Istri Tomboy milik Pak Ustadz

Istri Tomboy milik Pak Ustadz
Kakak!


__ADS_3

Kabar dirawatnya Rini dirumah sakit pun akhirnya sampai ditelinga ketiga kakaknya. Mendengar berita bahwa adik bungsunya sakit. Mereka pun bergegas menuju ke rumah sakit tempat adiknya dirawat.


Setelah perjalanan yang cukup panjang.Keesokan harinya mereka pun sampai dirumah sakit tempat adiknya dirawat.


"Permisi, mbak. Kamar atas nama Baiq Rini Azzahra, dikamar berapa ya?" tanya Randa kakak pertama Rini


"Pasien atas nama Baiq Rini Azzahra, ada dikamar VVIP dilantai 6, pak"


"Baiklah, terimakasih"


Setelah mengetahui letak kamar adiknya dirawat, mereka bertiga pun langsung bergegas menuju kamar rawat adiknya.


Ceklek!


"Kakak!" teriak Rini saat melihat ketiga kakaknya memasuki kamar rawatnya


"Kamu sakit apa dek? Mana yang sakit bilang sama kakak" tanya Randy kakak kedua Rini


"Apa laki-laki ini yang udah bikin kamu jadi sakit, dek?" tanya Romi kakak ketiga Rini


"Sialan lu!! Lu apain adek gue, sampai Dia dirawat seperti ini" maki Randa saat melihat Farhan


Randa yang sudah kesal, ia pun langsung melayangkan pukulan pada Farhan. Namun saat pukulan nya Randa hampir mengenai wajah Farhan, Rizky pun masuk dan menghentikan aksi putra nya itu.


"Hentikan!! Kalau wajah menantuku memar. Kamu yang ayah hajar" ucap Rizky saat menghentikan aksinya Randa


"MENANTU???" tanya ketiga kakaknya


"Iya. Dia itu suaminya Rini. Namanya Farhan"


"Oh iya, Far. Ayah hampir lupa memperkenalkan mereka. Mereka ini adalah kakak kandungnya Rini. Ini Randa, Randy dan yang itu Romi. Randa dan Randy ini mereka kembar identik jadi sebagai adik iparnya kamu harus bisa membedakan mereka. Cara nya mudah, liat aja dari fisiknya. Randy lebih tinggi dari Randa itu saja perbedaan yang jelas antara mereka. Sisanya hampir sama bahkan


terkadang sulit dibedakan. Sudah jelaskan, Far?" sambung Rizky


"Sudah ayah"


"Bagus kalau gitu"


"Kok ayah gak bilang sih, kalau Rini udah nikah" tanya Randa


"Enak saja kalau ngomong. Waktu itu ayah sudah sempat mengatakan kepada kalian bahwa adik kalian akan menikah. Kalian saja yang tidak mau hadir. Malah menganggap bahwa berita yang ayah sampai kan hanya berita hoax"


"Kita pikir waktu itu ayah lagi bercanda. Jelas lah kita gak ada yang percaya. Secara Rini ini kan super tomboy. Casing nya aja perempuan, sifat nya malah lebih brandal dari laki-laki" ucap Romi


"Auw.. Sakit tau dek, ngapain nyubit-nyubit sih" keluh Romi saat Rini mencubit lengan nya


"Bodo amat. Abisnya siapa suruh jadi kakak rese banget. Punya adek perempuan semata wayang gini, bukan nya disayang diperhatiin, malah dijelekin"


"Jelek-jelek gini kan juga adek kesayangan kakak" ucap Romi sambil mencubit hidung Rini


"Auw.. sakit tau, kak. Mas, liat tuh, masa aku dicubit sama kak Romi. Aku kan masih sakit" keluh Rini pada Farhan

__ADS_1


"Manja nya istrinya mas, satu ini" ucap Farhan sambil mengusap kepala istrinya


"Satu ini? Maksud mas apa? Mas, mau nambah istri lagi gitu?"


"Wahh... ide bagus tuh. Jadi kapan nih kamu mau ngizinin mas, nambah istri"


"Besok juga boleh"


"Seriusan boleh?"


"Iya. Asalkan ada syaratnya"


"Apa tuh syaratnya?


"Syarat nya kamu juga harus ngizinin aku, nikah lagi. Aku kan juga kasihan ngeliat kamu sendirian. Jadi aku mau ngasih kamu temen, biar kamu gak sendirian lagi"


Farhan yang mendengar penjelasan istrinya itu, seketika mood nya pun turun drastis.


"Gak lucu bercanda nya"


"Cie ngambek. Hahaha"


"Kamu ini, iseng banget sih. Masa suami sendiri dikerjain gitu" ucap Randy


"Gak apa-apa kak. Dia tuh lucu kalau dikerjain gitu. Liat aja tuh mukanya langsung berubah gitu. Padahal tadi dia seneng banget ekspresi nya" ucap Rini


Disaat mereka sedang asik berbincang satu sama lain. Tiba-tiba saja ponsel Randa, Randy dan Romi pun berdering. Lalu mereka pun langsung pergi keluar untuk mengangkat panggilan telepon mereka masing-masing.


Setelah selesai menjawab telpon nya. Mereka pun kembali masuk kedalam kamar rawat adiknya.


"Dek, sepertinya ka..." Belum sempat Randa menyelesaikan ucapannya. Rini pun langsung memotong ucapan kakak nya itu.


"Gak usah dilanjutin. Aku tau kok, kalian pasti mau pamit pulang kan"


"Maat ya, kami gak bisa nemenin kamu disini. Tapi lain kali nanti kita sempetin buat main ketempat tinggal kamu dan suami kamu deh" ucap Randy


"Kalian kebiasaan deh. Bisa nya ngasih janji mulu. Janji yang lama aja belum dilunasin"


"Janji?? Janji yang mana dek?" tanya Randa


"Mulai deh pikun nya. Itu loh, kalian dulu pernah janji. Kalau aku nikah, kalian akan memberikan hadiah apapun yang aku minta. Tapi faktanya gak ada. Boro-boro hadiah. Kalian Justru gak dateng saat aku nikah"


"Iya iya maaf ya. Waktu itu kita gak bisa dateng. Kamu kan tau sendiri bagaimana sibuknya kami. Ya sudah kalau gitu. Kamu katakan, kamu mau minta hadiah apa?" tanya Randa


"Hhhmmm.. apa ya?" ucap Rini sambil mengetuk dagunya "Sini kak, aku bisikin hadiahnya satu-satu" Rini pun langsung membisikkan keinginan nya itu pada masing-masing kakaknya.


"Baiklah. Kamu tunggu saja. Nanti hadiahnya kami langsung kirim ke rumah suami kamu" ucap Randa


"Beneran kak?"


"Iya. Udah kamu gak usah terlalu banyak mikir. Kamu harus istirahat. Kalau gitu kakak pamit dulu ya" ucap Randa

__ADS_1


"Kakak juga pamit dulu ya, dek. Kamu cepet sembuh" ucap Randy


"Kakak juga pamit ya. Dan untuk kamu, jagain adek gue yang bener. Kalau sampe adek gue kenapa-kenapa gue hajar lu" ucap Romi


"Kalau mau pamit, ya pamit aja. Gak usah pake acara ngancem menantu ayah segala" ucap Rizky sambil menjewer telinga Romi


"Aduuhh... sakit tau ayah. Lama-lama telinga Romi bisa sepanjang telinga kelinci nih. Kalau di jewer mulu sama ayah" keluh Romi


"Kamu juga sih, seneng banget mancing ayah, untuk jewer telinga kamu. Udah sana, katanya mau pergi


"Ini juga mau pergi. Assalamualaikum" ucap Romi


Tidak lama setelah ketiga kakaknya Rini pergi. Ayahnya Rini pun juga ikut pergi, karena ia harus kembali ke Jakarta untuk mengurus bisnisnya. Kini dikamar tersebut hanya tinggal Rini dan Farhan saja.


"Tadi kamu minta hadiah apa sama kakak-kakak kamu?" tanya Farhan


"Ada deh, Rahasia. Ini urusan antara adik dan kakak. Orang lain gak perlu tau"


"Orang lain? Aku kan suami kamu"


"Udah tau kali"


"Kalau udah tau, kenapa bilang aku ini orang lain"


"Baperan banget sih jadi orang. Dalam hubungan antara aku dan kakak-kakak ku mas, kan memang orang lain. Kecuali kalau mas jadi kakak ku. Tapi faktanya kan mas, suami aku bukan kakak ku"


"Baperan? Apa tuh baperan?"


"Hadeuh.. punya suami kudet banget sih. Repot kan ngejelasin nya"


'Kudet tuh apaan lagi sih? Kamu bisa gak sih kalau ngomong. Pakai bahasa yang mudah dipahami aja. Gak usah pake bahasa alien yang aneh-aneh"


'Situ yang gak gaul. Malah gue yang kena semprot. Untung ganteng lu' batin Rini


"Gini loh aku jelasin. Baperan itu artinya bawa perasaan. Kudet itu artinya kurang update. Udah paham kan


"Oh"


Iiddih.. nih orang gak niat jawab apa gimana sih. Gue udah jelasin, respon nya cuma 'oh' aja. Dasar nyebelin banget sih' batin Rini


Setelah mendengar penjelasan Istrinya mengenai kata-kata aneh tersebut. Farhan kembali fokus melihat ponsel nya. Semenjak Rini dirawat, ia hanya bisa memberikan materi pelajaran pada santrinya melalui email yang ia kirim pada salah satu ustadz disana yang ia tugas kan untuk menggantikan tugas mengajar nya selama beberapa hari.


"Mas"


"Hhmm"


"Liat sini dulu dong. Istri nya ada disini loh. Kenapa yang diliat hp nya terus sih?"


"Sebentar ya, mas mau ngirim email ke ustadz Malik dulu"


"Nikahin aja hpnya mas, biar bisa nempel terus 24 jam"

__ADS_1


Mendengar keluhan istrinya itu. Farhan pun langsung menyimpan ponsel nya setelah selesai mengirimkan email kepada ustadz Malik.


__ADS_2