
Setelah Farhan pergi ke mesjid, kini Rini pun bersiap-siap untuk menunaikan ibadah sholat maghrib dikamar nya. Setelah selesai sholat maghrib, Rini memilih untuk menyandarkan tubuhnya ditepi ranjang sambil bermain ponsel nya sampai masuk waktu sholat isya.
Namun karena ia terlalu asik bermain ponsel sambil mendengarkan musik dengan menggunakan headset ditelinga nya. Ia pun sampai tidak mengetahui bahwa sholat isya telah masuk dari tadi. Sedangkan Farhan yang sudah kembali setelah menunaikan sholat isya, ia langsung masuk kedalam kamar
Ceklek!
"Assalamualaikum"
Namun karena Rini tengah memakai headset ditelinga nya, ia pun tidak mendengar salam dari suaminya. Farhan yang merasa heran kenapa salam nya tidak dijawab oleh istrinya. Ia pun memutuskan untuk menghampiri istrinya dan langsung melepaskan headset yang ada ditelinga istrinya.
"Rese banget sih jadi orang gak tau a.." ucap Rini, namun saat ia melihat bahwa yang menganggu nya adalah suaminya, ia pun tidak jadi menyelesaikan ucapannya
"Ayo coba bilang lagi, siapa yang rese? Mas yang rese gitu?"
"Hehehe... bukan mas, Oh iya mas kok tumben jam segini udah pulang duluan, biasanya setelah isya baru pulang" ucap Rini sambil mengalihkan perhatian suaminya
"Sekarang, mas baru tau kenapa kamu sampai lupa kalau sholat isya udah selesai dari tadi di mesjid. Sekarang sini kasih ponselnya sama mas"
"Tapi kan mas"
"Tidak ada tapi-tapian. Ayo cepat kasih ponsel kamu secara baik-baik atau mas ambil secara paksa"
"Iya iya. Nih ponsel nya" ucap Rini sambil memberikan ponsel nya pada suaminya
"Selama satu minggu kedepan ponsel kamu mas sita. Ini sebagai hukuman, karena benda kecil ini bisa-bisanya kamu sampai mengabaikan panggilan Allah, apalagi sampai lalai menjalankan sholat isya seperti tadi"
"Maaf mas, aku gak denger tadi kalau udah adzan isya" ucap Rini sambil menundukkan kepalanya
"Gimana kamu gak kedengaran, sedangkan telinga kamu aja ditutup sama benda kecil ini. Sekarang lebih baik kamu ambil wudhu setelah itu sholat. Kalau kamu udah selesai sholat nanti kita makan malam"
"Iya, mas"
Rini pun langsung bergegas mengambil wudhu dan langsung melaksanakan sholat isya setelah nya. Sedangkan Farhan hanya menunggu istrinya selesai sholat isya sambil membaca buku ditepi ranjang.
Tidak lama kemudian Rini yang telah selesai melaksanakan sholat isya. Ia pun langsung menghampiri suaminya yang masih sibuk dengan bukunya.
"Mas"
"Hhmm"
"Mas"
"Hhmmm"
'Seperti mas Far beneran marah deh, gara-gara tadi aku lupa sholat isya.
Kamu sih Rini, udah tau punya suami ustadz. Bisa-bisanya lupa sama sholat. Kalau respon nya cuma hhhmm aja dari tadi kan artinya dia beneran marah. Tapi coba aku rayu dikit kali ya, semoga aja mempan seperti biasanya' batin Rini
"Mas Far, kita makan malam diluar berdua yuk" ajak Rini sambil perlahan meraba paha suaminya
Namun bukannya tergoda, Farhan justru mengabaikan istrinya dan langsung menyimpan kembali bukunya diatas meja. Setelah itu ia pun langsung keluar dari kamar nya.
"Mas Far kenapa sih? Kok bisa-bisanya tadi dia gak tergoda sama sekali. Seperti nya aku harus mencari jalan lain deh" ucap Rini
Sambil memikirkan cara agar suaminya tidak mengabaikan nya lagi
"Ahah!!" ucap Rini saat ia menemukan sebuah ide "Sayang, hari ini ayah kamu lagi marah sama bunda, maka dari itu ayah kamu nyuekin bunda mulu dari tadi. Jadi malam ini kamu bantuin bunda ya nak, supaya ayah kamu gak marah lagi sama bunda" ucap Rini sambil mengelus perutnya yang masih rata
Setelah itu Rini keluar dari kamar nya dan langsung menuju ke meja makan untuk makan malam bersama. Sesampainya disana, sudah terlihat bahwa mereka telah menunggu kedatangan nya sejak tadi.
"Nah itu dia kak Rini. Ayo cepetan duduk kak, aku udah laper nih nungguin kakak dari tadi" ucap Amel
__ADS_1
Rini pun langsung duduk disebelah suaminya. Dan makan malam pun dimulai, disaat yang lain mulai menikmati makan malam nya. Rini pun langsung memulai drama nya.
"Auuww" keluh Rini sambil memegangi perutnya
Mendengar Rini merintih kesakitan, seketika semua orang yang ada dimeja makan pun langsung menghentikan makannya dan memusatkan perhatiannya pada Rini.
"Kamu kenapa, sayang?" tanya Farhan
"Kamu kenapa nak?" tanya ummi Maryam
"Kakak, kenapa?" tanya Amel
"Sebaiknya kamu bawa istri mu ke kamar, Far, biar nanti Amel yang panggilin dokter dari klinik untuk mengecek keadaan istrimu" ucap kiyai Saleh
'Gawat nih, kalau gue beneran diperiksa sama dokter. Nanti yang ada bisa ketahuan kalau gue cuma pura-pura kesakitan aja' batin Rini
Mendengar Abah nya memanggil dokter dari klinik. Rini pun langsung angkat bicara.
"Tidak perlu dipanggil kan dokter, Bah. Seperti nya aku hanya kecapean saja dan ingin istirahat aja dikamar nanti rasa sakit nya juga berkurang" ucap Rini
"Kamu yakin, tidak mau dipanggil kan dokter, nak?"
"Iya, bah"
"Ya sudah. Kalau begitu kamu bawa istri mu istirahat dikamar Far" ucap kiyai Saleh
"Tapi Rini kan belum selesai makan,bah"
"Kamu bawa saja istri mu ke kamar. Setelah ini, ummi yang akan mengantarkan makanan dan minuman untuk istri mu makan di kamar" ucap ummi Maryam
"Baiklah, ummi. Kalau gitu Far bawa Rini ke kamar dulu ya, ummi, Abah"
Farhan pun langsung mengangkat tubuh istrinya kembali ke dalam kamar. Sesampainya di dalam kamar, ia langsung meletakkan istrinya diranjang dengan sangat hati-hati.
"Udah, mas"
Tok! Tok! Tok!
"Itu pasti ummi. Iya, sebentar ummi" ucap Farhan sambil bergegas membuka pintu kamar nya
Ceklek!
"Ini Far, makanan sama minuman untuk istri kamu. Kalau ada perlu yang lain, langsung kamu kasih tau ummi aja ya" ucap ummi Maryam sambil menyerahkan nampan yang berisi makanan dan minuman untuk Rini
"Terimakasih, ummi" ucap Farhan sambil menerima nampan tersebut
Setelah ummi Maryam pergi, Farhan pun langsung menutup kembali pintu kamar nya. Ia pun langsung menghampiri istrinya dan membantu menyuapi nya makanan.
"Gimana, perutnya masih sakit gak?"
"Udah gak sakit mas"
"Ya sudah, sekarang kamu makan dulu ya, tadi kamu kan belum sempat makan. Mas bantu duduk ya"
Farhan pun langsung membantu istrinya untuk duduk dan bersandar ditepi ranjang. Setelah itu, ia langsung menyuapi istrinya makan dengan telaten. Setelah selesai makan, Rini pun memberanikan diri untuk jujur pada suami tentang dirinya yang pura-pura sakit tadi.
"Mas" ucap Rini sambil memegang tangan suaminya
"Ada apa, sayang? Apa perutnya masih sakit?" tanya Farhan sambil mengusap perut istrinya
"Hhhmm... sebenarnya perut aku gak sakit mas. Tadi aku hanya pura-pura sakit aja, supaya kamu gak nyuekin aku lagi"
__ADS_1
Farhan yang mengetahui istrinya berbohong pada nya. Ia pun langsung melepaskan tangan istrinya dan menjauh darinya. Sedang kan Rini yang mengetahui bahwa dirinya telah melakukan kesalahan pada suaminya, ia pun langsung turun dari ranjang dan langsung memeluk suaminya dari belakang.
"Maafin aku, mas. Aku beneran gak bermaksud bikin kamu khawatir. Aku cuma gak mau kamu diemin aku seperti tadi, aku tau kok tadi memang aku yang salah karena menunda sholat gara-gara keasikan main ponsel. Tapi aku beneran gak tahan kalau kamu diemin seperti itu, jangan kan seharian, satu menit pun aku gak bisa tahan kalau dicuekin sama kamu. Maafin aku ya"
Meskipun Rini telah mengakui kesalahannya dan meminta maaf, tetap saja Farhan diam seribu bahasa. Dan tentu saja itu membuat Rini merasa sangat bersalah. Ia pun terus saja mengucapkan kata maaf sambil terus memeluk tubuh suaminya.
"Maafin aku, mas. Mas, Far, aku minta maaf ya. Hiks... hiks...hikss.. mas.. jangan diem aja dong. Aku udah minta maaf loh. Hiks..hiks..hiks.. Mas, maafin aku ya. Iya aku tau aku salah. Lain kali aku janji gak akan ngebohongin kamu lagi dengan melibatkan anak kita. Tapi kamu maafin aku ya. Hiks..hiks..hiks.. maafin aku mas" ucap Rini sambil membenamkan wajahnya dipunggung suaminya sambil terus menangis sesenggukan
Farhan yang merasa kan punggung nya sudah basah karena air mata dari tangisan istrinya. Ia pun membalikkan tubuhnya dan langsung menghapus air mata yang membasahi kedua pipi istrinya.
"Sudah ya jangan nangis lagi. Mas udah maafin kesalahan kamu, sayang. Tapi lain kali jangan diulangi lagi ya. Mas tidak suka kamu bermain dengan keselamatan anak kita sendiri. Apalagi sampai mengikut sertakan dia dalam kebohongan yang kamu bikin. Itu gak baik, sayang. Jangan diulangi lagi ya" ucap Farhan sambil menghapus air mata istrinya
"Terimakasih, mas. Kamu udah mau maafin aku. Aku janji gak akan bohong lagi apalagi main-main dengan kesehatan anak kita. Aku cinta sama mas. Jangan diemin aku lagi ya, mas" ucap Rini sambil memeluk tubuh suaminya dengan erat
"Iya, sayang. Mas, juga cinta sama kamu" ucap Farhan sambil membalas pelukan istrinya dan ia pun tidak lupa mencium kening istrinya
"Ya sudah, sekarang kamu duduk ditempat tidur dulu ya. Mas harus ngurusin kerjaan nya mas, dulu ya" ucap Farhan sambil menuntun istrinya kembali ke tempat tidur
Setelah Rini duduk dengan nyaman ditempat tidur, Farhan pun kembali ke meja kerja untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan nya yang sempat tertunda. Ia pun cukup lama berkutat dengan laptopnya. Hingga tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam. Rini yang tidak bisa tidur tanpa ditemani oleh suaminya, ia pun langsung melayangkan aksi protesnya.
"Ini udah jam 11 malem loh mas. Masa dari tadi yang diusap-usap dan diliat cuma laptop nya aja. Besok-besok nikahin aja laptop nya mas biar makin mirip kamu sama plankton"
Farhan yang mendengar ucapan istrinya. Ia pun langsung mematikan laptop nya dan menutup nya. Setelah itu ia pun langsung bergegas menghampiri istrinya dan naik keatas ranjang.
"Plankton itu siapa, sayang?" tanya Farhan
"Plankton itu makhluk kecil, warna hijau yang punya istri komputer didalam serial kartun yang sering aku tonton, mas"
"Jadi maksud kamu, mas ini mirip sama plankton gitu?"
"Ya sedikit lah, mas"
"Ya sudah, sekarang sini mas kelonin. Biar kamu nya gak protes mulu ngatain mas plankton" ucap Farhan sambil membawa istrinya tidur dalam pelukan nya
Rini yang selalu merasa nyaman dan tenang saat dalam pelukan suaminya. Dalam sekejap ia pun langsung tertidur pulas di pelukan suaminya. Begitu pun Farhan. Ia yang sudah lelah mengurus bisnisnya seharian ini, ia pun langsung ikut terlelap setelah memastikan istrinya sudah tertidur pulas.
Keesokan paginya...
Setelah kembali dari mesjid, Farhan langsung mengganti pakaiannya dengan kemeja putih dan juga celana bahan biru dongker lengkap dengan jas yang memiliki warna senada dengan celana nya. Ia pun tidak lupa memakai dasi dengan warna senada dengan jasnya. Dengan dandanan seperti itu pun, Farhan langsung berubah menjadi CEO muda yang sangat tampan.
"Wow. Ternyata suamiku ini tampan juga ya. Persis seperti CEO muda yang ada di drakor" puji Rini
"Maksud kamu, mas ganteng cuma hari ini aja?"
"Bukan gitu mas. Mas itu selalu tampan setiap hari nya. Kalau biasanya kadar ketampanan mas itu 100% tapi setelah pakai jas seperti ini ketampanan mas meningkatkan jadi 1000% mas"
"Kalau begitu, cium mas dulu dong. Biar makin semangat mas kerja nya" ucap Farhan sambil menunjuk pipi nya agar dicium oleh istrinya
Setelah mendengar permintaan suaminya. Rini langsung memberikan ciuman dikedua pipi suaminya dan yang terakhir dibibir suaminya.
"Alhamdulillah, dapat vitamin C juga pagi-pagi. Kalau gini kan mas semangat kerja nya. Ya sudah, mas berangkat ke kantor dulu ya. Kamu selama dikelas nanti, jangan bikin ulah apalagi sampai berantem sama Lani. Inget loh didalam perut kamu ada calon anak kita yang harus kamu jaga baik-baik"
"Iya, mas. Aku akan berusaha gak bikin masalah kok mas. Kecuali kalau si Lani duluan yang cari ribut, baru aku ladenin mas"
"Ck. Kamu ini, kalau mas bilang gak boleh, ya tetap gak boleh Rini. Siapapun yang mulai duluan, kamu harus bisa sabar dan menahan diri untuk tidak berantem sama temen kamu, paham"
"Paham mas"
"Ya sudah, kalau gitu mas berangkat dulu ya, assalamualaikum"
"Wa'alaikumsalam, mas"
__ADS_1
Farhan pun langsung bergegas pergi ke kantor nya untuk menandatangani beberapa berkas terkait kontrak kerja sama dengan klien asal Spanyol. Sementara Farhan pergi ke kantor, Rini pun kembali ke kelas untuk mengikuti kegiatan belajar nya seperti biasanya.