Istri Tomboy milik Pak Ustadz

Istri Tomboy milik Pak Ustadz
Kabar Gembira


__ADS_3

Setelah selesai dari kamar mandi, Rini pun langsung masuk kedalam kamar nya dan menghampiri suaminya yang terlihat sedang sibuk dengan laptopnya.


"Mas, lagi ngapain sih?" tanya Rini setelah kembali dari kamar mandi


"Mas lagi memeriksa bisnis yang mas punya sayang"


"Memang nya bisnis yang mas punya apa aja?" tanya Rini sambil mendekati suaminya yang tengah duduk dikursi kerja nya


"Tidak terlalu banyak sayang, tapi insyaallah cukup untuk membahagiakan kamu dan calon anak-anak kita nantinya"


"Enggak banyak nya itu seberapa mas?"


"Gak banyak sayang, bisnis yang mas punya hanya travel umroh dan haji, bisnis oleh-oleh khas dari tanah suci untuk orang-orang yang habis pergi umroh dan haji, lalu ekspor sepatu kulit ke luar negeri dan yang terakhir bisnis pakaian muslim"


"Itu mah namanya banyak mas, bukan sedikit"


"Kalau dibandingkan dengan bisnis yang dimiliki ayah kamu bisnis yang mas punya ini kan belum seberapa sayang"


"Gak usah merendah seperti itu mas, aku bahkan udah cukup bahagia punya suami sebaik dan perhatian seperti kamu mas" ucap Rini sambil mengalungkan tangannya dileher suaminya


"So sweet banget sih istrinya mas. Sini duduk dulu, nanti kamu pegel loh kalau kelamaan berdiri"


"Gak mau mas"


"Kenapa gak mau, sayang?"


"Aku gak mau duduk sendiri dikursi itu, aku mau nya duduk dipangkuan nya mas. Boleh kan?"


"Jadi sekarang ini istrinya mas, udah mulai manja nih? Ya udah, ayo sini mas pangku"


Rini pun langsung bergegas duduk di atas paha suaminya.


"Mas"


"Ada apa, sayang"


"Aku boleh gak video call ayah sama ketiga kakak ku dan juga Alhan untuk memberitahu mereka tentang kehamilan aku"


"Tentu aja boleh sayang, apa sih yang gak boleh untuk kamu" ucap Farhan sambil mencium pipi istrinya


"Terus kerjaan kamu gimana mas?"


"Gak apa-apa, sayang. Nanti bisa mas cek lagi"


"Beneran gak apa-apa mas? Kamu gak marah kan?"


"Beneran, sayang. Ngapain juga mas, harus marah. Keluarga kamu kan juga harus tau kabar baik ini. Ya udah, kalau gitu mas langsung sambungin video call nya ya"


"Iya, mas"


Tidak lama kemudian panggilan yang dilakukan oleh Farhan pun mulai dijawab satu persatu oleh keluarga nya Rini.


"Assalamualaikum, semuanya" ucap Rini sambil melambaikan tangannya


"Wa'alaikumsalam" jawab mereka


"Ini ada apa sayang? Kok tumben banget kamu ngumpulin kita semua di panggilan video yang sama?" tanya Rizky


"Iya, ayah. Soalnya ada hal penting yang mau aku kabarin sama kalian semua. Kalau nelpon nya satu persatu kan kelamaan jadi sekalian aja aku video call semua nya"


"Kabar penting apa dek? Kamu baik-baik aja kan?" tanya Randa


"Aku baik-baik aja kak. Justru sekarang ini aku mau ngasih tau sama kalian semua bahwa dalam waktu sembilan bulan kedepan kalian akan menjadi paman, dan ayah akan menjadi kakek"


Setelah mendengar penjelasan yang disampaikan oleh Rini. Bukan memberikan ucapan selamat atas kehamilan dirinya. Justru mereka semua mendadak diam seribu bahasa.

__ADS_1


"Kalian kenapa jadi pada diem semua sih. Aku kan ngasih kabar bahagia, kasih ucapan selamat gitu. Ini malah pada kompak banget mengheningkan cipta semua"


"Kamu serius kan sayang, dengan hal yang baru saja kamu katakan tadi?"


Tanya Rizky untuk memastikan kebenaran berita tersebut


"Serius ayah" ucap Rini


"Rini sedang tidak bercanda kan Far?" tanya Rizky lagi


"Iya, ayah. Semua yang Rini katakan itu benar. Saat ini Rini sedang mengandung 4 minggu"


"Alhamdulillah" ucap mereka semua


"Ck. Kalian curang deh. Tadi aja kalau aku yang ngomong gak ada yang percaya. Tapi sekalinya mas Far yang ngomong, kalian langsung percaya"


"Bukannya gak percaya dek, kita kan tau kamu itu usil sering ngerjain kita. Jadi ya kita antara percaya gak percaya. Tapi setelah Far yang ngomong langsung baru deh kita 100% percaya. Lagi pula Far itu kan jujur gak mungkin bohong" ucap Romi


"Mas... liat tuh, masa aku dibilang usil dan suka bohong sama kak Romi. Kak Romi jahat banget sih masa adek nya yang paling cantik ini di kata-katain. Hiks..hiks..hiks" keluh Rini pada suaminya


"Udah sayang, gak usah nangis lagi ya. Kakak kamu kan cuma bercanda. Bagaimana pun juga kamu kan adik nya, gak ada didunia ini seorang kakak yang tidak menyayangi adiknya meskipun adiknya sering kali melakukan kesalahan dan membuat nya kesal" ucap Farhan sambil mengusap air mata istrinya


"Yang dibilang sama suami kamu itu bener dek. Kakak minta maaf ya kalau ucapan kakak tadi bikin kamu sedih" ucap Romi


"Kamu sih Raf, kebiasaan. Udah tau perempuan kalau lagi hamil itu sensitif. Malah kamu ledek adik kamu seperti itu" ucap Rizky


"Iya, ayah. Tadi kan Romi juga udah minta maaf"


"Kenapa dari tadi cuma ngobrol aja sih? Gak ada yang berminat ngucapin aku selamet atau ngasih hadiah gitu?"


Mendengar kata hadiah dari bibir istrinya. Farhan pun langsung angkat bicara.


"Ucapan selamat aja ya. Gak perlu sampai kasih hadiah apapun lagi ya, ayah, kakak, dan Alhan"


"Iiihhh... kenapa gak perlu sih mas.


"Mas, bukan nya melarang kamu meminta hadiah dari keluarga kamu sayang. Hanya saja mas merasa saat ini kita tidak membutuhkan apapun lagi. Mas, juga masih mampu kok, memberikan kamu banyak hadiah. Jadi mulai sekarang, kalau kamu mau apapun langsung bilang ke mas aja ya. Gak usah minta-minta hadiah ke keluarga kamu, nanti kesannya dimata keluarga kamu mas gak mampu nafkahin kamu"


"Iya deh iya, terserah mas aja lah" ucap Rini


"Yang dikatakan suami kamu itu benar sayang. Walau sesayang apa pun kami dengan mu. Saat ini yang bertanggung jawab penuh atas hidup mu, ya suami kamu. Kita kan juga gak enak hati kalau harus mengirimkan kamu banyak hadiah. Dan pastinya tanpa kamu sadari hadiah-hadiah pemberian dari kami bisa melukai harga diri suami kamu, sayang"


Setelah mendengarkan penjelasan dari ayahnya. Rini pun langsung meminta maaf dan memeluk suaminya.


"Maafin aku ya mas. Aku gak tau, kalau hadiah pemberian dari keluarga ku bisa membuat mas terluka"


"Iya, gak apa-apa, sayang. Udah mas, maafin kok. Hanya saja lain kali kalau kamu ingin meminta hadiah. Minta seperlunya aja, jangan terlalu banyak. Nanti jadi mubazir seperti hadiah yang dulu"


"Iya, mas. Lain kali, aku minta seperlunya aja kok"


"Woy, ini masih live loh. Kalau mau mesra-mesraan lebih baik dimatiin dulu kali panggilan video nya, bikin orang cemburu aja" ucap Romi


"Ganggu aja sih kak. Makanya cari pacar, biar gak ngedumel mulu ngeliat orang mesra-mesraan"


"Kamu kira nyari pacar segampang nyari micin, susah tau nyari nya. Apalagi cewek jaman sekarang kan ribet banyak maunya" ucap Romi


"Kata siapa susah, ini buktinya aku sama mas Far baru pertama kali ketemu langsung jadi suami istri"


"Itu kan karena insiden aja. Kalau gak ada insiden juga, mana mau Far yang tipikal nya orang sholeh, baik, jujur, bijak, dan tegas, mau sama kamu yang tomboy, urakan, usil, gak bisa diem dan selalu nyari masalah dimana-mana"


Mendengar ucapan kakak nya, Rini pun langsung mengerucutkan bibirnya dan mengadu pada suaminya "Tuh kan mas, masa aku dibilang urakan, usil, gak bisa diem, sama selalu cari masalah. Mas gak nyesel kan udah nikah sama aku?" tanya Rini


"Hhhmm... gimana ya? Nyesel gak ya?" ucap Farhan sambil mengetuk dagunya


"Kenapa harus mikir dulu sih mas, langsung jawab aja apa susah nya sih"

__ADS_1


"Mas, gak nyesel sayang. Bahkan jika nanti mas terlahir kembali ke dunia ini lagi. Mas hanya mau terlahir sebagai suami kamu. Karena mas sangat mencintai kamu. Bahkan cinta yang mas miliki bertambah sepuluh kali lipat dengan adanya calon anak kita yang ada didalam rahim kamu, sayang" ucap Farhan sambil mencium pipi istrinya


"Kalian romantis banget sih. Jadi gak sabar pengen cepet-cepet nikah" ucap Randy


"Enak aja lu pengen cepet-cepet nikah, gue duluan tau yang nikah. Awas aja lu kalau sampai ngelangkahin gue" ucap Randa


"Santai brother gak usah sewot gitu. Makanya pacar nya buruan dilamar, jangan sampai keburu dilamar orang, nanti nyesel loh" ucap Randy


"Iya, gue tau. Tahun depan juga gue lamar kok pacar gue. Kenapa jadi lu yang gak sabaran sih?" ucap Randa


"Kan tadi lu sendiri yang bilang kalau gue gak boleh ngelangkahin lu nikah. Jadi gak mungkin lah gue ngelamar pacar gue, kalau lu aja belum nikah sama pacar lu" ucap Randy


Mendengar keributan yang terjadi pada kakak kembarnya, Rini pun langsung melayangkan protes untuk menghentikan perdebatan yang terjadi pada kedua kakak kembarnya.


"Iiihhh... kak Randa sama kak Randy kenapa jadi ribut gini, sih. Aku kan video call kalian buat ngasih tau kabar bahagia, bukan ngeliatin kalian berdebat seperti ini" protes Rini


Menyadari panggilan video itu masih terhubung pada adiknya, mereka pun langsung menghentikan perdebatan mereka dan meminta maaf kepada adik mereka.


"Maaf ya dek, kakak gak bermaksud nyari ribut kok, cuma si Randy aja tuh yang ngeselin. Selamat ya dek atas kehamilan kamu, dijaga baik-baik ya kandungan nya. Kamu juga harus nurut sama ucapan suami kamu, karena apapun yang diucapkan oleh suami kamu itu semata-mata hanya karena dia ingin menjaga kamu dan juga calon anak kalian. Kabarin ya, kalau ponakan nya kakak udah lahir. Kamu kalau butuh bantuan apapun jangan sungkan untuk langsung menghubungi kakak ya dek" ucap Randa


"Iya, kak. Terimakasih atas ucapan nya. Doain aku ya kak supaya tetap sehat sampai lahiran nanti" ucap Rini


"Pasti dek, dimana pun kakak berada. Kakak pasti selalu berdoa yang terbaik untuk kamu" ucap Randa


"Selamat ya dek, atas kehamilan nya. Semoga kamu dan calon anak kamu sehat selalu sampai lahiran nanti" ucap Randy


"Aamiin kak, terimakasih kak Randy"


"Selamat ya dek atas kehamilan nya. Inget loh kalau ngidam jangan minta yang aneh-aneh nanti suami kamu pusing nyariin nya" ucap Romi


"Ck. Kebiasaan deh kak Romi, enak dikalimat pertama nya aja. Kalimat seterusnya nya pasti ngeselin" keluh Rini


"Selamat ya kak atas kehamilan nya. Semoga anak yang ada didalam kandungan kakak kembar ya. Kan bisa terjadi perang dunia kalau anak nya cuma satu tapi yang ngerebutin empat orang. Lebih bagus lagi sih kalau anaknya 4 atau 5 gitu, kak. Biar bisa kebagian satu-satu gitu" ucap Alhan


"Hah? 4 atau 5 anak? Lu kira gue induk kucing bisa ngelahirin anak sebanyak itu. Kalau mau banyak, ya dicicil lah gak mungkin bisa sekaligus banyak begitu, ada-ada aja deh saran lu" ucap Rini


"Selamat ya sayang atas kehamilan kamu. Hari ini ayah bahagia sekali setelah mendengar kabar dari kamu, dijaga yang baik ya calon cucu nya ayah. Kurangin juga lari-larian nya, lompat-lompat nya, apalagi manjat pohon atau manjat pager. Inget ya sekarang ini kamu bawa satu nyawa didalam perut kamu, jadi harus lebih hati-hati ya jangan sampai ceroboh" ucap Rizky


"Iya, ayah. Tanpa perlu ayah ingetin juga setiap menit mas Far selalu ngingetin aku seperti itu"


"Bagus lah kalau begitu. Ayah kan jadi tidak perlu khawatir lagi sama kamu. Oh iya, video call nya ayah sudahi dulu ya, ayah masih ada urusan lain. Assalamualaikum" pamit Rizky


"Wa'alaikumsalam, ayah"


Tidak lama setelah Rizky berpamitan. Satu persatu dari mereka pun ikut berpamitan hingga akhirnya Rini mengakhiri panggilan video tersebut. Setelah selesai melakukan panggilan video dengan keluarga nya, Rini pun langsung bangkit dari pangkuan suaminya.


"Kamu mau kemana, sayang?"


"Aku mau rebahan di tempat tidur aja mas, pegel duduk mulu" ucap Rini sambil berjalan kearah tempat tidur nya


Mendengar keluhan istrinya yang merasa pegal. Ia pun langsung menghampiri istrinya yang saat ini sudah berbaring ditempat tidurnya. Ia langsung memijat kaki dan juga pinggang istrinya yang terasa pegal.


"Ternyata pijitan kamu enak juga mas, seperti nya kamu berbakat deh jadi tukang pijat"


Mendengar ucapan istrinya ia pun langsung menghentikan pijitan nya.


"Loh, kenapa berhenti mijitin nya mas? Kan tadi lagi enak loh mas"


"Abis nya kamu nyebelin sih, masa mas dibilang berbakat jadi tukang pijit sih"


"Diiihh.. masa pak ustadz gambek sih. Udah dong, jangan gambek lagi ya. Aku kan tadi cuma bercanda mas. Maafin aku ya" ucap Rini sambil duduk dan langsung memeluk suaminya


"Iya, sayang. Sebelum kamu minta maaf, mas juga udah maafin kamu kok. Masih ada yang pegel gak?"


"Masih mas. Pinggang aku rasanya pegel banget. Tolong dipijitin ya"

__ADS_1


"Iya, sayang. Sini mas pijitin" ucap Farhan


Karena merasa ke enakan dengan pijitan yang dilakukan oleh suaminya. Rini pun sampai tertidur pulas. Saat Farhan mengetahui bahwa istrinya sudah tertidur pulas, ia pun perlahan turun dari tempat tidur nya. Dan tidak lupa ia juga menarik selimut untuk menyelimuti tubuh istrinya. Setelah itu ia pun kembali ke meja kerja nya untuk melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda tadi.


__ADS_2