Istri Tomboy milik Pak Ustadz

Istri Tomboy milik Pak Ustadz
Jalan-jalan


__ADS_3

Setelah Farhan selesai mengganti sarung nya dengan celana panjang. la pun bergegas keluar dan menghampiri istrinya.


"Lama banget sih mas ganti celana nya?"


"Tadi itu cuma 5 menit loh mas ganti celana nya bukan 5 jam sayang" ucap Farhan dengan gemas sambil mencubit pipi istrinya.


"lihh.. gak usah dicubit pipinya mas, nanti pipi aku jadi tembem tau"


"Gak apa-apa sayang. Makin tembem kan semakin gemes mas liat nya"


"Udah yuk, buruan jalan. Gak usah kebanyakan ngegombal. Mas kan ustadz bukan raja gombal jadi gak usah berubah profesi segala"


"Hahahaha... kamu itu ada-ada aja sejak kapan raja gombal itu disebut sebagai suatu profesi?"


"Sejak kapan nya itu gak penting mas. Yang penting kita jadi jalan gak nih? Kalau gak jadi, nanti aku jalan-jalan sendiri aja"


"Jadi dong sayang, mas kan dandanannya udah keren gini masa gak jadi pergi sih"


"Gak usah sok keren. Emang nya mau diliat siapa sih? Genit banget jadi ustadz"


"Gak usah cemburu gitu, mas udah ganteng dari lahir loh. Meskipun cuma dengan pakaian simpel seperti ini aja mas, tetap terlihat tampan kan?"


"Iya iya deh mas ustadz ku yang paling tampan sedunia. Udah ayo buruan jalan"


Cup


"Terimakasih sayang atas pengakuan nya" ucap Farhan setelah memberikan ciuman secara tiba-tiba dibibir istrinya


Rini yang mendapat kan kecupan mendadak dari suaminya disaat siang bolong. Ia pun hanya bisa terpaku sambil tersenyum dengan kedua pipi yang kini memerah. Sementara itu Farhan telah menghidupkan motor nya dan duduk diatas motor tersebut.


Tin! Tin!


"Sayang, ayo buruan naik. Katanya tadi nyuruh cepetan. Tapi sekarang kamu nya malah bengong begitu gimana sih"


Rini pun langsung tersadar dari lamunannya saat Farhan membunyikan klakson motor tersebut.


"Eh. i-iya mas aku lupa"


"Dasar nenek, belum tua aja udah jadi pelupa"


Rini yang kesal karena dianggap seperti nenek oleh suaminya. la pun langsung mencubit pinggang suaminya setelah ia naik keatas motor tersebut.


"AuuwW.. sayang kamu kebiasaan deh hobi banget nyubit-nyubit pinggang nya mas"


"Syukurin emang nya enak. Siapa suruh tadi ngatain aku nenek-nenek"


"Iya iya. Mas yang salah. Mas minta maaf ya. Sekarang kamu peluk pinggang mas dulu. Mas khawatir kamu jatuh kalau gak meluk mas"

__ADS_1


"Gak mau!"


"Yakin nih gak mau?"


"Iya, bawel banget sih. Udah buruan jalan mas"


Melihat istrinya begitu gengsi untuk memeluk dirinya. la pun memiliki ide jahil supaya istrinya mau memeluknya. la pun langsung menjalankan motor nya namun beberapa detik kemudian ia melakukan pengereman mendadak. Dan hal itu pun langsung membuat Rini spontan memeluk tubuh nya dari belakang.


Bugh!


"Iihhh. mas sengaja banget ya ngerem mendadak biar bisa dipeluk sama aku?" tanya Rini sambil memukul punggung suaminya setelah ia menyadari bahwa suaminya sedang menjahilinya


"Aduuh. ampun sayang. Mas nya gak usah dipukulin terus dong. Nanti kalau mas sakit kan gak ada yang isengin kamu lagi"


"Maka nya jadi suami gak usah iseng-iseng sama istrinya'"


"lya, sayang. Maaf ya tadi mas udah iseng sama kamu. Abisnya kamu disuruh pelukan sama mas aja gak mau. Jadi terpaksa mas kerjain deh"


"Iya iya. Nih aku peluk sekarang. Udah puas kan. Ayo sekarang jalan. Kalau kelamaan nanti keburu sore" ucap Rini sambil memeluk tubuh suaminya


Setelah sedikit pertengkaran kecil. Mereka pun akhirnya melanjutkan perjalanan mereka dengan motor baru Rini pemberian dari Randa kakak pertama nya Rini.


Mereka pun berkeliling kota Yogyakarta dengan menggunakan motor sport tersebut. Disepanjang jalan Farhan bersikap seperti tour guide pribadinya Rini. la menjelaskan tentang sejarah dan cerita dari setiap tempat yang mereka lewati. Walaupun respon Rini hanya seputar (Hah? Apa? Gak kedengaran mas) Farhan tetap nmenjelaskan nya hingga tuntas.


Setelah puas berkeliling, Farhan pun langsung melaju motor tersebut menuju ke sebuah mall. Sesanmpainya disana ia pun langsung membantu melepaskan helem yang digunakan istrinya.


"Sekarang kita lagi di mall sayang"


"Mas seriusan ngajakin aku ke mall?"


"Iya sayang, gimana kamu seneng gak mas ajak kesini?"


Rini yang sudah sangat merindukan suasana di mall terlihat sangat bahagia sesampainya di mall tersebut. Karena semenjak ia tinggal dipesantren, jangan kan pergi ke mall, kehidupan nya hanya berputar diarea pondok dan asrama saja dan tentu saja itu membuat Rini sering kali bosan ketika berada di pesantren.


la pun sangat bahagia dan girang ketika suaminya mengajak nya jalan-jalan ke mall. Secara spontan ia pun langsung menghadiahkan sebuah kecupan manis dibibir suaminya sebagai tanda terima kasih karena sudah mengajaknya ketempat yang paling ia sukai.


Cup


"Satu lagi dong sayang" pinta Farhan sambil menunjuk pipi kiri nya


Cup


"Sebelah kiri juga sayang" ucap Farhan lagi sambil menunjuk pipi kanan nya


Cup


"Satu lagi boleh ya" pinta Farhan

__ADS_1


Bugh!


Bukan nya kecupan yang Farhan dapatkan justru dia mendapat pukulan dari istrinya itu.


"Kok malah dipukul sih sayang, mas kan minta nya di cium bukan pukul gini"


"Bodo amat. Siapa suruh ngelunjak. Udah dikasih gratis malah minta nambah berkali-kali" ucap Rini sambil berjalan meninggalkan suaminya seorang diri diarea parkir.


Melihat istrinya pergi begitu saja meninggalkan nya sendirian di are: parkir. Farhan pun langsung dengan cepat turun dari motor tersebut dan mematikan mesin motor nya. la pun


bergegas berlari menyusul istrinya yang lebih dulu masuk kedalam mall tersebut.


"Jangan ngambek gitu dong. Tadi kan mas cuma bercanda sayang" ucap Farhan sambil berusaha menggenggam tangan istrinya


"Mas, sih seneng banget isengin istri sendiri. Aku kan jadi kesel kalau diisengin mulu"


"Iya, sayang mas minta maaf ya. Sekarang gini aja deh. Sebagai permintaan maaf dari mas. Kamu boleh deh beli apapun yang kamu mau di mall ini"


"Apapun mas?"


"Iya. Apapun yang kamu mau. Kamu langsung ambil, gak perlu mikirin harganya"


"Emang nya mas punya banyak duit?"


"Kamu meragukan penghasilan mas?"


"Ya gak juga sih. Cuma heran aja sih, setau aku kan mas cuma ngajar dipondok aja. Gaji nya pun pasti gak terlalu banyak kan?"


"Nih, sekarang kamu liat ya isi dompetnya mas" ucap Farhan sambil membuka isi dompetnya di hadapan istrinya


"Sekarang kamu tinggal pilih, mau belanja pakai kartu yang mana? Yang warna gold, silver atau yang hitam?"


"Banyak juga ya kartu ATM punya mas. Tapi ini ada saldonya gak? Jangan-jangan gak ada saldonya lagi"


"Sembarangan. Semua kartu ATM mas ini saldonya unlimited. Udah sekarang kamu tinggal pilih aja salah satu"


"Hhhmm... yang mana ya?" ucap Rini saat memilih salah satu dari kartu ATM tersebut "Yang ini aja deh mas, boleh kan?" tanya Rini saat mengambil kartu ATM warna hitam sebagai pilihan nya


"Boleh, ambil aja"


"Terimakasih mas ustadz ku yang ganteng dan baik hatihati"


"Hhmmm.. kalau banyak uang aja suaminya di puji-puji. Tadi aja suaminya di pukuli"


"Hehehe.. pujian itukan tergantung seberapa banyak keuntungan yang didapetin oleh istri dari suaminya mas"


"Iyain aja deh. Percuma debat sama perempuan, sampe kiamat juga gak akan menang"

__ADS_1


__ADS_2