
Tidak lama kemudian Rini pun sampai dikamar asrama. Sesampainya disana la pun langsung dicecar beragam pertanyaan dari teman sekamarnya.
"Gimana, mbak?" tanya Diana
Diana merupakan teman sekamar Rini sekaligus santri yang pernah memergoki Rini saat ia berusaha kabur dari pesantren malam itu.
"Gimana apa nya sih?"
"Itu loh. Malam pertama nya mbak, sama anaknya kiyai"
'Eh buset dah, ni bocah Sempet-sempetnya nanyain malam pertama. Gue yang lebih tua dua tahun dari dia aja males ngebahas nya. Eh dia malah penasaran banget, capek deh'batin Rini sambil menepuk dahinya
"Kenapa keningnya ditepuk, mbak?Mbak gak lagi sakit kan?"
"Bukan gue yang sakit. Tapi lu tuh yang sakit"
"Aku?! Aku gak lagi sakit, mbak. Demam juga gak tuh, mbak" ucap Diana dengan polos seraya menempel kan tangannya ke keningnya sendiri
"Au ah gelap"
"Gelap? Ini terang loh mbak, gelap dari mana sih" pikir Diana
"Eh, mbak. Tungguin aku dong" ucap Diana lagi saat melihat Rini pergi begitu saja meninggalkan nya seorang diri
Rini yang tidak mau memperpanjang obrolan dengan Diana pun, memilih bergegas pergi ke kelasnya karena sebentar lagi kelasnya akan dimulai.
Selama pembelajaran berlangsung, Rini yang awalnya semangat untuk belajar karena ia datang ke kelas lebih awal dari santri yang lain. Namun faktanya, ia malah tertidur pulas sepanjang kelas berlangsung. Bahkan ia pun tidak menyadari bahwa jam pelajaran pertama telah selesai. Dan kini sudah masuk jam ke dua. Bahkan ia pun tidak menyadari bahwa pengajar yang masuk ke dalam kelas nya pada jam kedua adalah suaminya sendiri.
"Assalamualaikum" sapa Farhan
"Wa'alaikumsalam, ustadz" sahut para santri putri Ketika baru masuk kedalam kelas, sorot mata Farhan langsung tertuju pada istrinya yang kini tengah tertidur pulas.
"Sebelum saya memulai kelas ini, saya akan memperkenalkan diri saya terlebih dahulu. Nama saya Farhan Putra Tunggal. Kalian bisa panggil saya ustadz Farhan"
"Oh iya, saya hampir lupa. Tolong santri yang tidur di belakang sana, dibangunin" pinta Farhan
"Baik, ustadz" sahut Diana yang ada disampingnya Rini Diana pun langsung menepuk pundak Nya Rini untuk membangun kan nya. Namun usaha nya itu tidak kunjung membuat Rini terbangun dari tidur nyenyak nya. Karena tidak mau ketinggalan pelajaran yang sedang disampaikan oleh ustadz Farhan. Diana pun menyerah untuk membangun kan Rini. Ia langsung fokus pada pelajaran yang sedang disampaikan oleh Farhan.
Farhan pun semakin kesal melihat tingkah laku istrinya itu. Bagaimana tidak, dari awal ia masuk sampai kini hampir selesai, istrinya itu pun masih saja tertidur pulas.
"Dia itu pingsan apa tidur sih gumam Farhan Seketika ide jahil pun terbesit di Pikiran Farhan.
Dug!
Farhan pun melemparkan penghapus karet milik nya hingga mengenai kepala nya Rini.
"Auw... siapa nih yang ngelemparin gue pake penghapus karet ini? Ganggu orang lagi enak-enak tidur aja sih. Kok pada diem sih? Ngaku gak lu pada, siapa yang lemparin gue pake penghapus karet ini?" tanya Rini
"Saya yang lempar penghapus karet itu" sahut Farhan
'Dia ngapain sih ada dikelas gue? Sejak kapan coba dia ada disini? Ngapain juga dia ngelemparin gue pake penghapus karet ini?' ucap Rini dalam hati dengan berbagai Pertanyaan
"Sekarang kamu maju ke depan"
__ADS_1
"Saya, mas?"
"Panggil saya pak ustadz!! Dikelas ini saya bukan suami kamu, dan kamu pun bukan istri saya. Jadi sekarang kamu cepat maju kedepan!"
"jadi dia ustadz baru dikelas ini? Sejak kapan? Kok dia gak bilang apa-apa semalem, kalau jadi pengajar dipesantren ini? batin Rini
Dug
Ditengah lamunan nya, Farhan pun kembali menghadiahkan lemparan penghapus karet dikening nya Rini.
"Auw... sakit tau"
"Siapa suruh ngelamun. Sekarang cepat maju kedepan!"
"Iya iya. Galak banget sih"
"Sekarang coba kamu jawab pertanyaan yang sudah saya tulis ini"
"Saya?"
"Ayah kamu. Ya kamu lah. Cepetan tulis jawabannya"
"Sabar dong, saya kan harus mikir dulu, pak ustadz!" ucap Rini sambil memberikan penekanan pada akhirnya kalimatnya
10 menit pun sudah berlalu. Namun tidak ada satu soal pun yang berhasil Rini jawab.
"Waktu kamu habis. Kembali ketempat duduk kamu"
"Tunggu sebentar" ucap Farhan saat melihat RinRini akan pergi ketempat duduk nya
satu pun dari soal-soal yang ada dipapan tulis ini, maka saya akan menghukum kamu. Kamu harus menghafal surat pendek sebanyak 10 surat. Besok setor ke saya setelah Dzuhur"
"Dan satu lagi. Karena kamu tidur didalam kelas. Hari ini kamu akan menyapu halaman diarea santri putri sampai bersih, tidak boleh ada satu sampah pun. Sebelum ashar akan saya cek pekerjaan kamu"
"Banyak banget sih hukuman nya"
"Siapa suruh cari masalah sama saya"
"Dasar nyebelin!"
'Rese banget sih jadi suami. Tega banget ngasih hukuman sebanyak itu sama istrinya sendiri. Awas aja, nanti akan gue bales' batin Rini
Tidak lama kemudian jam pelajaran pun telah selesai. Semua santri pun keluar dari kelas, Farhan dan Rini pun keluar terakhir dari kelas itu.
"Mas, tunggu!"
"Ada apa?
"Aku minta duit dong" ucap Rini sambil mengulurkan tangannya
"Gak ada"
"Bohong
__ADS_1
"Beneran. Untuk apa saya bohong.
Memang nya kamu butuh uang untuk apa?"
"Mau buat jajan bakso didepan gerbang"
"Gak boleh. Kamu makan aja sama santri yang lain di aula"
"Bosen. Pengen makan bakso. Mana duitnya?"
"Gak ada, Rini"
'Pelit banget sih. Masa buat beli bakso semangkok aja gak ada duit sih?
Hhmm..jangan-jangan dia lagi bohong. Apa gue langsung periksa isi kantong nya aja ya. Eh,, tapi kalau ke pegang yang lain gimana? Au ah bodo amat yang penting hari ini gue harus dapet duit nya buat beli bakso' batin Rini
"Halo" ucap Farhan sambil melambaikan tangannya ke wajah istrinya
"kamu gak lagi bikin rencana aneh-aneh kan?"
Mendengar hal itu, Rini pun langsung menunjukkan senyum jahat nya. Setelah itu ia pun langsung mendekati suaminya itu. Lalu ia pun langsung merogoh saku celana suaminya begitu saja.
"Kamu mau ngapain sih?"
'Aduh ini bocah ngapain sih maen asal pegang-pegang aja. Kalau salah pegang kan bisa gawat. Jangan sampai yang dibawah ikutan bangun gara-gara ulah bocah satu ini' batin Farhan
"Diem aja deh mas. Saya cuma mau nyari duit aja kok. Gak mungkin juga Saya pegang yang lain. Dijamin aman kok"
'Aman dengkul mu. Gawat nih kalau dia gak berhenti juga. Bisa-bisa junior ku bisa bangun' batin Farhan
"Minggir sana" ucap Farhan Karena tidak tahan dengan sentuhan yang dilakukan oleh istrinya. Farhan pun langsung menyingkirkan tangan istrinya dari saku celananya dan sedikit mendorong nya supaya sedikit menjauh. Karena terkejut oleh dorongan yang dilakukan oleh suaminya. Rini pun spontan langsung menyambar lengan suaminya. Saat melihat istrinya hilang keseimbangan dan akan terjatuh akibat dorongan nya tadi. Farhan pun refleks menangkap tubuh Istrinya kedalam pelukannya.
Disaat mereka sedang berpelukan satu sama lain. Tiba-tiba saja pak kiyai datang dan langsung membuat mereka melepaskan pelukan satu sama lain.
"Astaghfirullah, Farhan, Rini. Apa-apaan kalian ini?
"Abah? Ini tidak seperti yang Abah liat kok" ucap Farhan
"Abah paham, Far. Kalian ini pengantin baru. Tapi ada sebaiknya kalau kalian ingin melakukan hal romantis. Kalian lakukan dikamar kalian saja. Jangan ditempat umum seperti ini"
"Abah, salah paham. Kami tidak bermaksud untuk bermesraan disini Kok"
"Lalu kalian tadi ngapain peluk-pelukan?"
"Tadi itu Rini hampir jatuh. Ya, aku reflek nangkep dia supaya gak jatuh, gitu aja bah"
"Bener begitu, Rini?" tanya kiyai Saleh
Rini pun langsung mengangguk dengan cepat.
"Sebenarnya apa yang terjadi? Dan kenapa juga Rini hampir terjatuh?"
"Jadi gini loh, Bah.." Farhan pun menjelaskan kepada abah nya perihal Rini yang memaksanya memberikan uang.
__ADS_1
"Far... Far... kamu ini. Rini itu gak Salah loh. Rini, itu istri mu. Jadi udah tanggung jawab dan kewajiban kamu untuk memberikan nya nafkah lahir dan batin. Termasuk uang,jajan untuk dia. Ilmu agama yang kamu miliki kan sudah bagus. Seharusnya untuk hal-hal yang berkaitan dengan tanggung jawab dan kewajiban kamu sebagai seorang suami, tidak perlu kan Abah jelaskan lagi padamu secara rinci"
'Syukirin emang nya enak diceramahin Abah. Pelit sih jadi suami. Masa minta uang 50 ribu buat beli bakso aja gak punya. Gue juga kan beli baksonya paling banyak dua mangkok bukan dua gerobak. Gak mungkin juga kan gara-gara bakso dua mangkok, dia langsung bangkrut' batin Rini