Istri Tomboy milik Pak Ustadz

Istri Tomboy milik Pak Ustadz
Adik?


__ADS_3

"Gak usah pura-pura gak ngerti deh. Aku liat sendiri tadi, mas ngobrol sambil ketawa-ketawa diarea santri putri sama ustadzah muda itu kok"


"Ustadzah muda?? Emang nya siapa Maksud kamu itu siapa sih?"


"Hhuhh.. masa gak inget sih. Itu loh ustadzah muda yang cantik pakai gamis sama kerudung panjang warna pink, yang tadi ngobrol sama mas sambil cekikikan mana pake acara rangkul-rangkulan segala lagi"


Mendengar penjelasan istrinya, seketika Farhan pun langsung teringat oleh ustadzah muda yang dimaksud oleh istrinya itu. Dan Seketika Farhan pun langsung tertawa. Mengingat bahwa ustadzah muda yang membuat istrinya cemburu itu tidak lain adalah Amel adik kandung nya Farhan.


"Kenapa mas, jadi ketawa begitu sih, dasar nyebelin"


"Jadi ceritanya kamu itu lagi cemburu nih?"


"Gak. Siapa juga yang cemburu. Kurang kerjaan banget"


"Yakin?? Tapi kok bete gitu. Kalau cemburu ngaku aja deh"


"Udah dibilang gak cemburu. Ya artinya gak cemburu. Ngeselin banget sih"


Karena kesal terus di ledek oleh suaminya. Rini pun memilih untuk Mengubah posisi nya yang tadinya hanya berbaring kini ia ingin duduk. Namun gerakan nya terhenti saat ia merasakan kepalanya sangat pusing saat berusaha bangkit.


"Auww" ringis Rini sambil memegang kepalanya


"Kamu kenapa? Apa yang sakit?"


"Kepala ku. Kepala ku pusing banget, mas"


"Ya sudah sini mas bantu, kamu mau senderan kan"


Rini pun langsung mengganguk kan kepalanya. Lalu dengan sigap Farhan membantu Rini untuk bersandar.


"Jadi gini, sayang. Mas, jelasin ya, tentang ustadzah muda yang kamu maksud itu. Biar kamu gak salah Paham lagi"


"Gak perlu, gak penting juga"


"Yakin gak mau dengerin penjelasan, mas?"


Rini pun mengangguk dengan cepat.


"Ya sudah. Kalau gitu lebih baik kamu makan bubur nya dulu ya"


"Gak. Aku gak suka sama bubur mas" ucap Rini sambil menutup mulutnya


"Coba dulu. Bubur buatan ummi enak loh. Mas, jamin kamu pasti suka"


"Bubur nya ummi yang masak?"


"Iya. Jadi dimakan ya. Cobain aja dulu. Kalau emang kamu gak doyan nanti, mas masakin makanan yang lain"


"Emang nya mas, bisa masak?"


"Tentu saja bisa. Mas, kan tinggal di Kairo sendirian. Jadi semuanya harus mas, lakukan sendiri. Mulai dari nyuci sampai masak pun mas, lakukan sendiri"


Farhan pun terus menyuapi istrinya bubur buatan ummi nya. Disela-sela ia bercerita mengenai kehidupan nya selama menuntut ilmu di Mesir. Tanpa disadari bubur yang tadi ditolak oleh istrinya itu kini sudah habis tanpa tersisa sedikitpun.


"Alhamdulillah, abis juga bubur nya. Sekarang minum air nya dulu"

__ADS_1


"Beneran udah abis mas?"


"Iya. Nih, liat aja sendiri. Bersih kan" ucap Farhan sambil memperlihatkan Mangkuk bubur yang sudah kosong


"Yah.. padahal aku masih laper loh mas"


"Tadi aja nolak. Sekarang minta nambah" sindir Farhan


"Yeee.. itu kan tadi sebelum aku tau kalau rasanya ternyata se enak ini"


"Ya udah. Kalau gitu besok mas, minta ummi untuk buat kan kamu bubur seperti ini lagi"


"Beneran boleh mas? Tapi nanti kalau ummi gak bisa buatin bubur nya gimana?"


"Kamu tenang aja, ummi pasti mau kok buatin bubur nya untuk kamu. Kamu kan mantu kesayangan nya ummi"


Disebut Sebagai menantu kesayangan. Seketika itu juga pipi Rini berubah menjadi pink kemerah-merahan kan tersipu malu akan pujian tersebut.


"Gak usah senyum-senyum gitu. Nih obat nya diminum dulu"


Rini pun langsung mengambil obat yang telah diberikan oleh suaminya. Tidak lama setelah minum obat, Rini pun membaringkan tubuhnya nya lagi kemudian ia langsung memejamkan matanya yang sudah terasa sangat berat akibat efek dari obat yang ia minum tadi.


Keesokan paginya. Rini pun terbangun dari tidurnya dengan wajah yang jauh lebih segar dari semalam. Tidak lagi terlihat pucat, demam nya pun sudah turun Sejak ia minum obat semalam.


"Kamu sudah bangun?"


"Hem. Mas, abis mandi ya?"


"Iya. Mas barusan abis mandi, kenapa? Mas wangi ya" ucap Farhan sambil mendekatkan tubuhnya ke dekat istrinya


"Mandi? Emang nya kamu udah sembuh?"


"Udah mas. Cek aja sendiri. Udah gak demam lagi kok"


"Iya, kamu benar. Ya sudah sana mandi. Setelah itu langsung ke meja makan ya, kita sarapan bareng"


"Hhhmm"


Farhan pun bergegas keluar kamar dan langsung menuju meja makan.


Ciiee.. pengantin baru, seger banget romannya" goda Amel


"Sirik aja, jomblo"


"Kalian ini, kalau udah ketemu selalu aja saling ejek begini" ucap kiyai Saleh


"Kondisi istri kamu bagaimana, Far?" tanya ummi Maryam


"Alhamdulillah udah lebih sehat ummi. Demam nya juga sudah turun"


"Alhamdulillah kalau begitu, ummi senang dengar nya"


"Iya. Ummi. Itu semua juga berkat Ummi"


"Kenapa berkat ummi?? Kan kamu yang merawat dia"

__ADS_1


"Iya. Berkat bubur buatan ummi. Padahal dia gak suka sama bubur. Tapi pas makan bubur buatan ummi, dia suka banget. Malah dia minta dibuatin lagi bubur yang semalem"


"Alhamdulillah kalau dia suka. Nanti ummi buatin lagi bubur nya"


Disela-sela obrolan mereka. Rini pun datang ke meja makan setelah selesai mandi.


'Dia kan ustadzah muda yang semalem. Ngapain lagi sih dia disini. Semalem dia keliatan akrab banget sama mas Far. Sekarang malah sok akrab banget sama ummi dan Abah. Dasar pelakor' gumam Rini dalam hati


"Itu Rini sudah datang. Ayo kesini sayang, kamu duduk disamping suami mu ya"


"Baik, ummi"


"Kamu kenapa?" tanya Farhan saat


melihat perubahan dari wajah


istrinya itu


"Gak usah banyak nanya deh. Aku mau sarapan bukan mau interview"


"Sensi banget sih"


Melihat kedatangan kakak iparnya. Amel pun ingin sekali berkenalan langsung dan dekat dengan kakak iparnya itu.


"Hai. Kenalin nama ku Amel" sapa Amel seraya mengulur kan tangannya


Ouwh. Jadi nama si pelakor ini Amel. Gaya nya aja sok alim tapi hobinya ganggu suami orang' batin Rini


"Hei. Kamu kenapa bengong gitu sih. Kamu gak mau kenalan sama dia?" tanya Farhan


"Gak ah. Aku gak punya waktu buat kenalan sama dia lebih baik aku kembali ke asrama. Sebentar lagi kelas nya dimulai"


Melihat pergerakan istrinya yang akan meninggalkan meja makan. Farhan pun langsung meraih tangan istrinya itu untuk menghentikan pergerakan nya.


"Tunggu sebentar. Kamu kan belum kenalan sama adiknya, mas. Kasihan loh dia udah jauh-jauh dateng kesini buat kenalan sama kamu, tapi kamu tolak mentah-mentah"


"ADIK??"


"Iya. Dia ini Amel adik kandung nya, mas"


'Mampus gue. Mau ditaro dimana nih muka gue. Mana semalem gue pake cemburuan gak jelas lagi. Lebih parahnya lagi gue cemburu sama adik ipar gue sendiri. Bodoh banget sih gue' batin Rini


"Kenapa mas, gak bilang dari tadi sih"


"Mas, kan udah sempet mau bilang dari semalam. Kamu nya aja yang gak mau dengerin. Gara-gara udah cem..."


Belum sempat Farhan menyelesaikan ucapannya. Rini langsung menutup mulut suaminya itu. Agar suaminya itu tidak membongkar kelakuan nya semalam yang sempat cemburu tanpa sebab dengan adik iparnya itu.


"Loh. Kenapa mulutnya Farhan kamu tutup seperti itu, nak?"


"Gak apa-apa ummi. Tadi ada lalat. Takut nya lalat nya nanti masuk kedalam mulutnya mas, Far"


Mendengar penjelasan istrinya itu seketika Farhan langsung melayangkan tatapan tajam kearah istrinya.


"Kalau gitu, Rini pamit kembali ke asrama dulu, ummi, Abah, mas. Assalamualaikum" pamit Rini sambil mencium tangan suaminya

__ADS_1


Setelah berpamitan, Rini pun langsung berlari ke arah asrama putri. Sepanjang perjalanan nya ia tidak berhenti mengutuk dirinya sendiri akibat kebodohan nya sendiri yang sudah cemburu tidak jelas pada adik iparnya sendiri.


__ADS_2