
Keesokan paginya. Setelah menunaikan ibadah sholat subuh dimesjid Farhan pun langsung masuk kedalam kamar nya untuk mengecek keadaan istrinya. Sesampainya didalam kamar, Farhan pun terkejut saat melihat istrinya tertidur di meja kerja nya.
"Rini, bangun yuk. Sholat subuh" ucap Farhan sambil mengusap bahu nya Rini untuk membuat nya terbangun.
Perlahan Rini pun membuka matanya, ia pun kaget saat melihat suami yang ia tunggu kehadiran nya sejak tadi malam. Kini sudah berada tepat didepan matanya.
"Mas, mas Far kemana aja sih semalem kok gak tidur dikamar?" tanya Rini sambil mengucek matanya
"Sholat subuh dulu" ucap Farhan.
Sebenarnya Farhan ingin sekali menjelaskan kepada istrinya alasan mengapa ia tidak tidur dikamar semalam. Namun karena sakit gigi yang ia alami semakin memburuk ia pun hanya berbicara sedikit pada istrinya itu. Dan hal itu pun membuat Rini berpikiran bahwa suaminya masih marah kepada nya.
Saat Rini bergegas menuju kamar mandi untuk mengambil wudhu. Farhan pun langsung keluar begitu saja tanpa menjelaskan kemana ia akan pergi.
"Mas, kamu mau ke...?"
Brukk!
Belum selesai Rini bertanya. Farhan langsung keluar dari kamar nya dengan sedikit membanting pintu kamar nya.
'Aduuhh.. kayaknya mas Far masih marah deh. Gimana ya caranya supaya bikin mas Far gak marah lagi dan berhenti nyuekin gue kayak gini. Bosen juga kalau tinggal satu rumah tapi gak saling ngomong gini. Nanti gue cari deh gimana caranya bikin bikin suami gak marah lagi. Siapa tau aja banyak artikel nya di internet. Sekarang gue siap-siap sholat subuh dulu lah' batin Rini
Rini pun langsung masuk kedalam kamar mandi untuk mandi sekaligus wudhu. Setelah itu ia pun langsung menggelar sejadah dan mulai melaksanakan sholat subuh. Setelah selesai sholat ia pun langsung melipat sejadah dan mukenah nya.
Karena selama seminggu kedepan ia masih dalam masa skorsing. la pun hanya bisa menghabiskan waktunya didalam rumah sambil sesekali bermain ponsel. Sedang kan buku-buku yang diberikan oleh suaminya masih tersusun rapi diatas meja kecil disamping tempat tidur nya. Jangan kan membacanya membayangkan banyak nya tulisan arab yang ada di dalam tumpukan buku tersebut sudah membuat kepala nya pusing tujuh keliling. Alhasil buku-buku tersebut hanya bersandar dengan rapih dimeja kecilnya.
"Dari pada gue bingung mau ngapain. Lebih baik gue searching di internet aja lah. Gimana cara nya membuat suami gak marah lagi"
la pun langsung duduk ditepi ranjang nya sambil membuka laman Google, lalu ia pun mengetik cara membuat suami tidak marah lagi pada laman pencarian di Google.
Setelah itu muncul lah beberapa artikel yang memberikan beberapa tips supaya suami berhenti marah. Rini pun langsung membuka artikel tersebut satu persatu.
"Jadi menurut artikel ini dan juga beberapa artikel lainnya. Salah satu cara agar suami tidak marah lagi adalah nemberikan perhatian kecil.
Hhhmm.. perhatian kecil apa ya yang harus gue kasih ke mas Far? Apa coba gue bikinin kopi aja kali ya, mumpung masih pagi ini. Gue coba yang itu dulu aja deh"
Setelah mengetahui apa yang harus dilakukan nya. Rini pun kembali menyimpan ponsel nya dan langsung keluar menuju ke dapur untuk membuat kan suaminya kopi sebagai bentuk perhatian kecil darinya, sesuai dengan tips yang tertulis pada artikel yang tadi ia baca.
Tidak lama kemudian Rini pun telah selesai membuat kopi. Ia pun langsung membawa kopi tersebut kepada suaminya yang tengah bersantai di teras rumah nya.
"Ini mas kopi nya, silahkan diminum" ucap Rini sambil memberikan kopi nya
"Hhhmm"
'Sebegitu marah nya apa kamu mas, sama aku. Sampe susah banget cuma bilang terimakasih aja' batin Rini
Setelah memberikan kopi nya. Rini pun ikut duduk disamping suami. la ikut menemani suaminya yang kini tengah sibuk dengan laptopnya. Sedangkan Rini sendiri pun masih berketat dengan pikiran nya sendiri.
'Sepertinya tips yang pertama gagal deh. Kalau gitu coba ke tips selanjutnya aja deh. Tadi apa ya tips keduanya? Oh iya. Tips keduanya itu harus minta maaf dan mengakui kesalahan. Tapi kira-kira kalau gue ngakuin kesalahan gue kemaren, mas Far bisa maafin gue apa justru tambah marah sama gue? Dicoba aja dulu lah dari pada penasaran' batin Rini
"Hhhmm.. mas Far. Aku boleh ngomong sesuatu gak sama mas?"
"Hhhmm"
"Tuh kan belum apa-apa, jawabannya lagi-lagi cuma hhhmm aja. Udah lah biarin aja. Yang penting lanjutin aja dulu lah sampe selesai, bagaimana pun hasilnya nanti yang penting gue udah berusaha untuk minta maaf dan membujuk mas Far supaya gak marah lagi sama gue' batin Rini
"Jadi gini mas, sebenarnya aku mau minta maaf sama mas atas kejadian kemarin. Iya aku akui, kemarin itu memang aku yang mulai duluan, aku sengaja ngambil sendal nya Lani dan menggantung nya didahan pohon kemaren..
Disaat Rini tengah meminta maaf dan membuat pengakuan atas ulahnya yang kemarin. Farhan yang sejak tadi tengah fokus mengetik. Seketika itu langsung menghentikan ketikan nya dan mendelik tajam kearah istrinya ketika mendengar pengakuan istrinya secara tiba-tiba.
'Mampus dah gue, kayaknya salah dah tips nya. Bukan nya baikan malah tambah marah ini mah mas Far nya' ucap Rini dalam hati setelah ia melihat tatapan tajam yang dilayangkan suaminya kepada dirinya
__ADS_1
"Matanya bisa biasa aja gak mas? Nanti loncat loh matanya"
Farhan yang mendengar ucapan istrinya itu justru semakin membulat kan matanya ketika di ledek seperti itu oleh istrinya sendiri.
Rini yang sudah mulai panik dengan tatapan yang semakin menyeramkan dari suaminya. la pun langsung memilih untuk segera pamit kembali masuk kedalam kamar nya.
'Seperti gue salah ngomong lagi nih. Gue kabur aja dah. Kalau kelamaan disini yang ada gue bisa ditelen hidup-hidup sama mas Far'
"A-aku langsung balik ke kamar ya mas, mau beresin kamar dulu. Assalamualaikum"
Rini pun langsung bergegas lari menuju kamar nya setelah pamit dengan suaminya. Farhan pun hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kelakuan istrinya itu.
Sesampainya dikamar, Rini pun langsung menutup pintu kamar nya. la pun langsung merebahkan diri nya diatas ranjang sambil kembali membuka ponselnya.
"Kenapa sih mas Far kalau marah itu nyeremin banget. Kalau lagi genit aja mesum nya minta ampun. Udah dua tips yang gue lakuin tapi satu pun belum ada yang berhasil. Kalau gitu ke tips selanjutnya aja lah" ucap Rini sambil membuka kembali artikel yang tadi ia baca
"Kalau berdasarkan artikel ini sih katanya hidangkan masakan kesukaan nya. Berarti gue harus masak dong. Ya elah ribet banget sih, masakan yang kemarin dibikin bareng Lani aja rasanya keasinan gimana kalau gue sendiri yang bikin. Yang ada tambah marah mas Far nya. Tapi gak ada salahnya sih dicoba. Masak yang gampang aja kali ya" ucap Rini
Disaat Rini sedang sibuk memikirkan masakan apa yang akan ia masak untuk suaminya. Farhan pun langsung bergegas pergi ke pondok untuk mengajar para santri putra. Karena kondisi rumah yang masih sepi karena kiyai Saleh dan ummi Maryam l belum kembali dari luar kota. Kini hanya Rini yang ada di dapur. Ia pun langsung membuka pintu kulkas dan mengeluarkan bahan makanan yang ada didalam kulkas.
"Kira-kira gue mau masak apa ya?" Karena terlalu bingung ingin memasak apa. Rini pun kembali membuka ponselnya dan mencari resep makanan yang bisa ia masak dengan bahan yang ada dihadapannya.
"Kalau berdasarkan resep yang dari tadi gue cari sih. Yang bisa gue bikin dengan bahan makanan yang ada disini, ya cuma capcay, tempe goreng, sama udang goreng saus padang. Kira-kira enak gak ya rasanya? Langsung bikin aja deh dari pada kelamaan mikir"
Rini pun mulai kegiatan memasak dengan menggunakan video dari YouTube sebagai panduan nya.
"Ouwh begitu. Kalau gitu sih gampang. Bisa lah gue masak nya" ucap Rini dengan pede saat melihat video masak yang terlihat mudah didalam video tersebut.
Namun faktanya praktek nya tidak semudah yang ia lihat di video tadi. Rini yang sedang sibuk memotong sayuran sambil menonton video masak dari ponsel nya, tanpa ia sadari jari nya terkena sayatan pisau.
"Ouch... sssttt.. aduuuhh pake acara ke gores segala. Mana darah nya banyak banget lagi. Hiks.. hiks. hiks. ayaahhh. tolongin Rini, jari Rini berdarah ayah"
Rini pun tidak berhenti menangis saat ia merasakan jari tangan nya begitu perih dan sakit. Belum lagi dengan darah yang tidak henti keluar dari jari tangan nya membuat nyatampak lebih panik. Karena ia sudah tidak tahan menahan rasa sakit dijarivnya. la pun langsung bergegas menuju kamar untuk mengambil ponselnya dan menelpon suaminya.
"Mas Far kemana sih, disituasi darurat gini malah gak bisa dihubungi. Darahnya juga dari tadi belom berhenti juga. Hiks.. hiks. hiks... ayah tolongin Rini, Rini gak mau mati jadi hantu yang tangannya ke gores pisau gini kan gak lucu ada setan cantik tapi jari tangannya ada codetnya"
Disaat Rini sedang menangis meratapi jarinya yang tengah terluka.Ummi Maryam pun kembali dari luar kota. la pun langsung bergegas menuju kamar anaknya ketika mendengar suara seseorang menangis.
"Astaghfirullah, nak. Kamu kenapa nangis seperti ini?" tanya ummi Maryam sambil mengusap air mata menantunya itu
"Ummi"
Rini pun langsung memeluk ummi Maryam ketika melihat nya datang ke kamnar nya.
"Ada apa nak?"
"Jari tangan Rini terluka ummi, rasanya sangat perih" ucap Rini sambil menunjukkan jarinya yang terluka pada ummi Maryam
"Astaghfirullah, kenapa bisa sampai terluka seperti ini sayang? Lalu suami mu kemana?"
Rini pun langsung menggeleng kan kepalanya
"Gak tau ummi. Dari tadi Rini udah coba nelpon mas Far. Tapi telpon nya gak diangkat juga. Hiks...hiks...h**iks**"
"Udah sayang jangan nangis lagi ya kan masih ada ummi disini" ucap ummi Maryam sambil kembali memeluk menantunya
"Ya sudah, kalau begitu. Kamu ikut ummi ke klinik ya, supaya jari kamu bisa langsung diobatin"
Rini pun langsung mengangguk kan kepalanya "Iya ummi"
Ummi Maryam pun langsung membawa Rini ke klinik yang ada dipesantren. Sesampainya diklinik Rini langsung mendapatkan pengobatan pada jari tangannya. Mereka pun kembali pulang ke rumah setelah jari tangan nya Rini telah diobati.
__ADS_1
"Sekarang kamu istirahat saja dulu. Biar ummi yang masak hari ini"
"Tapi Rini mau ikut ke dapur sama ummi. Sekalian Rini mau belajar masak sama ummi, boleh kan ummi?"
"Tentu saja boleh, sayang. Justru ummi senang kalau kamu mau belajar masak sama ummi. Tapi nanti kamu tidak perlu memegang pisau dulu ya, ummi khawatir jari kamu yang lain bisa terluka juga"
"Iya, ummi"
Rini pun langsung bergegas mengikuti ummi Maryam ke dapur. Sesampainya di dapur, ummi Maryam pun langsung terkejut ketika melihat dapur nya telah berantakan. Ditambah lagi dengan semua bahan masakan yang ada didalam kulkas telah tergeletak diatas meja dapur.
"Astaghfirullah, kenapa dapur ummi jadi seperti ini? Apa tadi jari tangan kamu terluka karena berusaha untuk masak sendiri, sayang?" tanya ummi Maryam pada Rini yang sedang berdiri disampingnya
"I-iya ummi" ucap Rini sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal itu
"Maaf ya ummi, gara-gara Rini. Dapur ummi jadi kacau balau seperti ini" ucap Rini lagi
"Tidak apa-apa, sayang. Ummi bisa memaklumi nya. Memang nya tadi kamu ingin memasak apa, sayang?"
"Hhhmm... tadi nya sih aku mau bikin capcay, tempe goreng sama udang Saus padang, ummi"
"Udang?"
"Iya, ummi. Ada apa ya ummi? Kenapa ummi terlihat heran seperti itu?"
"Jadi begini, sayang. Farhan itu alergi sama udang. Jika dia makan udang walaupun sedikit saja. Seluruh tubuhnya akan memerah dan gatal-gatal. Jadi lain kali kalau kamu mau masak atau makan diluar sama suami mu, jangan berikan udang padanya. Kamu paham kan sayang"
"Ohh.. begitu ya ummi. Maaf ya ummi, Rini tidak tau kalau mas Far alergi udang"
"Tidak apa-apa, sayang. Sekarang kan kamu sudah tau, jadi kedepannya kamu harus berhati-hati. Jangan pernah memberikan makanan apapun yang ada udang nya untuk suamimu"
"Baik, ummi. Lalu kalau mas Far alergi udang, kenapa didalam kulkas bisa ada udang, ummi?"
"Sebenarnya kemarin, ummi beli udang untuk Amel. Karena Amel sangat menyukai udang. Tapi belum sempat ummi memasak udang nya. Amel sudah lebih dulu kembali ke pesantren. Jadi udang nya sampai sekarang masih utuh"
"Ohh.. begitu toh ummi"
"Ya sudah, kalau gitu kamu bantuin ummi masukin bahan masakan nya sama bumbu nya aja ya. Biar ummi yang masak"
"Iya, ummi"
Disaat Rini sedang sibuk di dapur bersama ummi Maryam. Farhan pun kini sudah berada didalam ruangan nya setelah ia selesai mengajar di pondok putra.
"Kamu kenapa Far? Masih sakit gigi nya?" tanya ustadz Malik saat menghampiri Farhan
"Iya, nih. Malah makin sakit giginya"
"Obatnya udah diminum belum?"
"Udah, bahkan dari semalam obat yang kamu berikan juga sudah saya minum. Tapi malah semakin sakit"
"Kalau gitu, lebih baik kamu pergi ke dokter gigi saja. Dari pada kamu menderita terus gara-gara sakit gigi"
"Tapi setelah ini saya masih harus mengajar di dua kelas lagi"
"Kalau masalah itu, kamu serahkan saja padaku. Hari ini aku yang akan menggantikan mu mengajar"
"Serius kamu Lik?"
"Ya, serius lah. Udah sana kamu pergi ke dokter gigi dulu"
"Baiklah, kalau begitu saya pergi dulu ya. Terimakasih banyak loh bantuan nya hari ini. Assalamualaikum"
__ADS_1
"Wa'alaikumsalam"
Farhan pun langsung bergegas pergi ke dokter gigi seperti yang disarankan oleh ustadz Malik.