Istri Tomboy milik Pak Ustadz

Istri Tomboy milik Pak Ustadz
Ciuman Pertama


__ADS_3

Dua jam telah berlalu namun tidak ada satupun obrolan yang terjadi di antara mereka. Hingga akhirnya kumandang adzan pun membuat mereka bersuara.


"Sudah Maghrib, saya ke masjid dulu. Kamu masuk kedalam kamar saja, sholat di dalam kamar saja. Kamar saya disebelah pojok kiri"


"Hhmmm"


Farhan pun langsung berdiri dan menghampiri istrinya itu dan mengulurkan tangannya untuk pamit pada istrinya.


"Mau ngapain sih?"


"Salim. Kalau suami mau pergi atau kembali dari luar rumah. Kamu harus biasa kan mencium tangan saya"


"Ribet deh"


Rini pun mau tidak mau, menyambut tangan suaminya dan mencium punggung tangan suaminya dengan takzim.


"Assalamualaikum" pamit Farhan


"Wa'alaikumsalam" sahut Rini Setelah kepergian Farhan. Rini pun langsung masuk kedalam kamar nya Farhan. Rini pun seketika takjub saat sorot matanya melihat setiap sudut dari kamar tersebut yang terlihat sangat rapih dan bersih.


"Gila. Ini cowok kamar nya rapih banget. Gue yang cewek aja gak Serapih ini"


Karena ia sudah gerah. Rini pun langsung membuka koper nya untuk mengambil handuk dan juga bajunya. Setelah selesai mandi, alih-alih melaksanakan sholat sesuai perintah suaminya. Rini justru lebih memilih untuk merebahkan diri nya diranjang empuk milik suaminya. Karena saking pulas nya ia tertidur, Rini pun tidak menyadari bahwa kini waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam. Tidak lama kemudian Farhan pun telah pulang setelah menyelesaikan sholat isya nya di masjid.


Ceklek..


"Assalamualaikum"


"Astaghfirullah"


Farhan yang baru masuk kedalam kamar nya pun dibuat terkejut oleh pemandangan indah istrinya itu. Karena kini Rini tidur hanya memakai celana shot dan juga tank top berwarna pink. Dan sebagai laki-laki normal yang melihat tubuh seksi yang kini sudah halal ia sentuh pun. Farhan sudah pasti tergoda. la pun langsung menutup pintu kamar nya dan tidak lupa mengunci nya. Setelah itu ia pun mendekati istrinya.


"Sayang. Bangun yuk" ucap Farhan sambil mengelus pipi mulus istrinya itu


"Eemmm.. siapa sih, ganggu orang lagi tidur aja"


"Bangun dulu, sholat isya, makan, setelah itu kamu bisa lanjut tidur lagi" bujuk Farhan


"Hhmm.. entar 5 menit lagi"


"Baiklah, saya tunggu 5 menit lagi" Bukan nya menunggu 5 menit justru Farhan sudah menunggu Rini bangun lebih dari setengah jam. Farhan pun sudah kesal menunggu lebih lama.


"Bangun sekarang Juga. Atau saya terkam kamu malam ini" bisik Farhan ditelinga Rini dengan penuh ancaman


"Aaaaa.


Rini pun langsung berteriak sekencang mungkin saat dia terkejut melihat wajah suaminya yang begitu dekat dengan wajahnya.


"Ssstt... jangan berisik" ucap Farhan sambil membungkam mulut istrinya


Tok! Tok! Tok!


"Farhan, Rini, ada apa nak?? Kalian baik-baik saja kan?" tanya ummi Maryam dari luar kamar yang terkejut saat mendengar teriakkan Rini yang sangat kencang.


"Tidak ada apa-apa ummi. Kami baik-baik saja" sahut Farhan

__ADS_1


"Syukurlah kalau begitu. Ummi kembali ke kamar ya. Kalau kalian butuh sesuatu, kalian bisa ketuk kamar ummi"


lya, ummi. Terimakasih" Setelah mengetahui bahwa anak dan menantunya baik-baik saja. Ummi Maryam pun langsung kembali ke kamar nya.


"Ngapain teriak-teriak segala sih. Bikin ummi saya khawatir aja"


"Salah lu sendiri. Ngapain deket-deket gue. Lu pasti mau macem-macem kan tadi sama gue"


Cup


Farhan pun langsung memberikan kecupan singkat dibibir nya Rini.


"Aaaaa...lu ngapain sih main nyosor aja. Mana itu first kiss gue lagi. Nyebelin banget sih jadi cowok"


"Kamu mau tau kenapa saya mencium kamu?"


"Itu karena emang lu nya aja yang mesum. Main nyosor aja gak minta izin dulu"


"Jadi kalau saya minta izin, kamu akan mengizinkan nya?"


"Ya gak lah. Enak aja"


"Dengar ya. Ini tuh Jogja bukan Jakarta. Terlebih lagi ini dipesantren. Jadi mulai hari ini kamu biasakan menggunakan kata, saya, aku, atau kamu saat berbicara dengan orang yang ada disini termasuk saat berbicara sama saya. Paham"


"Ogaahh"


"Kalau kamu tidak mau. Maka saya anggap kamu memberikan saya izin untuk mencium kamu saat itu juga"


"Diihh.. aturan dari mana lagi tuh"


"Kalau gue gak mau gimana?


Cup


"Iiihh... kenapa main nyosor aja sih!"


"Kan tadi sudah saya bilang. Jika kamu menggunakan kata lu atau gue. Itu artinya kamu memberikan saya izin untuk mencium kamu saat itu Juga"


"Dasar licik"


Anggap saja itu hukuman kecil dari saya"


"Lalu hukuman besar nya seperti apa?


"Hukuman besar nya. Saya akan memaksa kamu melayani saya. Jika kamu membuat onar. Jadi mulai sekarang pikiran 100x sebelum kamu bertindak yang aneh-aneh. Paham!!"


Ini orang kenapa jadi mendadak nyeremin gini sih. Bisa gawat kalau dia sampai tau kalau gue bikin ulah lagi. Gue juga kan belum siap kalau mendadak di unboxing sama dia' batin Rini


"Iya iya aku paham. Udah sana gak usah deket-deket" ucap Rini sambil mendorong tubuh suaminya agar sedikit menjauh darinya


"Kenapa? Kamu deg-degan ya saya tatap dari deket seperti ini?"


"Diihh kepedean banget"


"Terus kenapa dong?"

__ADS_1


"Nafas mas, bau"


Setelah mengatakan itu Rini pun langsung turun dari ranjang tersebut dan hendak pergi dari kamar tersebut. Namun tangan Farhan lebih dulu menahannya.


"Kamu mau kemana?"


"Keluar"


'Udah sholat?"


"Sholat apa?"


"Sholat isya lah masa sholat maghrib"


"Belom, aku aja baru bangun. Saat mas pulang tadi"


"Berarti kamu tidak sholat maghrib tadi?"


"Ya enggak lah"


Mendengar jawaban istrinya itu pun. Farhan langsung menarik tangan istrinya hingga membuat tubuh Istrinya terjatuh di pelukannya.


Mendapat serangan mendadak seperti itu membuat detak jantung Rini langsung meningkat dengan cepat. Rini yang tidak berani menatap langsung mata suaminya dari dekat pun, lebih memilih menutup matanya.


Melihat tingkah istrinya yang ketakutan seperti itu. Farhan pun langsung memutar posisi nya. Kini Farhan yang berada di atas tubuh istrinya. Setelah itu Farhan pun dengan cepat mendaratkan kecupan manis dibibir istrinya. Bukan hanya itu saja, perlahan Farhan *******


bibir ranum istrinya itu dengan perlahan. Tidak sampai disitu sąja, Farhan pun berusaha untuk membuka bibir istrinya. Awalnya ia berpikir bahwa istrinya akan Menolaknya, justru sebaliknya. Tanpa disadari Rini pun sepontan membuka mulutnya agar suaminya bisa lebih leluasa bermain disana. Dan kesempatan itu pun tidak disia-siakan begitu saja oleh Farhan. la pun mengabsen setiap rongga dari mulut istrinya itu. Ciuman panas tersebut berlangsung cukup lama. Rini yang mulai kekurangan oksigen pun langsung mendorong dada suaminya begitu saja untuk menghentikan ciuman tersebut.


"Lama banget sih dari tadi. Kalau aku pingsan gimana" protes Rini seraya menjauh dari suaminya itu


"Kalau pingsan tinggal dibawa ke klinik, gitu aja repot. Udah gak usah kesel gitu. Kamu juga menikmati nya Kan"


"Terpaksa!"


Rini pun langsung berlari ke kamaar mandi untuk mengambil wudhu sebelum Suaminya itu menerkam nya lagi.


"Terpaksa? Tapi kayaknya tadi kamu menikmati banget tuh" ledek Farhan


"Masss Farrr! " teriak Rini dari dalam kamar mandi setelah diledek oleh suaminya


Farhan mendengar teriakkan istrinya dari kamar mandi pun hanya terkekeh geli.


"Wudhu nya yang bener sayang. Jangan bayangin ciuman tadi. Kalau kamu mau lagi. Bisa kita lanjutkan nanti"


"Ngomong sekali lagi aku siram air segayung nih" ucap Rini sambil keluar membawa gayung


"Hehehe.. maaf sayang, mas kan cuma bercanda"


"Gak lucu bercanda nya. Lebih baik mas keluar dulu sana. Kalau ada mas, nanti aku gak jadi sholat nih"


"Oke deh. Mas keluar sekarang. Tapi inget ya kamu harus sholat. Awas aja kalau gak sholat. Nanti mas, hukum lebih hot dari tadi" ancam Farhan


"Iya, bawel banget sih. Udah sana keluar"


Farhan pun langsung keluar dari kamar nya. Sementara itu Rini pun langsung mengelar sejadah setelah mengambil wudhu. Setelah selesai Sholat, Rini pun keluar dari kamar. la langsung berjalan kearah meja makan karena sejak sholat tadi, ia merasakan perutnya kelaparan.

__ADS_1


"Loh Mas, Farhan kemana sih? Kok gak ada dimana-mana"


__ADS_2