Istri Tomboy milik Pak Ustadz

Istri Tomboy milik Pak Ustadz
Wanita? Siapa!?


__ADS_3

Tidak lama setelah sholat maghrib, Farhan pun kembali masuk kedalam kamar nya.


"Assalamualaikum"


"Wa'alaikumsalam. Mas, kok tumben langsung pulang? Biasanya kan mas baru pulang setelah sholat isya?"


"Iya, sayang. Mas, pulang karena mau ngambil data santri putri dan santri putra, mas, mau minta tolong sama ustadz Malik untuk ngerapihin datanya aja"


"Ouwh begitu toh"


"Oh iya, mumpung masih ada disini mas, boleh tanya sesuatu sama kamu?"


"Mau tanya apa mas?"


"Tadi pas mas lagi mandi, siapa yang nelpon kamu?"


"Ayah yang nelpon, mas"


"Ada hal apa ayah nelpon kamu? Apa ada masalah penting atau serius?"


Rini pun langsung mengangguk kan kepalanya dengan cepat "Iya, mas. Ada masalah penting, penting banget malah"


Farhan pun langsung bergegas menghampiri istrinya karena rasa penasarannya terkait masalah penting yang dimaksud oleh istrinya itu.


"Emang masalah penting nya apa, sayang?"


"Masalah penting nya itu, ayah ingin secepatnya merubah status nya menjadi seorang kakek. Maka dari itu ayah nelpon aku untuk mengabarkan kalau ayah udah memesan kan kita tiket pesawat dan tiket hotel untuk mempercepat terjadinya perubahan status ayah ku itu"


"Kamu serius sayang?" tanya Farhan dengan wajah bahagia


"Serius lah mas, kalau gak serius ngapain juga ayah ngirim E-tiket nya ke email aku"


"Memang nya tiket pesawat nya untuk ke daerah mana sayang?"


"Ke NTB mas, lebih tepatnya sih Mandalika"


Farhan yang mengetahui bahwa tempat tersebut adalah sirkuit terbaru yang sedang viral. Ia pun bisa menebak bahwa tiket honeymoon nya itu pasti atas dasar keinginan istrinya.


"Pasti kamu kan yang milih tempat nya?"


"Iya, mas" ucap Rini sambil tersenyum dengan menunjukkan deretan gigi putih nya


"Sayang, dimana-mana kalau mau honeymoon itu pilih tempat nya yang romantis. Kita ini kan mau program bikin keturunan sayang, bukan mau ikutan balap motor" protes Farhan


"Kalau ketempat romantis itu udah biasa mas. Aku kan maunya yang gak biasa. Sekalian aku mau coba balapan di sirkuit nya itu, boleh ya mas"

__ADS_1


Mendengar penjelasan istrinya itu Farhan pun langsung membulat kan matanya "Gak, gak boleh. Kamu itu perempuan, bukan laki-laki ngapain sih pake balapan motor segala, pokoknya mas gak akan izinin. Kalau perlu tiket nya dibatalin aja. assalamualaikum"


Farhan yang kesal pun langsung pamit untuk kembali ke pondok untuk mengantarkan berkas-berkas yang ingin ia berikan pada ustadz Malik sekaligus menunggu hingga waktu sholat isya.


"Tuh kan gak dibolehin sama mas Far. Kalau udah ngambek begitu, mau gak mau harus pake cara spesial nih buat ngebujuk nya"


Tidak lama kemudian adzan isya pun berkumandang. Farhan beserta para penghuni pesantren pun melaksanakan sholat isya dimesjid yang ada didalam pesantren, sedang ummi Maryam dan Rini melaksanakan sholat isya dikamar mereka masing-masing. Setelah selesai sholat isya Rini pun bersiap-siap dengan rencana nya untuk membujuk suaminya.


"Apa bagusnya sih baju jaring-jaring gini?" ucap Rini ditengah kebingungan saat sedang memilih baju dinas yang akan ia pakai untuk membujuk suaminya


"Yang ini aja deh kalau gitu. Pokoknya liburan ke Mandalika nya harus jadi, jadi pelacur demi ngebujuk suami sendiri gak masalah kan" ucap Rini saat mengambil baju dinas warna merah yang menjadi pilihannya


Setelah itu ia pun langsung membawa baju dinas tersebut kedalam kamar mandi, setelah berganti pakaian, ia pun langsung menyemprotkan tubuhnya dengan parfum, ia pun tidak lupa untuk berdandan secantik mungkin, agar suaminya bisa terpesona dengan kecantikan nya sehingga ia bisa lebih mudah membujuk suaminya. Setelah selesai berdandan, ia pun langsung berpose manja diatas tempat tidur nya sambil menunggu kedatangan suaminya.


Tidak lama kemudian Farhan pun langsung masuk kedalam kamar nya. Bukan nya terpesona oleh kecantikan istrinya. Justru ia tidak henti mengucapkan kalimat istighfar ketika melihat istrinya berpose sangat seksi diatas tempat tidur dengan memakai baju dinas yang ia belikan. Rini yang melihat respon suaminya yang tidak sesuai dengan harapan nya pun, langsung bergegas duduk.


"Mas!! Aku ini istri kamu loh bukan setan, kenapa dari tadi baca istighfar mulu sih udah kayak abis liat setan aja" ucap Rini dengan kesal


Farhan pun tidak menjawab protes yang dilayangkan istrinya itu, ia justru mengeluarkan ponselnya dari dalam saku celana dan langsung mengirimkan pesan kepada ustadz Malik.


"[Assalamualaikum, Lik. Saya minta tolong, kamu dan ustadzah Hani untuk mendampingi salah satu santri putri yang bernama Diana untuk pergi ke rumah neneknya, karena malam ini neneknya meninggal. Saya dan istri saya tidak bisa menemani nya, karena ada urusan lain. Kamu tolong gantikan saya, ya. Terimakasih]"


Setelah Farhan mengirimkan pesan tersebut, tidak lama kemudian ustadz Malik pun langsung membalas pesannya.


"[Wa'alaikumsalam. Siap, Far. Saya dan ustadzah Hani yang akan mendampingi santri putri tersebut, kamu tidak perlu khawatir. Lanjutkan saja urusan mu dengan istrimu itu, semoga sukses ya]"


Setelah membaca balasan pesan tersebut Farhan pun hanya tersenyum, seperti nya temannya itu sangat mengerti sekali dengan urusan yang ia maksud. Setelah itu ia pun langsung bergegas mengunci pintu kamar nya lalu meletakkan sejadah, peci dan juga ponsel nya diatas meja.


Setelah itu ia pun langsung menghampiri istrinya, ia yang sudah tidak tahan menahan hasratnya lebih lama lagi langsung membuka baju dan sarung yang ia kenakan dan melemparkannya ke sembarang arah. Sebelum ia mencampuri istrinya tidak lupa ia memanjatkan doa terlebih dahulu. Setelah penyatuan yang mereka lakukan, kini keduanya langsung terlelap dalam mimpi mereka masing-masing dibalik selimut yang menutupi kedua tubuh mereka. Bintang yang bersinar terang pun menjadi saksi akan indahnya penyatuan yang telah mereka lalui dengan sepenuh jiwa raga pada malam itu.


Dua hari kemudian.


Pagi hari ini menjadi pagi yang sangat kacau bagi keduanya. Pasalnya jam sembilan pagi ini adalah acara syukuran berdirinya pesantren Al-Taqwa yang ke 25 tahun. Namun karena kesibukan yang mereka lakukan selama dua hari terakhir ini untuk mempersiapkan acara hari ini membuat mereka bangun lebih siang dari biasanya.


"Astaghfirullah, sayang buruan kita udah telat loh" teriak Farhan dari ruang tamu


"Iya, mas. Tunggu sebentar" teriak Rini dari dalam kamar


Tidak lama kemudian Rini pun keluar dari dalam kamar dengan menggunakan baju gamis warna krem yang senada dengan warna baju muslim yang dikenakan oleh Farhan.


"Masyallah, cantik banget. Istri nya siapa sih nih pagi-pagi udah cantik begini" puji Farhan sambil mencubit pipinya Rini


"Istri siapa? Istri nya ustadz Malik!"


Farhan pun langsung membulat kan matanya ketika mendengar jawaban istrinya, lalu ia pun mengatakan "Kamu bilang apa tadi? Ayo coba bilang lagi kalau berani"

__ADS_1


"Ck. Mulai deh ngambek nya. Salah mas sendiri sih, udah tau aku ini istrinya mas. Kenapa pake ditanya segala istrinya siapa? Emang nya mas udah lupa ya waktu nikahin aku?"


"Gak lah, mana mungkin mas lupa udah nikahin kamu. Mas, tadi kan cuma bercanda sayang. Ya udah kita langsung ke berangkat aja yuk"


Mereka pun langsung bergegas pergi menuju ke taman yang ada dipesantren tersebut, karena disitulah acaranya diadakan. Sesampainya disana, sudah banyak santri dan para ustadz dan ustadzah yang sudah berkumpul, disana pun hadir juga beberapa rombongan kiyai dari sahabat ataupun kenalan dari kiyai Saleh. Mereka ikut hadir untuk memeriahkan acara syukuran memperingati hari berdirinya pesantren Al-Taqwa yang ke 25 tahun. Dikarenakan Farhan dan Rini datang terlambat, mereka tidak bisa mendengar kan kata sambutan yang disampaikan oleh kiyai Saleh selaku pemilik pesantren.


Disepanjang jalan menuju tempat berlangsungnya acara tersebut Farhan tidak pernah sekalipun melepaskan tangannya dari genggaman tangan istrinya dan pemandangan indah itu pun tentunya membuat iri siapa pun yang memandang nya. Sesampainya disana ia disambut oleh kehadiran wanita cantik yang terlihat anggun dan sholehah, ia adalah Siti Khalifah putri dari kiyai Hasyim sahabat baik kiyai Saleh.


"Assalamualaikum, mas Far" sapa Khalifah dengan lembut


Farhan pun secara tiba-tiba langsung melepaskan tangannya dari genggaman tangan istrinya saat melihat kehadiran Khalifah didepan nya "Wa'alaikumsalam, dek" jawab Farhan


'Siapa sih nih cewek? Bisa-bisanya gara-gara dia mas Far langsung ngelepasin tangan gue begitu aja. Mas, Far itu cuma punya gue, gak boleh ada satu cewek pun yang mencoba ngedeketin mas Far. Langkahi dulu mayat gue baru boleh deketin mas Far' ucap Rini dalam hati sambil terus menatap tajam kearah Khalifah


Rini yang merasa cemburu dengan kehadiran Khalifah, ia pun langsung memunculkan sifat posesif nya dengan langsung merangkul tangan suaminya dan mengajak nya menjauh dari Khalifah.


"Mas, kita langsung duduk disana yuk. Panas disini mas" ucap Rini sambil merangkul tangan suaminya


Khalifah yang mendengar Rini memanggil Farhan dengan sebutan mas. Ia pun langsung bertanya kepada Farhan mengenai Rini.


"Dia siapa mas?" tanya Khalifah sambil menunjuk jari nya ke arah Rini


"Oh. Dia ini...?"


Belum selesai Farhan berbicara, Rini langsung memperkenalkan diri nya sendiri sebagai istrinya Farhan sambil mengulurkan tangannya.


"Kenalin gue Rini, istrinya mas Farhan yang paling cantik, manis dan seksi dipesantren ini sekaligus istri yang paling dicintai oleh mas Far" ucap Rini sambil memuji dirinya sendiri Khalifah pun terlihat begitu kaget dan tidak percaya oleh ucapan Rini. Ia pun langsung bertanya pada Farhan tentang kebenaran yang dikatakan oleh Rini.


"Dia sungguh istri mu mas?"


"Iya, dek. Dia memang istri ku. Namanya Rini, kami sudah menikah akhir bulan kemarin"


Terlihat kekecewaan diraut wajah nya Khalifah saat pria yang ia harapkan untuk menjadi imam di dalam rumah tangga nya. Kini telah menjadi suami dari perempuan lain. Namun mau tidak mau ia pun harus mengikhlaskan pria itu untuk bahagia bersama wanita lain yang kini sudah sah menjadi istrinya.


"Oh begitu. Selamat ya mas. Semoga pernikahan kalian sakinah mawadah warohmah. Kalau gitu saya permisi dulu, mas. Assalamualaikum"


Khalifah yang tidak suka melihat kemesraan yang diperlihatkan oleh Rini pada Farhan. Ia pun langsung bergegas pergi meninggalkan kedua sejoli itu.


"Dia itu siapa mas? Kalau aku liat kayak kalian berdua itu seperti orang yang saling suka deh?"


"Kamu benar, sayang. Dia itu Khalifah, cinta pertamanya mas, sekaligus gadis impiannya mas, yang rencananya akan mas nikahi setelah kembali nya mas dari Mesir. Tapi ya kembali lagi, seindah apapun rencana yang dibuat oleh manusia. Tetap saja rencana Allah jauh lebih indah. Walaupun tidak sesuai dengan yang mas harapkan"


Mendengar penjelasan dari suaminya disaat itu juga Rini langsung melepaskan rangkulan tangan nya dari lengan suaminya. Ia pun langsung bergegas pergi meninggalkan suaminya begitu saja.


"Loh, sayang. Kamu kenapa jalannya buru-buru banget sih, tungguin mas dong" ucap Farhan sambil berlari menyusul istrinya yang lebih dulu pergi

__ADS_1


__ADS_2