
"Tidak ada jawaban."kata akhmar
"Yuna juga belum menjawab."timpal fahmi.
"Assalamualaikum,"kata ikhsad kepada nila yang baru.
Akhmar dan yang lainnya hanya memperhatikan apa yang dibicarakan ikhsad dan nila kerna ikhsad tidak mengespekerkannya.
Setelah selesai berbicara dengan nila ditelpon ikhsad segera memberitahu mereka dan segera pergi menuju dirumah sakit.
Akmal yang baru sampai dirumah sakit segera memarkirkan mobilnya dan berlari mesuk kedalam rumah sakit mencari umi dan istrinya.
"Assalamualaikum umi."kata akmal yang ngos-ngosan.
"Waalaikumsalam."balas umi aisyah.
"Bagaimana keadaan ziya umi?"tanya akmal.
"Dokter rena masih meriksa ziya."kata umi aisyah.
Dokter rena,Dokter khusus ziya selama ziya mengandung.
"Dok bagaimana keadaan istri saya?"tanya akmal saat melihat dokter rena keluar.
__ADS_1
"Istri bapak akan melahirkan,jadi kami meminta pak akmal untuk menemani buk ziya didalam."kata dokter itu dan langsung akmal masuk keruangan tanpa menunggu lama,dokter rena hanya geleng-gelang kepala melihat tingkah akmal.
"Sayang."panggil akmal saat disamping ziya dan memengang tangannya.
"Mas sakit sekali."kata ziya yang sudah tidak kuat.
"Kamu harus kuat sayang,kamu gak boleh nyerah mas disini temani kamu oke sabar ya!"kata akmal hanya diangguki ziya.
"Baiklah saya hitung sampai tiga, buk ziya tarik nafas dulu buang satu...dua....tiga ayo dorong buk."suruh dokter rena.
Ziya menggenggan kuat tangan akmal mendorong anaknya agar bisa keluar,dokter rena yang terus memberi aba-aba kepada ziya begitu sabar menunggu kepala seorang bayi keluar dan tak berapa lama terlihat kepala mungil dan sedikit rambut hitam dikepala bayi itu.
"Sedikit lagi ayo,kepala bayinya sudah mau keluar buk!"suruh dokter rena.
Terdengar suara tangisan bayi ziya merasa lega begitu juga akmal,semua yang menunggu diluar juga merasa bahagia dan bersyukur.
"Selamat pak akmal dan buk ziya bayinya cowok."kata dokter rena
Namun kembali ziya merasakan sakit diperutnya yang terus bergerak-gerak dokter rena segera memeriksanya dan ternyata ziya melahirkan bayi kembar,dokter rena kembali memberi aba-aba ziya kembali mendorong anaknya untuk bisa keluar.
"Suster kenapa menantu saya masih menjerit kesakitan?"tanya umi aisyah yang melihat suster keluar dari ruangan ziya.
"Ibu ziya melahirkan bayi kembar jadi dia merasakan sakit kembali."kata suster itu.
__ADS_1
"Massyaallah,"kata umi aisyah.
"Saya permisi dulu untuk mempersiapkan yang lainnya untuk sikembar."kata suster itu dan berlalu pergi.
"Ayo buk terus,sedikit lagi ya terus buk."kata dokter rena.
Dalam hitungan ketiga ziya mengumpulkan tenanganya yang tersisa,kembali lagi suara tangisan bayi laki-laki bergema didalam ruangan itu dan kembali ziya merasa lega dan bahagia begitu juga akmal.
Akmal mencium pucuk kening ziya berulang kali dan menitikan air mata bahagianya,segera akmal menyeka air matanya dan berjalan melihat anaknya.
Namun kembali ziya merasakan sakit diperutnya lagi,membuat akmal dan dokter saling menatap bingung.
Kembali dokter mengecek ditempat anaknya ziya keluar dan betapa terkejutnya dokter rena saat melihat sebuah kepala yang berusaha ingin keluar.
"Massyaallah masih ada satu lagi."kata dokter rena membuat akmal membulatkan matanya dan juga ziya.
"DASAR ******** LO AKMAL,BRENGSEK LO,LO BUAT GUE MELAHIRKAN 3 ANAK SEKALIGUS DASAR BAJINGANNNNN."kata ziya membuat dokter dan suster menahan tawanya kerna geli mendengar ocehan ziya dan melihat kearah akmal,akmal yang dilihatin dokter rena hanya bisa cengegesann
Sedangkan yang diluar saling bertanya-tanya kenapa ziya memarahi akmal.
"Selamat buk ziya bayinya perempuan."kata dokter rena langsung membuat ziya berhenti memarahi akmal.
Kerna ziya memarahi akmal dengan mnggunakan tenanganya sehingga membuat anaknya terdorong untuk keluar tanpa dia rasakan saat pertama dan kedua.
__ADS_1