Istri Tomboy milik Pak Ustadz

Istri Tomboy milik Pak Ustadz
Rumah Sakit


__ADS_3

Kini Rini dan Farhan pun sudah tertidur pulas setelah drama panjang yang mereka lalui ketika Rini sedang haid di hari pertama.


Saat tengah tertidur pulas, tiba-tiba saja Rini merasa sakit pada perut nya. Ia pun langsung bangun dan bergegas pergi ke kamar mandi. Malam itu energi Rini terkuras habis, karena ia sudah lebih dari 5 kali buang air besar.


Setelah keluar dari kamar mandi, Rini pun terlihat sangat pucat. Ia pun merasa sakit pada kepala dan juga perutnya. Karena tidak tahan lagi menahan rasa sakit nya. la pun langsung membangun kan suaminya.


"Mas. Mas, Far. Bangun dong mas" ucap Rini sambil menepuk pundak suaminya


"Eemm.. kenapa sayang?"


"Perut akuu sakit banget, mas. Mas bangun dulu dong"


Mengetahui istrinya mengeluh sakit, Farhan pun langsung membuka matanya. la pun langsung bangun dari tidur nya dan mengecek keadaan istrinya.


"Astaghfirullah, sayang. Kamu kenapa bisa pucet gini sih? Suhu tubuh kamu juga tinggi banget. Kita langsung ke rumah sakit aja ya"


Rini pun langsung mengangguk kan kepalanya


"Gendong, mas. Aku gak kuat jalan. Lemes banget" ucap Rini sambil merentangkan kedua tangannya


"Ya udah sini mas gendong. Tapi mas ambil kunci mobil dulu ya. Tunggu sebentar"


Rini pun langsung bergegas menggendong istrinya setelah mengambil kunci mobil dan memakai jaket nya. Karena hari sudah tengah malam, semua orang dirumahnya pun sudah terlelap tidur. Farhan tidak tega jika harus membangun kan semua orang dirumahnya. Alhasil ia pun langsung membawa istrinya sendirian ke rumah sakit terdekat.


"Suster. Tolong sus, istri saya lagi sakit, sus" teriak Farhan setelah ia sampai dirumah sakit


Rini pun langsung dihampiri oleh beberapa suster. Ia pun langsung dilarikan ke IGD untuk perawatan Lebih lanjut. Sementara itu Farhan hanya bisa menunggu diluar dengan mencemaskan keadaan istrinya. Tidak lama kemudian, dokter pun keluar.


"Bagaimana keadaan istri saya, dok?"


"Istri anda mengalami dehidrasi yang cukup parah. Untuk itu ia harus mendapatkan suntikan cairan infus untuk mengganti kan cairan dalam tubuh nya yang hampir terkuras. Selain itu berdasarkan hasil pemeriksaan. Asam lambung istri anda juga cukup tinggi.


Jadi saya sarankan pasien harus dirawat inap selama 2-3 hari kedepan. Jika keadaan nya sudah membaik, pasien baru boleh pulang" ucap dokter panjang lebar


"Baik, dok. Lakukan apapun untuk kesembuhan istri saya"


"Tentu pak. Itu sudah menjadi tugas saya sebagai dokter, untuk memberikan perawatan sebaik mungkin kepada setiap pasien saya"


"Apa saya boleh menjenguk istri saya, dok"


"Boleh, pak. Tapi setelah istri anda dipindahkan ke ruang rawat. Jika tidak ada pertanyaan lain, saya permisi dulu, pak"


"Iya, dok. Terimakasih banyak, dok"


"Sama-sama pak"


Setelah itu Farhan pun langsung mengurus administrasi nya. Demi kenyamanan istrinya itu, ia pun memilih kamar VVIP sebagai kamar rawat istrinya. Setelah semuanya selesai, ia pun langsung mengunjungi istrinya di kamar rawat.


Sesampainya di kamar rawat istrinya. Farhan pun langsung mendekati istrinya yang kini terbaring lenmah diranjang rumah sakit dengan selang infus yang tertancap ditangan istrinya. Melihat semua itu Farhan sangat sedih.


Rini yang biasanya terlihat ceria dan tidak bisa diam. Kini hanya bisa berbaring lemah tidak berdaya. Sebelum duduk, Farhan pun menyempatkan untuk membaca kan doa untuk kesembuhan istrinya. Setelah itu ia pun mencium kening istrinya lalu duduk didekat ranjang istrinya sambil menggenggam tangan istrinya itu. Keesokan harinya...


Rini pun mulai membuka matanya dengan perlahan.

__ADS_1


"Gue ada dimana? Kok wallpaper kamar nya lain dengan kamar nya mas Far?"


Merasa pergerakan dan juga suara istrinya. Farhan pun langsung bangun dari tidurnya.


"Alhamdulillah, kamu sudah sadar, sayang


"Sadar?? Emang nya aku kenapa, mas? Terus ini kita ada dimana sih? Mas, juga kenapa tidur dikursi?"


"Nanya nya satu-satu, sayang"


"Jadi gini loh. Semalem itu kamu pingsan saat perjalanan ke rumah sakit, gara-gara semalem kamu sakit perut. Inget gak?" sambung Farhan


"Ooohh.. iya iya. Aku baru inget sekarang. Tapi kenapa kamar rumah sakit nya bisa sebagus dan seluas ini mas?"


"Bisa dong. Kan mas, pilih kamar nya yang VVIP biar kamu nyaman"


'Nyaman?? Alah alesan kamu aja itu, mas. Bilang aja biar gak ada yang ganggu, kalau kamu mau mesra-mesraan sama aku' ucap Rini sambil memicingkan matanya ke arah suaminya


"Halo" ucap Farhan sambil melambaikan tangannya di depan wajah istrinya


"kenapa bengong gitu sih?"


"Ehh... gak kok gak apa-apa. Oh iya mas, orang rumah udah ada yang tau aku dirawat


"Belum sayang. Semalem mas, belum sempat ngabarin siapa-siapa"


"Ya udah kalau gitu, mas telpon ke rumah. Entar mereka bingung lagi nyariin kita"


"Kalau gitu mas telpon rumah sebentar ya"


"Iya, sayang"


Farhan pun langsung mengabari tentang kondisi istrinya saat ini kepada keluarga nya. Ia pun tidak lupa mengabarkan kondisi istrinya pada ayah mertua nya. Setelah mendengar kabar tersebut. Mereka pun langsung bergegas menjenguk Rini dirumah sakit.


Sedangkan Rini pun kini sedang bersiap untuk makan setelah selesai diperiksa oleh dokter.


"Aaaa... ayo dibuka mulutnya, sayang" ucap Farhan sambil menyodorkan sesendok bubur pada istrinya


"Gak mau, mas. Bubur nya gak enak"


"Namanya juga makanan rumah sakit, sayang. Kalau yang enak itu makanan di restoran"


"Ya udah. Beli makanan di restoran aja"


"Kamu ini ya!! Gak denger apa tadi kata dokter. Kamu tuh gak boleh makan yang pedes-pedes dulu. Kamu juga gak boleh makan makanan yang berminyak, gak boleh makan makanan yang keras-keras, makanan instan, makanan bertepung. Inget gak?"


"Iya iya inget"


'Gimana mau sembuh, kalau yang dimakan cuma bubur anyep. Sayur juga gak ada rasa. Kalau mau pasien nya cepet sembuh tuh dikasih nasi padang pake ayam bakar kan enak tuh. Pasien nya juga pasti cepet sembuh' batin Rini


"Yehh.. kenapa bengong sih. Ayo cepetan di makan bubur nya"


"Mas, bawel deh. Gak tau apa bubur nya tuh gak enak. Kalau gak percaya, mas coba aja makan sendiri bubur nya"

__ADS_1


"Kan yang sakit kamu bukan mas. Ini juga kan bubur nya buat orang sakit. Bukan buat orang sehat seperti, mas"


"Curang! Bilang aja gak mau nyobain bubur anyep nya


"Hahaha.. kamu tau aja sih, Sayang ucap Farhan sambil mengacak-acak rambut istrinya


"liihh.. gak usah diacak-acak dong rambut aku. Jadi berantakan gini kan"


"Iya iya maaf, sayang. Abisnya kamu gemesin sih"


"Gak usah ngegombal deh pagi-pagi. Gak cocok tau sama karakter nya, mas"


"Terus cocok nya gimana??"


"Cocok nya marah-marah. Hahaha"


"Nakal ya. Udah berani ngeledek Suaminya sendiri" ucap Farhan sambil mencubit hidung istrinya


"Aduuhh...sakit tau, mas"


"Ululuuu.. manja nya istri mas, ini. Coba sini mas cium yang sakit tadi"


"Stop! Ngapain sih main nyosor aja. Mas, kan ustadz bukan soang. Jadi gak usah cosplay jadi soang deh"


"Mana ada soang seganteng ini, sayang"


"Iiidddiihh... kepedean banget sih mas"


"Mas, gak kepedean kok. Kan emang faktanya mas ini ganteng"


'Kalau dilihat dari deket gini sih emang ganteng banget. Iidihh, kenapa gue jadi muji-muji dia gini sih. Gak boleh, Rini. Lu gak boleh sampe jatuh cinta sama ustadz narsis ini. Lu harus inget, gara-gara dia lu jadi gak bisa balik ke Jakarta' batin Rini


"Hei.. kamu kenapa akhir-akhir ini jadi sering bengong sih?? Mikirin apa sih?Mikirin mas ya? Hayo ngaku?"


"Idihh.. kepedean banget sih, mas. Sejak kapan sih, mas jadi narsis gini. Perasaan kemaren-kemaren gak gini deh. Oh, atau jangan-jangan mas, kesambet setan narsis ya. Husstt.. keluar kamu setan, keluar lah dari tubuh suami ku" ucap Rini sambil memukul-mukul lengannya Farhan


"Rini, STOP! Kamu ngapain sih mukul-mukulin, mas. Mas, gak lagi kesambet tau" ucap Farhan sambil menahan tangan istrinya yang sedari tadi tidak henti memukul dirinya


"Jadi beneran gak kesambet nih?"


"Ya enggaklah. Kamu itu ngawur aja"


"Oh. Kirain beneran kesambet"


"Udah buruan dihabisin bubur nya. Sebelum nanti kamu yang mas sambit"


'Huh! Kirain udah lupa nyuruh habisin buburnya' batin Rini


"Cepetan habisin bubur nya. Jangan kebanyakan bengong"


"ya iya. Mana sini bubur nya. Aku makan sendiri aja"


"Nih. Di habisin loh bubur nya. Awas kalau gak habis"

__ADS_1


"Iya iya bawel banget sih"


__ADS_2