
"Bang beli es nya" teriak Rini sambil terus berjalan cepat kearah gerbang
Farhan pun langsung berlari menyusul istrinya itu untuk memanggil kan penjual es campur tersebut. Tidak lama kemudian penjual es campur tersebut pun berhenti saat mendengar suara teriakkan mereka. la pun langsung kembali ke arah pesantren. Sesampainya di depan gerbang, Farhan langsung memerintahkan penjaga gerbang untuk membuka pintu gerbang nya, agar sipenjual es campur tersebut bisa masuk kedalam. Sesampainya didalam, Farhan langsung memesan es campur tersebut.
"Mas, cepetan pesen es campur nya aku udah gak sabar nih pengen makan es campur nya" rengek Rini
"Iya, sayang. Ini juga es campur nya lagi dibikinin dulu sama penjual nya"
"Suruh cepetan bikin nya mas. Aku udah haus banget ini"
Karena Rini sudah tidak sabaran untuk menikmati es campur tersebut. Farhan pun langsung membantu penjual escampur tersebut untuk meracik es campur untuk istrinya. Tidak lama kemudian es campur pun jadi.
"Nih es campur nya udah jadi. Pelan-pelan ya makannya" ucap Farhan sambil memberikan es campur pada istrinya
"Wow... asik akhirnya jadi juga es campur nya" ucap Rini saat menerima es campur tersebut Rini begitu bahagia ketikamenyantap es campur tersebut. Hingga tanpa disadari ia memakan es campur itu dengan terburu-buru yang mengakibatkan es campur nya berantakan dibibir dan membasahi dagunya.
"Pelan-pelan makan nya, sayang. Jadi celemotan gini kan" ucap Farhan sambil membersihkan dagu hingga bibir istrinya menggunakan sapu tangan milik nya
"Maaf mas, abisnya es campur nya enak banget sih. Aku gak sadar bisa sampai celemotan gini makanya" ucap Rini sambil tersenyum
"Bikin kan satu lagi ya pak" ucap Farhan pada si penjual es campur tersebut
"Pak satpam, silahkan pesan juga es campur nya. Gak usah bayar, biar saya yang traktir" ucap Farhan lagi
"Serius ini saya boleh pesan juga pak ustadz?"
"Serius pak. Langsung pesan sendiri aja ya"
"Alhamdulillah, terimakasih banyak pak ustadz atas traktiran es campur nya"
Mereka bertiga pun kini tengah duduk bersama sambil menikmati segarnya es campur disiang hari. Setelah selesai menikmati es campur tersebut. Farhan pun langsung membayar es campur tersebut.
"Jadi berapa semuanya pak?" tanya Farhan pada si penjual es campur
"Total nya 45.000 pak"
Farhan pun langsung mengeluarkan selembar uang seratus ribu untuk membayar es campur mereka.
"Wahh.. ini mah kebanyakan pak, saya gak ada kembalian nya" ucap si penjual es campur
"Gak apa-apa pak, ambil aja kembalian nya buat bapak"
"Alhamdulillah, terimakasih banyak ya pak. Semoga bapak dan istri nya sehat selalu, selalu harmonis, dan calon anak nya semoga sehat selalu sampai lahiran ya pak"
"Aamiin. Terimakasih atasdoa-doanya pak" ucap Farhan
Sipenjual es campur tersebut pun langsung pergi dari pesantren setelah es campur nya dibayar dengan harga tinggi oleh Farhan.
"Mas" ucap Rini sambil berjalan dengan menggandeng tangan
"Kenapa, sayang?"
"Sebenarnya aku pengen ngomong jujur sama kamu mas"
"Masalah apa sayang?"
"Masalah yang dikelas tadi. Sebenarnya aku tadi cuma pura-pura kesakitan aja. Padahal aku gak terkena lemparan spidol dari ustadz Malik" ucap Rini dengan jujur
Karena mendengar pengakuan jujur dari istrinya. Farhan pun langsung mengajak istrinya duduk ditaman tidak jauh dari posisi mereka saat ini.
"Sekarang duduk dulu ya"
"Kenapa disuruh duduk ditaman sih mas? Aku kan baru ngomong jujur tadi, seharusaya kamu marahin aku gitu. Ini malah ngajak aku duduk ditaman"
"Sayang. mas tau kok gak gampang belajar ditengah kondisi kamu yang sedang hamil seperti ini. Pasti ada saatnya kamu semangat banget belajar dan ada saat nya kamu sedang tidak ingin belajar seperti tadi. Mas bisa memaklumi mood kamu yang tiba -tiba naik turun seperti itu, sayang" ucap Farhan
"Jadi mas gak marah sama aku?"
"Gak dong sayang. Tapi kamu harus tetap minta maaf sama ustadz Malikya. Karena ulah kamu, tadi mas sampai ikutan marahin dia juga. Padahal dia gak salah apa-apa"
"Iya, mas. Tapi temenin ya"
"Iya, sayang. Sekarang kita ke ruang pengajar yuk. Pasti ustadz Malik sekarang udah ada disana"
"Tapi aku takut dimarahin sama ustadz Malik, mas"
"Gak perlu takut, sayang. Ustadz Malik itu gak segalak yang kamu pikirkan kok"
"Ya udah deh kalau gitu kita kesana sekarang aja. Lebih cepat selesai masalahnya kan lebih bagus"
"Nah gitu dong. Itu baru istrinya mas. Berani minta maaf dan menyelesaikan masalah nya sendiri"
"Siapa bilang aku berani sendiri. Pokoknya mas harus temenin aku"
"Iya, sayang. Mas temenin. Ya udah kita kesana sekarang ya"
"Iya, mas"
Farhan dan Rini pun langsung bergegas masuk kedalam ruang pengajar. Dan sesampainya disana, mereka tengah melihat ustadz Malik sibuk mencetak kertas ujian untuk para santri.
"Assalamualaikum"
"Wa'alaikumsalam. Ada apa Far?" tanya ustadz Malik
"Bisa minta waktu nya sebentar Lik? Ada hal penting yang mau disampaikan oleh istri ku"
"Hal penting apa?"
"Sebenarnya dia mau minta maaf sama kamu, karena ulah nya tadi dikelas. Saya jadi ikutan marahin kamu"
__ADS_1
"Ohh.. masalah itu. Tidak perlu minta maaf Far. Kita ini kan udah bersahabat cukup lama. Jadi aku tau betul kapan kamu benar-benar marah pada ku atau hanya pura-pura marah saja. Dan yang kamu lakukan dikelas tadi, itu semata-mata hanya karena kamu mengkhawatirkan keadaan
istri mu saja. Jadi aku sama sekali tidak marah pada mu" ucap ustadz Maliksambil menepuk lengannya sahabatnya itu
"Alhamduillah kalau kamu tidak marah. Tapi saat ini Rini sudah menyesal mengerjai kamu sampai kamu ikutan kena marah oleh ku. Jadi dia ingin bertenmu dengan mu dan minta maaf secara langsung pada mu"
"Oh begitu, lalu sekarang istrimu dimana Far?"
"Itu, dia disana sedang menunggu kedatangan kamu" ucap Farhan sambil menunjuk tempat Rini duduk
"Ya udah, kalau gitu kita langsung kesana aja"
Mereka pun langsung bergegas menuju tempat dimana Rini tengah duduk dan menunggu kedatangan mereka.
"Assalamualaikum pak ustadz" sapa Rini saat melihat kedatangan ustadz Malik dan suaminya
"Wa'alaikumsalam"
"Saya kesini karena mau minta maaf sama pak ustadz"
"Minta maaf? Untuk apa?"
"Saya minta maaf karena tadi pagi saat dikelas saya pura-pura kesakitan akibat lemparan spidol yang bapak lakukan. Padahal spidol itu sama sekali tidak mengenai perut saya pak ustadz" ucap Rini sambil menundukkan kepalanya
"Bagus kalau kamu masih bisa mengakui kesalahan yang kamu lakukan dan meminta maaf secara langsung kepada saya. Saya sudah memaafkan kamu. Tapi lain kali jangan diulangi lagi
"Terimakasih pak ustadz. Saya janji, lain kali tidak akan mengulangi kesalahan yang sama. Kalau begitu saya permisi dulu pak ustadz. Assalamualaikum"
"Eits... tunggu sebentar. Siapa bilang kamu bisa langsung pergi tanpa hukuman dari saya"
"Jadi saya tetap dapat hukuman pak ustadz?"
"Iya"
"Meskipun saya udah mengakui kesalahan saya dan minta maaf secara langsung?"
"Iya"
"Percuma dong, kalau udah capek-capek minta maaf tapi ujung-ujungnya tetep aja dapet hukuman. Kalau gitu lebih baik gak usah minta maaf deh" gumam Rini
"Gak boleh ngomong seperti itu, sayang. Baru aja tadi kamu minta maaf. Masa mau bikin kesalahan lagi" ucap Farhan
"Iya, mas. Aku kan cuma keceplosan aja tadi"
"Ini dia hukuman untuk kamu" ucap ustadz Malik sambil memberikan dua lembar kertas soal ujian pada Rini
"Maksud nya pak ustadz, saya harus mengisi soal yang ada di kertas ini, begitu?" tanya Rini
"Tepat sekali. Itu adalah soal latihan ujian yang seharusnya kamu isi saat dikelas tadi. Tapi karena kamu memilih untuk keluar dari jam kelas saya, maka dari itu saya memberikan kertas ujian itu untuk kamu isi. Terserah kamu mau isinya dimana. Tapi sebelum magrib, kertas itu harus kamu isi semua nya dan langsung diserahkan pada saya. Paham"
"Paham pak ustadz. Kalau begitu saya permisi dulu, assalamualaikum"
"Wa'alaikumsalam"
"Wa'alaikumsalam, Far"
Mereka pun langsung keluar dari ruang pengajar. Dan selama berjalan kearah luar, Rini terus saja memandangi kertas ujian yang sama sekali tidak bisa dipahami oleh nya. Sementara itu, Farhan yang lupa bahwa hari ini ia memiliki jadwal mengajar dikelas santri putra. la pun kembali masuk kedalam ruangan nya untuk mengambil buku absen dan buku pelajaran nya.
"Sayang, kamu tunggu disini sebentar ya, mas mau ngambil buku-buku nya mas untuk ngajar terlebih dahulu"
"Iya, mas"
Farhan pun langsung bergegas kembali masuk kedalam untuk mengambil buku-buku yang akan ia gunakan selama mengajar dikelas. Setelah itu ia pun langsung keluar dengan membawa buku-buku tersebut.
"Sayang, hari ini kamu ikut mas ngajar dikelas santri putra dulu
"Terus tugas aku bagaimana mas? Aku bingung mau ngisinya gimana"
"Kamu tenang aja sayang, nanti mas bantuin"
"Sungguh mas?"
"Iya, sayang"
"Ya udah, kalau gitu ayo cepetan kita ke kelas santri putra sekarang"
"Jalannya pelan-pelan, sayang"
"Iya, mas. Ini juga udah pelan kok mas"
Farhan pun terus menggandeng tangan istrinya selama perjalanan menuju kelas santri putra. Sesampainya di dalam kelas, para santri putra dikelas tersebut langsung dibuat terpesona dan tercengang oleh kecantikan istri dari ustadz mereka. Farhan yang cemburu istri cantik nya dipandang oleh puluhan pasang mata dari laki-laki lain. la pun langsung melayangkan teguran kepada seluruh santri putra yang ada dikelas nya yang kini sedang sibuk menatap istrinya tanpa berkedip sedikit pun.
"Ehem... saya tau istri saya ini cantik. Tapi dia bukan perempuan yang bisa sembarang kalian pandang seperti itu. Kalau kalian tidak bisa berhenti menatap istri saya seperti itu, maka kalian harus berlari mengelilingi lapangan sebanyak 100 putaran"
Setelah mendengar ultimatum dari ustadz Farhan. Kini mereka semua langsung berhenti menatap istri ustadz mereka.
"Assalamualaikum" sapa Farhan saat memasuki kelas nya
"Wa'alaikumsalam, ustadz"
"Kamu duduk dikursi nya mas aja ya, sayang" ucap Farhan sambil menarik kursi nya untuk diduduki oleh istrinya
"Terus nanti, mas duduk dimana?"
"Itu gampang sayang, mas bisa duduk dimana aja"
Mendengar Farhan selalu memanggil istrinya dengan sebutan sayang. Hal tersebut pun membuat para santri putra langsung berbisik mengenai ustadz mereka.
"Ternyata ustadz Farhan bucin juga ya"
__ADS_1
"Gimana gak bucin. Istri nya aja cantik kayak bidadari begitu"
"Bener tuh, aku jadi pengen punya istri nih secantik istrinya pak ustadz"
"Lu kalau mau dapetin istri cantik, muka lu harus keren dulu. Kalau muka lu gak bisa nolong. Sekurang-kurangnya isi dompet lu bisa ngebantu lu buat dapetin istri cantik"
Karena mereka terlalu asik membicarakan ustadz mereka. Farhan pun langsung menegur mereka.
"Ada apa ini? Kenapa kalian berbisik seperti itu? Kalian pikir ini warung kopi?"
"Maaf kan kami ustadz" ucap para santri putra yang asik ngobrol tadi
Disaat Farhan tengah sibuk menegur para santri nya yang dari tadi mengobrol. Rini pun ikut melayangkan protes pada suaminya
"Gak usah marah-marah bisa gak
sih mas? Aku lagi konsentrasi mau ngisi soal ujiannya nih"
"Iya, sayang. Maaf ya, sekarang kamu lanjutin isi soalnya. Mas gak akan marah-marah lagi"
"iihhh... mas lupa apa ya, tangan aku kan masih diperban gimana mau ngisi soal ujian nya kalau megang pulpen aja susah"
"Jadi dari tadi belum ada yang diisi kertas ujian nya?"
"Ya belum lah. Gimana mau ngisinya, ngerti juga gak aku sama soalnya. Udah gitu tangan aku kan juga susah megang pulpen nya"
Farhan pun langsung menepuk keningnya mendengar penjelasan istrinya. Akhirnya Farhan pun membantu istrinya menjelaskan soal yang ada di kertas ujian nya Rini. la pun ikut membantu mengisi soal ujian tersebut. Disaat Farhan tengah sibuk membantu istrinya mengerjakan soal ujian. Salah seorang santri putra yang ia suruh untuk memperbanyak soal ujian pun akhirnya datang.
"Assalamualaikum, permisi ustadz. Ini kertas ujian nya sudah selesai di photo copy"
"Wa'alaikumsalam. Terimakasih banyak ya atas bantuannya" ucap Farhan sambil menerima tumpukan kertas ujian tersebut
"Sama-sama ustadz, kalau begitu saya permisi kembali ke kelas saya dulu. Assalamualaikum, ustadz"
"Wa'alaikumsalam"
Setelah itu Farhan langsung membagikan kertas ujian tersebut pada santri putra yang ada dikelas nya.
"Sekarang kalian masukan semua kertas dan buku catatan kalian. Hari ini saya akan mengadakan latihan soal, jadi yang boleh ada diatas meja kalian hanya pulpen saja tidak boleh ada buku, atau pun kertas catatan dalam bentuk apapun. Kalau sampai kalian mencontek. Maka kertas ujian nya akan langsung saya robek dan otomatis kalian langsung dapat nilai o paham kalian"
"Paham, ustadz"
"Ya sudah, sekarang dioper ke belakang kertas ujian nya" ucap Farhan sambil memberikan beberapa lembar kertas ujian ditiap bangku paling depan untuk langsung dibagikan ole santri nya ke temannya yang dibelakang.
Setelah selesai membagikan kertas ujian nyanya, Farhan pun kembali membantu istrinya untuk menyelesaikan soal ujian milik nya. Namun bukannya melanjutkan mengisi kertas ujian nya, Rini justru tertidur pulas di atas kertas ujian tersebut.
"Astaghfirullah, sayang, Soal ujian nya aja belum selesai, kenapa kamu udah tidur duluan sih? Ayo bangun sayang" ucap Farhan sambil mengusap pipi istrinya
Bukan nya terbangun dari tidurnya, Rini justru mengigau dalam tidur nya. Bahkan ia juga mengemut ibu jari Farhan sambil terus mengigau.
"Hhmm. ternyata lolipop enak juga ya, rasanya mirip ayam goreng" ucap Rini sambil terus mengemut ibu jari suaminya
"Ini bukan lolipop, sayang. Tapi ini jempol nya mas" ucap Farhan sambil berusaha melepaskan jempol nya dari mulut istrinya
"Ini tuh lolipop, gak usah ganggu aku deh. Aku lagi nikmatin lolipop nya nih. Jadi gak usah ganggu deh apalagi minta. Gak akan aku kasih" ucap Rini dalam tidurnya
Farhan yang sudah kehabisan cara untuk menghentikan istrinya menghisap jempol nya. la pun langsung menyentil kening istrinya untuk menyadarkan dia dari tidurnya.
Tak!
"Auuuww. Kenapa jidat aku disentil sih mas? Padahal aku kan tadi lagi enak-enak mimpi makan lolipop rasa ayam goreng"
"Lolipop rasa ayam goreng dari Hongkong. Yang kamu **** dari tadi tuh jempol nya mas tau. Untung aja jempol nya gak kamu **** sarmpai habis"
"Masa sih mas? Coba sini aku rasain lagi"
"Nih rasain sendiri kalau gak percaya" ucap Farhan sambil memberikan kembali jempol nya Rini pun kembali mengemut jempol suaminya "Wahhh.. rasanya masih sama seperti dalam mimpi ku tadi mas. Pokoknya hari ini aku mau terus mengemut jempol nya mas. Gak apa-apa kan mas? Kalau gak boleh paling aku nanti nyuruh kamu nyariin permen lolipop aja tapi yang rasanya rasa ayam goreng nas"
'Dasar bumil permintaan nya aneh-aneh aja. Nyari sampai ke planet mars pun gak akan ada lolipop rasa ayam goreng' batin Farhan
"Ya udah nih. Kamu **** aja jempol nya mas. Tapi jangan dikunyah ya, nanti abis loh jempol nya mas"
"Iya, mas. Tapi kamu bantuin aku lagi ngerjain soal ujian nya. Ini sedikit lagi selesai loh"
"Ya udah, tapi kamu tulis sendiri ya. Kan jempol nya mas, lagi diemut sama kamu. Jadi mas gak bisa bantuin kamu nulis"
"Iya, mas"
Farhan pun kembali melanjutkan membantu istrinya menyelesaikan soal ujian dengan kondisi jempol yang masih diemut oleh istrinya. Tidak lama kemudian akhirnya kertas ujian tersebut berhasil diselesaikan dengan baik oleh Rini Setelah Rini menyelesaikan soal ujian nya, ia pun kembali mengemut jempol suaminya sampai Farhan telah selesai mengajar dikelas nya.
"Anak-anak karena waktu nya sudah habis, sekarang kalian kumpulkan kertas ujian kalian di meja saya. Selesai tidak selesai harap dikumpulkan"
"Baik, ustadz"
Para santri putra yang ada dikelas tersebut langsung maju satu persatu untuk mengumpulkan kertas ujian mereka.
"Semuanya sudah menggumpul kan?" tanya Farhan
"Sudah, ustadz"
"Kalau begitu, sekarang kalian buka buku kalian halaman 22. Jadikan bagian A sampai bagian C sebagai PR kalian diasrama. Besok pagi harus kalian kumpulkan. Jika tidak ada yang mengerjakan maka akan dapat hukuman dari saya, paham"
"Paham, ustadz"
"Kalau begitu, pelajaran hari ini saya sudahi sampai disini. Kurang dan lebihnya saya mohon maaf, Assalamualaikum"
"Wa'alaikumsalam, ustadz" Setelah membubarkan kelasnya. Farhan pun langsung membantu istrinya mencari keberadaan ustadz Malik untuk memyerahkan kertas ujian milik Rini.
"Mas, itu dia pak ustadz nya" ucap Rini saat melihat keberadaan ustadz Malik
__ADS_1
"Kamu benar, sayang. Kalau begitu kita langsung kesana yuk'
"Ayo, mas"