Istri Tomboy milik Pak Ustadz

Istri Tomboy milik Pak Ustadz
Dalam Diam


__ADS_3

Setelah memastikan bahwa istrinya sudah tidur dengan nyaman. Ia pun langsung mengambil laptop nya dan membawa laptop nya keluar dari kamar untuk mengecek kembali bisnis yang ia miliki. Saat ia sedang sibuk mengecek setiap laporan keuangan dari bisnis milik nya, sebuah panggilan telpon masuk kedalam ponsel nya. Dan ternyata panggilan telpon tersebut berasal dari Ilham adik kelas nya saat ia masih belajar dipesantren.


Ilham adalah anak yatim-piatu yang harus menghidupi ketiga adiknya, oleh karena itu Farhan pun mengajarkan Ilham cara mengurus bisnisnya karena ia tau bahwa Ilham sangat membutuhkan pekerjaan secepatnya setelah menyelesaikan belajar nya dipesantren namun karena di zaman sekarang ini mencari pekerjaan cukup sulit.


Farhan pun langsung mempercayakan bisnis milik nya diurus oleh Ilham, karena ia tau betul Ilham itu orang yang jujur dan bisa dipercaya. Maka dari itu Farhan tidak ragu untuk mempercayakan bisnis nya kepada Ilham.


"Assalamualaikum, kak"


"Wa'alaikumsalam. Ada apa ham?"


"Jadi begini kak. Hari ini perusahaan kakak baru saja mendapat klien besar dari Spanyol. Dan klien tersebut ingin secepatnya menjalin kerjasama dengan perusahaan kakak terkait ekspor sepatu kulit"


"Alhamdulillah, mungkin ini yang dinamakan rezeki anak. Dia belum lahir saja udah memberikan rezeki sebesar ini apalagi jika dia sudah lahir"


"Jadi kakak ipar lagi hamil, kak?"


"Iya, ham. Usia kandungan nya baru 4 minggu. Doain ya semoga istri kakak sama anak kakak sehat selalu sampai lahiran nanti"


"Pasti kak. Aku pasti akan selalu berdoa semoga kakak ipar dan anak yang ada di dalam kandungan nya selalu sehat"


"Aamiin"


"Jadi besok pagi kakak bisa kan mampir ke kantor sebentar, karena ada beberapa berkas penting yang harus kakak tanda tangani sendiri. Tidak bisa diwakilkan oleh siapapun"


"Baiklah, besok pagi kakak langsung ke kantor. Kamu siapkan saja semua berkas yang mau kakak tanda tangani"


"Iya, kak. Kalau begitu aku tutup dulu telpon nya ya kak. Aku mau nyiapin berkas-berkasnya dulu. Assalamualaikum, kak"


"Wa'alaikumsalam"


Setelah Farhan mengakhiri panggilan telpon nya. Tiba-tiba saja Abah nya pun datang dan langsung duduk didekat nya.


"Telpon dari siapa, Far?" tanya kiyai Saleh


"Dari Ilham, Bah"


"Ilham adik kelas kamu. Yang kamu percayakan mengurus bisnis kamu itu?"


"Iya, bah"


"Bagaimana sekarang kabar nya dia dan ketiga adiknya?"


"Alhamdulillah, mereka semua baik-baik aja bah. Justru semenjak Ilham bantuin mengelola bisnis nya Far. Dia sekarang bisa menyekolahkan kembali ketiga adiknya dan membeli rumah yang layak huni untuk mereka"


"Alhamdulillah, Abah ikut senang mendengar nya. Kapan-kapan kamu ajak dia kesini, Far. Abah kan juga kangen pengen ngobrol sama dia"


"Insyaallah, bah. Nanti kalau ada waktu luang. Far, suruh Ilham main ke pesantren deh. Oh iya, bah. Abah udah denger kabar bahagia hari ini belum?"


"Kabar bahagia? Belum tuh. Memang nya ada kabar bahagia apa Far"


"Tadi pagi, aku baru aja nganterin Rini ke rumah sakit, bah"


"Astaghfirullah. Rumah sakit? Memang nya istri kamu sakit apa Far?"


"Bukan sakit, bah. Tapi saat ini Rini sedang hamil"


"Hamil? Kamu serius Far?"


"Iya, bah. Saat ini usia kehamilan nya baru 4 minggu"


"Alhamdulillah. Abah senang sekali mendengar nya Far. Mulai saat ini,


Kamu harus bisa merawat dan menjaga istri kamu dengan baik, Far. Kamu juga harus lebih sabar menghadapi ibu hamil, karena ibu hamil itu sangat sensitif. Bahkan ucapan kamu yang sedikit tinggi bisa terkesan sebagai omelan atau cacian di telinga istri kamu. Jadi kamu harus ekstra sabar ya, Far"


"Iya, bah. Far akan berusaha untuk lebih sabar lagi menghadapinya. Walaupun sering kali tingkah laku nya suka membuat Far sakit kepala. Semoga saja dengan kehamilan nya ini sifatnya yang kurang baik bisa berkurang sedikit demi sedikit, Bah"


"Aamiin Far semoga saja yang kamu harapkan bisa secepatnya terkabul. Kalau begitu Abah mau istirahat ke kamar dulu ya, kamu silahkan dilanjutkan pekerjaan nya"


"Iya, silahkan bah"


Setelah abah nya kembali kedalam kamar. Farhan pun langsung melanjutkan pekerjaannya kembali. Karena banyak nya data yang harus ia cek dilaptop nya. Tanpa disadari hari pun sudah mulai sore dan suara adzan ashar pun telah terdengar di telinga nya. Ia pun langsung bergegas menutup laptopnya dan langsung pergi ke masjid untuk menunaikan sholat ashar berjamaah. Setelah kembali nya ia dari masjid. Dari depan pintu saja ia sudah mendengar istrinya muntah-muntah. Tanpa pikir panjang ia pun langsung masuk kedalam kamar nya untuk mengecek keadaan istrinya.


H****uueeekk... huueek... huueeekk...


"Sayang. Buka pintunya dong, jangan bikin mas tambah khawatir sayang" teriak Farhan dari luar kamar mandi sambil terus mengetuk pintu kamar mandi nya


Ceklek!


"Kamu baik-baik aja kan, sayang? Mana yang sakit bilang sama mas. Apa kita langsung ke rumah sakit aja ya?" tanya Farhan dengan cemas ketika istri keluar dari kamar mandi


Disaat suaminya menyerang nya dengan berbagai pertanyaan. Rini justru memilih dia tanpa menjawab satupun pertanyaan dari suaminya. Ia sangat kesal pada suami nya sebab ia mual-mual seperti itu juga kan karena ulah suami nya yang lupa untuk mengajaknya makan siang, hingga membuat nya belum sempat makan hingga sore harinya.

__ADS_1


"Sayang, kamu kenapa dari tadi diem aja sih? Katakan sesuatu sayang. Jangan bikin mas khawatir" ucap Farhan sambil mengikuti istrinya keluar dari kamar.


Farhan yang tidak tau kenapa sikap istrinya mendadak berubah menjadi sedingin itu pada nya. Ia pun langsung menarik tangan istrinya untuk menghentikan langkahnya.


"Rini berhenti!! Sebenarnya kamu ini kenapa sih? Dari tadi mas udah berusaha untuk mengajak kamu bicara loh, tapi gak ada satupun pertanyaan mas yang kamu jawab. Kamu itu maunya apa sih?" tanya Farhan sambil menggenggam tangan istrinya


"Mas nanya aku maunya apa? Mas sendiri inget gak sebelum aku tidur, mas janji mau makan siang sama aku dirumah. Tapi faktanya saat aku bangun dan ingin makan siang, justru mas gak ada dirumah. Ditelpon juga gak ada satupun yang diangkat, memang nya ada hal sepenting apa yang mas lakukan diluar sana sampai melupakan aku dan calon anak mas sendiri" ucap Rini


"Astaghfirullah, mas lupa sayang. Mas minta maaf ya. Mas tadi ada..."


Disaat Farhan ini menjelaskan alasan mengapa ia bisa sampai lupa dengan janji untuk makan siang bersama istrinya. Tiba-tiba saja Rini memotong ucapan nya.


"Alah.. gak usah minta maaf mulu mas, nanti aja maaf-maafan nya kalau lagi lebaran. Malam ini aku mau tidur diasrama putri aja, aku masih kesel sama tindakan kamu hari ini mas. Assalamualaikum" ucap Rini sambil melepaskan tangannya dari genggaman suaminya dan pergi ke asrama putri seorang diri


"Wa'alaikumsalam"


Farhan pun merasa bersalah karena saat ia sibuk mengecek bisnis nya. Justru ia sampai melupakan istri dan calon anak yang sangat ia cintai itu. Kini karena kecerobohan nya, Rini marah pada nya dan tidak ingin tidur dikamar nya malam ini.


"Kenapa bisa sampai lupa seperti ini sih? Gara-gara aku sibuk dengan urusan bisnis, aku sampai lupa memberikan nya makan. Kalau Rini sudah ngambek seperti itu dia mana mau menerima makanan dari aku. Lalu bagaimana cara nya supaya dia bisa makan makanan yang kuberikan"


Disaat Farhan tengah memikirkan cara untuk membuat istrinya memakan makanan yang ia berikan dan juga bagaimana cara nya membujuk istrinya agar tidak tidur diasrama putri. Tiba-tiba saja Amel pun kembali pulang kerumahnya.


"Assalamualaikum"


"Wa'alaikumsalam"


"Lemes banget jawab salam nya kak? Pasti lagi berantem sama kakak ipar ya?"


"Kok kamu bisa tau dek?"


"Ya bisa lah. Orang tadi pas ketemu diluar, kakak ipar juga diem aja waktu aku tegur. Emang nya kakak sama kakak ipar berantem karena apa sih, kak?"


"Masalah nya sepele tapi penting juga dek"


"Sepele tapi penting??? Maksud nya gimana sih kak? Aku jadi gak paham"


"Jadi gini loh dek..." ucap Farhan sambil menjelaskan kan masalahnya pada adiknya


"Jadi sekarang kak Rini lagi hamil kak?"


"Iya"


"Alhamdulillah, akhirnya sebentar lagi aku punya ponakan yang lucu. Kalau gitu aku susulin kakak ipar ke asrama putri dulu ya kak"


"Ada apa lagi kak?"


"Kamu tolong bujukin kakak ipar mu supaya dia mau tidur dirumah ini ya, bukan tidur diasrama putri"


"Kalau masalah bujuk membujuk Amel ahlinya kak. Tapi ada hadiahnya gak nih kalau aku berhasil membujuk kakak ipar untuk kembali kerumah ini lagi dan memaafkan kebodohan kakak tadi"


"Emang nya kamu mau hadiah apa?"


"Aku gak akan minta hadiah nya sekarang. Tapi aku akan minta disaat waktu yang tepat. Jadi apapun yang aku minta nanti, kakak harus memberikan nya, janji ya kak" ucap Amel sambil menyodorkan jari kelingking nya pada kakak nya


"Iya kakak janji" ucap Farhan sambil menautkan jari kelingking nya pada jari kelingking adiknya


"Ya, sudah kalau begitu. Amel pamit ke asrama putri dulu ya kak. Assalamualaikum"


"Wa'alaikumsalam"


Amel pun langsung bergegas pergi ke asrama putri untuk menemui kakak ipar nya.


"Assalamualaikum"


"Wa'alaikumsalam. Amel?"


Amel pun langsung masuk kedalam kamar asrama kakak iparnya dan langsung memeluk nya.


"Selamat ya kak, atas kehamilan pertama nya. Aku senang banget loh saat mengetahui kalau kak Rini lagi hamil"


"Terimakasih, dek. Kamu sejak kapan sampai?"


"Baru saja kak. Tadi bahkan pas kak Rini keluar dari rumah, aku sempat nyapa kakak loh, tapi kakak malah nyuekin aku terus pergi begitu saja"


"Maaf ya dek. Kakak lupa kalau tadi kamu sempat nyapa kakak. Soalnya pikiran kakak lagi mumet gara-gara kakak kamu itu"


"Aku udah tau kak. Tadi kak Far juga udah cerita sama aku, kenapa kalian bisa bertengkar. Sekarang kak Rini ikut aku pulang ya kak"


"Gak dek. Kakak masih mau disini, kakak masih kesal dengan kakak kamu itu"


"Ternyata gak gampang juga ya membujuk kakak ipar untuk kembali ke rumah. Hhhmm.. seperti nya aku tau bagaimana cara membujuk kakak ipar' batin Amel

__ADS_1


Amel pun kembali membujuk kakak ipar nya namun kali ini bujukan nya disertai oleh beberapa iming-iming.


Yang pasti iming-iming itu mengatas nama kan kakak nya sendiri. Setelah dibujuk, akhirnya Rini pun mau ikut kembali ke rumah bersama dengan Amel. Setibanya mereka dirumah. Farhan pun langsung bergegas memeluk istrinya dan meminta maaf pada nya.


"Assalamualaikum"


"Wa'alaikumsalam"


"Sayang. Mas minta maaf ya mas udah bikin kamu dan calon anak kita kelaparan" ucap Farhan sambil memeluk tubuh istrinya


Rini pun ikut membalas pelukan suaminya "Iya mas. Udah aku maafin kok. Aku juga minta maaf ya karena udah marah-marah dan gak mau dengerin penjelasan kamu terlebih dahulu"


"Iya, sayang. Kamu gak salah kok. Ini murni mas yang salah"


"Tapi mas beneran ngebolehin aku muter-muter pakai motor gede aku kan. Kalau aku mau kembali ke rumah ini dan memaafkan kesalahan kamu kan mas"


"Hah? Emang siapa yang bilang begitu, sayang?"


"Amel. Katanya, kalau aku mau kembali ke rumah dan maafin mas, aku boleh sering-sering pakai motor gede aku untuk keliling dipesantren ini"


Mendengar ucapan istrinya, Farhan pun langsung melayangkan tatapan tajam pada adiknya.


"Yang penting kan kakak ipar mau diajak pulang dan udah maafin kakak. Lagi pula tadi kakak gak bilang cara ngebujuk nya gimana. Ya udah aku bilang aja kalau kakak membolehkan kakak ipar keliling pesantren ini pakai motor gede nya. Dan terbukti ampuh kan cara yang aku pakai" ucap Amel sambil menunjukkan deretan gigi putih nya.


Setelah mengatakan semua itu, Amel pun langsung berlari ke kamar nya. Sedangkan Farhan langsung mengajak istrinya ke meja makan, untuk makan bersama.


"Makanan ini untuk siapa mas?" tanya Rini saat melihat kearah meja makan yang didominasi oleh berbagai macam sayuran


"Ya untuk kamu lah sayang. Kan kata dokter kamu harus banyak makan sayur"


"Gak mau mas. Aku gak suka makan sayur, apalagi sebanyak ini. Memang nya aku kambing makan daun-daunan sebanyak ini"


"Tapi ini bagus sayang, untuk kesehatan calon anak kita" ucap Farhan sambil mengusap perut istrinya


"Aku gak doyan sayur mas. Diganti sama yang lain aja ya"


"Ya sudah kalau kamu gak mau makan sayur nya. Berarti mas juga gak akan izinin kamu naik motor"


"Kok gitu sih ngancem nya"


"Sayang, sayuran ini kan bagus untuk kamu dan juga untuk anak kita supaya dia tetap sehat dan tumbuh dengan baik didalam sini. Jadi suka atau tidak suka kamu harus makan sayuran ini demi kesehatan anak kita juga" ucap Farhan


"Iya iya aku mau deh makan sayur nya. Ini demi anak kita loh" ucap Rini


"Iya, sayang. Ya udah, mas suapin ya. Bismillahirrahmanirrahim" ucap Farhan sambil menyuapi istrinya makan sedikit demi sedikit


Rini yang tidak suka makan sayur pun terpaksa memakan nya walaupun sambil menutup hidungnya agar ia tidak muntah mencium aroma dari sayuran tersebut. Setelah susah payah menyuapi istrinya makan, akhirnya makanan nya pun telah habis.


"Alhamdulillah, abis juga akhirnya. Sekarang kamu minum air nya dulu ya" ucap Farhan sambil memberikan gelas air minum untuk istrinya


"Mas"


"Ada apa sayang"


"Aku mau istirahat di kamar dulu ya"


"Iya, sayang. Tapi kamu jangan sampai ketiduran ya. Gak baik loh ibu hamil tidur menjelang maghrib"


"Iya, mas. Kalau gitu aku duluan ya mas" ucap Rini sambil berjalan menuju kamar nya.


Sesampainya di dalam kamar, ia pun langsung membuka online shop diponsel nya. Ia pun langsung mencari PlayStation keluaran terbaru. Setelah menemukan yang ia cari. Rini pun langsung membeli PlayStation tersebut dalam paket lengkap.


"Kalau ada PS dirumah kan enak. Disuruh diem dirumah berhari-hari pun gak masalah. Semoga aja paket nya cepat sampai" ucap Rini sambil merebahkan diri nya diatas tempat tidur nya


Saat Rini tengah asik berbaring, Farhan pun masuk kedalam kamar.


Ceklek!


"Astaghfirullah, sayang. Kamu ngapain tiduran sih. Kan mas udah sering bilang jangan tidur setelah abis makan, ditambah lagi ini juga mau maghrib" ucap Farhan sambil membantu Rini duduk kembali


"Iya mas, bawel banget sih. Udah sana siap-siap sebentar lagi kan udah mau adzan"


"Ya sudah, mas tinggal siap-siap dulu ya. Kamu jangan tiduran lagi ya"


"Iya, mas"


Farhan langsung menuju kamar mandi untuk bersiap-siap untuk mandi dan berwudhu. Setelah ia selesai bersiap-siap. Farhan pun langsung pamit pada istrinya ketika mendengar suara adzan telah berkumandang.


"Mas, pergi ke mesjid dulu ya. Kamu juga jangan lupa sholat"


"Iya, mas"

__ADS_1


"Ya sudah mas pergi dulu, assalamualaikum"


"Wa'alaikumsalam"


__ADS_2