
Mereka pun langsung bergegas menyusuri setiap toko yang ada di mall tersebut. Walaupun Rini itu tergolong gadis tomboy. Namun is tetaplah seperti wanita biasa pada umumnya yang hobi berbelanja.
Saat ia melihat toko pakaian, Rini pun langsung mengajak suaminya untuk masuk ke toko tersebut.
"Mas, kita masuk ke toko baju ini dulu ya mas"
"Iya, sayang"
Mereka pun langsung masuk kedalam toko baju tersebut. Disana Rini berkeliling ke setiap sudut toko baju tersebut untuk mencari baju yang cocok untuk nya. Namun setelah dua jam berkeliling ia pun langsung bergegas keluar dari toko baju tersebut karena ia tidak bisa menemukan baju yang cocok untuk nya.
"Ini kamu didalam tadi ngajakin mas muter-muter ditoko baju itu selama dua jam tapi kamu gak jadi beli apapun disana?"
"Abisnya baju nya gak ada yang aku suka mas"
"Baju sebanyak itu gak ada yang satu pun yang kamu suka?"
"Iya, mas"
Farhan pun langsung menepuk dahinya sambil menggeleng kan kepalanya melihat kelakuan aneh dari istrinya.
"Kamu gak lagi ngerjain mas kan?"
"Gak tuh. Emang nya kenapa mas?"
"Kamu masih bisa nanya kenapa? Dua jam loh sayang, dua jam. Dari tadi mas didalam sana nemenin kamu nyari baju bahkan sampe ngasih pendapat tentang baju yang tadi kamu liat. Tapi ujung-ujungnya gak ada satupun yang kamu pilih?"
"Iya, memang baju nya gak ada yang aku suka mas mau diapain. Kan mas sendiri yang bilang kalau aku gak boleh mubazir. Kalau aku beli baju yang aku gak suka terus akhirnya baju itu gak pernah aku pakai kan namanya itu mubazir mas"
'Huh! Sabar Far sabar. Nemenin perempuan belanja itu harus sabar. Walaupun rasanya pengen banget aku jahit bibir nya. Masa baju sebanyak itu dengan gampang nya dia bilang gak ada yang cocok sih. Kalau gitu ngapain harus lama-lama didalam sana kalau ujung-ujungnya gak jadi beli' batin Farhan
"Kalau gitu kamu ikut mas aja deh. Seperti nya mas tau, baju apa yang cocok untuk kamu"
"Emang nya baju seperti apa mas yang cocok untuk aku?"
"Ikut aja dulu, nanti juga tau"
Farhan pun langsung bergegas membawa istrinya kesalah satu toko baju yang menjual gaun malam.
"Kita ngapain sih mas masuk ke toko ini?"
"Mas kesini untuk ngajakin kamu beli baju dinas, sayang"
"Hah? Baju dinas, mas? Aku kan cuma santri mas bukan pegawai kantoran apalagi pegawai negeri mas. Ngapain pake beli baju dinas segala sih mas?"
"Baju dinas yang mas maksud itu bukan untuk dipakai kerja dikantoran seperti yang kamu maksud sayang"
"Terus baju nya mau dipakai untuk apa mas?"
"Untuk dipakai saat dinas malem Jum'at sama mas" bisik Farhan Mendengar bisikan suaminya itu seketika bulu kuduk Rini pun langsung merinding.
"Mas, semakin hari semakin mesum aja sih, jadi ngeri aku sama kamu mas"
"Gak usah shock begitu sayang. Nanti juga lama-lama kamu akan terbiasa kok dengan sikap mesum aku yang seperti ini. Sekarang lebih baik kamu langsung pilih baju nya aja ya"
"Gak mau ah mas"
__ADS_1
"Loh kenapa gak mau sayang, baju nya bagus-bagus loh"
"Bagus dari mana, baju udah bolong-bolong gitu kok dijual. Ini lagi, ini baju apa jaring laba-laba tipis banget lagi"
"Model nya memang seperti itu sayang. Ya sudah kalau kamu bingung milih nya. Kamu tunggu disini aja, biar mas yang pilihin ya baju nya"
"Terserah mas aja deh, mas pilih sesuka hatinya mas aja"
Farhan pun langsung bergegas mencari gaun malam untuk istrinya. Setelah setengah jam kemudian, ia pun kembali menghampiri istrinya dengan membawa gaun malam sebanyak 6 baju dengan warna dan motif berbeda-beda, ada warna ungu, putih, biru, hitam, merah dan pink. Setelah itu ia pun langsung bergegas menuju kasir untuk membayar baju tersebut. Setelah itu ia pun langsung bergegas mencari makanan sebelum pulang kembali ke pesantren.
"Karena ini udah sore, lebih baik kita cari makan dulu ya"
"Iya mas, aku juga udah laper dari tadi"
"Baiklah, kalau gitu sekarang kamu mau makan apa?"
"Terserah mas aja deh?"
"Kalau makan nasi goreng mau gak?"
"Gak mau, mas"
"Terus mau nya makan apa?"
"Terserah"
"Makan yang berkuah mau?"
"Gak mau!"
"Yang dibakar?"
"Terus mau nya makan apa?"
"Ya terserah, mas"
Farhan yang sudah kesal dengan kata terserah yang di ucapkan oleh istrinya. la pun langsung mengacak-acak rambut nya sendiri saking kesalnya dengan jawaban yang diberikan oleh istrinya.
"Kamu sebenarnya mau makan apa sih? Dari tadi mas tanyain jawabannya terserah mulu. Apa kita cari menu makanan yang ada tulisan nya terserah aja?"
"Ya pokoknya terserah mas, mau ngajak makan dimana. Kan mas yang ngajakin aku makan'"
"Kalau gitu kita makan bakmie aja, kamu mau kan?"
"Terserah mas"
'Astaghfirullah ini siapa sih manusia pertama yang mencetuskan kalimat terserah. Kalau ketemu sama pencetus nya rasanya pengen banget aku cincang tuh orang. Perihal makan aja dari tadi jawabannya terserah mulu. Yang ada kenyang enggak darah tinggi iya' batin Farhan
"Kalau gitu lebih baik, kita langsung pulang aja ya sayang. Makarn nya dirumah aja"
"Kalau ujung-ujungnya makan dirumah. Terus ngapain kamu repot-repot nanyain aku mau makan mas!!"
"Abisnya kamu setiap ditanya makan dimana jawabannya terserah mulu. Mas kan bingung jadinya"
'Dasar semua cowok sama aja. Gak ada yang peka. Kalau cewek bilang terserah itu kan bukan berarti gak mau. Yang cewek mau kalau ditanya seperti itu kan langsung diajak ketempat makan, bukan ditanya-tanya dulu mau apa gak. Dasar nyebelin' batin Rini
__ADS_1
"Mas"
"Kenapa sayang?"
"Hhhmm.. karena acara makan nya batal, motor nya aku yang bawa ya mas"
"Gak boleh! Bahaya kalau kamu yang bawa motor nya"
"Bahaya dari mana sih mas? Aku kan udah biasa naik motor seperti ini mas"
"Tetep gak boleh sayang, walau bagaimanapun mas ini kan suami kamu. Udah kewajiban mas, ngejagain dan menjamin keselamatan kamu"
"Aku mohon mas, izinin aku yang bawa motor nya ya, please"
"Gak boleh sayang"
"Pokoknya kalau aku gak boleh bawa motor nya aku gak mau pulang titik"
Huh!
Farhan pun langsung menghela nafasnya mendengar rengekan istrinya itu. la pun akhirnyamengalah dan memberikan kunci motor tersebut pada istrinya. Rini pun langsung tersenyum saat suaminya memberikan kunci motor tersebut padanya.
"Yes, akhirnya bisa juga nyobain motor barunya. Terimakasih sayangku. Cup" ucap Rini sambil mencium pipi suaminya.
Setelah Rini menghidupkan motor nya, Farhan pun langsung naik keatas motor tersebut.
"Bawa motor nya jangan ngebut ngebut ya sayang"
"Tenang aja mas, dijamin aman kok sama aku. Pokoknya mas pegangan aja yang kenceng"
Setelah itu Rini pun langsung menjalankan motor nya. Karena ia sudah lama tidak mengendarai motor dengan kecepatan tinggi. Alhasil ia pun langsung memacu motor barunya itu dengan kecepatan tinggi.
la pundengan lihainya menghindari berbagai kemacetan yang terjadi di setiap jalan yang mereka lalui. Sedangkan Farhan sendiri hanya bisa pasrah sambil memeluk pinggang istrinya dengan begitu erat.
Sepanjang perjalanan ia tidak berhenti mengucapkan doa dan istighfar, demi keselamatan mereka berdua. Dalam waktu kurang dari setengah jam mereka pun langsung sampai di depan rumah. Farhan pun langsung bergegas turun dari motor tersebut dengan wajah yang sedikit pucat dan tegang.
"Akhirnya sampai juga. Asik kan tadi mas ngebut sama aku?" tanya Rini saat membuka helem nya
"Asik dengkul mu. Tadi kan mas udah bilang, jangan kebut kebut bawa motornya" ucap Farhan saat ia telah turun dari motor tersebut
"Itu belum seberapa loh mas, kalau bagi aku sih itu baru pemanasan aja"
"Kamu bilang itu belum seberapa? Hari ini mas hampir aja kehilangan nyawa mas gara-gara cara kamu tau. Kamu itu lagi bawa motor atau mau ngeprank malaikat maut sih?"
"Loh kok jadi ngeprank malaikat maut sih mas?"
"Iyalah, ngeliat cara kamu bawa motor tadi tuh. Malaikat maut aja bingung, mau dicabut belum ada perintah, gak dicabut malah nantang maut"
Rini pun langsung tertawa mendengar keluhan suaminya
"Mas itu ada-ada aja. Ternyata kalau lagi ketakutan gini, kamu masih bisa ngelawak juga"
"Gak lucu ketawa nya"
Farhan yang masih terlihat kesal. Ia pun langsung bergegas masuk kedalam rumah meninggalkan istrinya begitu saja.
__ADS_1
"Diiihhh.. jadi ustadz kok ngambekkan"
Setelah itu Rini pun langsung pergi mencari kan tempat untuk memarkir kan motor barunya itu.