
Tidak lama kemudian mereka pun sampai di Pantai Kuta Lombok. Sesampainya disana mereka pun langsung mencoba wahana banana boat yang tersedia di pantai tersebut. Sebelum menaiki banana boat, terlebih dahulu mereka menggunakan pelampung pada tubuh mereka untuk menjamin keselamatan mereka selama bermain wahana tersebut.
"Sayang, ini permainan nya aman kan?"
"Aman sayang, kita juga kan udah pakai pelampung jadi gak perlu khawatir tenggelam"
"Iya, kamu ada benarnya sayang"
"Memang nya kenapa mas nanya seperti itu? Jangan bilang kalau mas takut ya naik banana boat?"
"Gak! Siapa bilang, mas takut. Mas berani kok, lagi pula itu kan hanya permainan air biasa, tidak ada yang perlu ditakuti" ucap Farhan dengan pedenya, padahal aslinya ia cukup takut mencoba wahana tersebut
"Yakin nih mas gak takut?"
"Iya, yakin. Dari pada kelamaan mikir, kita langsung naik aja deh itu wahana nya juga udah siap"
"Oke deh mas"
Mereka pun langsung berjalan kearah pantai dan menaiki banana boat tersebut. Awalnya Farhan cukup santai saat banana boat nya masih berjalan santai. Namun saat banana boat yang mereka tumpangi mulai melaju dengan cepat. Ia pun mulai panik, bahkan ia tidak henti nya berdoa selama menaiki banana boat tersebut. Setelah selesai bermain wahana banana boat, mereka pun langsung mencoba wahana jet sky dan windsurfing. Setelah Rini cukup puas dengan ketiga wahana air tersebut. Kini pun ia ingin mencoba wahana terakhir yang ada di pantai tersebut, yaitu wahana paralayang.
"Ini wahana terakhir kan sayang?"
"Iya, mas"
'Alhamdulillah, semoga saja wahana terakhir ini tidak menyeramkan seperti tiga wahana sebelumnya' batin Farhan
Setelah semua peralatan telah terpasang dengan aman ditubuh mereka. Para petugas wahana tersebut, mulai membantu menerbangkan paralayang yang mereka naiki. Setelah paralayang yang mereka naiki sudah terbang bebas diangkasa, Rini terlihat sangat bahagia ia bahkan sampai mengabadikan momen tersebut menggunakan kamera kecil yang ia bawa. Sedangkan Farhan sendiri yang awalnya tegang dan takut, kini ia mulai menikmati penerbangan nya dengan paralayang tersebut. Setelah mereka selesai bermain paralayang, rasa lapar menghampiri keduanya.
"Mas, kita cari tempat makan dulu ya, aku udah laper banget dari tadi"
"Ya udah, kita cari restoran deket-deket sini aja ya"
"Iya mas"
Mereka pun langsung bergegas mencari restoran yang jaraknya tidak jauh dari pantai tersebut. Tidak lama kemudian mereka pun sampai di restoran tersebut.
"Kamu duduk disini dulu ya, sayang. Mas mau ke toilet sebentar" ucap Farhan sambil menarik kursi untuk istrinya duduk
"Iya mas"
Farhan pun langsung bergegas pergi ke toilet meninggalkan istrinya seorang diri. Setelah kepergian Farhan ke toilet, beberapa pria hidung belang yang berada tidak jauh dari tempat duduknya Rini. Mereka pun perlahan mulai mendekati dan menggoda Rini.
"Hay, nona manis. Boleh kita gabung" ucap salah satu dari ketiga pria yang mendekati Rini
"Tidak bisa. Tempat duduk itu hanya untuk suami ku bukan untuk kalian"
"Hey, nona. Sebaiknya kamu tidak perlu jual mahal seperti itu. Kalau kamu mau ikut bersama dengan kami. Kami jamin kamu pasti akan suka ikut dengan kami"
"Maaf saya tidak bisa, saya sedang menunggu suami saya"
"Kamu terlalu lama nona manis, ayo cepat ikut kami sekarang" ucap salah satu pria tersebut sambil menarik tangan Rini
Rini yang tidak terima diperlakukan dengan tidak baik oleh mereka, ia pun mengeluarkan jurus beladiri yang sudah pernah diajarkan oleh ketiga kakaknya. Namun karena tubuhnya Rini kalah besar dengan tubuh ketiga pria tersebut. Alhasil Rini pun tidak bisa mengalahkan mereka. Karena tidak ada cara lain untuk lepas dari ketiga pria itu, Rini pun langsung berteriak sekencang-kencangnya memanggil suaminya.
"MAS FAR!! Tolong aku mas!!" teriak Rini
Farhan yang mendengar jeritan minta tolong dari istrinya, ia pun langsung bergegas ke luar dari kamar mandi untuk menghampiri istrinya. Setibanya disana, ia melihat istrinya tengah dibawa paksa oleh ketiga pria berbadan besar.
"Rini? Brengsek, berani-berani mereka menyentuh istriku seperti itu"
Farhan yang tidak terima istrinya diperlakukan kasar seperti itu. Ia pun langsung menghampiri mereka dan memukuli ketiga secara brutal.
"Berhenti!! Lepaskan istriku"
__ADS_1
"Apa? Lepaskan? Jangan harap.
Sekarang ini dia milik kami, kalau kamu menginginkan nya maka hadapi dulu kami bertiga" ucap salah satu dari ketiga pria itu
Tanpa adanya aba-aba. Farhan pun langsung melayangkan tendangan keras pada pria yang menarik tangan istrinya.
Bugh!!
Pria itu pun langsung tersungkur dilantai, dan tangan Rini pun akhirnya terlepas dari genggaman pria itu. Rini yang sudah merasa ketakutan, ia pun langsung berlari memeluk suaminya setelah tangan nya berhasil terlepas dari genggaman pria tersebut.
"Mas, kita pergi dari sini mas. Aku takut" ucap Rini sambil memeluk erat tubuh suaminya
"Iya, sayang. Kita pasti pergi dari tempat ini. Tapi sebelum itu, mas akan memberikan pelajaran kepada mereka terlebih dahulu. Kamu tunggu disana sebentar ya" ucap Farhan sambil menunjuk ke arah kursi yang letaknya sedikit jauh dari tempat mereka berdiri saat ini
Ia meminta Rini untuk duduk dan menunggu nya disana sampai suaminya selesai menyelesaikan urusan nya dengan ketiga pria tersebut.
Setelah Rini mulai menjauh, Farhan pun langsung melayangkan pukulan dan tendangan keras pada ketiga pria tersebut.
Bugh!
Bugh!
Bugh!
Farhan boleh saja takut dengan berbagai wahana ekstrim yang diikuti nya bersama istrinya. Namun ia akan sangat marah, jika siapapun berani menyakiti istrinya dihadapan nya sendiri.
Walaupun tubuh ketiga pria itu cukup besar, namun tenaga dan kehebatan Farhan dalam ilmu beladiri jauh lebih besar dari tubuh ketiga pria itu. Alhasil mereka pun tersungkur dilantai dengan banyak nya luka yang diberikan oleh Farhan diwajah dan tubuh mereka. Rini yang melihat suaminya tidak berhenti memukuli ketiga pria tersebut.
Ia pun langsung bergegas menghampiri suaminya dan berusaha untuk menghentikan pukulan yang dilayangkan suaminya pada ketiga pria itu, ia takut jika karena emosional, suaminya bisa membunuh ketiga pria tersebut.
"Cukup Mas! Hentikan! Aku gak mau kamu masuk penjara setelah membunuh mereka" ucap Rini sambil menahan tangan suaminya yang dari tadi tidak henti memukuli ketiga pria itu secara bergantian
"Astaghfirullah, kamu bener sayang. Hampir aja mas khilaf" ucap Farhan
"Uang ini saya berikan untuk kalian berobat. Saya harap setelah kejadian ini kalian bisa bertaubat dan bisa memperlakukan seorang perempuan dengan baik. Bagaimana pun kalian bisa terlahir di dunia ini juga karena seorang perempuan yang kalian sebut sebagai ibu. Sebaiknya sebelum kalian memperlakukan seorang perempuan dengan kasar, lebih baik kalian bayangkan saja terlebih dahulu. Bagaimana perasaan kalian jika ibu kalian, nenek kalian, saudara perempuan kalian atau bahkan anak perempuan kalian itu diperlukan dengan tidak baik oleh pria diluar sana seperti kalian memperlakukan istri ku barusan dengan kasar. Kalau saja istri saya tidak menghentikan saya, maka bisa saya pastikan bahwa hari ini adalah hari terakhir kalian bernafas" ucap Farhan
Setelah itu ia pun langsung bergegas membawa istrinya pergi dari restoran tersebut. Ia pun langsung memilih kembali ke hotel karena Rini tidak mau pergi ke restoran mana pun saat ini setelah kejadian yang tidak menyenangkan yang ia terima hari ini.
"Kamu gak perlu takut lagi, sayang. Mulai hari ini mas, janji akan selalu melindungi kamu, dan tidak akan meninggalkan kamu lagi seperti tadi"
"Iya, mas. Aku sudah jauh lebih baik dari sebelumnya. Aku kan sekarang udah tau kalau kamu ternyata jago beladiri seperti tadi. Jadi sekarang aku tidak perlu mengkhawatirkan apapun selama ada didekat nya mas" ucap Rini sambil memeluk tubuh suaminya "Keadaan kamu bagaimana sayang? Apa mereka sempat melukai kamu?"
"Awalnya sih iya, tapi aku bisa menghalau pukulan mereka. Hanya saya pergelangan tangan ku memar dan sakit karena ditarik pria yang tadi"
"Kalau gitu, kamu tunggu disini sebentar ya, mas mau ambil air es sama kotak P3K nya dulu"
Farhan pun langsung bergegas mencari kotak P3K dan menyiapkan air es untuk mengompres pergelangan tangan istrinya.
Setelah ia mendapatkan yang ia perlukan ia pun kembali menghampiri istrinya dan langsung mengompres pergelangan tangan istrinya, tidak lupa ia juga mengoleskan krim untuk menghilangkan memar pada pergelangan tangan istrinya.
Saat Farhan tengah sibuk mengobati memar dipergelangan tangannya, ia pun melihat tangan suaminya dipenuhi oleh luka akibat dari perkelahian tadi.
"Udah mas. Sekarang gantian, aku yang obatin luka kamu"
"Tidak usah sayang. Ini hanya luka kecil saja. Nanti juga sembuh sendiri"
"Sembuh sendiri gimana? Mas tuh bukan manusia ajaib yang bisa nyembuhin luka di tangan mas, tanpa perlu diobatin. Udah sini buruan ulurin tangannya" ucap Rini sambil menarik paksa tangan suaminya
"Sssssttt... pelan-pelan sayang. Perih tau"
"Perih-perih. Tadi aja sok jagoan mukulin orang, sekarang baru aja dibersihin luka nya udah ngeluh perih, ini juga kan belom dikasih obat merah luka nya mas"
"Tadi kan gak terasa perihnya sayang waktu lagi mukulin orang"
__ADS_1
"Ck. Bisa aja nyari alesan nya. Pokoknya lain kali aku gak mau ya, mas hilang kontrol seperti tadi kalau mukulin orang. Aku tau mas tadi itu marah banget sama mereka. Tapi seharusnya mas juga bisa berfikir dengan jernih. Kalau mas mukulin mereka sampai mereka tewas bagaimana nasib ku kedepannya nanti"
"Iya, sayang. Mas minta maaf ya. Mas janji deh akan berusaha untuk mengendalikan emosinya mas"
"Jangan janji aja mas, tapi di tepatin"
"Iya, sayang" ucap Farhan sambil mencubit pipi istrinya
"Iihhh.. sakit tau mas. Ini tuh pipi bukan kue cubit. Main cubit aja"
"Masa sih pipi? Tapi kok bulet nya sama kayak bakpao ya.. Jadi mas gigit deh" pengen
"Mass.. sakit tau. Aku tau mas, kalau aku ini gemesin. Tapi gak ya harus digigit gitu juga pipi aku. Tuh kan pake ada stempelnya juga. Kebiasaan sih, setiap gigit pasti ninggalin stempelnya mulu"
"Jangan kan pipi. Bahkan rasa nya saat ini mas ingin sekali membuat seluruh tubuh mu penuh dengan stempel cinta dari mas, sayang"
"Gak usah genit deh mas. Luka kamu aja baru diobatin"
"Yang luka kan hanya bagian atas sayang. Yang bawah kan masih aman terlindungi. Mau ya?" ucap Farhan sambil mengedipkan sebelah matanya
Rini yang paham arti kedipan mata sang suami. Ia pun langsung bergegas pergi untuk menyimpan kembali kotak P3K yang ada ditangannya. Namun saat ia baru berdiri, tiba-tiba saja tangan nya ditarik dengan cepat oleh suaminya.
"Aaaaaaa" teriak Rini saat ia terjatuh kembali ke atas ranjang karena tarikan yang dilakukan oleh suaminya
Sedangkan kotak P3K yang tadi ada ditangannya kini telah berserakan dilantai karena terlepas dari genggaman tangannya.
"Gak sabaran banget sih mas" ucap Rini sambil memukul lengan suaminya "Liat tuh isi kotak P3K nya jadi berantakan dilantai semua kan"
"Biarin aja sayang. Kotak P3K itu gak penting, nanti bisa mas beresin lagi. Sekarang ini kamu jauh lebih penting dari apapun sayang" ucap Farhan sambil merapikan anak rambut yang menghalangi wajah cantik istrinya
Farhan yang sudah tidak sabar sejak tadi, ia pun langsung menjamahi seluruh tubuh istrinya. Ia pun tidak lupa memberikan stempel cinta kesetiap inci dari tubuh nya tanpa menyisakan sedikit ruang kecil disana. Rini pun tidak berhenti mendesah saat menikmati permainan yang dilakukan oleh suaminya pada tubuhnya. Setelah dua jam kemudian permainan mereka pun selesai. Kini mereka tengah bersiap-siap untuk membersihkan tubuh mereka masing-masing.
"Sayang!!!" teriak Farhan dari dalam kamar mandi
"Gak usah teriak-teriak mas, telinga aku gak budeg loh"
Farhan pun langsung membuka sedikit pintu kamar mandi, ia pun langsung mengeluarkan sedikit kepalanya dicelah pintu yang sudah terbuka.
"Tolong ambilkan handuk nya mas, sayang"
"Tuh kan kebiasaan deh, lupa mulu bawa handuk kalau lagi mandi"
"Gak usah sewot gitu sayang. Mas, kan cuma minta ambilin handuk nya aja, gak susah kan"
"Iya iya. Emang cuma mas aja yang paling bener. Nih handuknya" ucap Rini sambil memberikan handuk tersebut pada suaminya
Namun bukannya Farhan mengambil handuk dari tangan istrinya. Ia justru membuka pintu kamar mandi dengan lebar dan langsung menarik tangan istrinya untuk ikut masuk kedalam kamar mandi, ia pun tidak lupa untuk langsung mengunci pintu kamar mandi nya setelah istrinya masuk kedalam kamar mandi. Dan akhirnya mereka pun mandi bersama.
"Ck. Kalau tau ujung-ujungnya bakal mandi bareng, lebih baik gak aku ambilin tadi handuknya" ucap Rini setelah mereka keluar dari kamar mandi
"Hehehe... kan sekalian sayang"
"Sekalian? Maksud nya?"
"Iya, kan sekalian. Mas pengen nyobain sensasi baru aja. Lagi pula, mandi bareng pasangan itu kan bagus untuk mempererat cinta antar pasangan. Bahkan Rasulullah pun sering mengajak istrinya untuk mandi bersama"
"Mempererat apa doyan mas? Ini belum ada 3 jam loh, tapi dari tadi kamu gak ada puasnya, mau nya minta mulu" ucap Rini sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil
"Siapa juga yang gak doyan, sayang. Justru setiap kali mas melihat tubuh kamu yang putih, mulus, seksi dan montok seperti ini. Jangan kan 3 kali, bahkan kalau diizinin, sampai pagi pun mas juga masih kuat sayang" ucap Farhan sambil kembali memainkan jarinya diceruk leher istrinya dengan sangat lembut, sesekali ia pun tidak lupa memberikan kecupan di leher istrinya
"Aku baru selesai keramas loh mas"
"Gak apa-apa sayang. Stock sampo nya masih banyak, sayang" ucap Farhan sambil menghirup aroma tubuh istrinya yang semakin membuat nya tergoda
__ADS_1
Farhan yang tidak bisa menahan nafsu nya yang kini kembali menggelora. Tanpa aba-aba ia pun langsung mengangkat tubuh istrinya dan merebahkan tubuh istrinya di atas ranjang. Penyatuan indah itu pun terjadi untuk kesekian kalinya. Namun karena tenaga mereka sudah terkuras habis. Mereka pun langsung tertidur setelah membersihkan tubuh mereka untuk kesekian kalinya.