Istri Tomboy milik Pak Ustadz

Istri Tomboy milik Pak Ustadz
Ngidam


__ADS_3

Setelah melalui perjalanan selama hampir tiga jam, mereka pun kini telah sampai dipusat oleh-oleh yang ada di Semarang. Sesampainya disana Rini terlihat sangat antusias. la tidak sabar untuk segera membeli lumpia yang ada disana.


"Jalan nya pelan-pelan aja, sayang" ucap Farhan sambil menahan tangan istrinya


"Tapi aku udah gak sabar pengen beli lumpia nya mas"


"Iya, sayang. Mas tau, tapi kita kan harus ambil keranjang belanjaan nya dulu. Gak mungkin kan tangan kamu bisa membawa banyak barang sekaligus?"


"Iya juga ya mas. Ya udah, mas ambil dulu deh keranjang belanjaan nya, aku tunggu disini aja"


"Tapi kamu jangan kemana-nana ya sampai mas kembali mengambil keranjang belanjaan


"Iya, mas. Aku janji gak akan kemana-mana"


Farhan pun langsung bergegas mengambil keranjang belanjaan nya sebelum istrinya berubah pikiran dan berjalan sesuka hatinya. Setelah ia mendapatkan keranjang belanjaan, ia pun kembali menghampiri istrinya.


"Udah mas?"


"Udah, sayang. Sekarang kita cari lumpia nya yuk"


"Ayo mas. Aku udah gak sabar pengen borong lumpianya"


Setelah itu mereka pun langsung memborong berbagai makanan khas yang ada di kota tersebut. Mulai dari lumpia, lapis legit hingga wingko babat pun mereka borong dalam jumlah banyak untuk dibagikan kepada penghuni pesantren. Setelah mereka puas memborong berbagai makanan yang ada ditoko oleh-oleh kota tersebut, mereka pun langsung bergegas kembali ke pesantren.


"Belanja nya udah cukup ya, sayang. Sekarang kita pulang ke pesantren, ya"


"Iya, mas. Kaki ku juga udah pegel rasanya berkeiling, dan sekarang justru kepala ku mulai pusing, mas"


"Ini nih salah satu alasan nya, kenapa mas gak mau ngajak kamu jalan jauh selagi kamu hamil. Kalau udah begini, kan kamu juga yang tersiksa, sayang" ucap Farhan sambil mengusap kepala istrinya


"Maafin aku ya mas. Aku sering gak dengerin omongan kamu. Sekarang kita langsung pulang aja ya, mas"


"Ya udah, kamu tunggu disini sebentar ya. Mas mau minta tolong orang, untuk bantuin masukin semua barang belanjaan kita ke mobil"


"Jangan lama-lama ya, mas"


"Iya, sayang. Cuma sebentar aja"


Farhan pun langsung bergegas meminta bantuan beberapa pegawai ditoko tersebut untuk memasukkan barang belanjaannya kedalam bagasi mobil nya. Setelah ia berhasil mendapatkan dua orang untuk membantu nya. la pun langsung bergegas menghampiri istrinya. Farhan pun langsung menyuruh kedua pegawai ditoko tersebut untuk membawa barang belanjaan nya.Sedangkan ia sendiri harus menggendong Rini yang sudah tidak kuat lagi berjalan.


Sesampainya di mobil nya, Farhan pun langsung meletakkan istrinya dikursi depan. la pun tidak lupa untuk memakai kan seat belt untuk istrinya. Setelah itu ia pun langsung memberikan tips untuk kedua pegawai ditoko tersebut karena telah membantu nya memasukkan barang belanjaan nya kedalam bagasi mobil.


"Ini mas, ada sedikit rezeki untuk kalian. Semoga berkah ya mas" ucap Farhan sambil memberikan sejumlah uang kepada kedua pegawai ditoko tersebut setelah mereka selesai memasukkan


barang belanjaan nya kedalam bagasi.


"Wah, ini sih kebanyakan pak"


"Sudah tidak apa-apa. Diambil aja, mungkin sudah rezeki nya mas berdua. Kalau gitu saya permisi dulu ya mas. Assalamualaikum"


"Wa'alaikumsalam. Hati-hati dijalan, pak"


Perjalanan yang tadi hanya membutuhkan waktu selama tiga jam, kini berubah menjadi lima jam setelah beberapa kali Rini meminta berhenti ditengah jalan saat ia nerasakan mual-mual.


"Gimana keadaan kamu, sayang? Udah merasa lebih baik?" tanya Farhan sambil mengolesi minyak kayu putih ke perut istrinya.


"Hhhmm... lebih baik baik mas. Justru sekarang aku malah ngantuk mas"


"Ya udah, kalau kamu ngantuk. Kamu tidur aja, sayang" ucap Farhan dengan lembut sambil memberikan pijatan lembut dikepala istrinya


"Iya, mas. Tapi aku mau nya tidur sambil meluk tangan kamu, boleh kan mas?"


"Boleh sayang. Kamu bisa peluk sepuasnya" ucap Farhan sambil memberikan tangan kiri nya untuk dipeluk oleh istrinya. Setelah memeluk tangan suaminya, Rini pun langsung terlelap dalam tidurnya.


"Nak, kamu jangan bikin repot bunda didalam sana ya, kasihan tuh bunda jadi lemes banget kan" ucap Farhan sambil mengusap perut istrinya


Setelah perjalanan yang cukup panjang, mereka pun sampai di pesantren saat sudah tengah malam. Farhan pun langsung membawa istri masuk kedalam kamar nya. Setelah memastikan bahwa istrinya sudah aman, barulah ia kembali untuk mengeluarkan barang belanjaan nya yang ada didalam bagasi mobil nya.


Setelah semua barang nya dikeluarkan dari bagasi. la pun langsung menutup kembali pintu bagasi mobil nya. Kemudian, Farhan langsung bergegas masuk kedalam rumah dengan menenteng begitu banyak barang belanjaan nya. Karena ia tidak memiliki banyak waktu untuk menanta semua barang belanjaan nya kedalam kulkas. Alhasil, ia pun langsung menyimpan nya begitu saja didalam kulkas. Setelah itu ia kembali masuk kedalam kamar untuk ikut tidur disamping istrinya, karena ia pun sudah merasa sangat lelah seharian ini.

__ADS_1


Keesokan paginya. Rini bangun dengan wajah yang lebih fresh tidak seperti tadi malam yang terlihat pucat dan lelah. Setelah bangun pagi, Rini pun bersiap-siap untuk pergi ke kelas nya. Namun sebelum itu ia harus sarapan bersama yang lain terlebih dahulu. Sesampainya di meja makan, semua anggota keluarga yang lain pun telah berkumpul untuk sarapan bersama.


"Selamat pagi pak ustadz kesayangan aku" sapa Rini sambil mencium pipi suaminya.


Sikap aneh yang ditunjukkan oleh Rini pagi-pagi, sontak membuat semua orang yang ada dimeja makan itu tercengang melihat nya. Begitu pun dengan Farhan, akhirnya ia pun meletakkan tangan nya ke kening istrinya, siapa tau tingkah aneh istrinya disebabkan oleh demam yang menyerangnya pagi-pagi.


"Kamu gak demam kok, sayang" ucap Farhan saat meletakkan tangan nya dikening istrinya


"lissh... aku memang gak demam mas, nih periksa aja sendiri. Aku gak demam kan. Aku tuh sehat lahir batin mas. Nih liat aja, bibir aku sehat dan fresh kan, udah gak pucat lagi seperti semalam" ucap Rini sambil menyodorkan bibir nya kearah suaminya


"Rini! Gak usah nyosor-nyasor begitu, kamu bukan soang jadi stop bertingkah seperti itu pagi-pagi, malu tau diliat ummi sama Abah" ucap Farhan sambil menempelkan tangannya pada bibir istrinya sambil melirik ke arah ke dua orang tuanya yang kini tengah tersenyum menyaksikan tingkah lucu anak dan menantu mereka


"Malu?? Biasanya juga kalau dikamar, mas langsung nyosor duluan tuh" gumam Rini Mendengar hal itu keluar dari mulut istrinya, Farhan pun langsung memberikan tatapan tajam untuk istrinya. Rini yang melihat tatapan tajam suaminya, ia pun langsung minta maaf kepada suaminya.


"Ups... maaf mas, aku keceplosan" ucap Rini sambil menutup mulutnya dengan tangan nya


"Sekarang kamu cepat makan sarapannya. Setelah ini mas akan temenin kamu belajar dikelas sampai selesai"


"Beneran ditemenin sampai selesai mas?"


"Iya"


"Tapi kan aku udah gede mas. Bukan anak TK lagi yang harus ditungguin sampai pulang sekolah"


"Masalah nya kamu itu lebih bandel dari anak TK, kalau anak TK sekali dua kali dibilangin mereka bisa nurut. Tapi kamu kan gak, udah sering dibilangin mereka bisa nurut. Tapi kamu kan gak, udah sering dibilangin tapi gak nurut juga. Sekarang gak usah banyak protes lagi, cepet abisin makanan nya"


"Iya, mas"


Namun karena tangan kanannya Rini masih diperban, ia pun kesulitan untuk memegang sendok makan nya.


"Mas"


"Hhhmm"


"Suapin mas, tangan aku kan masih sakit mas, ini juga aku susah angkat sendok nya"


"Kamu itu gimana sih Far, udah tau tangan istri kamu masih diperban, malah kamu suruh dia makan sendiri. Seharusnya kan kamu yang nyuapin dia makan" ucap ummi Maryam


"Makanya kak, punya istri satu tuh diperhatiin yang bener, dijagain yang bener. Nanti kalau kakak ipar dilirik cowok lain yang jauh lebih keren dari kakak. Baru deh nanti kak Far nyesel"


"Kamu bisa gak kalau ngomong yang baik-baik aja. Ucapan itu doa, dek. Kalau kamu gak bisa ngomong hal yang baik, lebih baik kamu diem, dek. Dari pada nanti kamu gak kakak kasih uang bulanan lagi"


"lya iya, ketus banget sih pagi-pagi"


Mereka pun kembali melanjutkan sarapan nya hingga selesai. Setelah selesai sarapan, mereka pun langsung kembali dengan aktivitas mereka masing-masing.


Ummi membersihkan meja makan, sedangkan Abah bersiap untuk mengantar Amel kembali ke pesantren nya. Sedangkan Farhan sendiri mengantar dan menemani istrinya masuk kedalam kelas nya.


"Sekarang kamu masuk kedalam kelas, mas tungguin kamu diluar kelas. Dan ini, oleh-oleh yang kemarin sekalian kamu kasih ke Diana dan juga teman-teman kamu didalam kelas" ucap Farhan sambil memberikan beberapa kotak berisi lumpia dan juga lapis legit yang mereka beli kemarin malam


"lya, mas. Kalau gitu aku masuk kedalam kelas dulu ya, mas. Assalamualaikum, mas" ucap Rini sambil mencium tangan suaminya


"Wa'alaikumsalam, sayang"


Setelah Rini masuk kedalam kelas, Farhan pun benar-benar menunggu istrinya diluar kelas dengan duduk dikursi yang ada diluar kelas. Disaat ia sedang duduk santai, ustadz Malik pun datang menghampiri nya.


"Assalamualaikum, Far"


"Wa'alaikumsalam"


"Kamu ngapain duduk didepan kelas ini, Far?" tanya ustadz Malik


"Saya sedang menunggu Rini sampai dia selesai belajar. Aku tidak mau karena kecerobohan nya itu, bisa membuat calon anak ku terluka nanti nya. Oleh karena itu aku disini untuk menjaga nya"


"Calon anak? Maksud nya istri kamu lagi hamil Far?"


Farhan hanya bisa mengangguk kan kepalanya


"Wah... selamat ya Far, akhirnya sebentar lagi kamu akan jadi ayah" ucap ustadz Malik sambil memeluk sababatnya itu

__ADS_1


"lya iya Lik. Udah, sekarang kamu masuk kedalam kelas sana, para santri udah nungguin kamu tuh dari tadi" ucap Farhan sambil melepaskan pelukan sahabat


"Oh iya, hampir saja aku lupa kalau hari ini aku harus ngajar dikelas istri mu. Ya sudah, kalau gitu aku masuk kedalam kelas dulu ya.


"Assalamualaikum"


"Wa'alaikumsalam"


Ustadz Malik pun langsung bergegas masuk kedalam kelas nya Rini.


"Assalamualaikum"


"Wa'alaikumsalam, ustadz" sahut para santriwati


"Sekarang kalian buka buku tajwid nya. Hari ini saya akan menjelaskan tentang Izhar. Tzhar adalah..."


Disaat ustadz Malik tengah menjelaskan pelajaran nya didepan kelas. Diana dan Rini justru asik mengobrol sambil menikmati makanan yang tadi ia bawa dari rumah.


"Wahh.. ini lumpia nya enak banget mbak" ucap Diana sambil menikmati lumpia khas Semarang itu


"Tentu aja enak lah. Lumpia ini kan asli dari Semarang. Baru aja kemarin malam gue sama mas Far pulang dari Semarang beli lumpia nya"


"Serius, mbak?"


"Serius lah. Kalau gak serius, gak mungkin juga kan lu bisa ikutan nikmati lumpia ini"


"Iya, juga sih mbak. Oh iya, ini lumpia nya boleh buat aku semuanya gak mbak?"


"Lumpia satu kotak ini kan


memang gue siapin khusus buat lu, bahkan bukan cuma lumpia aja. Lapis legit ini sama wingko babat nya juga buat lu, sekalian bagi-bagi nanti sama temen-temen sekamar diasrama"


"Wahh...ini sih lebih dari cukup buat dimakan rame-rame mbak. Makasih ya mbak oleh-olehnya"


Ustadz Malik yang kesal karena kedua muridnya dikursi belakang bukannya memperhatikan pelajaran yang ia sampaikan. Justru mereka sedang asik ngobrol sambil mengunyah makanan mereka.


Ustadz Malik pun akhirnya melemparkan spidol miliknya keatas meja mereka. Rini yang menyadari bahwa suaminya sedang memperhatikan nya, ia pun langsung berakting pura-pura kesakitan seolah-olah spidol yang dilemparkan oleh ustadz Malik mengenai perutnya padahal tidak kena sama sekali. Justru spidol tersebut jatuh ke lantai.


"Auuuww" rintih Rini sambil memegangi perutnya


"Mbak Rini, kenapa mbak?" tanya Diana


Farhan yang melihat istrinya tengah merasa kesakitan. la pun langsung bergegas masuk kedalam kelas istrinya dan menghampiri bangku istrinya.


"Sayang. Kamu kenapa? Apa nya yang sakit?" tanya Farhan dengan cemas


"Perut aku sakit mas, gara-gara kena lemparan spidol dari ustadz Malik, mas"


Mendengar ucapan istrinya itu, Farhan pun langsung emosi dan ia langsung menghampiri sahabat nya itu.


"Kamu kalau ngajar bisa tidak, tidak usah pakai kekerasan. Spidol yang kamu lemparkan itu mengenai perut istri ku. Kalau sampai anak ku yang ada di dalam nya terluka karena ulah mu barusan. Maka seumur hidupku aku tidak akan memaafkan mu" ucap Farhan sambil memarahi sababat nya didepan kelas


"Aku tidak sengaja Far. Aku rasa tadi aku melemparkan spidol itu keatas meja istri mu bukan ke perut istri mu" ucap ustadz Malik sambil melakukan pembelaan diri


"Sengaja atau tidak sengaja, yang jelas hari ini kamu sudah membuat ku kecewa. Hari ini aku akan membawa istri ku pulang. Tidak perlu belajar untuk hari ini, assalamualaikum"


"Wa'alaikumsalam"


"Ayo, sayang kita pulang saja" ucap Farhan sambil menggendong tubuh istrinya


"Yes, akhirnya gue bisa bebas juga dari pelajaran membosankan ustadz Malik. Maaf ya pak ustadz, hari ini pak ustadz harus diomelin sama mas Far gara-gara aku' batin Rini.


Farhan pun langsung membawa istri untuk kembali pulang ke rumah. Namun saat baru saja mereka sampai didepan rumah. Pandangan mata nya Rini pun tertuju pada penjual es campur yang terlihat berjalan melewati gerbang pesantren.


"Turunin aku mas"


"Kan belum sampai dikamar, sayang"


"Gak usah masuk kedalam kamar, mas. Aku mau kesana, mau manggil penjual es campur nya" ucap Rini sambil menunjukkan jarinya kearah penjual es campur yang terlihat tidak jauh dari gerbang pesantren.

__ADS_1


Akhirnya mau tidak mau, ia pun menurunkan tubuh istrinya. Setelah Rini turun dari gendongan suaminya. la pun langsung berjalan cepat ke arah gerbang pesantren untuk memanggil penjual es campur tersebut.


__ADS_2