Istri Tomboy milik Pak Ustadz

Istri Tomboy milik Pak Ustadz
Menikah


__ADS_3

Flashback


"Assalamualaikum, ummi" sapa Farhan


Farhan adalah putra sulung dari kiyai Saleh dan ummi Maryam. Saat ini ia telah menyelesaikan kuliah S2 nya di Mesir. Karena ia ingin memberikan kejutan pada orang tuanya. Oleh karena itu mengatakan bahwa pesawat yang ia tumpangi akan mengalami delay. Kemungkinan besok siangnya ia baru bisa sampai di Indonesia. Padahal sebenarnya sore nanti ia sudah sampai di pesantren.


"Wa'alaikumsalam, nak.


Kamu jadi pulang hari ini, Far?" tanya ummi Maryam


"Insyaallah jadi, ummi. Tapi pesawat yang Far tumpangi mengalami delay jadi kemungkinan besok Farhan baru akan sampai di pesantren"


"Ya sudah tidak apa-apa nak. Yang penting kamu bisa pulang ke pesantren dengan selamat, ummi sudah senang"


"Iya, ummi. Nanti kalau sudah sampai Indonesia, Farhan kabarin lagi, ummi"


"Baiklah, nak. Jaga dirimu baik-baik ya. Kalau gitu ummi, tutup dulu ya. Ummi masih ada urusan.


Assalamu'alaikum"


"Iya, ummi. Wa'alaikumsalam"


maafin Farhan ya, ummi. Sebenarnya saat ini Farhan sudah berada di Indonesia. Farhan ingin memberikan kejutan untuk, ummi. Semoga ummi senang dengan kedatangan Far yang lebih cepat' batin Farhan


Setelah mengakhiri percakapan nya dengan ummi nya melalui telepon. Farhan pun langsung berangkat pulang ke pesantren. Namun nyatanya perjalanan nya kembali ke pesantren diwarnai dengan berbagai insiden. Mulai dari kehabisan tiket pesawat, tiket kereta. Hingga bus yang ia tumpangi pun mendadak mogok di jalan. Untung saja bus tersebut mogok saat sudah berada di daerah kampung halamannya,meskipun jarak nya masih jauh dari pesantren. Alhasil ia pun harus berjalan kaki sejauh hampir 3 kilometer untuk sampai di pesantren.


Tak terasa hari pun sudah gelap. Dan setelah perjalanan yang cukup melelahkan, Farhan pun sampai di pesantren. Namun alih-alih masuk dari pintu gerbang depan. la malah memilih masuk dari gerbang samping. Namun saat ia sampai didekat gerbang samping. la malah dikejutkan oleh sosok perempuan yang tengah berada diatas dinding pesantren.


"Hei. Kamu siapa? Ngapain kamu disana? Jangan-jangan kamu santri nakal yang ingin kabur dari pesantren ya? cecar Farhan


"Husstt.. berisik banget lu. Udah kayak emak-emak komplek aja"


"Kamu ngatain saya, barusan?"


akkhh.. ni cowok berisik banget sihh dari tadi. Ngerusak rencana gue kabur aja.


Mana pak kiyai sama para ustadzah udah hampir deket lagi. Bodo amat ah, mending langsung loncat aja deh' batin Rini


Hiiyyaaah..


Bugh..


Rini pun langsung melompat begitu saja saat melihat kiyai dan para ustadzah yang mulai mendekat dan berusaha menghentikan nya.


Farhan yang panik melihat Rini melompat. Ia pun memutuskan untuk langsung menangkap Rini karena khawatir kalau gadis itu terluka parah karena jatuh dari ketinggian. Saat Farhan berhasil menangkap Rini, tiba-tiba saja kaki Farhan terpeleset dan akhirnya mereka pun jatuh bergulingan bersama.


Kiyai dan para ustadzah yang mendengar suara jeritan pun langsung berlari keluar mencari sumber suara tersebut. Namun mereka dibuat terkejut oleh pemandangan yang tidak pantas tersebut.


Flashback off


Melihat Rini pingsan, seketika para ustadzah pun langsung bersama-sama memapah tubuh Rini dan membawanya ke klinik pesantren untuk mendapatkan perawatan. Sementara itu Rini ditarik masuk kedalam rumah nya oleh kiyai.


"Duduk!"

__ADS_1


"Loh. Rini. Kamu kapan sampai


nya nak? Katanya pesawat kamu delay?" tanya ummi Maryam


"Maaf, ummi. Sebenarnya Far berbohong perihal pesawat yang delay. Karena Fat ingin memberikan Ummi sama Abah kejutan"


Terimakasih, nak. Kejutan kamu benar-benar membuat Abah terkejut bahkan hampir membuat Abah terkena serangan jantung!"


"Maaf, Bah. Kejadian tadi diluar dugaan, Far"


Tunggu tunggu. Kejutan? Ini maksudnya apa sih? Ummi gak paham deh. Maksud nya apa sih, Bah?"


"Jadi gini loh, ummi. Tadi itu, Rini mau kabur dari pesantren dengan memanjat dinding pesantren"


"Kabur?? Lalu bagaimana? Dia berhasil kabur?"


"Enggak. Karena saat dia melompat dari dinding tersebut. Ditangkap oleh putra kesayangan ummi, ini. Bahkan mereka pun sempat-sempatnya peluk-pelukan diatas rumput"


"Astaghfirullah.. bener seperti itu, Far"


"Iya, ummi. Tapi Far, juga melakukan itu kan tidak sengaja"


"Sengaja atau tidak. Yang jelas kamu sudah menyentuh wanita yang belumn berhak kamu sentuh, dan itu tetap saja dosa. Jadi kamu harus mempertanggung jawabkan perbuatan kamu tadi!"


"Iya, Abah. Sesuai yang Farhan katakan tadi. Far akan menikahinya besok Sore"


"Menikah? Apa kamu sudah yakin, Far? Apa Abah juga sudah yakin?"


"Abah yakin, ummi. Walaupun Rini itu sedikit nakal. Tapi Abah percaya bahwa dia itu anak yang baik dan masih bisa dibimbing ke arah yang baik. Dan Abah berharap dengan bekal ilmu yang kamu miliki, kamu bisa membimbing dia menjadi istri yang sholehah, Far"


"Namanya Baiq Rini Azzahra. Dia itu putri nya sahabat Abah yang ada di Jakarta. Siang tadi dia baru saja menitipkan putri nya untuk didik dipesantren ini


"Jadi dia baru datang ke pesantren siang ini?"


Kiyai Saleh pun hanya mengangguk kan kepalanya untuk membenarkan pertanyaan dari putra sulungnya itu.


Belum satu hari saja, dia sudah membuat gempar seisi pesantren. Bagaimana jika nanti dia jadi istriku?? Apa bisa aku membimbing nya? Harus bisalah, pokoknya ketika nanti dia sudah menjadi istriku, aku harus membuat nya bertekuk lutut dibawah perintahku' gumam Farhan dalam hati.


"Ya sudah kalau gitu. Sebaiknya kamu istirahat dikamar. Abah akan memberitahukan insiden hari ini pada ayahnya Rini, serta mengabarkan perihal pernikahan kalian"


"Baik, Abah. Kalau begitu, Far. Pamit masuk dulu, Abah, Ummi. Assalamualaikum"


"Wa'alaikumsalam


Setelah Farhan masuk kedalam kamarnya. Kiyai Saleh pun langsung menelpon ayahnya Rini perihal insiden hari ini dan perihal pernikahan antara Farhan dan Rini. Awalnya Rizky terkejut mendengar segala macam insiden yang terjadi di pesantren akibat ulah dari putri nya itu. Namun pada akhirnya ia pun menyetujui rencana pernikahan itu.


Setelah selesai berbincang dengan kiyai Saleh. Rizky pun langsung menelpon sekretaris pribadinya untuk


mempersiapkan berkas-berkas yang diperlukan untuk mengurus surat pernikahan putrinya itu, ia pun tidak lupa meminta sekretaris pribadinya itu untuk membelikan cincin pernikahan.


Sementara itu, setelah sadar dari pingsannya Rini pun kembali masuk kedalam kamar asrama. Dan ia dilarang untuk keluar dari kamar nya tersebut sampai selesai menikah. Dan tentu nya itu membuat Rini sangat bosan.


Keesokan sorenya. Hari yang sudah dinanti pun datang. Pernikahan pun dilaksanakan di masjid yang ada di pesantren. Para ustadz dan ustadzah serta beberapa santri putra dan santri putri pun turut hadir menjadi saksi untuk pernikahan tersebut.

__ADS_1


Farhan pun kini telah duduk dihadapan penghulu dan juga ayahnya Rini, kali ini Rizky akan menikahkan putrinya secara langsung


Rizky pun langsung menjabat tangan Farhan dan melafazkan ijab qobul nya.


"Bismillahirrahmanirrahim. Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau Farhan Putra Tunggal Bin Saleh Syarif dengan putri kandung saya Baiq Rini Azzahra Binti Lalu Rizky Pratama dengan maskawin seperangkat alat sholat dan emas 70 gram dibayar TUNAI!"


"Saya terima nikah dan kawin nya Baiq Rini Azzahra Binti Lalu Rizky pratama dengan maskawin seperangkat alat sholat dan emas 70 gram dibayar TUNAI" ucap Farhan dalam satu tarikan nafas


"Bagaimana para saksi? Sah?"


Sah


Sah


Sah


Ucap para saksi yang hadir. Setelah proses ijab qobul selesai, mereka pun mengucapkan doa bersama-sama untuk keberkahan pernikahan tersebut. Setelah selesai menandatangani buku pernikahan nya. Farhan pun langsung dibawa kedalam asrama putri untuk menemui wanita yang kini sudah sah menjadi istrinya.


"Assalamualaikum" sapa Farhan


"Wa'alaikumsalam. Wah.. Rini coba lihat, itu suami mu sudah datang. Lihat lah dia sangat tampan. Kamu sangat beruntung bisa menikah dengan nya" puji salah satu santri putri yang membantu Rini berhias


"Beruntung dengkul mu. Kalau kamu mau, kamu saja sana yang menikah dengan nya"


"Aku sih mau nya begitu. Tapi dia kan menikah dengan mu bukan dengan ku. Ya sudah, kalau gitu aku keluar dulu"


Setelah santri putri tersebut keluar. Farhan pun langsung menghampiri istrinya yang kini tengah duduk ditepi ranjang


"Assalamualaikum, cantik" sapa Farhan


"Wa'alaikumsalam


"Kok jawab nya ketus gitu? Kamu gak bahagia nikah sama saya?"


"Itu tau. Kenapa pake nanya segala"


"Hhmm.. sekarang ini kamu adalah istri saya. Jadi mulai hari ini apapun yang kamu lakukan baik itu dosa kecil atau bahkan dosa besar. Kelak diakhirat saya yang harus bertanggung jawab atas semua dosa yang kamu lakukan. Jadi mulai hari ini saya mau kamu nurut sama saya. Bisa kan?"


"Ooghahh.. ngapain juga gue harus nurut sama lu, gara-gara lu rencana gue kabur dari tempat terkutuk ini jadi gagal. Justru lu yang bikin gue gak bisa kabur selama nya dari tempat ini tau. Dasar laki-laki nyebelin"


"Rini! Kamu tidak boleh berbicara seperti itu pada suami mu" ucap Rizky yang datang bersama dengan orang tua Farhan


"Ayah!


Rini pun langsung berlari memeluk ayahnya saat melihat kedatangan ayahnya.


"Ayah, kenapa aku harus nikah sama dia sih. Rini kan gak mau tinggal lama-lama di tempat ini, apalagi jadi istrinya. Rini mau pulang ke Jakarta ayah. Bawa Rini pulang ya" rengek Rini


Tidak bisa sayang. Kamu kan tau, status kamu dipesantren ini sebagai santri. Apalagi sekarang kamu sudah menikah. Jadi mulai sekarang kalau kamu mau pergi kemana pun, harus dengan izin suami mu. Kamu harus bisa jadi istri yang patuh dengan ucapan suami mu, sayang'


"Tapi kalau dia, jahat sama Rini bagaimana, ayah?"


"Kamu tidak perlu khawatir, nak. Jika Farhan jahat pada mu, kamu bisa melaporkan nya pada Ummi. Nanti ummi sendiri yang akan memarahi nya" sahut ummi Maryam

__ADS_1


Tuh, kamu dengar sendiri kan. Sudah sekarang kamu tidak perlu khawatir. Ayah yakin kok, suami kamu itu orang yang baik. Dia pasti bisa membimbing mu dan menjaga mu dengan baik. Jadi sekarang ayah antar kamu kerumah nya pak kiyai ya. Kamu kan gak mungkin tidur dengan suami mu diasrama ini"


Mereka pun kembali kekediaman kiyai Saleh. Setelah itu, Rizky pun langsung berpamitan pulang. Karena ia harus kembali ke Jakarta malam ini juga. Setelah itu. Farhan, kiyai Saleh, ummi Maryam dan Rini pun masuk kedalam rumah tersebut. Orang tuanya Farhan langsung kembali ke kamar mereka dan meninggalkan Farhan dan Rini yang masih duduk bersantai diruang tengah.


__ADS_2