
"Sekarang kamu tunggu disini sebentar ya, mas mau ambilin kamu makanan dulu" ucap Farhan Setelah membaringkan tubuh istrinya diatas tempat tidur nya
Farhan pun langsung keluar untuk mengambil beberapa makanan untuk dimakan oleh istrinya. Setelah itu, ia pun kembali kedalam kamar nya sambil membawa nampan berisi makanan dan minuman.
"Makan dulu ya sayang. Ini mas, udah bawain kamu sari kacang hijau, telur rebus, biskuit, dan buah-buahan. Kamu makan ya sayang biar tenaga kamu pulih lagi"
"Suapin, mas"
"Ya udah, ayo mas suapin. Tapi sebelum itu kamu duduk dulu ya, kan gak baik makan sambil tiduran" ucap Farhan sambil membantu istrinya duduk dan bersandar ditepi ranjang
"Sekarang buka mulut nya ya.. Aaa" ucap Farhan lagi sambil menyuapi makanan pada istrinya
"Minum nya, mas"
"Minum, ini minum nya sayang. Pelan-pelan ya minum nya"
Rini pun mengambil gelas air minum pemberian suaminya. Lalu ia pun langsung meminum nya. Setelah itu ia melanjutkan makannya hingga selesai.
"Alhamdulillah, abis juga makanan Nya" ucap Farhan
"Terimakasih ya mas, udah nyuapin aku makan"
"Iya, sayang. Yang penting kamu cepet sehat. Ngomong-ngomong tangan kamu bisa luka seperti itu kenapa?"
"Hhhmm... tapi mas janji ya, kalau aku cerita. Mas jangan marah sama aku"
"Iya, sayang. Mas gak akan marah sama kamu kok. Sekarang cerita ya"
"Jadi ceritanya begini mas...."
Rini pun akhirnya menceritakan awal mula kenapa tangan nya bisa terluka. Dan selama Rini bercerita, sorot matanya Farhan justru semakin membulat.
"Kamu itu teledor banget sih. Kan tadi pagi udah mas ingetin. Jangan bikin masalah apapun apalagi sampai berantem sama Ruby. Sekarang liat kan akibat karena gak mau dengerin omongan nya mas. Untung aja kandungan kamu baik-baik aja. Kalau sampai calon anak kita kenapa-napa, mas gak akan maafin kamu. Kamu inget itu baik-baik Rini"
"Iya, mas. Aku yang salah. Aku minta maaf ya" ucap Rini sambil menundukkan kepalanya
"Maaf maaf. Hari ini kamu minta maaf, besok bikin kesalahan lagi terus minta maaf lagi, begitu aja sampai kiamat. Kamu itu terlalu keras kepala Rini. Mas, tuh udah kehabisan kata-kata untuk menasehati kamu. Sekarang saat ada di depan mas, kamu nurut. Tapi nanti saat dibelakang mas, kamu mulai bandel dan bikin ulah lagi. Kamu itu sebentar lagi akan punya anak dan menjadi seorang ibu, seharusnya pikiran dan tingkah laku kamu diubah sedikit. Yang buruk nya kamu buang yang baik nya kamu pertahankan.
Pokoknya mulai besok, kamu akan ada didalam pengawasan mas selama 24 jam. Selama dikelas pun mas akan memantau kamu. Karena mas tidak mau gara-gara kecerobohan kamu, calon anak kita jadi dalam bahaya"
"Masa harus diawasi selama 24 jam sih mas? Kamu kan juga harus ngajar. Gak bisa dikurangi jadi 4 atau 5 jam aja gitu mas?"
"Rini. Mas ini bukan tukang cabai dipasar jadi gak usah tawar menawar sama mas. Keputusan mas, udah tidak bisa diganggu gugat lagi"
Setelah selesai memarahi Rini. Kini Farhan pun membantu merapihkan barang-barang milik istrinya. Saat ia ingin meletakkan tas istrinya diatas meja belajar istrinya. Sebuah kertas pun jatuh dari tas Rini.
"Kertas apa ini?"
'Aduuhh.. tuh kertas kenapa cepet banget nyampe ditangan nya mas Far sih? Baru aja mas Far selesai ngomel-ngomel. Kalau dia tau itu kertas apaan, yang ada terjadi ngomel part 2 ini' batin Rini
"Rini, kamu bisa jelaskan apa maksud dari kertas ini?" ucap Farhan sambil menunjuk kertas yang dipegang
"Hhhmmm... i-itu kertas latihan ujian bahasa Arab punya aku mas"
"Kenapa nilai nya cuma dapet 20?"
"Itu juga udah lebih bagus dari nilai yang pertama kok mas. Yang pertama kan dapet o. Sekarang dapet 20, itu artinya kan udah ada peningkatan"
"Apa kamu bilang? Peningkatan? Peningkatan dari mana kalau hanya dapat nilai 20, Rini!!" geram Farhan
"Marah-marahnya udahan dong mas. Kamu udah gak sayang sama aku lagi ya? Tangan aku juga kan masih sakit, tapi dari tadi kamu marahin aku terus" keluh Rini
Mendengar keluhan istrinya, Farhan pun menghela nafasnya "Huh! Mas minta maaf ya, sayang. Mas gak bermaksud memarahi kamu terus-terusan. Hanya saja mas terbawa emosi saat mas tau bahwa hari ini calon anak kita hampir terluka. Maafin mas ya sayang" ucap Farhan sambil menarik istrinya masuk kedalam pelukannya
"Aku juga minta maaf ya mas. Aku tau, aku bukan calon ibu yang baik. Tapi senakal apapun aku, aku akan tetap menjaga anak kita baik-baik mas. Aku juga sangat menyayangi anak ini seperti kamu menyayangi nya mas" ucap Rini sambil memeluk tubuh suaminya
"Jangan bilang begitu sayang, mas yakin kok. Kamu itu bisa jadi ibu yang baik untuk anak-anak kita nantinya"
"Kamu yakin mas?" ucap Rini sambil memainkan janggut suaminya yang sudah mulai lebat
"Yakin, sayang" ucap Farhan sambil memberikan ciuman singkat dibibir istrinya
__ADS_1
"Mas"
"Kenapa, sayang?"
"Janggut nya aku cukur ya mas. Ini udah lebat loh"
"Cukur aja sayang. Alat cukur nya ada dikamar mandi ya"
Setelah mendapatkan persetujuan untuk mencukur janggut suaminya. Rini pun turun dari tempat tidur nya dan pergi ke kamar mandi, alih-alih mengambil alat cukur yang biasa digunakan oleh suaminya untuk bercukur. Rini justru mengambil pinset. Setelah itu ia kembali dengan membawa pinset ditangan nya. Sementara itu Farhan kini sudah berbaring ditempat tidur untuk siap bercukur.
"Alat cukur nya udah diambil, sayang?"
"Udah mas. Ini dia alatnya" ucap Rini sambil menunjukkan pinset yang ia bawa
"Kenapa pinset, sayang? Kan bisa pake alat pencukur yang biasa mas pake, sayang"
"Gak mau ah mas. Rini pengen cabutin janggut nya mas pake pinset ini, boleh kan mas"
"Kalau gitu satu kali aja ya sayang nyabut nya"
"Iya, mas. Tahan sebentar ya mas"
Dan dalam hitungan detik, Rini pun berhasil mencabut sehelai bulu janggut suaminya.
"Aduuhh... perih sayang, udah cukup ya" ucap Farhan sambil mengusap dagunya
"Iihhh.. belum cukup mas, kan baru satu. Katanya mas kan anak yang dikandung aku lebih dari satu jadi nyabut bulu janggut nya juga harus lebih dari satu. Bisa 2,3, atau 4. Tapi kira-kira anak nya ada berapa ya mas?"
"Mana mas tau, sayang"
"Kalau begitu dicabut semua nya aja deh mas. Biar makin ganteng mas nya. Boleh kan mas, aku cabut semua nya janggut nya mas"
'Apa? Dicabut semua nya? Bisa mati berdiri yang ada aku' batin Farhan
"Seperti firasat mas yang mengatakan bahwa anak yang ada didalam kandungan kamu itu lebih dari satu, itu salah deh sayang"
"Terus yang bener anaknya ada berapa mas?"
"Yahh. Padahal kan kalau lebih dari satu aku pengen nyabut bulu janggut nya lagi mas. Tapi karena kamu yakin, anaknya cuma satu. Berarti cabut bulu janggut nya udah selesai mas"
'Alhamdulillah, akhirnya ditaro juga tuh pinset nya. Terimakasih ya Allah engkau telah menyelamatkan nyawa ku dari siksaan ibu hamil' batin Farhan
"Ya udah, sayang. Mas mandi dulu ya, sekalian mas cukur deh janggut nya biar ganteng seperti yang kamu bilang tadi"
"Aku siapin baju nya ya mas"
"Iya, sayang"
Farhan pun langsung masuk kedalam kamar mandi. Tidak lama kemudian Farhan pun keluar dari kamar mandi dengan janggut yang sudah tercukur dengan habis.
"Wahh.. ternyata mas, jauh lebih tampan ya kalau dicukur janggut nya" ucap Rini sambil membelai dagu suaminya yang masih basah dan perlahan tangan nya Rini mulai turun ke perut suaminya
"Mas baru aja mandi, sayang"
"Nanti kan bisa mandi lagi mas. Aku kan lagi pengen. Masa kamu gak mau ngasih sih mas" ucap Rini sambil mengelus senjata suaminya yang sudah berdiri tegak dibalik handuknya
Tanpa pikir panjang lagi, Farhan pun langsung mengunci pintu kamar nya terlebih dahulu. Setelah itu, ia pun langsung merebahkan tubuhnya istrinya diatas ranjang dan langsung memulai penyatuan indah tersebut. Rini yang terlalu lelah setelah penyatuan tersebut, ia pun langsung tertidur lelap. Sedangkan Farhan langsung masuk kedalam kamar mandi dan membersihkan dirinya. Setelah itu, ia pun langsung bersiap-siap untuk pergi ke mesjid untuk melaksanakan sholat ashar.
Tidak lama setelah pulang dari mesjid, Farhan pun langsung masuk kedalam kamar nya. Ia pun langsung membangunkan istrinya untuk sholat ashar.
"Sayang, bangun yuk. Udah masuk waktu sholat ashar loh. Mandi dulu yuk"
"Eeumm... udah ashar aja mas?"
Farhan langsung mengangguk kan kepalanya "Iya, sayang"
"Mas udah sholat ashar?"
"Udah, sayang. Mas baru aja pulang dari mesjid. Sekarang kamu mandi dulu ya. Abis itu baru sholat" ucap Farhan sambil membungkus tubuh istrinya dengan selimut
"Kenapa, aku jadi dibungkus kayak lemper gini sih mas?"
__ADS_1
"Biar aman, sayang"
"Aman? Maksud nya aman dari apa mas?"
"Maksud nya biar senjata mas gak berdiri lagi, sayang. Kalau ngeliat kamu telanjang bulat seperti tadi yang ada nanti kamu ganggu tidur siang senjata nya mas, sayang"
"Oh begitu toh mas. Ya udah kalau gitu aku mandi dulu ya mas. Kakak mandi dulu ya adik kecil, besok-besok kita main lagi ya" ucap Rini sambil mengelus senjata suaminya
Rini pun langsung bergegas masuk kedalam kamar mandi, saat ia merasa bahwa senjata milik suaminya mulai bangun kembali.
"Riniii!! Kamu iseng banget sih, udah dibilang jangan dibangunin malah kamu bangunin juga. Kamu harus tanggung jawab"
"Mas pikirin aja sendiri cara nidurin nya lagi. Aku masih capek mas" teriak Rini dari dalam kamar mandi
Farhan pun berusaha keras untuk membuat senjata milik nya kembali tertidur. Ia pun tidak berhenti beristighfar untuk menurunkan hawa nafsu nya yang kini tengah meningkat akibat sentuhan yang dilakukan oleh istrinya. Bahkan saat Rini telah selesai mandi, ia pun langsung menutup mata nya agar melihat tubuh istrinya.
"Mas, ngapain sih sampai nutup mata begitu?"
"Gak usah nanya-nanya, sayang. Lebih baik kamu cepetan ganti baju, terus sholat ashar"
"Iya, mas. Ini juga aku lagi mau pakai baju nya. Kalau belum tidur juga, lebih baik kamu ke kamar mandi mas. Pakai cara manual aja yang penting abis itu senjata kamu kan bisa tidur lagi"
"Kamu benar juga, sayang. Ya udah, mas ke kamar mandi dulu, ya"
"Iya, mas"
Selagi Farhan sibuk dikamar mandi. Rini pun langsung melaksanakan sholat ashar. Setelah selesai sholat ashar ia pun langsung melipat sejadah dan mukenah milik nya. Farhan pun kini keluar dari kamar mandi setelah berhasil menidurkan senjata milik nya.
"Udah selesai mas?"
"Udah, sayang"
"Kamu tadi keramas lagi ya, mas?"
"Iya, sayang"
"Pantesan basah rambut nya"
"Kenapa? Kamu mau dibasahin juga rambutnya?"
"Gak mas. Justru aku mau ngajak kamu ke Semarang, mas"
"Hah? Ke Semarang? Mau ngapain ke Semarang, sayang?"
"Mau nyari lumpia, mas"
"Lumpia?"
"Iya, mas. Mendadak aku pengen banget makan lumpia khas Semarang"
"Kenapa belinya harus jauh-jauh ke Semarang sih sayang?"
"Karena kalau yang dari Semarang pasti jauh lebih enak rasanya mas. Kita beli sekarang ya mas"
"Emang nya harus sekarang banget beli nya, sayang? Gak bisa ditunda besok pagi aja gitu? Ini kan sebentar lagi maghrib, sayang"
"Gak bisa, mas. Anak kamu mau makan lumpia nya hari ini, masa kamu nyari nya baru besok sih. Nanti anaknya ileran loh mas, kalau keinginan nya gak dikabulin"
'Perasaan semua bayi itu ileran deh. Belum ada tuh aku nemuin, bayi yang gak ileran. Pasti ini akal-akalan nya ibu hamil aja nih. Biar keinginan nya bisa diturutin' batin Farhan
"Mas! Ayo buruan siap-siap ke Semarang. Pokoknya harus dapet lumpia nya, kalau belum dapet gak boleh pulang"
"Iya, tunggu sebentar sayang. Mas ambil jaket, kunci mobil sama dompet nya dulu ya" ucap Farhan sambil mengambil barang-barang nya, ia pun tidak lupa mengambil jaket untuk istrinya
"Sekarang kamu pakai jaketnya juga ya, biar kamu gak kedinginan dan masuk angin selama diperjalanan" ucap Farhan sambil memakaikan jaket pada istrinya
"Terimakasih, mas. Kita berangkat sekarang yuk" ucap Rini sambil menggandeng tangan suaminya
"Ayo, sayang" ucap Farhan sambil menutup pintu kamar nya dari luar
Sesampainya di luar, Farhan langsung membukakan pintu mobil nya untuk istrinya. Tidak lupa ia pun melindungi kepala istrinya agar tidak terbentur saat masuk kedalam mobil. Setelah istrinya duduk dengan nyaman, ia pun memasang kan seat belt pada istrinya agar istrinya senantiasa aman. Setelah itu ia pun langsung menutup pintu mobil didekat istrinya. Kemudian ia langsung memutar dan masuk kedalam mobilnya. Dan langsung menyalakan mesin mobil nya. Setelah itu mereka pun langsung bergegas keluar dari pesantren untuk pergi menuju Semarang untuk mencari lumpia seperti yang diinginkan oleh Rini.
__ADS_1