Istri Tomboy milik Pak Ustadz

Istri Tomboy milik Pak Ustadz
Cemburu


__ADS_3

Rini pun melirik kesetiap sudut dirumah tersebut. Namun sorot matanya tidak menangkap keberadaan suaminya itu. Karena ia sudah sangat lapar akibat belum makan sejak tadi siang. la pun bergegas pergi ke dapur untuk mencari makanan.


"Duh.. gak ada makanan lagi. Mana cacing diperut gue udah pada demo. Lebih baik gue cek dikulkas aja deh, semoga aja ada makanan yang bisa gue makan"


Namun saat ia membuka kulkas. Ia pun tidak menemukan makanan disana, hanya ada sayuran, dan Bahkan mie dan telur pun tidak ada disana. Karena ia tidak bisa menemukan makanan. Alhasil ia pun memilih kembali ke asrama untuk mencari makanan disana. Karena biasa nya teman-teman sekamarnya selalu memiliki banyak persediaan makanan ringan.


Saat Rini berjalan kearah asrama putri. Tiba-tiba saja ia melihat suaminya tengah berbincang dengan seorang ustadzah muda yang terlihat cantik. Rini melihat dari kejauhan, suaminya itu berbicara dengan sangat santai bahkan ia pun terlihat tertawa bersama dengan ustadzah tersebut. Namun entah apa yang terjadi, saat melihat keakraban suaminya dengan ustadzah tersebut membuat hati Rini begitu sesak dan tanpa ia sadari. Air mata nya pun perlahan Mengalir dengan sendirinya.


"Kok gue jadi nangis gini sih. Padahal kan gue gak cinta sama dia. Tapi kenapa rasanya sakit banget ngeliat dia ketawa bahagia bersama dengan perempuan lain"


"Aakkhh.. mending gue cabut ke tempat lain aja deh. Dari pada ngeliatin mereka, yang ada makin kesel"


Karena tidak tahan melihat keakraban suaminya dan ustadzah tersebut. Rini pun berbalik arah. Bukan nya kembali kedalam rumah pak kiyai. Justru Rini memilih menenangkan perasaan nya ditaman yang letaknya tidak jauh dari lapangan pesantren. Rini cukup lama duduk ditaman tersebut. Hingga tanpa ia sadari perlahan pakaian nya Basah karena tetesan air hujan yang mulai turun. Perlahan hujan yang tadinya hanya rintik kecil pun berubah menjadi hujan yang deras. Namun Rini belum juga beranjak dari tempat duduknya. Justru sebaliknya didalam derasnya hujan, Rini menangis mengeluarkan perasaan sedih nya. Cukup lama Rini menangis dibawah deras nya hujan. Setelah lelah menangis ia pun memilih membaringkan tubuhnya dibangku taman tersebut. Rasanya ia tidak sanggup jika harus kembali ke kamar nya dan bertemu dengan suaminya.


Sementara itu Farhan kini sudah berada didalam rumah. la pun langsung masuk kedalam kamar. Namun ia tidak menemukan keberadaan istrinya. la pun langsung mencari keberadaan istrinya di setiap sudut rumahnya, namun tidak kunjung menemui keberadaan istrinya. la pun langsung menuju kamar orang tua nya untuk menanyakan keberadaan istrinya.


Tok! Tok! Tok!


"Assalamualaikum, ummi, Abah"


"Wa'alaikumsalam, ada apa Far?"


Ummi, ummi liat Rini tidak?"


"Rini?? Bukan nya tadi dia ada dikamar kamu Far?"


"Tapi itu tadi, ummi. Far, keluar rumah sebentar karena ada urusan, sedangkan tadi Rini lagi wudhu untuk siap-siap sholat isya. Tapi setelah Far kembali, Rini malah tidak ada dikamar bahkan dirumah Ini


"Astaghfirullah, nak. Lalu sekarang dia ada dimana?"


"Far, juga gak tau ummi"

__ADS_1


"Ya sudah kalau gitu coba kamu cari ke asrama putri, mungkin saja dia kembali ke sana"


"Ummi benar juga. Ya sudah, kalau begitu Far, pamit ke asrama putri dulu, ummi. Assalamualaikum"


"Wa'alaikumsalam


Setelah hujan reda, Farhan pun langsung bergegas menuju asrama putri. Sesampainya di sana ia pun tidak menemukan keberadaan istrinya. Kini Far, bingung kemana lagi ia harus mencari keberadaan istrinya. Saat ia pulang dan melewati Lapangan pesantren, sorot matanya menangkap sosok seseorang yang tengah berbaring ditempat duduk yang ada ditaman tidak jauh dari lapangan.


"Siapa orang itu? Kenapa dia bisa tertidur disana? Lebih baik aku cek kesana saja lah"


Farhan pun menghampiri tempat duduk tersebut. Dan Far pun dibuat terkejut karena orang yang berbaring ditempat duduk tersebut adalah istrinya sendiri. Rini berbaring di sana dengan tubuh yang sudah menggigil dan wajah yang begitu pucat, bahkan pakaian nya pun kini masih basah karena hujan tadi.


"Astaghfirullah, Rini. Apa yang kamu lakukan disini"


Farhan pun berusaha menepuk-nepuk pipi istrinya untuk membangun kan nya. Namun usaha nya itu tidak kunjung berhasil. Saat ia menyentuh kening istrinya. la sangat terkejut karena kening istrinya itu sangat panas. Karena khawatir ia pun langsung mengangkat tubuh istrinya itu dan membawanya pulang. la pun tidak lupa menelpon dokter yang berjaga diklinik pesantren untuk datang kerumahnya, sebelum mengangkat tubuh istrinya. Tidak lama kemudian Farhan pun sampai dirumah nya begitu pun dokter klinik nya.


"Tolong periksa istri saya, dok"


Sebelum menikah dengan Rini. Farhan sudah mendaftarkan dirinya untuk menjadi pengajar dipesantren milik Abah nya. Dan sebagai putra sulung kiyai Saleh. Farhan punya tanggung jawab besar untuk menjaga dan mengurus pesantren tersebut.


"Kamu kenapa masih disini, Far? Katanya tadi mau nyari Rini, apa dia sudah ketemu?"


"Sudah ummi"


"Alhamdulillah, ketemu dimana, Far?"


"Ditaman deket lapangan pesantren, ummi"


"Kok bisa?"


"Far, juga kurang tau, ummi. Tadi saat Far, menemukan dia, keadaan Nya tidak baik-baik saja. Bajunya basah semua, bahkan dia pun menggigil kedinginan, dan suhu tubuh nya pun sangat tinggi. Oleh karena itu sekarang ini, dia lagi di periksa sama dokter klinik"

__ADS_1


"Astaghfirullah, kasihan sekali dia. Kamu yang sabar, Far." Tidak lama kemudian dokter klinik pun keluar.


"Bagaimana keadaan istri saya, dok?"


"Demam nya cukup tinggi, dan ditambah lagi perutnya sangat kosong, seperti nya dia belum makan dari tadi. Saya sudah memberikan dia suntikan penurun panas. Setelah ia sadar sebaiknya langsung dikasih bubur lalu berikan dia obat. Ini resep obat nya. Kalau gitu saya permisi,


Assalamualaikumn"


"Wa'alaikumsalam. Terimakasihbanyak dokter"


Dokter klinik itu pun langsung keluar dari rumah kiyai Saleh setelah memeriksa keadaan nya Rini dan memberikan resep obat yang harus ditebus oleh Farhan.


"Ya, sudah kalau gitu sebaiknya kamu tebus dulu obat nya. Ummi akan buatkan bubur untuk dimakan Rini setelah dia sadar"


"Baik, ummi. Kalau gitu Far, keluar sebentar. Far titip Rini ya ummi.


Assalamualaikum"


"Wa'alaikumsalam"


Farhan pun langsung keluar dari rumah untuk mencari apotik terdekat yang masih buka. Iya pun melaju motor nya sambil menengok ke samping kanan dan kiri untuk mencari apotik yang masih buka. Namun ia tidak kunjung menemukan keberadaan apotik satu pun, maklum saja kini sudah hampir tengah malam, jadi sudah banyak apotik yang tutup. Namun Farhan tidak menyerah begitu saja ia terus memacu motor nya tidak perduli sejauh apapun, asalkan ia bisa menemukan apotik yang masih buka untuk menebus obat istrinya.


Setelah berkeliling cukup jauh, Farhan pun akhirnya menemukan satu apotik yang masih buka. Saat ia sampai di apotik tersebut, ia langsung turun dari motor nya dan langsung menebus obat untuk istrinya. Setelah Mendapatkan obatnya. Farhan pun kembali kerumahnya. Setelah dua jam perjalanan, Farhan pun sampai dirumah nya. Saat ia masuk kedalam kamar, ia sudah mendapati bahwa istrinya itu sudah sadar dari pingsannya.


"Kamu sudah bangun, sayang Bagaimana keadaan mu? Apa ada yang sakit"


"Gak usah sok peduli deh" ucap Rini sambil menepis tangan suaminya yang ingin mengecek keadaan nya.


"Lebih baik kamu urusin saja sana ustadzah cantik itu" sindir Rini


"Kamu itu ngomong apa sih? Saya gak ngerti deh?"

__ADS_1


__ADS_2