Istri Tomboy milik Pak Ustadz

Istri Tomboy milik Pak Ustadz
Malam Pertama


__ADS_3

Melihat istrinya sudah terbaring di atas ranjang. Farhan pun perlahan merangkak naik keatas ranjang. Lalu ia pun mengungkung tubuh istrinya.


"Kamu mau ngapain mas?"


"Hari ini saya akan menjadi kan mu istri saya sepenuhnya"


'Aduuhh... seperti nya hari ini hari terakhir gue jadi perawan deh' batin Rini


"Kamu sudah siap kan menjadi istri saya sepenuhnya?" tanya Farhan


'Siap gak siap ujung-ujungnya juga kamu tetep ngelakuin nya mas. Ngapain capek-capek nanya sih. Buang-buang waktu aja' batin Rini


"Hei, kenapa bengong? Udah siap belum?"


Sebenarnya Rini sendiri belum sepenuhnya siap melakukan hal yang diinginkan oleh suaminya itu. Namun karena ia masih mengingat dengan jelas mengenai larangan untuk menolak ajakan dari suaminya. la pun dengan berat hati mengangguk kan kepalanya sebagai jawaban atas pertanyaan suaminya itu.


Melihat respon yang diberikan oleh istrinya Farhan pun perlahan mulai mendaratkan kecupan di kening, di kedua pipi hingga berakhir dibibir istrinya. Perlahan ciuman itu berubah menjadi sangat liar saat Farhan mulai menjelajahi leher jenjang dan mulus Milik istrinya. Namun saat ia sedang asik bermain diarea favoritnya, adzan maghrib pun berkumandang. Dan tentu saja hal itu membuat Farhan harus menghentikan kegiatan nya itu.


'huufft untung aja udah adzan' batin Rini


"Udah adzan mas" ucap Rini sambil mendorong tubuh suaminya agar menghentikan kegiatan nya untuk sementara waktu


"Astaghfirullah. Mas lupa. Gara-gara kamu nih saya jadi hilang kontrol gini"


'Diiihh.. dia yang gak sabaran malah nyalahin gue' batin Rini Farhan pun langsung turun dari ranjang nya dan bergegas membersihkan dirinya dikamar mandi. Sedangkan Rini sendiri masih terpaku diatas ranjang, sambil mengingat setiap sentuhan yang dilakukan oleh Farhan kepada nya.


"Kok rasanya jadi aneh gini sih. Disatu sisi gue pengen nolak, tapi disisi lain gue juga semakin penasaran kelanjutan nya gimana"


Disaat Rini sedang sibuk berperang melawan gengsi dan rasa penasaran yang ada didalam dirinya. Farhan pun sudah selesai mandi, ia pun keluardari kamar mandi dengan menggunakan handuk yang melilit di pinggang nya. Dan juga rambutnya yang masih sedikit basah membuat ketampanan seketika naik secara drastis dimatanya Rini.


'Gila. baru sadar gue, kalau dia yernyata sekeren ini' batin Rini


Rini pun begitu terpukau dengan pesona yang dimiliki oleh suaminya. Sampai-sampai ia pun tidak berkedip saat memandangi suaminya dari ujung rambut sampai ujung kaki.


"Gak perlu sampai segitunya ngeliatin saya. Ini juga kan baru setengah nya aja"


"Baru setengah? Terus setengahnya lagi kapan?"


"Nanti malam" ucap Farhan sambil mengusap kepala istrinya "Sekarang kamu mandi, keramas, wudhu, abis itu sholat, mas mau pergi ke mesjid dulu. Assalamualaikum"


"Wa'alaikumsalam"


Sepeninggal nya Farhan. Rini pun langsung bergegas ke kamar mandi untuk mandi, keramas, lalu wudhu. Setelah itu ia pun langsung menunaikan ibadah sholat maghrib. Sementara itu Farhan memilih melaksanakan sholat maghrib dan juga isya di mesjid yang ada didalam pesantren. Setelah selesai sholat isya, Farhan pun kembali masuk kedalam kamar nya untuk menemui istrinya.


Ceklek!


"Assalamualaikum"


"Wa'alaikumsalam" ucap Rini sambil mencium tangan suaminya


"Kamu udah sholat isya?"


"Udah mas"

__ADS_1


"Alhamdulillah kalau begitu. Kamu udah makan belum?"


"Loh... kenapa jadi nanyain makan sih mas?"


"Memang nya ada yang salah kalau saya nanyain kamu udah makan apa belum?"


"Ya gak salah juga sih"


"Terus?"


"Ya, terus kapan main celup-celupan nya kalau mas nyuruh saya mandi dulu lah, sholat dulu lah sekarang malah disuruh makan"


Rini yang baru saja menyadari bahwa ia telah mengatakan hal yang konyol. Ia pun langsung membungkam mulutnya dengan kedua tangannya.


'Aduuhh... Rini, lu kenapa sih punya mulut gak bisa direm dikit. Jadi ketauan kan sekarang siapa yang udah gak tahan' batin Rini


Farhan yang mendengar ucapan istrinya pun hanya bisa tertawa sambil mengusap kepala istrinya


"Kamu itu ada-ada aja. Saya itu mau bikin anak sama kamu, bukan mau bikin teh manis"


"Ya iyalah. Kalau sekedar bikin teh manis aku gak perlu sampai nikah sama kamu mas, tinggal pergi aja ke dapur, ambil gelas, sendok, masukin gula sama teh nya terus siram deh pake air hangat jadi deh"


"Itu kamu tau kalau bikin teh manis itu ada urutan nya. Apalagi dalam hal berhubungan suami istri. Bahkan didalam islam pun melakukan hubungan suami istri itu ada urutan nya juga"


"Tujuannya apa mas? Kok sampai di atur urutan nya segala, emang nya gak boleh ya langsung tancap gas aja?"


"Tujuan nya itu supaya pada saat suami sedang mencampuri istrinya, tidak ada setan diantara mereka yang ikut serta saat sang suanmi mencampri istrinya. Dan supaya nantinya benih yang ditabur oleh seorang suami kedalam rahim istrinya, bisa tumbuh menjadi anak-anak yang sholeh dan sholehah"


"Iya. Ya udah kalau gitu kita makan malam dulu yuk. Kalau udah makan kan bisa lebih semangat ibadah nya"


"Ya udah deh makan malam dulu"


Mereka pun keluar dari kamar mereka untuk menyantap makan malam. Dikarenakan kiyai Saleh dan ummi Maryam sedang ada urusan diluar pesantren. Rini dan Farhan pun hanya makan malam berdua saja.


Disela-sela kesibukan mereka menyantap makan malam nya, Rini pun memulai obrolan dengan mulai menjelaskan tentang Alhan kepada suaminya.


"Mas"


"Hhhmm"


"Aku mau ngejelasin sesuatu sama kamu"


"Jelasin apa?"


"Jelasin tentang laki-laki yang mengantarkan aku dan Diana tadi sore"


Mendengar hal tersebut, Farhan pun langsung menghentikan aktivitas makan nya sambil meletakkan sendok nya dengan kesal.


"Hubungan kita baru aja membaik, kenapa kamu harus membahas pria itu lagi sih?"


Farhan yang masih terbakar api cemburu, langsung berdiri dari tempat duduknya lalu bergegas meninggalkan meja makan. Namun baru satu langkah, Rini justru menarik tangan suaminya.


"Kamu tuh salah paham mas. Dia itu adek sepupu aku. Anak dari adik kandung nya ayah aku"

__ADS_1


"Apa buktinya?"


"Aku akan telpon ayah. Kamu bisa menanyakan kebenaran nya"


Rini pun langsung menekan nomor telpon ayah nya. Tidak lama kemudian, ayah nya pun mengangkat panggilan telpon dari putri nya itu.


"Assalamualaikum, ayah" sapa Rini


"Wa'alaikumsalam, sayang. Bagaimana kabar mu dan suami mu?"


"Alhamdulillah ayah, kabar Rini baik-baik aja. Hanya saja saat ini kabar menantu kesayangan ayah ini lagi kurang baik"


"Memang nya Farhan sakit apa, sayang"


"Sakit cemburu akut, ayah"


"Hah? Cemburu? Cemburu sama siapa?"


Rini pun langsung menyalakan loudspealker di ponselnya agar suaminya itu bisa mendengar penjelasan ayahnya dengan sangat jelas.


"Ini loh ayah. Mas Farhan lagi cemburu sama Alhan. Dia gak suka Rini dijemput sama Alhan, bahkan denger aku nyebutin nama nya Alhan aja, mas Far langsung kesel gitu"


Rizky pun hanya bisa tertawa saat mendengar ucapan putri yang mengatakan bahwa menantu nya itu sedang cemburu dengan orang yang salah.


"Ayah ngapain ketawa sih. Bantuin jelasin dong ke mas Far, tentang siapa itu Alhan. Supaya dia gak manyun mulu dari tadi"


"Oke oke. Ayah akan bantu kamu ngejelasin siapa Alhan pada suami mu. Kalau gitu kamu nyalakan pengeras suara nya"


"Udah ayah, udah dari tadi"


"Bilang dong dari tadi. Ya sudah, Far, kamu bisa denger suara ayah kan?"


"Bisa ayah" jawab Farhan


"Baiklah jadi gini ya Alhan itu..."


Rizky pun langsung menjelaskan tentang Alhan pada menantunya itu. Tidak lama kemudian perbincangan mereka di telpon pun telah selesai.


"Udah puas kan?" tanya Rini


"Belum"


"Kok belum sih?"


"Gimana mau puas, main juga belum"


"Main? Mau main apa sih mas? Emang nya mas gak malu apa ngajakin aku main. Mas kan udah gede bukan anak kecil lagi"


"Memang nya anak kecil aja yang boleh main. Orang dewasa kan juga perlu main tau"


"Emang nya mas mau main apa sih?"


"Main celup-celupan sama kamu" bisik Farhan

__ADS_1


__ADS_2