
Setelah puas menyantap berbagai macam jajanan keliling. Rini dan Diana pun kembali ke dalam kelasnya. Sesampainya di dalam kelas.
Rini melihat Lani sedang sibuk menyelesaikan tugas nya dimeja nya. Dan seketika ide jahil Rini pun terlintas. Rini pun perlahan berjalan menghampiri meja nya Lani. Sebenarnya jarak antara meja nya
dan meja Lani berjauhan. Namun karena Rini ingin menjahili Lani ia pun memutar arah nya melewati meja Lani untuk sampai dimeja nya sendiri.
"Ups... sorry sengaja" ucap Rini setelah dengan sengaja menyenggol lengan Lani saat ia sedang sibuk Mmenulis.
"Heh! Lu punya mata gak sih? Gak liat apa gue lagi nulis, main senggol aja. Liat nih gara-gara lu tugas yang lagi gue tulis jadi kecoret gini"
"Bodo amat. Emang nya gue pikirin. Tugas, tugas lu ini bukan tugas gue. Selamat menulis ulang tugas nya. Bye. Wleee"
Rini pun langsung kembali ke mejanya setelah mengejek Lani.
Namun Lani yang sudah kesal dengan ulah Rini pun langsung menghampiri Rini dan menarik kerudung nya Rini dari belakang.
"Enak banget ya hidup lu. Setelah ngerusak tugas gue, lu main kabur gitu aja. Tanggung jawab gak lu" ucap Lani sambil menarik kerudung nya Rini
Rini pun tidak tinggal diam. Ia pun membalas Lani dengan menarik kerudung nya juga. Alhasil keduanya kini kembali terlibat dalam perkelahian. Para santri yang berada dikelas langsung melaporkan perkelahian antar Rini dan Lani kepada ustadzah Hani.
Tidak lama kemudian ustadzah Hani pun hadir dikelas tersebut dan langsung menghentikan perkelahian tersebut.
"Hentikan! Kalian lagi, kalian lagi. Kalian gak capek apa berantem terus?"
"Dia duluan yang mulai ustadzah" ucap Rini sambil menunjuk Lani
"Bohong ustadzah. Dia duluan yang mulai"
"Sudah sudah cukup! Sekarang kalian ikut saya"
Rini dan Lani pun mengikuti ustadzah Hani ke ruang pengajar. Disana mereka diintrogasi oleh ustadzah Hani dan ustadzah lainnya yang menjadi penanggung jawab keamanan di wilayah santri putri.
Setelah diskusi yang cukup lama. Rini dan Lani pun akhirnya mendapatkan hukuman untuk kedua kalinya dalam satu hari. Mereka dihukum untuk memasak makanan untuk makan malam secara bersama-sama. Setelah itu ustadzah Hani pun langsung membawa Rini dan Lani menuju dapur pesantren.
"Sekarang tugas kalian adalah memasak makanan untuk makan malam. Inget ya, kalian harus saling bekerja sama satu sama lain, supaya makanan nya cepat jadi. Kalau sampai kalian berantem lagi. Maka saya sendiri yang akan mengadukan ulah kalian pada pak kiyai. Apa kalian mau seperti itu?" ucap ustadzah Hani
"Tidak, ustadzah" jawab keduanya
"Ya sudah kalau gitu, sekarang kalian kerjakan tugas kalian. Saya akan memantau kalian dari depan dapur. Jadi jangan coba-coba untuk mencari keributan lainnya" ucap ustadzah Hani
Ustadzah Hani pun langsung keluar meninggalkan Rini dan Lani untuk memasak makan malam. Ustadzah Hani tidak sepenuhnya meninggalkan mereka berdua saja didapur. Ia mengamati gerak-gerik Rini dan Lani dari depan pintu dapur.
Mereka pun mulai memasak makanan untuk makan malam. Namun karena mereka sama-sama tergolong anak manja yang tidak pernah menyentuh dapur. Tentu saja mereka bingung ketika dihadapkan oleh banyak nya bahan makanan yang harus mereka olah.
"Woi. Lu bisa masak gak?" tanya Rini
"Gak!"
__ADS_1
"Yah. Payah lu"
"Sialan lu. Emang nya lu sendiri bisa masak?"
"Hehehe. gak juga"
"Huh! Dasar, ngejekin orang gak bisa masak. Lu sendiri juga gak bisa masak"
"Berisik lu. Terus ini kita mau masak apa? Mulai dari mana dulu?" tanya Rini
"Mana gue tau. Gue boro-boro bisa masak. Masuk dapur aja jarang"
"Percuma dah gue nanya sama lu, jawaban nya gak tau mulu"
"Makanya gak usah kebanyakan nanya. Lebih baik lu pikirin ini gimana caranya kita masak. Terus apa yang harus kita masak?" tanya Lani
"Hhmm. tunggu sebentar gue mikir dulu" ucap Rini sambil mengetuk dahinya
Tidak lama kemudian sebuah ide pun terlintas dipikiran nya Rini.
"Ahah!" ucap Rini saat ia menemukan sebuah ide. la pun langsung mengeluarkan ponsel miliknya dari sakunya.
"Eh! Lu kok bisa pegang hp sih?" tanya Lani
"Jelas boleh lah, secara gue ini kan istrinya ustadz Farhan sekaligus menantu kiyai Saleh pemilik pesantren ini"
"Eittss.. ini bukan curang. Ini namanya privilage istrinya ustadz"
"Sombong! Ya udah buruan, lu searching masakan yang gampang dan cepet dibikin"
"Iya iya tunggu sebentar bawel banget dah lu"
Rini pun langsung membuka laman google untuk mencari masakan yang enak dan mudah dibuat. Setelah ia menemukan resep makanan lengkap dengan cara membuat nya. Rini dan Lani pun langsung mengeksekusi bahan makanan nya sesuai dengan resep yang tertulis diartikel yang mereka baca. Setelah dua jam lebih mereka berkutat didapur. Akhirnya masakan mereka pun jadi.
"Huh! Akhirnya selesai juga masakan nya"
Mereka pun langsung melakukan tos setelah selesai menyusun masakan yang mereka masak.
"Gue panggil ustadzah Hani dulu ya" ucap Rini
"Oke"
Rini pun langsung keluar untuk memanggil ustadzah Hani. Setelah itu ia pun kembali masuk ke dapur bersama ustadzah Hani.
"Wah! Ternyata bisa juga kalian masak. Seperti nya masakan kalian enak. Saya boleh mencicipi nya dulu?"
"Boleh, ustadzah. Silahkan"
__ADS_1
"Hhmm. lumayan walaupun tidak seenak masakan juru masak dipesantren ini, tapi gak masalah, toh masakan ini masih bisa dimakan. Kalau kalian kompak dalam hal positif seperti ini kan bagus, dari pada berantem terus. Ya sudah, lebih baik kalian kembali ke asrama untuk bersiap-siap sebentar lagi maghrib" ucap ustadzah Hani
"Baik, ustadzah. Kalau gitu kami permisi. Assalamu'alaikum"
"Wa'alaikumsalam"
Lani pun langsung kembali ke asrama santri putri. Sedangkan Rini kembali ke rumah mertuanya.
Sesampainya dikamar ia pun langsung bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya sekaligus wudhu untuk melaksanakan sholat maghrib. Setelah selesai melaksanakan sholat maghrib Rinipun hanya merebahkan tubuhnya di ranjang. la merasa hari ini adalah hari yang sangat melelahkan apalagi hari ini dia sudah tiga kali mendapatkan hukuman.
Disaat ia sedang bersantai, sebuah pesan pun masuk kedalam ponsel nya.
Ting
"[Setelah isya, mas akan menelpon mu. Mas, butuh penjelasan dari mu, perihal kelakuan mu hari ini]" isi pesan yang dikirim oleh Farhan kedalam ponsel nya Rini
"Aduuhh.. gawat nih. Kok dia bisa tau sih?" gumam Rini
"[Iya, mas]" Rini pun membalas pesan suaminya
Disaat Rini tengah memikirkan hal apa saja yang akan dibicarakan oleh suaminya saat menelpon nanti. Seseorang pun tiba-tiba datang dan mengetuk pintu kamar nya.
Tok! Tok! Tok!
"Assalamualaikum. Kak, kak Rini. Kakak ada didalam kamar?" tanya Amel
"Wa'alaikumsalam. Ada dek. Masuk aja, kamar nya gak dikunci"
Amel pun langsung masuk setelah mendapatkan izin dari Rini.
"Ada apa dek?"
"Itu kak, ummi nanyain kakak mau ikut makan diaula santri putri atau mau makan dirumah aja?"
"Hhmm.. ikut makan diaula aja deh. Males juga kalau harus makan sendirian dirumah"
"Oke deh. Kalau gitu kakak siap-siap. Aku mau bilang ke ummi dulu kalau kakak ikut makan diaula santri putri"
"lya, nanti kalau udah selesai. Kakak langsung keluar, kamu tunggu diluar aja"
"Baiklah, kalau gitu Amel ke luar dulu, kak. Assalamualaikum"
"Wa'alaikumsalam"
Amel pun langsung keluar dari kamar Rini untuk memberikan waktu pada Rini untuk berganti pakaian.
Setelah selesai berganti pakaian. Rini, Amel dan ummi Maryam pun langsung bergegas menuju ke aula santri putri untuk menikmati makan malam bersama dengan para ustadzah dan santri putri lainnya.
__ADS_1