
Dua bulan kemudian.
Seperti biasanya setiap hari minggu gerbang pesantren dibuka bebas dari jam 7 pagi hingga jam 5 sore. Semua santri putri dan santri putra dibebaskan keluar masuk pesantren untuk membeli berbagai keperluan yang mereka butuhkan, mulai dari buku, alat tulis hingga makanan dan snack yang mereka butuhkan selama dipesantren. Namun karena semua kebutuhan hidupnya Diana selama dipesantren sudah diberikan oleh Rini. Maka hari ini Rini dan Diana berencana untuk jalan-jalan disekitar desa yang ada didekat pesantren saja sambil menikmati pemandangan alam yang ada di desa sekitar pesantren.
"Na, ikut gue keluar yuk" ajak Rini
"Mau kemana mbak?"
"Jalan-jalan didekat sini aja. Sekalian gue pengen liat aja kehidupan masyarakat desa yang ada disini"
"Emang apa bagusnya sih mbak kehidupan masyarakat desa?"
"Menurut gue sih menarik aja. Disini gue bisa lihat petani ngebajak sawah mereka pakai hewan ternak. Sedangkan dikota, yang bisa gue liat cuma gedung bertingkat aja, bosen tau gue ngeliat nya"
"Dasar anak kota aneh"
"Udah gak usah banyak protes lu, kita langsung keluar aja yuk"
"Iya, mbak. Sabar dong, sawah nya juga gak akan pindah kemana-mana mbak"
"Udah ayo buruan" ucap Rini sambil menarik tangan Diana
Mereka pun langsung bergegas pergi keluar. Sesampainya diluar gerbang, mereka langsung berjalan menyusuri setiap jalan yang ada didesa tersebut. Diana terlihat biasa saja dengan pemandangan yang ada didesa. Berbeda dengan Rini yang terlihat begitu antusias melihat berbagai kegiatan yang dilakukan oleh warga desa tersebut.
"Loh, mbak mau kemana sih?" tanya Diana saat melihat Rini pergi tiba-tiba menjauhi nya
"Gue mau kesana dulu. Mau liat sapi nya dari dekat"
"Mbak Rini ini ada-ada aja deh. Baru liat sapi disawah aja seneng nya begitu banget" ucap Diana, ia pun ikut menyusul Rini masuk kedalam sawah tersebut
"Saya boleh ijin, pegang sapi nya pak?" tanya Rini pada petani yang sedang menggarap sawah nya dengan sapi milik nya
"Silahkan, mbak"
Rini pun langsung mengelus sapi tersebut. Ia pun terlihat sangat bahagia ketika bisa menyentuh sapi dari jarak yang sangat dekat.
"Gimana mbak? Udah puas belum ngelus-ngelus sapi nya?" tanya Diana
"Tunggu bentar lagi, ya"
Setelah puas mengelus sapi tersebut. Mereka pun langsung bergegas pergi dari sawah tersebut. Saat mereka tengah asik berjalan. Rini tiba-tiba melihat ketapel yang tergeletak diatas meja tanpa tau siapa pemilik nya. Ia pun langsung mengambil ketapel tersebut.
"Jangan diambil mbak. Itu ada yang punya loh"
"Emang nya siapa yang punya, Diana? Sekarang lu liat aja deh, ada orang lain selain kita berdua gak disini?"
"Gak ada sih mbak" ucap Diana sambil menengok kanan kiri
"Ya udah, itu artinya ketapel ini gak ada yang punya. Jadi gue bebas ngambil ketapel ini"
"Terserah mbak aja deh. Tapi kalau yang punya nyariin ketapel itu, aku gak mau tanggung jawab loh mbak"
"Udah lu tenang aja. Gua jamin ketapel ini gak ada yang punya kok. Kita lanjut lagi yuk jalan-jalan nya"
"Terserah mbak aja deh"
Mereka pun kembali melanjutkan perjalanan mereka. Namun tiba-tiba gerakan Rini terhenti, saat melihat pohon mangga dengan buah yang sangat lebat dan menggoda.
"Kenapa berhenti lagi sih mbak?"
"Lu liat tuh, buah mangga nya banyak banget kan"
"Iya sih mbak. Emang nya mbak mau ngapain? Jangan bilang kalau mbak mau manjat pohon nya ya?"
"Ngapain repot-repot manjat sih. Kan ada ini" ucap Rini sambil menunjukkan ketapel yang ia ambil tadi
Tanpa banyak berpikir lagi. Rini pun langsung membidik mangga tersebut dengan ketapel yang ada ditangannya. Dalam waktu singkat dua buah mangga pun berhasil jatuh.
Rini pun langsung bergegas memungut buah mangga yang sudah terjatuh di tanah. Namun saat ia tengah memungut mangga tersebut. Sang pemilik pohon mangga tersebut datang.
"Hei, sedang apa kalian disana? Kalian pasti ingin mencuri mangga dari pohon saya ya?" tanya sang pemilik pohon
"Gawat mbak. Yang punya pohon nya marah tuh mbak"
"Ya udah. Kalau gitu kita langsung kabur aja, balik ke pesantren"
"Masa langsung balik gitu aja sih mbak? Kalau gitu sama aja kita nyuri mbak"
"Kalau lu mau kena omelan dari bapak itu ya silahkan aja. Gue mah ogah diomelin. Gue balik duluan ya. Bye" ucap Rini sambil berlari dengan membawa dua buah mangga yang tadi sudah ia dapatkan
"Jangan tinggalin saya dong mbak" ucap Diana. Ia pun juga ikut berlari menyusul Rini
Sedangkan bapak sang pemilik pohon mangga tersebut ikut berlari mengejar Rini dan Diana. Tidak lama kemudian mereka pun sampai di pesantren.
__ADS_1
"Saya langsung balik ke asrama aja ya mbak"
"Ya udah, balik lu sana ke asrama. Gue juga mau langsung masuk kerumah"
Diana pun langsung bergegas kembali masuk ke asrama putri. Sedangkan Rini memilih masuk kedalam rumah. Namun saat ia ingin masuk kedalam rumah, ternyata bapak si pemilik pohon mangga tersebut berhasil mengikuti Rini sampai ke dalam pesantren.
"Hei. Tunggu, jangan kabur kamu"
"Waduh, udah nyampe disini aja tuh bapak" ucap Rini
Saat Rini ingin masuk kedalam rumah. Tiba-tiba saja tubuh nya bertabrakan dengan tubuh suaminya. Farhan pun langsung menangkap tubuh istrinya agar tidak terjatuh akibat tabrakan tadi.
"Kamu kenapa sih? Jalan nya kok buru-buru banget?"
"Mas, coba ulurin tangan kamu deh"
"Ulurin tangan? Buat apa sayang?"
"Udah mas, cepetan ulurin aja dulu tangan nya gak usah banyak tanya"
Tanpa berpikir lagi, Farhan pun langsung mengulurkan kedua tangannya kedepan istrinya. Saat melihat kedua tangan suaminya kosong tanpa memegang apapun. Rini langsung meletakkan kedua buah mangga yang tadi ia ambil. Setelah itu ia pun langsung bergegas masuk kedalam rumah nya.
"Loh, sayang ini mangga dari mana?"
Disaat Farhan yang tengah bingung dengan buah mangga pemberian istrinya. Tiba-tiba saja bapak sang pemilik pohon mangga tersebut, langsung datang menghampiri Farhan.
"Oohh.. jadi kamu komplotan pencuri mangga yang tadi ya" ucap bapak pemilik pohon mangga ketika melihat mangga milik nya ada ditangan Farhan
"Apa? Pencuri? Maksud nya apa ya pak? Bisa tolong dijelaskan?"
"Gak usah pura-pura gak tau deh mas. Mas nya ini komplotan pencuri mangga dengan gadis berkerudung tadi kan?"
"Pencuri mangga? Jadi maksud bapak, istri saya sudah mencuri mangga dari pohon bapak?"
"Jadi dia itu istri kamu? Hebat sekali suami istri bisa bekerja sama sebagai pencuri"
"Bapak salah paham. Saya juga tidak tau kalau istri saya telah mencuri mangga milik bapak. Kalau gitu mangga nya saya bayar aja, bagaimana pak?"
"Boleh lah. Kalau gitu saya kan gak rugi-rugi banget"
Farhan pun meletakkan kedua mangga tersebut diatas meja. Lalu ia langsung mengeluarkan uang lima puluh ribu dari dalam dompet nya untuk membayar kedua mangga tersebut.
"Apakah uang nya cukup pak?"
"Iya pak. Nanti saya akan menasehati istri saya"
Setelah mendapatkan uang ganti rugi atas mangga yang dicolong oleh Rini, bapak pemilik pohon mangga tersebut langsung bergegas pergi dari pesantren. Setelah kepergian bapak tersebut, Farhan pun langsung kembali masuk kedalam rumah nya untuk menemui istrinya.
"Rini!!! Kamu itu bisa gak sih? Sehari aja gak bikin masalah. Gak dipesantren gak diluar pesantren kenapa kamu hobi banget bikin masalah sih? Kalau punya hobi yang bermanfaat dikit gitu loh" maki Farhan sambil menuju ke kamar nya
Ceklek!
Farhan yang telah masuk kedalam kamar nya terkejut saat melihat istri yang hendak ia marahi justru kini tengah mengeluh sakit sambil memegangi perutnya.
"Kamu kenapa, sayang?" tanya Farhan dengan wajah cemas saat melihat istrinya tengah kesakitan sambil terus memegangi perutnya
"Sakit mas. Perut aku rasanya sakit banget"
Farhan yang tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi pada istrinya. Ia pun langsung bergegas menggendong tubuh istrinya untuk dibawa ke rumah sakit.
"Kita langsung ke rumah sakit aja ya" ucap Farhan sambil menggendong tubuh istrinya
Ia pun langsung bergegas memasukkan istrinya kedalam mobil miliknya. Setelah ia masuk kedalam mobilnya. Ia pun langsung melajukan mobil nya dengan kencang menuju rumah sakit terdekat. Sesampainya disana, ia pun langsung berlari memanggil suster untuk membantu nya. Para suster langsung menghampiri Farhan dengan membawa ranjang tempat tidur untuk mengangkut istrinya.
"Istrinya dimana ya pak?" tanya salah satu suster
"Didepan sus, didalam mobil"
"Baiklah, mari kita kesana"
Sesampainya didepan, Farhan pun langsung mengangkat tubuh istrinya dan meletakkan nya diranjang yang telah dibawa oleh suster tersebut. Setelah itu, suster langsung bergegas membawa Rini ke ruang UGD. Sementara itu Farhan hanya bisa menunggu diluar sambil berdoa semoga istrinya baik-baik saja. Tidak lama kemudian dokter pun keluar dari ruang UGD tersebut.
"Istri saya baik-baik saja kan dok?" tanya Farhan dengan cemas
"Bapak tidak perlu khawatir seperti itu, justru seharusnya saat ini bapak merasa sangat bahagia?"
"Bahagia? Maksud nya dokter apa ya? Bisa dijelaskan dengan bahasa yang bisa saya mengerti, dok?"
"Jadi begini pak. Saat ini istri bapak dalam kondisi hamil. Karena saya bukan dokter kandungan. Saya tidak bisa memastikan apakah kandungan istri bapak baik-baik saja atau tidak. Oleh karena itu, saya sudah memanggil dokter spesialis kandungan untuk memeriksa kondisi istri bapak dan janin yang ada didalam kandungan istri bapak"
"Hamil, dok??" tanya Farhan
"Iya, pak. Saat pemeriksaan USG tadi, saya melihat ada janin didalam perut istri bapak. Untuk itu saya langsung menyerahkan istri bapak untuk diperiksa oleh dokter spesialis kandungan. Kalau begitu saya permisi, dulu pak"
__ADS_1
"Terimakasih, dok. Alhamdulillah ya Allah akhirnya engkau mempercayakan kami untuk memiliki seorang anak" ucap Farhan sambil bersujud dilantai sambil mengucap syukur atas karunia dan kejutan yang telah ia dapatkan hari ini
Saat Farhan tengah sibuk mengucapkan rasa syukur atas kabar baik yang ia dengar hari ini. Dokter spesialis kandungan pun langsung masuk kedalam ruang UGD untuk memeriksa Rini.
"Sus, tolong panggil kan keluarga pasien. Ada hal penting yang ingin saya bicarakan"
"Baik, dok"
Suster tersebut pun langsung keluar untuk memanggil Farhan untuk ikut masuk kedalam ruang UGD untuk berbicara dengan dokter spesialis kandungan yang telah memeriksa kondisi istrinya.
"Permisi pak, bapak silahkan masuk. Dokter ingin bicara dengan anda"
"Baik, suster"
Farhan langsung bergegas masuk kedalam ruang UGD untuk bertemu dengan dokter tersebut.
"Silahkan duduk, pak"
"Istri saya baik-baik saja kan dok?"
"Sebaiknya bapak duduk dulu. Baru setelah itu saya akan menjelaskan kondisi istri bapak"
Farhan yang tidak sabar ingin mengetahui kondisi istrinya. Ia pun langsung menarik kursi tersebut dan duduk dikursi itu.
"Sebelumnya jika boleh saya tau, usia istri bapak saat ini berapa tahun?"
"Masih 18 tahun, dok. Memang apa hubungannya usia istri saya dengan kehamilan nya dok?"
"Hubungan nya sudah jelas ada pak.
Karena usia yang aman untuk seorang wanita mengandung adalah usia 20-35 tahun pak. Sedangkan saat ini usia istri bapak baru 18 tahun. Tentu saja itu akan beresiko untuk kemudian hari nya. Bahkan hari ini istri anda baru saja mengalami kram pada perut nya. Dan tentu saja itu sangat berbahaya bagi keselamatan janin yang ada di dalam nya. Untung saja janinnya masih bisa diselamatkan, jika anda telat sedikit saja membawa nya kesini, saya tidak bisa memastikan apakah janin istri anda bisa diselamatkan atau tidak"
"Lalu? Maksud dokter apa janin yang ada didalam kandungan istri saya harus digugur kan hanya karena istri saya mengandung sebelum waktunya, dok?"
"Saat ini, tidak perlu digugurkan pak. Hanya saja mulai saat ini bapak harus lebih ekstra menjaga istri bapak dan kandungan nya juga. Ia tidak boleh stress, mengangkat barang yang berat, kecapean, berlari atau pun melompat karena semua itu sangat beresiko membahayakan janin yang ada di dalam kandungan istri anda. Terlebih lagi usia kehamilan nya juga masih sangat muda dan sangat rentan untuk keguguran"
"Baik, dok. Mulai hari ini saya akan lebih ekstra hati-hati lagi menjaganya"
"Itu harus pak. Nanti sebelum pulang, sebaiknya bapak menebus suplemen vitamin yang sudah saya resep kan ya pak. Suplemen ini baik untuk menjaga kesehatan istri anda dan juga membantu untuk mendukung tumbuh kembang janin yang ada di dalam rahim istri anda,pak"
"Baik, dokter. Selain vitamin ini, apakah ada makanan yang wajib atau yang dilarang dimakan istri saya selama mengandung, dok?"
"Sebaiknya untuk diawal kehamilan, istri anda wajib makan berbagai makanan yang bergizi supaya asupan nutrisi yang masuk kedalam tubuh nya bisa diserap dengan baik oleh janin yang ada di dalam nya"
"Contoh nya apa saja dok, makanan nya?"
"Seperti bayam, brokoli, dan sawi. Karena selain sayuran hijau tersebut mengandung vitamin C, vitamin K, kalsium dan zat besi, sayuran hijau juga mengandung serat yang cukup bagus untuk mencegah sembelit pada ibu hamil. Selain itu ada berbagai kacang-kacang yang banyak mengandung asam folat yang bagus untuk mencegah terjadinya cacat tabung saraf dan lahir dengan berat badan rendah. Selain itu ada juga buah-buahan, susu, ikan, telur dan daging. Dan makanan lain yang mengandung karbohidrat seperti nasi, kentang, roti dan biskuit juga sereal. Dan sebaiknya istri bapak minum air mineral 8-10 gelas perhari untuk mencegah terjadinya dehidrasi ya pak"
"Baik, dok. Saya akan mengingat semua itu dengan baik. Lalu apa saja makanan yang harus dihindari oleh istri saya selama kehamilan nya dok?"
"Makanan yang harus dihindari yaitu, ikan yang mengandung merkuri seperti ikan todak, king makarel dan ikan hiu. Selain itu kerang dan juga telur mentah atau pun setengah matang itu juga tidak boleh. Daging mentah, daging yang dibakar atau dipanggang juga tidak boleh. Selain itu istri bapak juga tidak boleh mengkonsumsi minuman yang mengandung kafein, seperti kopi, teh, bahkan minum yang beralkohol dan bersoda pun dilarang. Selain itu nanas, anggur hitam, terong, dan makanan yang terlalu manis juga harus dihindari ya pak"
"Baik, dok. Saya akan mengingat semua yang baru saja dokter sampaikan. Kalau boleh tau berapa usia janin yang ada didalam kandungan istri saya, dok?"
"Saat ini usia nya sudah memasuki minggu ke 4 pak. Mulai saat ini saya yang akan memantau perkembangan janin istri anda sampai ia melahirkan. Dan jangan lupa untuk kembali kerumah sakit ini lagi untuk kontrol kehamilan istri nya bulan depan ya pak"
"Baik, dok. Lakukan perawatan yang terbaik sampai istri saya bisa melahirkan nantinya"
"Pasti, pak. Sebagai dokter, saya akan melakukan yang terbaik untuk merawat setiap pasien saya"
"Lalu apa istri saya bisa boleh langsung dibawa pulang, dok?"
"Bisa, pak. Tapi sebelum pulang. Ada baiknya anda menebus vitamin untuk istri anda terlebih dahulu" ucap dokter sambil memberikan resep vitamin yang harus ditebus oleh Farhan
"Baik, dok. Kalau begitu saya langsung bawa istri saya pulang ya, dok"
"Silahkan, pak"
Farhan pun langsung menghampiri istrinya yang tengah berbaring di ranjang rumah sakit.
"Sayang. Terimakasih ya, hari ini kamu telah memberikan kan harta yang sangat bahagia di dunia ini" ucap Farhan sambil terus menciumi wajah istrinya
"Nyium nya udah dong mas. Nanti muka aku jadi bau iler nih"
"Kamu itu, disayang suami malah gak mau gimana sih"
"Bukan nya gak mau mas, tapi kan aku malu. Masih ada suster loh diruang ini" ucap Rini sambil memandang ke arah suster yang sedang tersenyum melihat keromantisan yang dilakukan oleh suaminya
"Maaf ya sus, maklum saya lagi seneng banget hari ini" ucap Farhan sambil meminta maaf pada suster yang ada didekatnya
"Tidak apa-apa pak. Saya bisa memahami kebahagiaan yang bapak dan ibu rasakan saat ini. Kalau begitu, saya permisi untuk mengambil kan kursi roda untuk istrinya dulu ya pak"
"Iya, terimakasih sus"
__ADS_1
Tidak lama kemudian suster tersebut masuk kembali dengan membawa kursi roda. Farhan pun langsung mengangkat tubuh istrinya dan meletakkan nya diatas kursi roda tersebut. Setelah itu ia langsung bergegas keluar dari ruang UGD dengan mendorong kursi roda yang tengah diduduki oleh istrinya. Ia pun langsung pergi menuju kebagian ruang apotik untuk menebus vitamin yang telah diresepkan oleh dokter spesialis kandungan tadi. Setelah mendapatkan vitamin nya ia pun bergegas langsung mengajak istrinya kembali pulang ke rumah untuk beristirahat.