Istri Untuk Ustadz

Istri Untuk Ustadz
Ternyata saudara kembar....


__ADS_3

Aiyra berjalan menyelusuri lorong di mana jalur toilet,namun Aiyra tidak memperhatikan dua orang membuntutinya dari belakang ia hanya fokus dengan pakaiannya yang terkena tumpahan minuman Risa sesekali menyapu dengan tangannya.


Aiyra yang hampir sampai didepan pintu toilet wanita,dua orang membuntutinya menutup kepala Aiyra dengan karung dan menyeret Aiyra ke sebuah gudang yang berlawanan arah.


Aiyra meronta meminta tolong dan memukul tangan kedua orang yang mencekiknya,yang tak lain sahabatnya Risa,Aiyra didorong memasuki sebuah ruangan dan didalam ruangan itu sudah ada seoeang pria yang tidak sadarkan diri.


"Brukkkk" tubuh Aiyra jatuh diatas tubuh kekar pria itu membuat pria itu merintih kesakitan.


"Astaqfirullah." ucapnya dan ia sadar ada seorang wanita di atas tubuhnya dengan wajah di tutup karung dan tangan diikat.


Arsakha yang merasa Aiyra begitu lama ke taoilet merasa khawatir,seperti biasanya hidung Arsakha gatal sesekali bersin semakin membuat ia khawatir.


Acara Risa sudah selesai namun Aiyra tak kunjung kelihatan semakin membuat ia khawatir.


"Kak,Aiyra mana?" tanya Arsyad yang tidak melihat Aiyra karena setelah Aiyra permisi ketoilet Arsyad juga permisi untuk menyapa temannya.


"Tidak tau,dari tadi gk kelihatan." ucap Arsakha.


"Dek coba cari diparkiran siapa tau Aiyra udah di sana,kakak cari di toilet siapa tau masih di sana jangan lupa kabarin kakak paham!" pinta Arsakha.

__ADS_1


"Baik kak," ucap Arsyad dan melangkah pergi namun langkah kaki kedua terhenti.


"Oh iya jika dalam setengah jam kakak tidak ada kabar,hubungin Abi Amy ya!" ucap Arsakha.


"Baik kak." ucap Arsyad kembali melanjutkan langkahnya.


Arsakha menelusuri setiap lorong dan satu persatu membuka pintu toilet wanita,sampai-sampai dia tidak sadar bahwa masih ada orang didalamnya.


"Aaaaaaaaaaaa." teriak wanita itu yang tak lain Dila.


"Dasar otak mesum,kurang ajar,mesum,brengsek,bajingan." ucap Dila sambil mengeluarkan jurus tinjuannya namun Arsakha dapat mengimbagi gerakan agresif Dila.


"Maaf maaf saya tidak bermaksud begitu,saya hanya mencari Aiyra." ucap Arsakha memohon maaf Dila yang mendengar ucapan Arsakha menghentikan gerakannya.


"Astaqfirullah." ucap Arsakha dan ponselnya berdering tanda panggilan masuk dari Arstad.


"Assalamualaikum dek,bagaimana Aiyra udah ada diparkiran?" tanya Arsakha.


"Tidak ada kak,pak Darmin juga tidak ada melihat Aiyra." ucap Arsyad semakin membuat Arsakha khawatir.

__ADS_1


"Hubungin Abi Amy mereka pasti nungguin kita!" ucap Arsakha diakhir panggilan.


"Astaqfirullah al'azim,kamu dimana dek." ucap Arsakha frustasi merasa bersalah atas kelalaiannya.


"Dek?" ucap Dila membuat Arsakha menatapnya bingung.


"Kenapa?" tanya Arsakha.


"Aiyra emangnya siapanya elo sih?" tanya Dila.


"Aiyra saudara kembar saya." ucap Arsakha.


"Apa,saudara kembar,bu-kannya Arsyad?" ucap Dila kaget tak percaya.


"Kita bertiga saudara kembar." ucap Arsakha dan berlalu pergi mencari keberadaan Aiyra.


"Ternyata saudara kembarnya,pantas saja sangat dekat." batin Dila.


"Woy,tungguin napa main tinggal aja," ucap Dila kesal.

__ADS_1


"Saya udah minta maaf,jadi tolong urusan yang tadi nanti aja dibahas sekarang saya harus mencari saudara kembar perempuan saya." ucap Arsakha.


"Oke,gue bantuin lo cari saudara lo setelah itu baru gue minta pertanggung jawaban lo." ucap Dila jutek dan berjalan melalui Arsakha.


__ADS_2