Istri Tomboy milik Pak Ustadz

Istri Tomboy milik Pak Ustadz
Mas Far!!


__ADS_3

"Alhan! Lu bisa bawa mobil gak sih? Kalau lu mau mati gak usah ngajakin gue" geram Rini


"Iya, sorry sorry kak. Gak sengaja tadi. Aku kan kaget denger ucapan kakak tadi. Tapi kok bisa sih kakak nikah nya dadakan?"


"Ya bisa lah, tahu bulat aja bisa digoreng dadakan masa gue gak bisa nikah dadakan"


"Yee, aku serius nanya nya nih"


"Oke oke gue ceritain asal mula kejadiannya kenapa gue bisa nikah dadakan, tapi lu gak boleh protes atau banyak nanya dulu sampe gue selesai cerita, bisa kan?"


Alhan pun langsung mengangguk dengan cepat


"Bisa kak"


Rini pun langsung menceritakan tentang semua yang dialami hingga akhirnya dia menikah dengan Farhan. Disaat Alhan tengah fokus mendengar cerita dari kakak sepupu nya itu, dikursi belakang Diana pun melayangkan protes karena merasa kehadiran nya seperti tidak dianggap oleh mereka berdua yang tengah berbincang dikursi depan.


"Ehem... disini masih ada aku loh, aku ini kan masih manusia bukan patung apalagi barang belanjaan yang cukup ditaro dibelakang terus dicuekin. Aku kan juga ikut kebentur tadi, masih sakit loh kening aku ini. Ditanyain gitu loh, ini malah dicuekin"


Rini yang telah selesai bercerita. Langsung menyadari bahwa temannya itu tengah melayangkan keluhan secara terang-terangan. la pun langsung merespon keluhan temannya itu.


"Eh iya gue lupa masih ada lu dibelakang"


"Mentang-mentang lagi sama cowok ganteng aja aku dilupain. Sekurang-kurangnya kenalin gitu ke aku mbak, kalau udah kenal kan bisa ikutan ngobrol gak dicuekin gini"


"Iya sorry, gue keasikan ngobrol sama dia jadi lupa deh buat ngenalin nya sama lu. Ya udah sekarang lu kenalan, cowok ganteng yang lu maksud ini namanya Alhan dia adik sepupu gue. Dan Alhan, cewek yang dibelakang ini yang dari tadi protes gak diajak ngobrol. Namanya Diana dia satu-satunya temen baik gue dipesantren anaknya baik walaupun banyak minus nya" ucap Rini sambil memperkenalkan Diana kepada Alhan


"Minus? Gak usah fitnah deh mbak, mata saya ini masih normal loh belum silinder, plus apalagi minus"


"Yang gue maksud minus itu bukan mata lu tapi sifat lu"


"Aku yang anak baik-baik gini aja mbak bilang minus? Terus kelakuan mbak sendiri apa dong? Secara kelakuan mbak kan lebih parah dari santri yang paling bandel dipesantren"


'Sialan nih bocah bisa-bisa gue di Skak sama dia depan Alhan' batin Rini

__ADS_1


Alhan melihat obrolan keduanya pun hanya bisa menggelengkan kepalanya sambil tersenyum-senyum.


"Kalian ini lucu deh. Kalau aku liat-liat seperti nya sifat kalian tuh mirip cuma beda tindakan nya aja kalau gak mirip gak mungkin kalian bisa seakrab ini. Apalagi aku tau banget, kakak kan bukan orang yang bisa akrab sama orang lain kecuali satu frekuensi" ucap Alhan


"Oh iya. Aku minta maaf ya tadi gak sengaja ngerem mendadak. Kamu baik-baik aja kan gak ada yang luka atau memar?" tanya Alhan pada Diana Diana yang ditanya dengan penuh perhatian dengan jarak yang sangat dekat oleh Alhan pun merasa tersipu malu hingga kedua pipinya berubah menjadi memerah. la pun tidak mampu menjawab pertanyaan Alhan karena terlalu gerogi dan malu ketika dipandang dari dekat oleh pria yang bukan muhrimnya.


"Ditanya bukan nya dijawab malah senyam senyum aja udah merah tuh pipinya" celetuk Rini


"lisshh...mbak apaan sih godain aku


"Tidak usah gerogi seperti itu melihat aku, aku tau kok aku ini tampan" ucap Alhan


"Iidddihh... sejak kapan lu jadi senarsis ini Al?" tanya Rini


"Sejak ketemu sama kalian berdua Kak"


"Yang konslet cukup Diana aja ya, lu gak usah ikut-ikutan. Udah buruan nyalain lagi mobil nya. Udah sore nih, kalau ngobrol terus kapan nyampe pesantren nya" ucap Rini


"Iya mbak. Ya udah aku hidupin lagi nih mobil nya"


"Mas Farhan? Mas kok ada disini sih bukan nya baru pulang besok?" tanya Rini saat mendekati suaminya


Farhan pun tidak langsung menjawab pertanyaan dari istrinya itu, ia langsung menarik tangan istrinya itu dan membawanya langsung ke kamar.


"Mas ngapain narik tangan aku seperti ini sih? Barang-barang belanjaan aku masih didalam mobil nya Alhan loh mas. Aku mau ngambil barang-barang nya, sekalian mas mau aku kenalin sama dia. Dia itu anak nya baik kok ganteng juga"


Mendengar istrinya memuji pria lain dihadapan nya. Farhan pun langsung memelototi istrinya itu seperti Harimau yang ingin menerkam mangsanya.


'Adduuh... ini mas Rai kenapa tatapannya nyeremin banget sih. Bisa abis nih gue kena omelan nya tiga hari tiga malem kalau tatapan nya udah nyeremin gini' batin Rini


"Masuk sekarang!"


Tanpa banyak basa-basi Farhan pun langsung menarik istrinya kedalam kamar. Setelah sampai dikamar ia pun langsung mengunci pintu nya.

__ADS_1


"Pintunya kenapa dikunci mas?"


"Apa kamu masih ingat dengan status mu saat ini?"


"I-inget mas"


"Lantas kenapa kamu pergi bersama pria asing yang bukan mahram kamu? Ditambah lagi kamu juga pergi dari rumah ini tanpa sepengetahuan atau pun izin dari saya! Kamu tau, seorang istri harus meminta izin pada suami jika ingin keluar dari rumah. Bahkan setiap langkah kaki mu menjadi tidak berkah jika saya tidak meridhoi kamu keluar dari rumah ini"


Melihat suaminya begitu marah dan kesal. Rini pun tidak bisa berbuat banyak, ia hanya bisa menundukkan kepalanya sambil mendengarkan setiap perkataan yang diucapkan oleh suaminya.


"Jawab saya Rini! Kenapa kamu pergi bersama pria itu?" bentak Farhan


"T-tadi aku keluar untuk membelikan barang yang diminta ummi saja. Karena belanjaan yang aku bawa terlalu banyak, tidak ada angkot yang mau ngangkut kami. Kebetulan aja dia ada di minimarket tempat aku belanja. Dan dia menawarkan untuk mengantarkan aku mas. Itu saja"


"Tapi kenapa harus dia? Kamu kan bisa telpon ke rumah untuk minta tolong dịjemput Amel atau santri putri yang lain. Kenapa harus menerinma tawaran dari pria asing?"


"Dia itu bukan pria asing mas. Dia itu adikku!"


"Hah? Adik? BOHONG! Kamu itu anak bungsu mana mungkin kamu punya adik"


"Aku gak bohong mas. Dia itu memang adik ku"


"Ponsel kamu mana? Kenapa dari dua hari kemarin mas telpon kamu tidak pernah mengangkat nya? Kamu sengaja ya mematikan ponsel kamu supaya kamu bebas berselingkuh dibelakang saya"


"Mas! Kamu kelewatan udah nuduh aku seperti itu. Aku akui, aku bukan perempuan sholehah seperti santri di pesantren ini. Tapi aku juga tidak sehina itu sampai kamu bisa menuduh ku berselingkuh dibelakang kamu"


"Lalu dimana ponsel kamu?"


"Ponsel ku rusak. Kemarin jatuh dari meja. Aku belum sempat memperbaiki nya"


"Keliatan nya kepergian saya selama dua hari membuat kamu jadi pandai berbohong. Seperti nya hari ini kamu harus saya hukum supaya kamu kapok dan bisa lebih patuh pada ucapan saya" Perlahan Farhan pun mulai mendekati istrinya.


"Mas. Kamu mau ngapain mas?"

__ADS_1


Rini pun mulai merasakan firasat yang buruk akan menimpanya. Ia pun perlahan memundurkan langkahnya. Rini terus saja mundur. Tanpa disadari langkah terakhir kaki nya justru membuat dirinya tersandung hingga akhirnya ia pun terbaring diatas Ranjang.


__ADS_2