
"Elo."kata ikhsad kepada nila yang sudah disampingnya membuat nila bingung begitu juga yang lain.
"Nona,bukannya saya sudah memberi kartu nama saya dan saya akan ganti rugi."kata ikhsad yang kesal mengingatkanya dijalan
"Oh jadi kamu orang yang nabrak kita dari belakang,dasar kamu gak punya hati nurani elo kira uang lo bisa mengembalikan keponakan kita jika terjadi apa-apa ha."kata vina mulai emosi.
"Sudah-sudah jangan pada ribut mending selesaikan ini dulu,jangan membuat onar lagi!"kata fahmi.
"Siapa yang membuat onar mas fahmi."Kata mereka bersamaan.
"Sepertinya mas-mas tampan pada takut sama calon istrinya ya?"tanya seorang ibu yang dibawah panggung sedikit berteriak dan dibenarkan yang lainnya,sedangkan yang diatas hanya senyum-senyum.
Acara pemberian penghargaan selesai dan akmal dan yang lainnya menuju ke restauran untuk mengisi perut mereka.
Sepanjang jalan menuju reatauran ziya tertidur,sampai memangil nama akmal membuat akmal dan akhmar dan vina bingun segera akmal membangunkan ziya.
"Sayang....sayang!"panggil akmal sambil membelai pipi ziya.
"Mas akmal."kata ziya bangun.
"Mas disini sayang."kata akmal ziya langsung memeluk akmal erat-erat sambil menangis dipelukan akmal.
__ADS_1
"Tidak apa-apa sayang,cuman bunga tidur."kata akmal sambil mencium pucuk kepala ziya.
Sempai didepan restauran semua rombongan akmal keluar dari mobil masing-masing,ikhsad yang tadinya membawa motor bergabung dengan fahmi satu mobil sedangkan motornya dijemput asistennya.
"Mas mau itu."kata ziya menunjuk kearah Gerobak somay disebrang jalan.
"Yaudah,sayang disini saja biar mas yang kesana belinya."kata akmal yang dianggukin ziya.
"Ayok zi,kita masuk deluan!"ajak vina.
"Gue disini aja vin nungguin mas akmal.",kata ziya.
"yaelah,ni bumil takut aja ditinggal suami."kata nila,yang sudah berada disamping mereka.
Disaat akmal menyembrangi jalan,untuk kembali kesamping istrinya dengan pesanan istrinya,akmal tidak melihat bahwa sebuah mobil melaju dengan kencang,ziya yang melihat mobil yang akan menabrak akmal menjerit.
"MAS....AKMAL.....AWAS!"teriak ziya dan
BRUKKKKKK.....
Akmal terlempar jauh semua warga yang melihatnya bergegas kesana begitu dengan ziya yang syok fahmi dan yang lainnya segera menyusul ziya.
__ADS_1
Ziya menangis histeris saat melihat akmal yang bercucuran darah yang terus mengalir dari kepalanya.
"Astaqfirullah,mas akmal."kata akhmar dan yang lainnya akhmar yang melihat akmal bercucuran darah menangis fahmi berusaha menenangkan akhmar sedangkan fatih menelpon ambulan dan akmal segera dibawa kerumah sakit,ziya masih dengan tangisnya vina berusaha menghibur ziya.
"Dek,telpon umi dan kiyai juga bunda fatmah dan h.suryata."suruh fahmi ke fatih.
Setelah menelpon mereka semua pergi meunuju rumah sakit dimana akmal dibawa.
"Mas akmal....hiks...hiks..."kata ziya mencari akmal.
"Sabar zi,lo tenang dulu ingat kandungan lo!"kata vina menenangkan ziya.
"Dok,dimana mas saya?"tanya akhmar kepada seorang dokter.
"Keadannya masih keritis pak,pendarahannya belum berhenti kami akan berusaha untuk menyelamatkan pak akmal,saya permisi dulu."kata dokter berlalu pergi membuat ziya semangkin histeris.
"Ini semua salah gue,kalau gue tidak memintak mas akmal kesebrang mungkin ini tidak akan terjadi...hiks....hiks..."kata ziya menyalahkan dirinya.
"Kamu tidak boleh menyalahkan dirimu dek,semua ini ujian dari allah."kata fahmi.
"Iya benar tu zi apa yang mas fahmi bilang."timpal lila dan memeluk ziya begitu juga dengan yang lain.
__ADS_1
"Terimakasih kalian selalu ada disamping gue,gue gak tidak tau kalau kalian tidak ada."kata ziya dengan menghapus air matanya mencoba untuk kuat menerima musibah yang menimpanya.