
Pagi hari,dmDokter rendra memasuki ruangan akmal dan mengecek keadaan pasiennya setelah selesai dia kembali keluar.
CKREKKKK.....
"Bagaimana dok keadaan Mas saya?"tanya akhmar.
"Sekarang tidak ada masalah lain,hanya saja kita harus menunggu pasien untuk keluar dari komanya"kata dokter rendra.
"Apa Mas saya sudah boleh pindah ruangan dok?"tanya akhmar.
"Boleh,nanti kita akan beritau suster."kata dokter rendra.
"Baiklah dok,terimakasih."kata akhmar.
"Sama-sama"rendra.
Sesuai yang dipinta akhmar,akmal dipindahkan diruangan vip cukup luas jadi tidak harus bergantian untuk menjenguk akmal didalam ruangan.
"vina,yuna,nila,lila,bagaimana keadaan akmal."tanya bunda fatmah yang baru sampai.
"Mas akmal tidak ada keluhan yang lain bun,hanya mas akmal masih koma."kata vina menjelaskan.
"Yaallah,bagaimana keadaan ziya?"tanya bunda fatmah.
"Ziya baik-baik aja bun,sekarang dia lagi nemani mas akmal didalam."kata yuna.
"Ayo kita masuk!"ajak H.suryata.
__ADS_1
"Assalamualaikum."kata umi aisyah dan kiyai yang baru sampai.
"Waalaikumsalam,"jawab mereka bersaama.
"Bagaimana keadaan akmal?"tanya umi aisyah.
"Mas akmal mengalami koma umi,"jawab lila.
"Astaqfirullah,ziya bagaimana?"tanya umi aisyah.
"Ziya baik-baik aja umi."kata vina.
"syukurlah,ayo bunda fatmah kita lihat anak-anak!"ajak umi aisyah.
Terlihat ziya yang setia menemani akmal bercerita dengan air mata membasahi pipinya,kedua orang tuanya dan juga mertuanya merasa iba dengan ziya,segera mereka menghampiri ziya.
"Bunda"kata ziya dan memeluk bunda fatmah sambil menangis dalam pelukan bundanya.
"Mas...mas akmal bunda,hiks...hiks...ini semua kerna ziya ini salah ziya..hiks...hiks."kata zuyi.
"Ziya sayang tidak boleh menyalahkan diri ziya ini semua kerna ujian dari allah jadi ziya harus kuat ya nak."kata umi aisyah sambil membelai kepala ziya dengan lembut yang berada dipelukan bundanya.
"Kamu sudah serapan sayang?"tanya H.suryata hanya dijawab ziya dengana gelengan kepala tanda belum.
"Kamu harus serapan sayang,kasihan anak yang ada didalam perut kamu"kata umi aisyah.
"Ayo sini biar umi suapin ya!"kata umi aisyah hanya diangguki ziya.
__ADS_1
Sudah satu bulan akmal masih dalam komanya tidak ada tanda-tanda akan akmal sadar ziya selalu menangis disaat dia sendiri seperti saat ini dihotel dimana akmal dan dia inapan dirumah sakit sahabatnya selalu menghiburnya terkadang sehabatnya menemaninya tidur dihotel tempat ia menginap.
Ziya kembali kehotel untuk mengganti bajunya kerna semalam dia menginap dihotel,ziya membuaka kopernya namun semua bajunya kotor dia mencoba mencari baju akmal untuk diapakai tanpa segaja dia menemukan sebuah kota yang ukurannya sepanjang dan lebar buku tinggi satu centi.
Betapa terkejutnya ziya melihat sebuah baju gamis lengkap dengan hijab dan penutup wajah baju yang elegan berwana pink dan dicampur sedikit warna hitam,ziya menitikkan air matanya saat mengingat baju itu baju dimana saat akmal memintanya untuk membelinya dan memakainya tapi ziya menolak untuk membelinya.
Selama ini kamu menginginkan saya untuk hijrah mas,namun kamu tidak memaksa saya mas,Ziya menghapus air matanya dan memakai baju itu tanpa ragu setelah selesai dikembali kerumah sakit.
Setiba dirumah sakit semua keluarga dan sahabatnya kebingungan sebab ziya menutup wajahnya.
"Assalamualaikum."kata ziya
"Waalaikumsalam."jawab mereka semua yang masih bingung kerna mereka belum tau ziya itu ziya.
"Umi,abi,bunda,ayah,bagaimana keadaan mas akmal?"tanya ziya membuat kedua orang tuanya dan mertuanya salinng memandangi satu sama lain begitu juga dengan yang lain.
"Ini benaran menantu umi?"tanya umi aisyah.
"Iya ini benaran anak bunda?"timpal bunda fatmah.
"Iya umi bunda ini ziya,ziyanzi anak tersayang dan nakalnya ayah,"jawab ziya sambil tersenyum dibalik penutup wajahnya yang hanya memperlihatkan mata dan keningnya.
"Massyaallah cantiknya kamu sayang,"kata umi aisyah dan bunda fatmah.
"Anak ayah yang cantik sudah kembali?"kata H.suryata dengan mata berkaca-kaca.
"Emangnya selama ini ziya tidak cantik."kata ziya pura-pura kesal.
__ADS_1
"Cantik sayang tapi lebih cantik seperti ini."Kata H.suryata sambil memeluk putrinya kiya hanya tersenyum melihat menantunya hijrah.