
Rini pun langsung memilih untuk duduk disampingnya ummi Maryam sesampainya ditempat acara. Tidak lama kemudian Farhan pun datang. Karena kursi yang disebelah nya Rini sudah ditempati oleh ustadzah lain. Ia pun akhirnya memilih kursi kosong yang ada dibelakang istrinya.
"Sayang, kamu kenapa? Mas, minta maaf ya kalau mas bikin kesalahan?"
'Apa? Kalau? Dia gak nyadar apa ucapan nya tadi udah bikin gue sakit hati, sekarang malah gak ngerasa bersalah lagi' batin Rini
"Hei, sayang. Mas, dari tadi nanya loh. Masa dicuekin terus sih" ucap Farhan sambil mengusap pundak istrinya
"Apa sih mas? Gak liat apa, aku lagi fokus liat acara nya nih. Bisa gak sih gak usah ganggu dulu"
Ummi Maryam yang mengetahui bahwa anak dan menantunya itu sedang tidak akur, ia pun langsung menanyakan alasan yang membuat mereka bertengkar di pagi hari.
"Kalian ini ada apa sih? Pagi-pagi udah berantem aja. Gak baik loh suami istri pagi-pagi ribut"
"Mas Far duluan yang mulai, ummi"
"Aku?? Emang nya mas salah apa sayang?"
"Pikir aja sendiri" ucap Rini dengan judes, ia pun langsung membuang muka kearah lainnya
"Memang nya kesalahan apa yang sudah dilakukan oleh Farhan sayang?" tanya ummi Maryam
"Itu loh ummi. Mas Far nyebelin banget, masa tadi dia genit banget sama perempuan lain. Udah gitu tangan aku langsung dilepasin gitu aja sama mas Far waktu perempuan itu dateng, ditambah lagi mas Far juga udah nyakitin hati aku saat dia bilang kalau aku ini bukan istri seperti yang dia harapkan"
Rini mengadukan semua keluhan yang ia rasakan atas ulah suaminya itu kepada mertuanya. Ummi Maryam yang mendengar keluhan menantunya, ia sendiri tidak menyangka bahwa putranya itu mampu mengatakan hal seperti itu pada istrinya.
"Auuw.. aduuhh, ummi. Kenapa telinga ku dijewer sih" ucap Farhan saat ummi Maryam menjewer telinga nya
"Makanya lain kali sebelum ngomong itu dipikirkan dulu Far. Rini ini sekarang istri kamu loh. Dan sebagai seorang suami seharusnya kamu bisa menjaga perasaan istri kamu sendiri terlebih lagi kamu ini ustadz disini, apa kata orang-orang kalau ustadz Farhan yang selalu mereka puji karena ke tegasannya justru, tidak bisa menjaga perasaan istrinya sendiri" ucap ummi Maryam
"Iya, ummi. Far minta maaf. Far kan tadi tidak sengaja mengatakan semua itu"
"Minta maaf nya sama istrimu, jangan sama ummi. Kalau sampai Rini stress dan jatuh sakit karena ke pikiran dengan ucapan kamu. Maka ummi akan sangat marah padamu"
Farhan yang merasa bersalah dengan ucapannya kepada istrinya. Ia pun segera meminta maaf pada istrinya, setelah dinasehati oleh umminya.
"Sayang, mas minta maaf ya. Mas, tadi beneran gak bermaksud nyakitin perasaan kamu. Cuma.."
"Cuma apa mas? Apa mas cuma mau bilang, kalau sebenarnya mas itu nyesel karena aku, mas jadi gak bisa menikah dengan cinta pertamanya mas itu"
"Gak gitu sayang, mas bisa jelasin semuanya baik-baik" ucap Farhan sambil menahan tangan istrinya supaya ia tidak pergi
"Gak yang ada perlu dijelasin lagi mas. Aku udah pusing denger alesan kamu" ucap Rini sambil melepaskan tangan nya dari genggaman suaminya
Rini yang sudah terlanjur kesal dan sakit hati dengan ucapan suaminya hari ini, ia pun langsung bergegas bangkit dari tempat duduknya lalu berjalan meninggalkan tempat itu. Namun baru beberapa langkah, tiba-tiba saja kepalanya menjadi pusing dan pandangan mata nya pun menjadi kabur. Farhan yang melihat istrinya berjalan sedikit sempoyongan, ia pun langsung bergegas menangkap tubuh istrinya sebelum ia terjatuh.
"Rini!! Rini bangun sayang" ucap Farhan sambil mengusap pipi istrinya
Mendengar Farhan berteriak, ummi Maryam dan orang-orang yang ada disana pun langsung bergegas menghampiri mereka.
"Astaghfirullah, Rini kenapa Far?" tanya ummi Maryam
"Far juga gak tau ummi, tiba-tiba aja dia pingsan begini ummi"
"Ya sudah, kalau begitu lebih baik kamu bawa istrimu ke klinik saja supaya bisa mendapatkan perawatan"
Ucap ummi Maryam
100
Saat Farhan ingin berdiri dan mengangkat tubuh istrinya. Rini yang masih setengah sadar pun, kembali membuka matanya.
"Alhamdulillah kamu udah sadar sayang?" tanya Farhan saat melihat istrinya mulai membuka matanya
"Mas" lirih Rini
"Kamu kenapa sayang? Apa yang kamu rasain?"
"Pusing mas. Kepala ku pusing banget"
"Ya sudah, kalau gitu kamu lebih baik istirahat dirumah aja sayang. Kamu juga, jagain istrimu yang bener Far" ucap ummi Maryam
__ADS_1
"Iya ummi. Kalau gitu Far langsung bawa Rini pulang duluan ummi. Assalamualaikum"
"Wa'alaikumsalam. Hati-hati gendong nya Far"
Farhan pun langsung bergegas membawa Rini masuk kedalam rumah nya. Sementara itu Rini yang masih merasakan pusing pada kepala nya, ia hanya bisa pasrah dalam gendongan suaminya. Sesampainya di rumah, Farhan pun langsung merebahkan tubuh istrinya ditempat tidur mereka ia pun tidak lupa untuk menyelimuti tubuh istrinya.
"Mas telponin dokter ya sayang"
Rini pun langsung menggeleng kan kepalanya "Gak usah mas. Aku cuma butuh istirahat aja"
"Kamu jangan keras kepala gitu, sayang. Mas, beneran khawatir kamu kenapa-kenapa loh" ucap Farhan sambil mengusap kepala istrinya
"Kan aku udah bilang mas, aku gak butuh dokter, aku cuma butuh istirahat aja"
"Kalau gitu mas buatin kamu teh hangat mau gak?" tanya Farhan
"Terserah"
"Ya sudah, kamu tunggu disini sebentar ya, mas mau kedapur dulu bikinin teh nya"
Farhan pun langsung bergegas keluar dari kamar nya untuk membuatkan istrinya segelas teh hangat.
Sesampainya didapur, ia pun langsung membuat teh hangat untuk istrinya, tidak lupa ia pun mengambilkan biskuit sebagai kudapan sebagai teman minum teh untuk istrinya. Setelah itu ia pun bergegas kembali masuk kedalam kamar nya. Namun sesampainya didalam kamar, ia justru melihat istrinya sudah tertidur.
"Yaahh... Dia udah tidur duluan. Dicoba bangunin aja deh. Sayang, bangun dulu yuk. Ini teh hangat nya udah mas buatin loh" ucap Farhan sambil mengusap pipi istrinya
Tidak lama kemudian Rini pun kembali membuka matanya.
"Eeumm... mas Far? Ada apa lagi mas?"
"Ini teh hangat udah mas buatin, diminum dulu ya supaya pusing nya ilang"
Rini pun langsung mengangguk kan kepalanya "Iya mas. Bantuin aku duduk mas"
Farhan pun langsung membantu istrinya untuk duduk dan bersandar ditepi tempat tidur. Setelah itu ia pun langsung memberikan teh hangat yang tadi ia buat, pada istrinya. Namun saat mencium aroma dari teh tersebut, Rini merasakan mual yang hebat. Karena ia tidak tahan lagi untuk menahan nya. Ia pun langsung bergegas turun dari tempat tidur dan berlari ke kamar mandi sambil menutup mulutnya.
"Loh, kamu kenapa sayang?" tanya Farhan
Huueeekk... Huueeekk...
Rini langsung memuntahkan isi perutnya namun karena sejak tadi malam ia belum sempat makan apapun alhasil muntahan nya itu hanya berupa cairan bening saja. Disatu sisi sejak tadi Farhan tidak henti menanyakan kabar istrinya dari luar pintu kamar mandi. Tidak lama kemudian Rini pun langsung membuka pintu kamar mandi nya, ia pun keluar dari kamar mandi dengan wajah yang lebih pucat dari sebelumnya. Dan tentu saja hal itu membuat kecemasan Farhan bertambah dua kali lipat.
"Astaghfirullah, sayang. Muka kamu pucet banget. Kamu yakin baik-baik aja?" ucap Farhan sambil memapah tubuh istrinya dan membawanya kembali ke tempat tidur
"Aku gak apa-apa kok mas. Mungkin ini karena magh ku lagi kumat aja maka nya tadi aku ngerasain mual-mual" ucap Rini sesampainya di tempat tidur
"Memang nya kamu tadi malam belum makan?"
Rini pun dengan cepat menggeleng kan kepalanya "Belom, mas"
"Astaghfirullah, kenapa gak bilang sama mas sih? Ya udah, sekarang bilang. Kamu mau makan apa biar mas beliin"
"Makan ayam goreng aja mas, tapi bagian sayap ya mas. Sayap nya yang sebelah kanan jangan yang sebelah kiri"
Mendengar ucapan istrinya ia pun langsung mengerutkan keningnya.
"Kamu yakin mau makan ayam sayang?"
"Iya, mas"
"Tapi kamu kan gak suka ayam, sayang. Kok tiba-tiba pengen minta ayam"
"Aku juga gak tau mas. Rasanya pengen banget makan ayam hari ini. Beliin ya mas"
"Iya, nanti mas beliin"
"Kok nanti sih mas? Kan pengen nya sekarang"
"Iya iya, mas beliin sekarang. Tapi kamu gak apa-apa nih kalau mas tinggal keluar sebentar?"
"Gak apa-apa mas. Udah sana buruan beliin ayam goreng nya, mas"
__ADS_1
"Yakin?"
"Iya, mas yakin. Udah buruan beli ayam goreng nya. Inget ya ayam nya bagian sayap, sayap nya yang sebelah kanan jangan yang sebelah kiri. Awas jangan sampe salah beli loh"
"Apa bedanya sayang? Kan sama-sama sayap?"
"Beda lah mas. Sayap ayam itu kan ada dua, kanan sama kiri. Gak mungkin kanan dua-duanya atau kiri dua-duanya. Pokoknya beli ayam nya harus sayap bagian kanan kalau bukan bagian kanan aku gak mau makan"
"Permintaan kamu aneh-aneh aja sih sayang. Kamu yakin sakit kamu itu cuma karena magh kamu lagi kumat aja bukan karena kamu lagi hamil?"
"Hah? Hamil? Kok mas, bisa kepikiran kesana sih?"
"Mas heran aja, kamu yang biasa nya gak suka ayam tiba-tiba malah minta ayam. Nyium aroma teh aja bisa bikin kamu mual, ditambah lagi tadi kamu hampir pingsan karena merasa pusing. Kamu beneran lagi hamil gak sih?"
Rini pun langsung menggeleng kan kepalanya "Gak tau mas"
Mendengar ucapan istrinya itu Farhan pun sibuk dengan pikirannya sendiri.
'Dari pada main tebak-tebakan gini. Apa lebih baik aku beliin dia test pack aja ya. Biar bisa langsung ketauan hamil apa gak nya? Hhhmm... Iya deh, nanti coba mampir sebentar ke apotik buat beli test pack nya' batin Farhan
"Mas!! Mas Far" ucap Rini sambil menarik baju suaminya untuk menyadarkan nya dari lamunannya
itu
"Eh.. i-iya sayang, ada apa? Mana yang sakit? Kamu mau apa?"
"Ck. Kok malah nanya lagi sih mas. Aku kan tadi minta dibeliin ayam goreng, kenapa mas jadi bengong aja sih dari tadi"
"Astaghfirullah, mas hampir aja lupa. Mas minta maaf ya sayang. Sekarang mas langsung pergi deh, nyari ayam goreng nya. Kamu dikamar aja ya jangan kemana-mana mas pergi dulu. Assalamualaikum"
"Iya, mas. Wa'alaikumsalam"
'Maaf ya mas, aku ngerjain kamu dikit. Abisnya kamu nyebelin sih jadi orang, bisa-bisa nya kamu ngomong hal menyakitkan seperti itu setelah bertemu si Khalifah itu. Tapi disatu sisi, gue sendiri juga bingung. Kenapa mendadak gue jadi pengen banget makan ayam goreng ya, padahal gue gak suka makan ayam' ucap Rini dalam hati setelah suaminya keluar dari kamar
Farhan pun langsung bergegas pergi untuk membeli ayam goreng pesanan istrinya itu. Tidak lama kemudian Farhan pun sampai ditempat yang menjual ayam goreng. Ia pun langsung turun dari motor nya dan memesan ayam goreng sesuai pesanan istrinya.
"Mas, pesen ayam goreng nya satu ya"
"Mau bagian apa mas?" tanya penjual ayam goreng tersebut
"Bagian sayap mas. Tapi sayap nya sebelah kanan ya mas"
Mendengar pesanan aneh dari pelanggan nya, penjual ayam goreng tersebut pun langsung tercengang dengan permintaan aneh nya Farhan.
"Hah? Mas gak salah nih pesen nya sayap yang sebelah kanan?"
"Iya, mas. Gak salah kok. Ada kan sayap ayam sebelah kanan nya?"
"Bukan masalah ada apa gak nya mas. Masalah nya saya sendiri aja gak tau mana yang sayap sebelah kanan atau sebelah kiri" ucap penjual ayam goreng tersebut
"Pilihin salah satu aja deh mas. Jangan kan mas, saya aja yang disuruh beli aja bingung"
"Memang nya yang nyuruh mas beli sayap yang sebelah kanan siapa mas?"
"Istri saya yang nyuruh mas. Aneh-aneh aja kan permintaan nya"
"Wah jangan-jangan istrinya mas lagi hamil tuh. Biasanya ibu hamil itu permintaan nya suka yang aneh-aneh"
"Memang benar begitu mas?"
"Ya, setau saya sih gitu mas. Soalnya istri saya waktu lagi hamil juga sering minta yang aneh-aneh mas"
"Wah kalau begitu saya jadi gak sabar pengen langsung beli test pack nya.
Jadi berapa ayam goreng nya mas"
"Gak usah bayar mas, ambil aja buat istrinya mas. Mudah-mudahan hasilnya positif ya mas" ucap penjual ayam goreng tersebut
"Aamiin mas. Terimakasih banyak ya mas. Semoga rezeki nya mas tambah banyak. Assalamualaikum"
"Aamiin. Wa'alaikumsalam"
__ADS_1
Setelah mendapatkan ayam goreng nya, Farhan pun langsung bergegas menuju ke apotik untuk membeli test pack.