
Sesampainya di apotik. Farhan pun langsung bergegas masuk kedalam apotik tersebut dan membeli test pack untuk istrinya. Setelah mendapatkan test pack nya, ia pun langsung bergegas pulang. Tidak lama ia pun sampai dirumah nya. Sesampainya di rumah, ia langsung bergegas menuju dapur untuk menyiapkan makanan untuk istrinya, ia pun tidak lupa membawa segelas air minum untuk istrinya.
Tok! Tok! Tok!
Ceklek!
"Assalamualaikum" ucap Farhan
Sambil membawa nampan yang berisi makanan dan segelas air minum
"Wa'alaikumsalam, kenapa lama banget sih mas beli ayam nya"
"Maaf ya sayang, tadi mas ada keperluan sebentar jadi sedikit lama pulang nya. Ya udah, ini ayamnya udah mas beliin kamu makan yang banyak ya. Mau sekalian mas suapin gak?"
"Gak usah mas, aku masih bisa makan sendiri. Tapi ini sayap ayamnya beneran yang kanan apa yang kiri mas?"
"Insyaallah yang kanan sayang"
Rini yang sudah tidak sabar ingin menyantap ayam goreng tersebut.
Akhirnya ia pun berhenti mengajukan pertanyaan lain pada suami.
"Eiitss.. Baca bismillah dulu sayang" ucap Farhan sambil menahan tangan istrinya saat ia ingin menyantap makanan nya
"Apalagi sih mas? Ini lagi tanggung loh cuma tinggal sejengkal lagi ayamnya masuk kedalam mulut aku, kenapa harus ditahan segala sih?"
"Ada baiknya sebelum kamu makan, kamu baca bismillah dulu kemudian baca doa sebelum makan setelah itu baru kamu boleh lanjut makan"
"Kelamaan mas, keburu demo nih cacing yang ada didalam perut aku"
"Astaghfirullah, sayang. Sekarang kamu dengerin mas ya. Kalau kamu makan dan minum tanpa membaca doa terlebih dahulu, maka itu sama saja kamu memberikan makan dan minum kepada setan dengan makanan dan minuman yang kamu punya dan itu bisa membuat kamu tidak merasa kenyang meskipun sudah makan banyak. Karena tanpa kamu sadari, kamu gak makan sendirian tapi makan nya berdua sama setan. Emang nya kamu mau makan bareng sama setan?"
Mendengar penjelasan suaminya itu, Rini pun langsung menggeleng kan kepalanya dengan cepat "Gak mau mas. Enak aja tuh setan mau nya numpang makan gratis aja"
"Dan selain itu makanan dan minuman yang kamu konsumsi jadi tidak berkah nantinya jika kamu tidak membaca doa terlebih dahulu. Maka dari itu mulai dari sekarang kamu harus membiasakan untuk membaca bismillah dan membaca doa sebelum makan saat mau makan dan membaca hamdalah setelah selesai makan, sebagai rasa syukur atas nikmat yang telah kamu dapatkan.
Paham kan sayang" ucap Farhan sambil mengusap kepala istrinya
"Paham mas"
"Ya udah, sekarang baca doa nya dulu ya baru dilanjut lagi makan nya"
Setelah mendengarkan penjelasan yang lumayan panjang dari suaminya. Rini pun langsung membaca doa terlebih dahulu sebelum makan, setelah selesai membaca doa, ia pun kembali melanjutkan makannya.
"Ini ayam goreng nya enak banget loh mas. Kamu cicipin deh. Aku suapin sekalian nih" ucap Rini sambil menyodorkan potongan ayam goreng nya kepada suaminya
"Kamu aja yang makan sayang, biar kenyang. Mas nanti bisa makan yang lain"
"Buruan mas, apa susah nya sih tinggal buka mulut nya ini. Tangan aku udah pegel nih nungguin nya"
Mendengar rengekan istrinya itu Farhan pun akhirnya mau tidak mau, ikut makan bersama istri nya. Sebelum makan, ia tidak lupa membaca doa terlebih dahulu.
Setelah 10 menit kemudian mereka pun telah selesai menyantap makanannya.
"Alhamdulillah, akhirnya aku kenyang juga mas"
"Oh iya, sayang. Mas boleh minta tolong sama kamu gak?"
"Minta tolong apa mas?"
__ADS_1
Farhan pun langsung mengeluarkan test pack dari dalam saku celananya.
"Nanti saat kamu mau pipis, kamu pakai ini ya" ucap Farhan sambil memberikan test pack tersebut pada istrinya
"Ini apa mas?"
"Itu namanya test pack, sayang"
"Test pack?"
"Iya, sayang. Test pack, alat untuk menguji kehamilan"
"Hamil? Emang nya aku hamil mas?"
"Mas, sendiri juga kurang tau sayang. Tapi kan gak ada salahnya untuk dicoba"
"Hhhmm... iya deh, nanti aku coba mas. Tapi kalau hasilnya negatif gimana mas?"
"Ya gak apa-apa sayang. Nanti kan kita bisa usaha lagi. Apalagi nanti kita kan akan pergi bulan madu. Jadi selama disana nanti kita bisa bikin tiga kali sehari, pagi, siang, sore atau bahkan sampe malem juga boleh" ucap Farhan sambil tersenyum licik
Rini yang mendengar ucapan suaminya itu pun langsung terkejut " Apa? Tiga kali sehari? Kamu mau bikin anak tapi proses nya lebihan dari minum obat aja. Sebenarnya mas itu udah gak sabar pengen punya anak apa doyan sih?"
"Hehehe... Dua-duanya sayang. Kalau kata pepatah kan sambil menyelam minum air sayang"
"Kalau mas mau minum air, langsung minum aja nih air digelas aku masih ada kok. Gak perlu nunggu nyelem dulu buat bisa minum air" ucap Rini sambil menyodorkan air minum nya
Setelah itu ia pun langsung bergegas turun dari tempat tidur nya.
"Kamu mau kemana, sayang?"
"Mau kekamar mandi cuci tangan, sekalian nyobain test pack nya" ucap Rini sebelum masuk kedalam kamar mandi
Tidak lama kemudian Rini pun keluar dari kamar mandi dengan membawa test pack yang telah ia gunakan.
"Bagaimana hasilnya, sayang?" tanya Farhan dengan antusias
"Gak tau mas, aku gak berani liat. Mas liat sendiri aja deh" ucap Rini sambil memberikan test pack tersebut pada suaminya
Farhan yang tidak sabar untuk mengetahui hasilnya. Ia pun langsung mengambil test pack tersebut dari tangan istrinya. Seketika raut wajahnya Farhan mendadak berubah menjadi murung saat melihat hanya ada satu garis yang muncul pada test pack tersebut. Karena hasilnya tidak sesuai dengan yang ia harapkan. Ia pun langsung membuang test pack tersebut ke tempat sampah kecil ya ada disamping meja kerja nya.
Rini yang menyadari perubahan sikap suaminya, ia pun langsung bisa memahami bahwa hasil nya pasti tidak seperti yang diharapkan oleh suaminya. Ia pun langsung berlari ke arah suaminya dan memeluk suaminya.
"Maafin Rini ya mas. Hasilnya pasti belum seperti yang mas harapkan"
"Gak apa-apa sayang mas gak marah kok sama kamu, mas hanya sedikit kecewa aja dengan harapan mas sendiri" ucap Farhan sambil membalas pelukan istrinya
"Besok kan kita mau pergi honeymoon jadi masih bisa kita usahain lagi mas. Mudah-mudahan sepulang dari honeymoon hasilnya bisa jadi positif"
"Aamiin. Kita usahain bareng-bareng ya sayang"
Rini pun langsung mengangguk dengan cepat "Iya, mas"
"Tapi apa kamu yakin mau berangkat besok? Emang nya kondisi kamu udah membaik?"
"Udah mas, gak tau kenapa. Abis makan ayam goreng yang mas bawa tadi, aku jadi lebih seger udah gak pusing seperti tadi. Besok sebelum berangkat, beliin lagi ayam goreng nya ya mas"
"Iya, sayang. Besok mas, beliin. Apa sih yang enggak untuk istri tercinta nya mas" ucap Farhan sambil mencium kening istrinya
"Ngomongin soal cinta. Si Khalifah itu beneran cinta pertamanya kamu, mas?"
__ADS_1
Farhan pun langsung mengangguk kan kepalanya "Iya, sayang. Dia itu cinta pertamanya mas"
Mendengar ucapan suaminya, Rini pun langsung melepaskan pelukannya
Dan kembali duduk disudut tempat tidur nya sambil melipat kedua tangannya diatas dadanya.
'Hhhmm.. kalau respon nya begitu, udah yakin nih. Pasti dia lagi cemburu dan ujung-ujungnya sekarang dia pasti lagi ngambek. Udah tau gak suka sama jawabannya, kenapa mesti tetep ditanyain lagi sih, nyari masalah sendiri aja sih' batin Farhan
"Sayang, udah dong. Jangan ngambek lagi ya" ucap Farhan sambil membujuk istrinya agar berhenti cemburu yang tidak jelas
"Kalau si Khalifah itu cinta pertamanya mas, dan gadis impiannya nya. Kenapa gak mas nikahin aja dia. Kenapa harus nikah sama aku, gadis tomboy yang selalu bikin kamu pusing"
"Sayang, kamu gak boleh ngomong gitu ah. Sekarang kamu liat wajah nya mas sebentar ya"
"Gak mau!"
"Liat sini dulu sayang, sebentar aja" ucap Farhan sambil menyentuh dagu istrinya untuk mengarahkan wajah agar bisa berhadapan langsung dengan wajahnya
"Mau ngejelasin apa lagi sih? Kan udah jelas kalau kamu itu cinta sama dia, dan seperti nya dia juga sama mas"
"Dengerin mas, dulu. Jangan dipotong sampai mas selesai ngomong. Memang benar mas akui Khalifah itu cinta pertamanya mas dan gadis impiannya mas. Tapi faktanya mas kan bukan jodoh nya dia"
"Dari mana mas bisa yakin kalau dia bukan jodoh nya mas?"
"Bisa diem dulu gak? Mas kan belum selesai ngejelasin nya"
Mendengar ucapan suaminya yang terkesan sangat serius, Rini pun hanya bisa menundukkan dan berkata "Maaf, mas"
"Alasan mas mengetahui bahwa dia bukan jodoh nya mas. Itu karena dari dulu ketika mas berusaha mendekati nya, selalu ada aja penghalang nya. Setiap kali mas mau melamar dia, dia selalu memberikan berbagai syarat yang harus mas penuhi untuk melamar nya, mulai dari Abi nya yang menginginkan mas harus mendapatkan gelar S2 terlebih dahulu sebelum melamar nya, sampai keinginan ummi nya yang mengharuskan mas punya penghasilan sendiri sebelum melamar putri nya. Namun ketika mas bertemu kamu, tanpa mas mengenal kamu, keluarga kamu bahkan mas sendiri gak tau sifat kamu seperti apa. Tapi besok nya kita langsung menikah kan. Tanpa adanya banyak penghalang sedikit pun. Itu artinya, kalau Khalifah itu bukan diciptakan untuk mas, mau seperti apapun usaha mas untuk mendapatkan nya sampai kapan pun mas tidak akan bisa mendapatkan nya. Begitu sebaliknya sekuat apapun mas menolak kehadiran kamu dalam hidup mas, kalau kamu diciptakan untuk mas, maka bagaimana pun caranya kamu tetap akan menjadi miliknya mas. Begitu sayang. Paham kan?"
"Jadi, mas sebenarnya udah beneran cinta sama aku apa masih cinta sama si Khalifah itu?"
"Sekarang ini satu-satunya wanita yang mas cintai hanya Baiq Rini Azzahra gadis tomboy yang ajaib, polos, manja dan usil sekaligus gadis cantik yang selalu menjadi alasan utama mas untuk selalu tersenyum setiap hari nya" ucap Farhan sambil menangkup kedua pipi istrinya
Rini yang terharu dengan pengakuan suaminya itu, ia pun langsung mengalungkan tangannya pada leher suaminya dan mengatakan "Terimakasih mas, terimakasih telah mencintai ku dan selalu sabar menghadapi sifat ku yang selalu ajaib setiap hari nya" bisik Rini sambil membenamkan wajahnya dileher suaminya.
Saat mereka sedang asik berpelukan, tiba-tiba saja ummi Maryam masuk kedalam kamar mereka. Dan hal itu pun membuat mereka langsung, melepaskan pelukannya.
"Maaf, sayang. Ummi gak bermaksud mengganggu kalian. Silahkan dilanjutkan nanti ummi akan kembali lagi" ucap ummi Maryam, ia pun langsung bergegas menutup pintu kamar anaknya dari luar
"Mas kebiasaan deh lupa mulu ngunci pintu kamarnya, untung kita cuma pelukan aja. Kan gak enak kalau kita lagi main tiba-tiba ummi masuk kedalam mergokin kita berdua"
"Iya, sayang. Maafin mas ya, tadi mas lupa ngunci pintu nya. Ya udah sekarang mas kunci pintu nya dulu ya, supaya kita bisa aman main nya"
"Gak ah. Hari ini aku lagi gak mood main, aku mau istirahat aja supaya kondisi tubuh ku jauh lebih fresh saat mau berangkat besok"
"Yahh, malam ini gak jadi dong?"
"Gak bisa mas. Kamu tahan dulu ya. Besok juga kalau udah nyampe Mandalika kan bisa main sepuasnya"
"Bener ya, kalau kita udah sampai sana, mas boleh main sepuasnya"
"Iya, mas. Bawel banget sih. Aku ngantuk nih, kalau mas masih ada urusan lain. Mas pergi aja. Tapi kalau gak ada, lebih baik mas temenin aku tidur aja"
"Seperti tidak ada urusan lain sayang.
Mas kelonin kamu tidur aja ya"
Farhan pun langsung bergegas naik keatas tempat tidur nya untuk menemani istrinya hingga ia tertidur pulas dalam pelukannya.
__ADS_1