santri putra untuk mengajar disana. Sedangkan Rini pun hanya bersantai diranjang nya. Ia tidak bisa keluar dari kamar, karena saat Farhan keluar dari kamar. Ia justru mengunci pintu kamar nya supaya istrinya itu tidak bisa berkeliaran diluar.


"Nyebelin banget sih. Kenapa harus dikunci segala. Kalau begini kan sama aja bohong. Yang ada sembuh kagak, stress iya kalau dikurung gini"

__ADS_1


__ADS_2